NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

****

Setelah persetubuhan itu, Aditya sering kali tidak langsung melepaskan Mayang. Ia akan memeluknya, membiarkan tubuh mereka yang berkeringat tetap menempel, sambil membisikkan doktrin-doktrin kepatuhan.

"Kau tahu mengapa Aris dan Baskara gagal?" tanya Aditya sambil membelai perut Mayang yang mulai menegang. "Karena mereka membiarkanmu merasa bebas. Mereka memberimu celah untuk berpikir. Aku tidak akan melakukan kesalahan itu. Kau akan berada di bawah ketiakku sampai putraku lahir. Dan setelah itu, kau akan melahirkan putra-putra lainnya."

Mayang menatap langit-langit dengan pandangan kosong. "Berapa banyak lagi, Adit? Berapa kali lagi aku harus hancur di tanganmu agar kau puas?"

Aditya tertawa pelan, mencium kening Mayang yang basah. "Sampai aku merasa cukup. Dan aku adalah pria yang sangat haus, Mayang. Kau adalah satu-satunya air yang bisa memuaskanku."

Malam harinya, siksaan itu berlanjut. Aditya tidak membiarkan Mayang tidur nyenyak. Ia akan terbangun di tengah malam, merasakan tangan Aditya yang kembali menjelajahi tubuhnya, memaksanya untuk kembali merintih dalam kegelapan.

"Nghhh... ahhh... Tuan... kumohon... aku lelah sekali," rintih Mayang di tengah malam yang sunyi.

"Tidurmu tidak penting, Mayang. Keserahanmu padaku adalah yang utama," desis Aditya, kembali memulai ritual pemujaannya di bawah selimut sutra.

Desahan Mayang kembali memenuhi kamar utama yang mewah itu. Rintihannya terdengar lebih pasrah, seolah-olah ia telah benar-benar patah. Aditya tersenyum dalam kegelapan, merasa bahwa ia telah berhasil menjinakkan sang Nyonya M. Ia tidak menyadari bahwa setiap desahan yang dikeluarkan Mayang adalah topeng untuk menyembunyikan perhitungan yang semakin tajam.

**

Meski fisiknya diperas habis-habisan, otak Mayang tetap bekerja sebagai mesin yang dingin. Ia menyadari bahwa Aditya memiliki satu kelemahan fatal: kesombongannya yang merasa telah menguasai segalanya. Aditya yakin bahwa dengan menyandera anak-anak dan menguasai tubuh Mayang, ia telah menang.

Mayang mulai mempelajari jadwal patroli keamanan di sekitar vila, cara Aditya memasukkan kode keamanan pada lemari besi, dan frekuensi kedatangan suplai makanan. Ia menyadari bahwa setiap dua minggu sekali, sebuah truk pengangkut bahan organik masuk, dan di saat itulah sistem keamanan gerbang utama dibuka secara manual selama tiga menit untuk sinkronisasi data.

Tiga menit, batin Mayang di tengah rasa pusingnya. Aku hanya butuh tiga menit saat kandunganku sudah cukup kuat untuk bergerak.

Namun untuk mencapai saat itu, ia harus terus bertahan. Ia harus membiarkan Aditya memuaskan segala fetish-nya. Ia harus terus merintih, terus mendesah, dan terus berpura-pura patuh sampai titik darah penghabisan.

"Kau sangat diam pagi ini, Mayang," ujar Aditya saat mereka berada di teras vila, menatap kabut yang mulai menipis. "Apakah putraku membuatmu kehilangan suara?"

Mayang memaksakan senyum yang paling manis, senyum yang dulu ia gunakan untuk menjatuhkan Aris Raditya. "Aku hanya sedang membayangkan saat dia lahir nanti, Tuan. Saat kau memegang kepalanya di tanganmu sendiri, tanpa dokter, hanya kita berdua."

Aditya tampak sangat terkesima. Ia menarik Mayang ke dalam pelukannya, mencium bibirnya dengan posesif. "Itu akan menjadi momen teragung dalam sejarah manusia, sayang. Dan aku akan memastikan kau tidak akan pernah melupakan setiap detik rasa sakit dan kebahagiaannya."

Mayang mengangguk, menyandarkan kepalanya di bahu Aditya. Di dalam hatinya, ia berjanji bahwa momen persalinan itu tidak akan menjadi mahakarya Aditya, melainkan kuburan bagi obsesi pria itu. Ia akan memberikan rintihan yang paling keras, bukan karena rasa sakit melahirkan, melainkan karena ia sedang menonton kehancuran monster terakhir dalam hidupnya.

***

Bersambung

1
Mak e Tongblung
tiap bab selalu sama , tertindas lalu menuruti kemauan aditya terus berpikiran balas dendam. tapi bab selanjutnya gitu lgi tanpa ada pergerakan yg buat mayang bisa lepas dr aditya.
MARWAH HASAN
wehhh ini cerita menegangkan
Mak e Tongblung
Aira atau Laras nama anaknya
Uthie
Tertarik mampir 👍👍👍👍👍
Uthie
benar-benar jadi iblis 😌
Uthie
Waowww
Uthie
Gak mikir apa soal nantinya anak-anak tsb 😌
Uthie
hmmm
Uthie
mengejar dunia itu cuma ada kecapean yg tak berujung 😁
Uthie
Gila sihhh 😁
Uthie
menarik 👍😏
Uthie
Waowww
Uthie
Apakah akan selamanya??? 😏
Uthie
Hmmmm.... godaan dan ujian dunia😌
Uthie
coba mampir 👍👍
Heresnanaa_: hai kak, happy reading yaa🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!