NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Jangan lupa Follow Instagram Author

@arvn_63

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Lonceng Kematian di Balik Cermin

​Kegelapan di Hutan Cermin Hitam memiliki bobotnya sendiri. Ia menekan paru-paru, merayap melalui pori-pori, dan membisikkan keputusasaan ke dalam telinga mereka yang lemah.

​Api unggun telah lama mati, namun udara di tanah lapang itu terasa jauh lebih membekukan daripada malam musim dingin. Tiga mayat elit Lapisan Ketujuh tergeletak di atas lumut basah, darah mereka mengalir membentuk anak sungai kecil yang perlahan dihisap oleh akar-akar pohon obsidian.

​Di tengah genangan kematian itu, Lin Feng masih terduduk di tanah. Jubah sutra birunya yang dulu melambangkan kasta tertinggi, kini berlumuran lumpur dan abu. Sepasang matanya yang biasa memancarkan arogansi kaisar muda, kini terbuka lebar, memantulkan teror murni layaknya seekor kelinci yang terperangkap di bawah bayang-bayang rahang naga.

​Shen Yuan menatapnya dalam diam. Wajah biasa-biasa saja di balik topi bambu itu tidak menyiratkan kemenangan, tidak juga kebencian. Hanya ada kekosongan yang membekukan.

​"K-Kau... tidak bisa membunuhku," suara Lin Feng bergetar hebat, giginya bergemeretak tidak terkendali. Ia mundur dengan menyeret pinggulnya, tangannya meraba-raba tanah mencari sesuatu untuk dipegang, meski hanya akar mati. "Aku adalah penerus utama keluarga cabang Lin! Kakekku adalah Tetua Formasi! Jika pelita jiwaku padam di hutan ini, mereka akan membalikkan setiap batu di pegunungan ini untuk mencari pelakunya!"

​Shen Yuan melangkah maju dengan sangat pelan. Daun-daun mati hancur menjadi serbuk di bawah tapak kakinya.

​"Pohon tidak akan menangisi sehelai daun yang gugur di musim gugur, Tuan Muda Lin," jawab Shen Yuan tenang. "Tetua Yun sendiri yang berkata bahwa kematian di balik gerbang ini tidak akan diselidiki. Hutan ini penuh dengan Binatang Buas Mutasi. Siapa yang akan peduli jika seorang jenius yang terlalu percaya diri berakhir menjadi kotoran iblis?"

​Mendengar kata-kata itu, kewarasan Lin Feng mulai retak. Logikanya berteriak bahwa pelayan ini benar. Tidak ada saksi. Tidak ada pelindung.

​Dalam keputusasaan absolut, insting bertahan hidup Lin Feng mengambil alih. Ia adalah jenius Lapisan Keenam. Ia tidak bisa mati mengemis!

​"Mati kau, Iblis Jahannam!"

​Lin Feng meraung, memusatkan sisa-sisa Qi di dalam tubuhnya. Dari balik lengan bajunya yang robek, sebuah jarum emas seukuran jari kelingking melesat keluar. Itu adalah Jarum Penembus Sumsum, senjata rahasia sekali pakai yang diolesi racun kalajengking api. Kecepatannya membelah udara nyaris tak kasat mata, mengarah lurus ke pupil mata kanan Shen Yuan.

​Ini adalah serangan mematikan yang tidak akan bisa dihindari oleh kultivator ranah yang sama dalam jarak sedekat ini.

​Namun, bagi indra Lapisan Ketujuh Pemadatan Cair milik Shen Yuan, jarum itu melesat layaknya daun yang jatuh dari ranting.

​Shen Yuan tidak berkedip. Ia hanya mengangkat dua jarinya—telunjuk dan jari tengah tangan kanannya—dengan gerakan menyapu yang sangat kasual.

​Ting!

​Jarum emas pembawa maut itu tertangkap sempurna di antara dua jari Shen Yuan. Racun kalajengking api mendesis saat bersentuhan dengan kulit emas pucatnya, namun gagal menembus bahkan selapis tipis epidermisnya.

​Mata Lin Feng melotot. Napasnya terhenti di tenggorokan.

​"Bahkan dalam keputusasaan, seranganmu tidak memiliki beban," bisik Shen Yuan dingin. Ia menjentikkan jarum emas itu ke tanah, lalu melesat maju menembus jarak di antara mereka.

​Sebelum Lin Feng sempat berkedip, telapak tangan Shen Yuan telah mencengkeram wajah sang jenius, mengangkat tubuhnya ke udara layaknya boneka jerami. Jari-jari Shen Yuan yang sekeras baja menekan rahang Lin Feng hingga terdengar suara tulang yang retak pelan.

​"L-Lepaskan..." Lin Feng tersedak, kedua tangannya memukuli lengan Shen Yuan dengan sia-sia. Pukulannya terasa seperti kapas yang menghantam pilar besi.

​"Kau berjanji akan memotong anggota tubuhku dan membiarkan Iblis Ilusi memakan otakku," ucap Shen Yuan, menatap lurus ke dalam mata Lin Feng yang dipenuhi air mata ketakutan. "Aku adalah orang yang selalu membalas budi. Aku tidak akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Itu akan meninggalkan jejak Qi-ku di mayatmu."

​Mata Shen Yuan berkilat dengan kekejaman yang telah diperhitungkan dengan matang.

​Tangan kirinya melesat, bukan ke arah leher, melainkan lurus menghantam perut bagian bawah Lin Feng, tepat di titik pusat meridian Dantian.

​BUMMM!

​Sebuah ledakan tumpul bergema. Bukan ledakan yang menghancurkan tubuh bagian luar, melainkan ledakan yang meremukkan sesuatu yang jauh lebih berharga di dalam.

​Lin Feng menjerit dengan suara yang tidak menyerupai manusia. Matanya melotot hingga urat-urat merahnya pecah.

​Di dalam perutnya, lautan Qi Lapisan Keenam yang ia bangun selama belasan tahun dengan ribuan pil spiritual berharga, hancur berkeping-keping. Dinding Dantian-nya retak dan pecah, membuat energi murni miliknya bocor keluar dari pori-porinya layaknya balon yang ditusuk jarum.

​Kultivasinya musnah. Ia kini tidak lebih dari seorang manusia fana biasa yang bahkan lebih lemah dari Li Mu sang pembawa air.

​Shen Yuan melepaskan cengkeramannya, membiarkan tubuh Lin Feng jatuh ke atas tanah bagaikan sekarung daging basah. Lin Feng meringkuk, memuntahkan darah hitam, menangis tersedu-sedu meratapi hilangnya kekuatan yang selama ini mendefinisikan seluruh eksistensi arogansinya.

​"Kau... kau menghancurkan kultivasiku..." isak Lin Feng putus asa, rasa sakit di Dantian-nya lebih menyiksa dari kematian ribuan kali. "Bunuh saja aku... kumohon, bunuh aku..."

​"Kematian terlalu murah untukmu," jawab Shen Yuan seraya melangkah mundur, menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung.

​Ia membiarkan sedikit energi Yin dari darah para pengawal Lin Feng menguar ke udara. Hutan Cermin Hitam sangat peka terhadap bau darah dan keputusasaan.

​Pohon-pohon obsidian di sekeliling tanah lapang itu mulai bereaksi. Permukaan licin mereka perlahan beriak layaknya air danau yang dilempar batu. Dari balik pantulan cermin kayu itu, bayangan-bayangan cacat mulai merayap keluar.

​Awalnya hanya berupa kabut hitam, namun bayangan itu mulai membentuk wujud dari ketakutan terdalam Lin Feng. Wujud para pelayan yang pernah ia siksa, wujud Gou San yang wajahnya hancur, dan entitas-entitas tanpa wajah yang merintih dengan suara menggetarkan jiwa.

​Iblis Ilusi. Makhluk yang tidak memiliki bentuk fisik, hidup dengan cara memakan kewarasan dan jiwa mereka yang lemah.

​Lin Feng menatap bayangan-bayangan yang merayap mendekatinya dari segala arah. Ia mencoba merangkak mundur, menjerit histeris, namun kakinya yang tidak lagi memiliki tenaga Qi terasa seberat timah.

​"T-Tidak... Jangan mendekat! Pergi! Pergi!" Lin Feng meronta, mengayunkan tangannya dengan sia-sia ke arah bayangan yang mulai merayap naik ke kakinya, membawa hawa dingin yang membekukan darah.

​Shen Yuan berdiri dalam diam di tepi bayangan hutan. Selubung Qi cair emas pucat menutupi tubuhnya, membuat Iblis Ilusi itu mengabaikannya sepenuhnya dan berfokus pada hidangan lezat berupa keputusasaan Lin Feng.

​"Nikmatilah pestamu, Tuan Muda Lin," bisik Shen Yuan.

​Ia berbalik, tidak lagi memedulikan Lin Feng yang kini mulai mencakar wajahnya sendiri akibat halusinasi yang merusak otaknya.

​Shen Yuan berjalan menuju tiga mayat elit pengawal yang tergeletak tak jauh dari sana. Waktu tidak boleh disia-siakan. Ia mengulurkan tangannya, dan pusaran Benih Hitam meledak dalam keheningan.

​Kitab Penelan Surga: Telan.

​Tiga mayat Lapisan Ketujuh mengering dengan cepat. Esensi Qi, sisa vitalitas, dan darah mereka dihisap masuk ke dalam Dantian Shen Yuan. Ini jauh lebih besar daripada elit Lapisan Keenam sebelumnya. Lautan Qi cairnya beriak gembira, terisi hampir setengah dari kapasitas totalnya.

​Abu dari mayat-mayat itu berjatuhan ke tanah, langsung menyatu dengan debu hutan. Shen Yuan memungut tiga kantong penyimpanan dari pengawal tersebut, lalu dengan santai berjalan ke arah tempat Lin Feng menjatuhkan pedang dan melepaskan sebuah cincin spasial perak dari jari pemuda yang kini sedang berguling-guling dalam kegilaan itu.

​Cincin Spasial. Benda langka yang harganya setara dengan seribu keping Batu Roh Menengah. Hanya penerus keluarga besar yang memilikinya.

​Shen Yuan menyeka noda darah di cincin itu, mengikatnya di seutas tali, dan mengalungkannya di balik jubahnya. Kekayaan yang ia dapatkan malam ini cukup untuk membiayai kultivasinya selama setengah tahun ke depan.

​Di belakangnya, jeritan Lin Feng telah berubah menjadi tawa histeris yang melengking—tanda bahwa akal sehatnya telah hancur sepenuhnya. Sesaat kemudian, tawa itu terpotong oleh suara daging yang dirobek secara kasar oleh makhluk tak kasat mata di dalam kabut.

​Satu-satunya putra emas sekte luar, mati sebagai manusia gila tanpa kultivasi, diumpankan kepada Iblis Ilusi tanpa meninggalkan jejak tangan Shen Yuan. Alibi yang sempurna. Jika sekte menemukan sisa jubahnya, mereka hanya akan menyimpulkan bahwa Lin Feng kalah melawan hutan.

​Shen Yuan menarik ujung topi bambunya sedikit ke bawah. Hutan Cermin Hitam masih luas, dan sepuluh hari waktu ujian baru saja melewati malam keduanya.

​Sembilan Inti Iblis lagi harus ia kumpulkan. Dan di suatu tempat di dalam kabut pekat ini, seorang pemuda berpedang sunyi juga sedang melakukan perburuannya sendiri.

​"Malam yang sangat produktif," gumam Shen Yuan diiringi desau angin yang dingin. Ia melesat menembus kabut, meninggalkan tanah lapang berdarah itu dan menyatu sepenuhnya dengan kegelapan, layaknya seekor macan tutul yang kembali ke sarang bayangannya.

1
Wiharso Saja
ceritanya bagus dan runut.... yg penting lg jgn sampai hiatus
Optimus prime
ga usah pakai kata mandor ...daiken...lebih enak nya pakai kata suhu...wakil sekte...senior...kn jdi enak baca nya thor
@arv_65: terlanjur udah nulis babnya banyak🙏
total 1 replies
Joshua Zirje
Author jangan sampai hilang lagi😁
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue: oke bang, semangat💪
total 3 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!