NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Senin telah tiba.

Hari ini adalah hari di mana Linus dan Tim nya harus berjuang untuk menang, agar nama sekolah mereka lebih harum lagi.

Sebantar lagi pertandingan akan segera di mulai, seluruh siswa dan siswi yang ingin menonton pertandingan berbondong-bondong masuk ke lapangan basket bersiap untuk mengambil tempat masing-masing untuk menonton pertandingan.

"Lin, Lo yakin gak sih kita bakal menang lagi?" ujar salah satu anggota tim merasa tidak yakin kalau mereka akan memenangkan pertandingan.

"Sebelumnya kita gak pernah kalah sama mereka, ngapain takut? Dan kenapa juga Lo gak yakin?" Linus menatap anggota nya dengan tatapan bingung.

"Di sini Lo tau sendiri kalau cuma Lo dan Raja yang paling jago, dan sekarang kalian berdua gak sekompak dulu, gimana ceritanya ini?" Sambung yang lainnya.

"Udah lah gak usah di pikirin," ujar Linus dengan nada malasnya.

Tiga puluh menit kemudian, rombongan tim basket dari SMA Sekar Harum pun tiba mereka lah yang menjadi lawan Tim basket Linus.

Sebentar lagi pertandingan akan segera di mulai, terlihat Raja menghampiri Clara yang sedang berdiri di depan banyak nya siswa siswi sekolah SMA Mawar Mekar sambil memegang sebotol air mineral.

"Semangatin gue ya, jangan lupa," uajar Raja setengah berbisik kepada Clara ia menunduk kan kepalanya di hadapan Clara.

Hal ini membuat cewek-cewek di sekolah bersorak, semua mengira Clara dan Raja telah menjalin hubungan karena bisa seromantis itu.

"Kenapa lagi?" ujar Clara sambil melirik sekeliling karena banyak yang memperhatikan kedekatan mereka.

"Bantuin pasang bandana," bisik Raja.

Clara tersenyum kecil melihat wajah sang kakak yang begitu manja, ia tidak mempedulikan sorakan teman-teman sekelasnya dan segera memasang bandana ke kepala Raja.

Hal ini di lihat oleh Linus dan juga Della, keduanya kembali merasakan rasa hancur yang sama Raja dan Clara membakar hati mereka.

Pertandingan pun segera di mulai dengan seorang wasit yang melambungkan bola basket ke atas dan di rebutakan oleh kedua belah tim.

Sebelumnya mohon maaf, author kurang tau soal pertandingan basket,jadi jangan di hujat ya kalau ada kesalahan.

Next

cheerleaders (pemandu sorak) dari kedua tim basket pun mulai beraksi untuk memberikan semangat kepada tim masing-masing.

Berbagai yel-yel pun telah keluar, Della adalah salah satu dari cheerleaders tim basket Linus, sementara Clara ia hanya berdiri dan memeprhatikan kedua tim yang bertanding semakin lama semakin sengit.

Beberapa puluh menit pun berlalu, satupun dari kedua tim belum berhasil memasukkan ke dalam ring.

Kedua tim terlihat sama-sama memiliki keahlian luar biasa dalam bola basket, di tambah kapten basket SMA Sekar Harum yang terlihat sangat luar biasa bahkan lebih tinggi dari Linus.

Pertandingan pun masih terus berlangsung, sayangnya tim basket Sekar Harum selalu bermain sedikit kasar mereka juga ketika meleparkan bola mengunakan kekuatan yang lumayan kuat sehingga beberapa kali melenceng hampir mengenai penonton.

"Kayaknya itu bukan kapten basket yang pernah tanding ke sekolah kita deh, apa SMA Sekar Harum menganti ketua tim basket mereka agar menang" ujar salah seorang siswi yang ada di belakang Clara.

Clara mengerutkan keningnya melihat ketua tim basket Sekar Harum yang tampak sangat tampan dengan kaki jenjang tingginya juga lumayan, lebih tinggi dari Raja dan Linus.

"Kenapa mereka main nya agak kasar ya?" batin Clara.

Namun di tengah kebingungan itu, Clara tidak tau sebuah bola melayang ke arah dirinya yang berdiri di paling depan lapangan.

"Clara! Awas!" ujar Raja berteriak dari jauh.

Linus yang melihat nya segera berlari sigap segera menolak bola tersebut sehingga dirinya lah yang terjatuh.

"Linus!" jerit Rena yang saat itu juga menjadi cheerleaders.

Linus terjatuh tepat di depan Clara, ia terlihat sangat kesulitan untuk bangkit, tangan nya terkilir akibat jatuh.

"Astaga Lo gak apa-apa kan?" tanya Clara membungkuk dan melihat Linus.

Namun Linus tidak menjawab ia benar-benar terlihat sangat kesakitan.

"Lihat apaan? Cepetan bawa ke UKS!" jerit Raja kepada teman-teman nya.

Pertandingan pun di berhentikan sejenak karena ketua dari tim basket Mawar Mekar ya itu Linus mengalami cedera.

Dua orang teman segera membopong Linus membawa nya ke UKS, Clara juga ikut serta karena merasa bersalah, Linus cedera gara-gara menyelamatkan nya dari bola.

"Lo mau ke mana? Di sana udah ada Clara Lo gak perlu pergi!" Della mencengkram pergelangan tangan Rena yang hendak mengikuti Clara dan Linus ke UKS.

Sementara itu Raja ...

"Lo ngapain astaga Bastian!" ujar nya sambil menggeleng kepala di hadapan tim ketua tim basket lawan.

"Gue gak sengaja, gimana dong?" ujar laki-laki yang di panggil Bastian oleh Raja.

Della yang melihat pertengkaran itu segera pergi menghampiri mereka, sementara Rena hanya bisa mengumpat kesal karena tidak bisa melihat Linus.

"Maaf tapi tim Lo kasar banget main nya! Sepupu gue jadi cedera gue harap Lo tangung jawab," Della berdiri di hadapan Raja sambil bercekak pingang.

Bastian yang menatap Della mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka kalau ada seseorang yang berani menyalahkan dirinya.

"Lo cewek, ini bukan urusan Lo, lagian dalam pertandingan itu bisa! Tim gue juga gak sengaja," balas Bastian tidak terima di salahkan.

"Della udah, ini urusan gue, sekarang Lo kembali ke tempat Lo, jangan bikin suasana semakin keruh oke," bisik Raja dengan suara yang sangat pelan.

Della yang awalnya ingin membantu Raja, merasa tidak berguna karena Raja sendiri tidak membutuhkan bantuan nya, ia pun menatap Raja dengan tatapan kecewa dan segera pergi dari sana.

"Gara-gara kecerobohan tim Lo, pertandingan ini gak bakal bisa di lanjutin," Raja dengan kesal mengatakan itu kepada Bastian.

Mereka terlihat kenal baik, hal ini membuat Della penasaran. Della juga baru menyadari kalau ketua tim basket Sekar Harum telah di gantikan dengan orang baru.

"Ini bukan salah gue, lagian kenapa gak mau lanjut? Kan masih ada pemain cadangan,Lo juga bisa gantiin Linus jadi ketua tim," ujar Bastian sambil tersenyum.

Raja terdiam sambil menatap kesal wajah Bastian, ia mengelengkan kepala dan kemudian beranjak pergi dari hadapan Bastian.

"Ngeselin banget sih ketua tim basket Sekar Harum," umpat para wanita yang menjadi fans Linus kecewa karena Linus terluka.

pertandingan benar-benar di hentikan karena Linus yang cedera, ia tidak bisa di tangani di UKS karena kondisi tangan nya yang terkilir cukup parah.

Kepala sekolah memutuskan untuk menghentikan pertandingan,dan membawa Linus ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut oleh dokter ortopedi, dokter khusus menangani pasien cedera akibat olahraga.

Linus di bawa ke rumah sakit oleh salah satu dari dokter kecil yang bertugas di UKS hari ini. Hal hasil pertandingan basket antar sekolah kali ini benar-benar kacau dan yang pasti tidak nada yang memang atau pun yang kalah.

Seluruh siswa dan siswi segera bubar dari lapangan basket setelah mendapat pengumuman, kepala sekolah dari SMA Sekar Harum secara khusus meminta maaf atas kesalahan ini kepada kepala sekolah SMA Mawar Mekar, namun dalam pertandingan seperti ini tidak mungkin ada yang bisa di salahkan cedera adalah hal yang tidak bisa di prediksi.

Sementara itu di kelas Clara ...

Brak! ...

Rena mengubarak bangku Clara, sangking kuatnya pulpen yang ada di atas buku Clara sampai terlambung ke atas lalu jatuh ke kolong meja.

"Puas lo? Ini semua gara-gara Lo tau gak! Linus celaka gara-gara Lo! Lo harus tanggung jawab!"

Clara berdiri dari duduknya dan kemudian menatap Rena dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

"Kenapa? Mau ngelawan? Pertandingan batal gara-gara Lo tau gak! Ngeselin banget sih Lo!" Rena benar-benar menumpahkan amarah nya saat ini di hadapan Clara.

Della yang melihat itu benar-benar tidak bisa menahan diri lagi, ia berdiri dari duduknya dan kemudian menghampiri Rena, ia mendorong Rena sedikit menjauh dari bangku Clara.

"Rena, Lo apa-apaan sih? Lagian Clara gak salah dia juga gak tau kalau bola nya bakal ngarah ke dia dan dia juga gak minta Linus buat nyelamatin muka dia dari tu bola!"

Della juga tau dari sorot mata Clara, dia saat ini juga sedang merasa bersalah namun itu bukan lah di sebabkan dirinya.

"Lo bisa-bisa nya belain Clara, sedangkan Linus sekarang di rumah sakit gak tau bagaimana keadaan nya," umpat Rena menuding Della dengan telunjuk nya.

"Cukup! Bisa gak Lo kalau ngomong marah ya pakai mulut aja! Gue gak suka telujuk Lo ngarah ke muka orang," ujar Clara sambil memegang jari telunjuk Rena dan membuat nya terlengkung ke atas.

"Aw! Sakit lepasin Clara sakit!" Rena merintih meminta Clara melepaskan jari nya yang saat ini rasanya sudah mau patah di tangan Clara.

"Lain kali punya telujuk yang sopan, gue bukanya takut sama omongan Lo, tapi gue tau ini salah gue dan gue bakal tanggung jawab apapun yang terjadi sama dia," setelah mengatakan itu, Clara melepaskan tangan Rena dan kemudian berjalan keluar dari kelas sambil mengendong tas nya di punggung.

Sementara semua siswa dan siswi yang melihat perdebatan itu cukup salut akan cara Clara melawan Rena yang sok tau itu.

"Mampus kan Lo," Della berbalik dan ikut mengambil tas lalu keluar dari kelas mengikuti Clara.

Namun Clara melangkah kan kaki nya ke kelas Linus, ia mencari Raja sedari tadi ia tidak melihat kakak nya itu setelah insiden di lapangan basket.

"Permisi, ada kak Raja gak?" tanya Clara kepada beberapa anggota tim yang sedang beristirahat di dalam, khusus hari ini jam pelajaran kosong.

"Raja di kantin, Lo sebaiknya ke sana," jawab salah satu di antara mereka.

"Oke kak, makasih," Clara yang mendengar itu segera mempercepat langkahnya menuju kantin sekolah.

Ia ingin mengajak Raja untuk pergi ke rumah sakit melihat keadaan Linus.

Setibanya di kantin sekolah, ia melihat Raja yang duduk dengan seorang laki-laki asing.

"Kak Raja! Kak sekarang temenin aku ke rumah sakit ya aku mau lihat keadaan Linus sekarang," ujar Clara tidak memperhatikan laki-laki yang ada di hadapan Raja yang menatap ke arah nya dengan tatapan bisa di bilang itu cukup dalam.

Raja menatap Clara, ia berdiri dari duduknya dan kemudian memegang kedua pundak Clara."Lo gak bersalah? Ngapain sekawatir ini?"

Clara mendudukkan kepalanya,ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir itu dari sang kakak.

"Udah, duduk dulu dan tenagin diri Lo." Raja menarik bangku dan membantu Clara duduk di samping nya.

"Kak, dia siapa? ..."

Saat duduk barulah Clara menyadari siapa yang bicara dengan sang kakak dan ternyata itu adalah ketua tim basket SMA Sekar Harum.

"Kenalin, dia Bastian, sepupu gue," ujar Raja tersenyum kepada Clara.

"Hah? Se-sepupu?" kaget Clara yang baru mengetahui kalau Bastian adalah sepupunya Raja, kakak tirinya, ia tidak menyangka kalau Raja punya sepupu dan mereka beda sekolah.

"Dia? ..."

"Bastian, ini adik tiri gue, Clara," ujar Raja dengan sekecil mungkin ia hampir berbisik ke telinga Raja untuk mengatakan hal itu.

Bastian menatap Clara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, ia kaget kenapa bisa Raja se beruntung itu memiliki adik tiri secantik dan imut Clara.

"Bastian," Bastian mengulur kan tangan nya kepada Clara.

"Clara kak," Clara menyambut uluran tangan Bastian.

"Ini salah gue, nanti gue temenin Lo aja ke RS, sekaligus minta maaf soal kecerobohan tim gue, gue juga minta maaf udah hampir bikin Lo terluka," Bastian tersenyum sambil terus memegang tangan Clara.

"Udah salaman nya," segera saja Raja menarik kembali tangan Clara. "Ngapain pergi ke rumah sakit segala,gak usah dia juga gak mati,"

"Kak, gak bisa gitu, aku gak mau di bilang gak tau diri dan gak tangung jawab, dia kayak gini karena nolongin aku," ujar Clara lagi ia memegang tangan Raja begitu manja membujuk sang kakak agar mengijinkan nya.

"Tapi gue sibuk banget, gak bisa bawa Lo ke sana, gue juga gak bisa percaya sama Lo," Raja menatap Bastian dengan tatapan tajam nya.

Ia kesal karena Bastian mengambil inisiatif untuk ikut ke rumah sakit bersama Clara.

"Galak banget," umpat Bastian.

"Gak apa-apa kak, nanti kan aku bisa ngabarin Kakak, pliss ya boleh ya? Gak lama abis itu langsung pulang kok," Clara sampai memohon hal ini membuat Raja tidak tega, ia selalu luluh karena tatapan mata dari Clara.

"Yaudah, tapi sama Bastian, dan Lo abis dari rumah sakit, anterin Clara pulang ke rumah gak boleh sembarangan ingat," Raja mewanti-wanti Bastian yang akan pergi bersama dengan Clara.

Clara segera saja begitu bahagia dan kemudian memeluk Raja sambil mengucapkan terima kasih, dia tidak peduli siapapun yang menatap mereka dengan tatapan bingung.

Karena bagi Clara Raja adalah kakak terbaik nya, di saat mama dan papa mereka sedang tidak ada, Raja benar-benar menjaga dirinya dan menjadi peran penting dalam hidup nya sekarang.

Sementara itu Della tidak bisa mendengar percakapan mereka dari jarak jauh ia hanya memeprhatikan Clara yang sedang memeluk Raja, rasa sakit itu kembali menyerang dirinya begitu sakit sampai-sampai air mata nya kembali menetes.

"Banyak banget saingan si Linus, tapi yaudah lah biarin dia berusaha, gue juga siangan cuma Clara tapi tetap aja gue gak bisa dekatin Raja, apalagi sampai meluk," batin Della.

Segera saja seluruh siswa dan siswi SMA Mawar Mekar mendapatkan intruksi dari guru, karena mata pelajaran hari ini kosong mereka bisa pulang lebih awal sekarang.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!