Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bibi Wang Putra Ku Terlah Tiada
Melihat wajah bibi Wang yang langsung berubah menjadi pucat dan layu ia segera mengambil kertas dan membacanya, bahkan sebelum selesai air matanya sudah jatuh begitu saja
"Bibi yang, jangan bermain main, ini semua hanya bohong kan, lelucon ini sangat tak lucu" Kertas yang ia pegang jatuh, tubuhnya bergetar hebat, nafasnya terhenti untuk beberapa saat hingga akhirnya Suara tangis pilu pun pecah
Tidak, ini tidak mungkin kan?, putranya masih menangis saat itu, bagaimana mungkin, bagaimana mungkin, ini tidak mungkin, ia bahkan tak sempat melihat wajah putranya
"Nona, tubuh anda tak terlalu baik, nona Yan takut membuat anda terkejut dan menunda penyembuhan" Bibi Wang membantu Yanfei untuk kembali duduk di ranjangnya
Di usia semuda ini wajar saja nona mereka masih rentan, terlebih untuk melahirkan tuan muda ini nona mereka bahkan harus menjauh dari keluarganya selama 10 bulan, Yanfei yang begitu manja dan sangat tergantung dengan kedua orangtuanya di paksa dewasa oleh keadaan
Perjuangan Yanfei selama 10 bulan ini tidak ada satupun yang berani Mengabaikannya, mulai dari masa mengidam hingga kesulitan bergerak karena perutnya yang semakin membesar
Sebagai seorang ibu kehancuran seperti ini adalah kemungkinan yang paling realistis
"A min mengatakan jika putra ku baik baik saja, aku juga melihat jika dia baik baik saja saat itu, bagaimana mungkin, tidak, tidak putra ku yang ku kandung 10 bulan, yang lahir dengan wajah keriput dan jelek, bagaimana mungkin meninggalkan ku, aku hanya melihatnya sekilas, belum sempat mencium dan memeluknya" Sebagai seorang ibu hatinya hancur saat mengetahui putra yang telah ia lahirkan dengan susah payah meninggal dunia bahkan sebelum ia bisa menggapainya
Ia bahkan masih mengeluhkan rasa sakit pasca melahirkan, tapi, ini, ini benar benar
"Nona tenangkan diri anda, nona jangan sampai menganggu kesehatan anda" Bibi Wang menatap sang nona dengan tatapan sedih, bagaimanapun nonanya hamil di usia begitu muda,
Disaat para gadis masih sibuk bermain dan menikmati masa muda, sang nona sudah mengalami hal yang sangat menyedihkan,
Jika kehamilan itu tak ada tahun ini nona mereka akan menikah dan menjalani hari hari baik dengan suaminya, namun siapa sangka dewa mengujinya dengan hal seberat ini,
Ia baru beberapa hari memasuki usia 16 tahun, menjadi wanita hamil yang sulit, bukan itu saja bahkan ia menerima kenyataan jika telah kehilangan putranya, setelah melahirkan dengan begitu sulit bagaimana mungkin ia akan baik baik saja setelah mendengar kabar yang tak mengenakan ini
"Bibi Wang" Tubuh kecilnya bergetar, putranya,
Putra yang ia jaga selama 10 bulan di dalam perut meninggalkan dirinya begitu saja, meski kehamilan ini bukan hal yang ia inginkan namun ia tak merasa putranya sebagai aib, ia mencintai putranya dan tak pernah menganggap putranya sebagai suatu kesalahan.
"Nona, bidan mengatakan jika tuan muda memiliki tubuh yang lemah dan sangat rentan, udara tiba tiba menjadi dingin, badai salju pun tak berhenti selama 3 hari, nona tuan muda sudah bahagia" Bibi Wang ikut menangis sembari memeluk Yanfei dengan erat, nonanya begitu menyedihkan, di usia begitu muda ia sudah menghadapi hal yang begitu sulit dan menyedihkan,
Meski ikut terpukul bibi Wang merasa kematian tuan muda ini layak, nonanya masih berusia 16 tahun, ia memiliki masa depan yang cerah, jika anak itu benar benar bertahan apakah sang nona bisa tetap mengangkat wajah sebagai nona muda keluarga Duan.
"Bibi ini tidak mungkin kan?, ini bercanda kan?"
"Nona, bibi tidak mungkin berani berbohong dan mempermainkan nona, Nona Yan awalnya ingin menyimpan semuanya rapat rapat karena takut akan reaksi nona, terlebih saat dirinya tidak ada di sini, tapi hal ini tidak mungkin bisa di tutup lebih lama" Bibi Wang berucap lirih,
"Bibi"
"Nona, tenangkan diri anda" Bibi Wang memeluk Yanfei dengan erat, dirinya sudah menjadi pelayan di sisi nyonya tua sedari muda, ia melihat anak anak nyonya tua tumbuh dan bahkan ia juga melihat cucu nona tua tumbuh, hingga akhirnya 3 tahun lalu ia pensiun dan kembali ke kampung halaman
"Bibi Wang, dimana, dimana kalian menepatkan putra ku?" Ia nampak kacau dan hampir kehilangan arah, air mata, jangan di tanya lagi bahkan sudah jatuh entah berapa banyak, siapa sangka hanya goresan tinta singkat berhasil membuat hati seorang ibu menjadi hancur karena sebuah kenyataan yang menampar
"Nona, jangan gegabah, tubuh nona belum pulih, tuan muda kecil sudah di kuburkan di tempat yang nyaman" Tubuh ini masih begitu dengan, terlebih di tengah tengah musim dingin seperti ini, tubuh Yanfei yang memang sejak awal lemah menjadi semakin rentan karena belum pulih dari rasa sakit melahirkan
"Bagaimana mungkin, Bi, aku baik baik saja, aku ingin melihat kubur putra mu, aku tidak akan tenang tanpanya"
"Nona, apakah nona bisa minum obat terlebih dahulu, setelahnya kita ke taman belakang"
Yanfei tak mengatakan apapun, menyantap habis sup hitam yang sebelumnya di bawa oleh bibi Wang, ia hanya ingin pergi melihat kubur putranya, ia masih tak bisa mempercayai kenyataan yang baru ia ketahui beberapa menit yang lalu
"Aku sudah selesai" Ia nampak terburu buru, Yanfei masih tak percaya dengan apa yang ia dengar, putranya jika benar benar sudah tiada seharunya ia bisa melihat kuburannya
"Bibi mengambil jubah terlebih dahulu" Bibi Wang segera mengambil jubah tebal dan menyelimuti tubuh majikannya, setelah memastikan Yanfei tetap hangat barulah keduanya meninggalkan kamar menuju sebuah gundukan tanah yang berada tak jauh dari kediaman mereka
"Bibi, apakah ini makam putra ku?" Ia menatap kosong gundukan tanah yang nampak sudah di selimuti salju, meski demikian nampaknya makam ini di jaga oleh beberapa orang hingga masih terlihat bercak kemerahan dari tanah
"Ya, nona, nona, anda jangan terlalu sedih, tuan muda sudah bahagia di sana, tuan muda pasti tidak menyukai jika nona sedih dan hancur seperti ini" Bibi Wang masih berdiri sembari memayungi sang majikan
"Bibi Wang, putra ku, putra ku sudah tiada" Air matanya jatuh begitu saja hingga akhirnya pandanganya tiba tiba buram hingga tubuh pun sudah tidak sanggup menopangnya lagi
"Nona" Bibi Wang berteriak panik, bagaimana tidak Yanfei yang lemah saat ini sudah jatuh tak sadarkan diri,
Payung ia lempar ke samping dan beberapa pelayan dengan sigap membantu Yanfei ke sebuah halaman kecil di dekat taman
"Tabib, bagaimana dengan nona?"
"Bibi Wang, nona masih lemah, cuaca dingin dan kesedihan membuat tubuhnya tak mampu bertahan, setelah beristirahat dan minum obat, nona akan baik baik saja"
"Nona, ku mohon jangan membuat ku khawatir" Bibi Wang menggenggam tangan Yanfei dengan begitu erat