NovelToon NovelToon
Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Duda / Romantis / Kehidupan di Kantor / Office Romance / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Aku belum pernah bertemu atau pun berbicara dengan Komisaris di kantorku. Sampai kami bertemu di Pengadilan Agama, dengan posisi sedang mengurus perceraian masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Anak

Aku dan Mama kaget melihat kondisi Rani saat ini.

Mama bahkan sampai menggenggam erat tanganku. Aku merasakan tekanannya antara takut dan sedih.

Ya, aku pun mulai berkaca-kaca.

Wanita di depanku ini masih berusia 18 tahun. Ia memang telah merebut suamiku, berkata jahat padaku.

Dan Qadarullah, Ia telah mendapatkan balasan langsung dari Yang maha Kuasa atas tindakannya. Aku tidak tahu apakah balasan ini akibat perlakuannya padaku, atau karena perbuatan zinanya dengan Tommy, atau ada dosa lain yang telah mereka lakukan.

Tapi sebagai seorang manusia, dan sebagai sesama wanita, aku sangat sedih melihatnya seperti ini.

Kondisi Rani sekarang, ia duduk merenung di sebuah kamar, di salah satu Rumah Sakit Jiwa di daerah Klender, Jakarta Timur. Aku memang diizinkan masuk ke dalam kamarnya, karena... iya, aku membiayai semua pengobatannya.

Saat tahu dari penjaga lapas kalau kondisi Rani yang sering mengamuk tidak memungkinkannya untuk bertemu dengan banyak orang, aku bertanya bagaimana kamarnya di Pusat Rehabilitasi, dan Pak Sipir menjawab kemungkinan adalah ruang isolasi, tapi tergantung dari laporan Dokter dan Psikiaternya.

Rani dalam keadaan hamil, usia kandungannya 12 minggu. Iya dia hamil lagi setelah dinikah secara siri oleh Tommy setelah perceraian kami sah.

Miris.

Dulu, di saat aku, istri Sahnya, tidak kunjung dikaruniai anak, aku memutuskan bahkan sudah sempat mendaftar program fertilisasi di salah satu rumah sakit,  tapi Tommy tiba-tiba bilang : aku belum siap punya anak.

Dan ia bilang lebih baik aku pasang spiral saja.

Ku sinyalir saat itu mereka baru saja menggugurkan janin Rani, mungkin dia masih trauma. Waktu itu aku tak tahu, tapi sekarang entah lah aku merasa bersyukur.

Makanya waktu Dr. Kemala bertanya, mau nanti atau sekarang lepas IUDnya, aku bilang nanti saja sesuai prosedur yang baiknya bagaimana. Aku tak ingin memaksakan keadaan.

Saat aku tahu bagaimana kondisi ruang isolasi di rumah sakit jiwa, aku bertanya ke pihak rumah sakit, bagaimana caranya agar Rani cepat merasa nyaman. Mereka memberikan opsi kamar kelas satu.

Karena gajiku ‘menganggur’, ya kupikir ini saatnya kugunakan.

Karena itu aku boleh masuk kamar ini, tentunya dengan dua orang penjaga.

“Boleh di dekati, Mas?” bisikku ke salah satu penjaga.

“Dia sudah minum obat sih bu,” katanya.

Aku bertanya-tanya... di mana ya keluarga Rani? Apakah hanya Tommy saja tumpuan hidupnya sehingga dia mati-matian merebut semuanya dariku?

Aku perlahan mendekat, sendirian, Mama mundur di dekat pintu.

“Rani?” sapaku.

Dia melirik sedikit padaku.

Tatapannya kosong.

Tapi ia masih ingat namanya.

Karena itu aku bisa berharap.

Dan seketika aku tak tahu apa yang harus kukatakan lagi. Aku kehabisan kalimat. Semua ini terasa salah.

“Semoga kamu selalu sehat,” desisku. “Jaga anak dalam kandunganmu baik-baik. Saat tiba waktunya nanti, hubungi aku saja, aku bersedia membantu persalinannya,” kataku.

Aku kini sudah memiliki orang yang mencintaiku, apa adanya aku, sepenuh hatinya. Perasaan traumaku juga sudah membaik, walau pun aku tak bisa melupakan sakit hatiku seumur hidup, tapi aku tidak memiliki perasaan dendam lagi pada mereka.

Kuanggap Rani adalah korban penipuan, orang yang juga telah menipuku. Kuanggap kami sama-sama korban walau pun aku tak tahu cerita di baliknya. Kuanggap kami sama-sama tersakiti.

Rani melirik padaku, lalu dia kembali menatap kosong ke depan, tak mengacuhkanku.

Aku merasa saat itu waktunya aku pergi, jangan sampai Rani yang sudah tenang akhirnya dapat kembali mengamuk karena keberadaanku.

Tepat saat aku mau berbalik, kudengar Rani bergumam, “Dasar Ja lang...” gumamnya.

Aku menengok padanya.

Masih sempat-sempatnya ia mengata-ngataiku?!

“Kau mau bilang begitu padaku kan? Aku sudah kena azabnya? Sungguh tak adil...” katanya.

Aku menarik nafas panjang, “Kalau aku menganggapmu begitu, aku tak akan membantumu,”

“Ku pikir kamu membantuku karena kau merasa ‘karena kamu lah aku jadi begini’?” ia terkekeh sinis.

Aku jadi kesal.

Ada istilah, yang bisa menanggapi orang gila hanya sesama orang gila.

Dan yang orang tak tahu, aku sudah gila duluan sebelum Rani. Bedanya, Hatiku masih terbuka untuk KeberadaanNya. Itu yang menyelamatkanku dari jatuh ke jurang.

Hal iseng terbersit di otakku.

“Tidak Rani, aku sudah bahagia bersama yang lain sekarang. Pria yang baik, dan mencintaiku. Juga tidak memaksaku untuk jadi sapi perah lagi,” aku mendekatinya dan berbisik di telinganya.

“Kamu iri padaku tidak?” bisikku.

Ia menoleh padaku dengan tatapan penuh kebencian mendalam.

“Mau jadi seperti aku tidak?” tanyaku lagi.

Dia masih diam sambil menatapku.

“Kuberi tahu rahasianya...”Lalu kutunjuk ke atas, “Berhenti menghujat Tuhan dan bersujudlah minta ampun PadaNya. Itu yang kulakukan selama ini, tiba-tiba turun bidadari yang menawarkan diri menggantikan Tommy,” desisku.

Dia tampak mengangkat alisnya, “Kamu sudah gila...” gumamnya.

Aku terkekeh padanya, lalu kuangkat cincin berlianku, “Lihat buktinya?” dia pasti tahu mana berlian asli, mana zircon. “Karena BerkahNya memang di luar nalar manusia. Memikirkan berapa banyak rejeki DariNya memang membuatku gila saking di luar nalarku.”

Aku tersenyum padanya, dan aku berbalik.

Kuharap, cara orang gilaku berhasil menyadarkan Rani untuk kembali PadaNya.

Kalau tidak juga, kuharap Allah membolak-balikkan hati Rani.

**

Felix hanya menatapku dengan serius saat aku bercerita kalau Rani hamil 12 minggu. Lalu ia pun mengelus lehernya sambil menghela nafas.

“Aku nikah 8 tahun belum punya anak loh,” desisnya. Lalu dia diam. “Perlu kutanyakan ke Felicia tidak? Siapa tahu diam-diam dia hamil anakku tapi tidak dia beritahu padaku,”

“Kamu bertanya-tanya apakah kamu ini subur atau tidak?” aku balik bertanya.

“Yaaa, kalau aku tidak subur bagaimana?”

“Aku sudah diperiksa tiga kali, dua tahun yang lalu sih, dan katanya kondisi rahim dan telurku baik,”

“Aku kayaknya harus periksa juga,” desisnya.

“Kamu ingin sekali punya anak ya?” tanyaku. Ya wajar sih, dia kan butuh pewaris.

“Bukankah perasaan itu wajar? Karena aku mencintaimu, Aku ingin anak kita berdua? Yang nggak wajar ngaku cinta tapi minta istrinya jangan hamil dulu eh dia malah ngehamilin orang lain,”

“Nyindirnya jangan kebangetan dong,” desisku sebal.

“Kamu mau hamil atau tidak?” tanyanya.

“Ya mau dong,”

“Kamu masih muda loh, nggak apa kerepotan?” tanyanya. Dia ini mancing atau tidak sih?

“Aku bukan tim Childfree. Betapa pengecutnya aku kalau memilih jalur itu,”

“Pengecut?” tanyanya.

“Ya. Kamu seorang Boss, kamu pasti kesal dong kalau ada karyawan kamu yang dikasih kerjaan tapi menolak? Di lain pihak ada karyawan yang malah bertanya-tanya padamu kenapa dia tak kunjung diberi pekerjaan?”

“Boss. Dalam hal ini maksud kamu Tuhan?”

Aku tersenyum.

“Ya, aku sebagai makhluknya saat ini bertanya-tanya kenapa aku tak kunjung diberi anak. Ternyata memang Bossku, Tuhanku, tahu kapasitasku, tahu takdir apa yang akan kujalani. Jadi dia tak memberiku anak dari dulu. Mungkin kamu begitu juga,”

“Bedanya, Boss kita, Yang maha Kuasa, tak bisa kita tanyakan langsung padanya,”

“Pas aku bertanya, dia memberiku bukti perbuatan Tommy,”

“Hm... dia juga memberiku bukti perbuatan Felicia,”

‘”Jadi... setuju tidak, kalau kita tunggu saja RencanaNya? Aku percaya semua itu untuk kebaikan kita,”

Felix mengangguk. “Siap,” gumamnya sambil tersenyum tipis.

1
Heni Umami
👍👍👍👍
Bakul Lingerie
kangen Geng Putus/Kiss/
Bakul Lingerie
Ga papa,, ribut aja di kantor.. dlu CEO kamu juga sering bikin heboh kantor . penggemarnya banyak yg dtg bikin rusuh🤣🤣🤣🤣
Bakul Lingerie
aku kesini lagi..
salah satu dari mininovel madam yg paling aku suka.. 😍
Dede Maesaroh
ikut nangis😭
Maya Ratnasari
ayat 250
sukensri hardiati
ngulang baca ah....
Risma Wati
bagus ceritanya..to the point,ga banyak drama.,sukaaaa
Reni Novitasary
so sweet
Nining Chili
😁😁😁
Ena Ariani
kerenn
Febi Chan😍
aq baca lagi di bulan Mei 2025
sesuka itu aq pada karyamu thor
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wkwk bu cin mikir apaan sih 🤭
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
buset dah mokondo pedofil pula
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
njirr beda ye perlakuan cowok mateng ama abg tanpa babinu langsung hap
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
sekali" merakyat pak
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
dunia kerja keras say, diatas difitnah dibawah di injek, yang tau kerja keras kita cuma diri sendiri
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
goblok tom, si Rani juga gendeng banget dikibulin mau aja gusti 🤦🏼‍♀️
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
lah malah main ancem"an belom tau kebenarannya kek gitu
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wow gini cara mainnya kek, pak artha ye di lepas semua dulu kalau kelilit tinggal di ambil lagi 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!