seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Rahayu terkejut mendengar putrinya membentak Mita
"Rengganis, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada Bulik Mita" ucap Rahayu penuh penekanan
Dia memang kecewa dengan Mita yang tidak jadi menjodohkan putrinya dengan Alfian
Tapi dia juga tidak setuju jika putrinya tidak memiliki etika kepada buliknya sendiri
Rengganis yang tersadar dengan apa yang dia lakukan
Langsung mengubah raut wajahnya
"maaf Bulik, aku terlalu kecewa" ucapnya lirih raut wajah nya dia buat semenyesal mungkin
Dalam hati dia kesal kepada ibunya,
Sejak Dia menerima undangan itu, rasa hormat kepada buliknya sudah hilang
Berganti rasa kesal dan kecewa.
"tidak apa-apa yu, dan aku minta maaf tidak bisa berbuat apa-apa" ucap nenek Mita
Rahayu menghela nafas berat " iya mbak aku juga minta maaf atas sikap ganis yang keterlaluan, kalau begitu kami permisi dulu" pamitnya
Mita hanya mengangguk sebagai jawaban
Rahayu lalu menarik tangan putrinya
Meninggalkan rumah mewah itu.
Nenek Mita hanya menggeleng pelan
dia bersyukur tidak jadi menjodohkan cucunya dengan ganis,
......................
pagi ini Sera berencana mengajak Aluna untuk perawatan
Menjelang pernikahan Aluna harus tampil cantik
Dengan perawatan mahal, kulitnya akan lebih bersinar dan segar
Setelah sarapan tadi Sera langsung mengajak putrinya bersiap-siap
Dan sekarang mereka sudah ada di dalam mobil
"mom ,kita akan perawatan di mana?" tanya Luna
"kita ke tempat teman mommy, disana perawatan nya sangat bagus. Alat2nya juga di import dari luar negeri " jawabnya
"oh,..tapi mom Aluna mau ruangan nya khusus kita saja, dan beautis nya harus perempuan juga" tawar Aluna
Sera tersenyum "iya sayang, kamu tenang saja, itu sudah mommy atur" jawabnya lembut
Mobil memasuki klinik kecantikan
Sera dan Aluna turun , lalu melangkah masuk
mereka di sambut hangat oleh teman Sera
"hai Sera, selamat datang di klinik ku, apa kabar" tanyanya antusias
"baik Alhamdulillah, terimakasih sudah menyambut kami, oh iya kenalkan ini putriku Aluna, sayang ini teman mommy Tante Arumi" ucapnya
Aluna menyalami tangan Arumi dengan sopan
"wah cantik sekali kamu sayang, persis seperti mama mu" puji Arumi
Aluna tersenyum ramah menanggapi nya
"terimakasih Tante" jawabnya
Lalu Arumi mengajak mereka masuk
Keruangan khusus yang sudah dia persiapkan untuk tamu spesial nya.
Aluna dan Sera melakukan serangkaian perawatan
Dari mulai wajah hingga ke badan
hampir 5 jam mereka perawatan
Tapi bagi ke 2 nya terasa sangat singkat..
Setelah selesai mereka pamit pulang kepada Arumi
Sera menyerahkan undangan " ini undangan pernikahan putriku 3 hari lagi, aku harap kamu datang" ucap Sera
Arumi menatap undangan itu dengan senyum tulus" pasti, aku pasti akan datang "
dia menatap Aluna" selamat Aluna, semoga pernikahanmu lancar, dan menjadi keluarga yang bahagia" doanya tulus
Yang di amini Aluna dan sera.
Setelah nya Aluna dan Sera memasuki mobil dan pergi meninggalkan klinik kecantikan Arumi.
di dalam mobil Aluna merasa puas dengan perawatan yang di berikan tadi
"mom, tempat perawatan teman mommy sangat bagus, pelayanan nya juga oke , seperti nya aku akan berlangganan ke sana" ucapnya
Sera tersenyum hangat "betulkan apa kata mommy, harga tidak membohongi hasil, walupun harganya fantastis tapi hasilnya sangat memuaskan." jawabnya
"iya mommy benar, terimakasih mom untuk traktiran perawatan nya" ucapnya tersenyum lebar
Sera tertawa kecil mendengar nya
"kamu ini, seperti dengan orang lain saja, pake bilang terimakasih segala" jawab Sera
Lalu Aluna memeluk Sera dari samping
Menyandarkan kepala di pundak ibunya
Entah kenapa momen ini membuat Sera berkaca kaca
Dia mengelus lembut rambut Aluna
Airmata nya jatuh perlahan
"sebentar lagi kamu akan jadi istri orang sayang, ingat pesan mommy jangan kamu melawan apapun keputusan suami kamu selagi itu untuk kebaikan dan kebenaran, layani suami dengan sepenuh hati, buat dia nyaman di rumah jangan buat dia merasa tidak di perhatikan dan nantinya dia akan jajan di luar " nasihat Sera lembut
"suami itu bagaiman istri, jika perangai istri baik, maka suami akan senang melihatnya, istri yang pengertian dan tidak mengekang itu akan menjadi tempat ternyaman suaminya, "
"dan kamu harus ingat sayang, tidak ada Maslah yang tidak ada jalan keluarnya, setiap rumah tangga pasti akan ada cobaan , selesaikan lah dengan kepala dingin, saling berbicara dengan baik, jangan dahulukan emosi, sebab emosi yang akan menghancurkan keharmonisan keluarga" ucapnya sambil menyeka airmata
Aluna ikut meneteskan airmata"terimakasih mom, Aluna mohon jika nanti Aluna salah jalan tolong ingatkan Aluna, tolong selalu nasihati Aluna" ucap nya lirih
Di dalam mobil yang melaju itu
suasana menjadi haru dan penuh kasih sayang.
setelah hampir sampai Sera menghapus airmata putrinya
"sudah jangan menangis terus ," ucapnya sambil mencium kening putrinya
Aluna mengangguk kecil .
Mobil memasuki gerbang Mansion
Sera dan Aluna turun lalu melangkah masuk
......................
setelah sampai rumah Rengganis masuk terlebih dahulu
Rahayu menghela nafas berat
Lalu ikut masuk kedalam rumah
didalam Rengganis sudah duduk di ruang tamu
Tangan bersedekap dada,
"sudahlah nak, mungkin Alfian buka jodoh kamu, jangan seperti itu tidak baik" nasihatnya
"ibu apa2an sih,seharusnya ibu dukung aku , pokonya aku gak mau tau mas Fian harus jadi suami aku" jawabnya marah lalu melangkah masuk kedalam kamar
Pintu di banting keras oleh Rengganis
Rahayu hanya mengelus dada.
Di dalam kamar nafas Rengganis masih memburu
Dia mondar mandir di dalam kamar
"pokonya aku harus menggagalkan rencana pernikahan mas Fian dengan wanita itu" ucapnya menggebu
"huh, memang secantik apa sih wanita itu, pasti lebih cantik aku" kata nya percaya diri
Lalu mengambil ponsel membuka media sosial
Mencari akun Aluna
Setelah ketemu dia membuka foto profil Aluna
matanya melebar tidak terima
di dalam foto itu
Aluna dan Alfian yang memamerkan cincin tunangan
Foto yang di ambil saat setelah tunangan hari itu,
Rengganis melemparkan ponsel ke kasur dengan kasar,
Untuk saja ponselnya tidak hatur, kalu terjatuh mungkin saja sudah hancur,
"aku benci Aluna, kamu sudah merebut calon suamiku" ujarnya penuh amarah
......................
Alfian masuk kedalam rumah
Dengan wajah lelah lengan baju di gulung
Kerah kemeja sudah terbuka
Hera yang melihatnya merasa khawatir
dia menyambut putranya
" cape ya nak?," tanyanya
Alfian menghela napas panjang
Lalu duduk di sopa
"iya ma, "jawabnya
"besok kamu mulai cuti saja ,nanti mama bilang sama papa, kamu juga harus istirahat jangan sampai nanti pas menikah kamu malah sakit" ucap Hera
"iya ma, aku juga sudah bilang ke papa tadi, Aluna juga menyarankan begitu, " jawabnya
"ya sudah sekarang kamu ke kamar, lalu istrahat" kata Hera
Alfian mengangguk lalu berdiri dan melangkah menuju kamarnya.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤