NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju peraduan

Wajah Laila seketika memanas, merah padam hingga ke telinga mendengar permintaan Zayn yang begitu blak-blakan. "Zayn! Ini masih di pelaminan, tamu-tamu masih ada yang mengantre bakso, dan kamu sudah bahas cucu?" bisik Laila sambil mencubit lengan suaminya gemas.

​Zayn terkekeh, suara beratnya terdengar begitu seksi di rungu Laila. Ia mengeratkan pelukannya di pinggang Laila, tak peduli pada beberapa pasang mata kolega bisnisnya yang tersenyum menggoda melihat kemesraan pengantin baru itu. "Kenapa? Mama Rosa sudah pesan sepuluh, lho. Katanya biar rumah besar itu tidak sepi lagi. Kamu siap, kan, Nyonya Malik?"

​Laila hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Zayn. "Sepuluh? Kamu pikir aku sedang membangun tim sepak bola?"

​Tawa Zayn pecah. Malam itu, kebahagiaan seolah meluap dari setiap sudut ruangan. Musik jazz mengalun lembut, aroma bakso yang gurih bercampur dengan wangi melati, dan tawa para tamu menjadi latar belakang sempurna bagi awal kehidupan baru mereka.

​Setelah rentetan prosesi yang panjang dan melelahkan, para tamu akhirnya berangsur pulang. Mama Rosa dan Papa Frank memberikan pelukan hangat terakhir sebelum mereka membiarkan pasangan baru itu menuju lantai paling atas hotel tersebut.

​"Ingat janji Papa, Zayn. Jangan buat Laila menangis esok pagi karena kelelahan, ya?" canda Papa Frank yang disambut kedipan mata nakal dari Mama Rosa.

​"Tenang, Pa. Zayn tahu apa yang harus dilakukan," jawab Zayn percaya diri sambil merangkul bahu Laila yang sudah tampak mengantuk namun tetap terlihat cantik luar biasa.

​Zayn menuntun Laila menuju Presidential Suite yang telah disiapkan khusus. Begitu kartu akses ditempelkan, pintu terbuka menampilkan kemewahan yang sulit dilukiskan kata-kata. Ribuan kelopak mawar merah membentuk jalan setapak menuju tempat tidur king size yang juga bertabur bunga. Lilin-lilin aromaterapi beraroma cendana dan vanila menyala di sudut-sudut ruangan, memberikan kesan temaram yang sangat intim.

​"Zayn... ini indah sekali," gumam Laila takjub.

Hatinya merasa bahagia diperlakukan bak putri Raja oleh Zayn. Jika saja papa dan mama nya masih ada, tentu dia akan semakin bahagia.

​"Hanya yang terbaik untuk istriku," balas Zayn lembut. Ia menutup pintu dan menguncinya, menciptakan dunia yang hanya berisi mereka berdua.

​****

​Laila berdiri di depan cermin besar, mencoba meraih ritsleting gaun pengantinnya yang berada di punggung. Namun, gaun rancangan desainer ternama itu memiliki detail kancing kecil yang sangat banyak dan rumit.

​"Butuh bantuan?" Suara Zayn terdengar tepat di belakang telinganya. Hembusan napas pria itu menggelitik leher Laila, membuat bulu kuduknya meremang seketika.

​"Ehm, iya... ini agak susah," jawab Laila gugup. Cermin di depannya memantulkan bayangan Zayn yang kini berdiri sangat dekat, menempel pada punggungnya.

​Tangan Zayn yang besar dan hangat mulai bekerja. Dengan sangat perlahan, ia membuka kancing satu per satu. Setiap kali kulit jarinya bersentuhan dengan kulit punggung Laila, Laila merasakan sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Zayn tidak terburu-buru; ia seolah menikmati setiap inci keindahan yang terpampang di depannya.

​"Kamu cantik sekali malam ini, Laila. Aku hampir tidak bisa menahan diri sejak di pelaminan tadi," bisik Zayn. Ia mengecup bahu Laila yang kini terbuka, meninggalkan sensasi panas yang membakar.

​Setelah gaun itu melonggar, Zayn membalik tubuh Laila. Mata mereka bertemu. Di mata Zayn, Laila melihat pemujaan yang begitu dalam, keinginan yang tulus, dan cinta yang membara. Tanpa aba-aba, Zayn merendahkan tubuhnya dan menggendong Laila ala bridal style.

​"Zayn!" seru Laila terkejut, namun tangannya refleks mengalung erat di leher suaminya.

​"Waktunya membersihkan diri, Sayang. Aku sudah menyiapkan air hangat," ucap Zayn dengan suara serak yang penuh godaan.

Tanpa perlawanan, Laila hanya bisa pasrah diperlakukan apa saja saat ini. Asal bersama Zayn.

​Zayn membawa Laila masuk ke dalam kamar mandi mewah yang luasnya hampir menyamai kamar tidur biasa. Sebuah bathtub besar sudah terisi air dengan busa melimpah dan taburan bunga. Zayn menurunkan Laila dengan sangat hati-hati, seolah ia adalah porselen yang sangat berharga.

​Di bawah temaram lampu kamar mandi, suasana terasa kian memanas. Zayn membantu Laila melepaskan sisa pakaiannya, lalu ia sendiri pun menanggalkan beskap modernnya. Saat tubuh mereka benar-benar tak terhalang kain apa pun, Laila sempat merasa malu dan ingin menutupi tubuhnya, namun Zayn menahan tangannya.

​"Jangan ditutup. Kamu sempurna, Laila. Biarkan aku menikmati setiap bagian dari milikku," puji Zayn tulus.

Laila hanya bisa mengikuti perintah lembut Zayn.

​Mereka masuk ke dalam air hangat bersama-sama. Zayn duduk di belakang Laila, membiarkan istrinya bersandar di dadanya yang bidang. Tangan Zayn mulai mengusapkan sabun ke lengan dan bahu Laila dengan gerakan memutar yang sangat lembut namun menuntut.

Semakin lama, tangan Zayn semakin liar dan nakal.

​"Zayn... ahh," desah Laila lolos begitu saja saat jemari Zayn mulai menjelajahi area sensitif di leher dan dadanya. Sentuhan itu tidak lagi sekadar membersihkan diri, melainkan sebuah undangan untuk penjelajahan yang lebih jauh.

Semakin Laila mendesah, Zayn semakin terobsesi menjelajahi setiap lekukan tubuh Laila yang begitu putih di bawah lampu temaraman.

​Zayn memutar tubuh Laila hingga mereka saling berhadapan di dalam air. Ia menarik tengkuk Laila dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang awalnya lembut, namun dengan cepat berubah menjadi penuh gairah. Laila membalas ciuman itu dengan keberanian yang baru ia temukan, lidah mereka bertaut, saling mencari dan memberi kenikmatan. Sedang tangan Zayn, tak berhenti memberi sentuhan yang berhasil meloloskan setiap suara desahan yang begitu anggun seakan menuntut lebih banyak lagi.

​"Aku mencintaimu, Laila Malik," bisik Zayn di sela-sela ciumannya.

​"Aku juga mencintaimu, Zayn..." jawab Laila dengan napas tersengal.

​Zayn mengangkat Laila keluar dari air, membiarkan air menetes dari tubuh mereka yang indah. Tanpa mengeringkan tubuh secara sempurna, ia membawa Laila kembali ke tempat tidur. Di atas ranjang yang empuk, di bawah saksikan cahaya lilin yang menari, Zayn memulai ritual penyatuan mereka.

​Setiap sentuhan Zayn terasa seperti api yang membakar keraguan Laila. Ia membelai, menciumi, dan memuja setiap inci tubuh istrinya dengan kesabaran seorang ahli. Laila merasa seolah terbang tinggi, terbawa oleh arus kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Desahan demi desahan memenuhi ruangan, menjadi musik paling merdu bagi Zayn.

​Dan malam ini, di kamar suite yang mewah, Laila menyadari satu hal pengkhianatan masa lalu hanyalah jembatan gelap yang harus ia lalui untuk sampai pada cahaya sejati bernama Zayn. Dan di bawah dekapan pria yang kini menjadi suaminya, Laila menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, memulai babak baru yang penuh dengan cinta yang membara.

1
merry
bagi lh satu tas mu lai🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭kn bnykk tuu
de banyantree: boleh kk🤭🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!