Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GODAAN SEKRETARIS
Pagi itu matahari bersinar hangat menembus jendela kamar utama rumah megah milik Alea dan Agra,Rumah tiga lantai yang berdiri di kawasan elit itu tampak indah dari segala sudut,Taman luas dengan air mancur marmer menghiasi halaman depan,Deretan bunga mawar putih tumbuh rapi di sepanjang jalan setapak.
Agra sudah berangkat ke kantor sejak pukul enam pagi,Sebagai CEO salah satu grup perusahaan terbesar di jakarta,jadwalnya nyaris tidak pernah longgar.
Rapat,Pertemuan investor,Kunjungan proyek,perusahaannya sedang melakukan ekspansi besar-besaran,yang menyebabkan ia sering pulang malam,ia harus menghadiri acara perusahaan,kadang juga harus melakukan perjalanan bisnis,Dan di situlah masalah kecil mulai muncul.
Vanessa.
Sekretaris baru Agra,Perempuan muda,cantik, pintar,sangat ambisius,Vanessa sebenarnya tidak langsung jatuh hati pada Agra,Sebagai sekretaris baru, ia sering mendengar cerita tentang CEO muda yang berhasil membawa perusahaan berkembang pesat dalam waktu singkat. Di matanya, Agra adalah sosok yang nyaris sempurna,Tampan,cerdas,berwibawa.
itu membuatnya kagum,Agra sangat dihormati oleh seluruh karyawan.
Hari pertama bekerja, Vanessa gugup saat memasuki ruang kerja CEO.
"Selamat pagi, Pak Agra."
Agra yang sedang membaca dokumen hanya mengangguk singkat.
"Pagi."
Tidak ada senyum berlebihan,Tidak ada basa-basi,semuanya profesional.
Seiring berjalannya waktu, Vanessa semakin sering berinteraksi dengan Agra,mengatur jadwal rapat,Menyiapkan dokumen,Mendampingi perjalanan bisnis.
dari situ, rasa kagum mulai berubah menjadi perasaan yang lebih dalam,Ia memperhatikan hal-hal kecil tentang Agra.
Cara Agra selalu datang paling pagi,Cara Agra mengingat nama staf hingga level paling bawah,Cara Agra tetap tenang saat menghadapi masalah besar,bahkan caranya selalu pulang tepat setelah pekerjaan selesai.
saat itu jam makan siang, Vanessa memberanikan diri bertanya.
"Pak, kenapa Bapak jarang ikut makan siang bersama klien?"
Agra tetap fokus pada laptopnya.
"Saya lebih suka pulang cepat,Istri saya menunggu di rumah."
Vanessa tersenyum tipis,Namun hatinya sedikit kecewa,Agra selalu menyebut Alea.
Seolah dunia pria itu memang hanya berpusat pada istrinya.
Vanessa tidak menyerah,Ia mulai mencari berbagai alasan untuk mendekati Agra,Misalnya, sengaja membawa kopi.
"Pak, saya lewat kafe tadi. Sekalian saya belikan."
"Terima kasih.
Hanya itu,Tidak ada respons lain,tidak ada perhatian khusus,Tetapi Vanessa tetap berharap.
Suatu kali perusahaan mengadakan acara gala dinner,Semua direksi hadir,Para tamu mengenakan pakaian formal,Vanessa tampil sangat anggun malam itu,diam-diam ia berharap Agra memperhatikannya,Saat melihat Agra berdiri sendirian memeriksa pesan di ponselnya, Vanessa menghampiri.
"Malam, Pak."🙂
"Malam."!
"Bapak belum masuk?"tanya Vanessa.
"Nanti."
Vanessa tersenyum.
beberapa detik kemudian, layar ponsel Agra menyala,foto Alea muncul sebagai wallpaper.
Senyum Agra langsung berubah hangat.
Berbeda dengan senyum profesional yang biasa ia tunjukkan di kantor,Dan saat itulah Vanessa sadar.
Ada sisi Agra yang tidak pernah bisa ia miliki.
perasaannya terus tumbuh,Ia mulai lebih sering mencari perhatian,mengirim laporan langsung ke ruang kerja meski bisa melalui email,Mencari alasan untuk berdiskusi lebih lama,Namun Agra tetap sama,Ramah,Tapi menjaga batas,Sopan,Tapi tidak pernah memberi harapan.
sore itu, ketika sebagian besar karyawan sudah pulang,Vanessa melihat lampu ruang CEO masih menyala,ia membawa beberapa berkas.
"Pekerjaan belum selesai, Pak?"
Agra mengangguk.
"Bapak beruntung sekali punya karier seperti sekarang."
Agra menutup dokumen yang sedang dibaca.
"Lebih beruntung lagi karena punya keluarga yang menunggu di rumah."
Kalimat itu kembali membuat Vanessa terdiam.
Selalu Alea,Semakin lama,semakin jelas bahwa Agra tidak pernah melihatnya lebih dari seorang rekan kerja,Bahkan ketika Vanessa berdandan lebih rapi.
Pagi itu kantor,gedung pencakar langit yang berdiri megah di pusat kota itu menjadi saksi kesibukan ribuan karyawan setiap harinya,ruang kerja CEO tampak terang meski matahari baru saja muncul,Agra sudah berada di balik meja kerjanya,Beberapa proposal investasi menunggu tanda tangannya.
Vanessa meletakkan kopi dengan senyum manis.
Perempuan itu memang cantik,Kulitnya putih.
Penampilannya selalu rapi,Dan ia tahu bahwa dirinya menarik,Sayangnya, perhatian yang diharapkannya dari Agra tak pernah datang.
Agra hanya fokus pada dokumen.
"Pak, dasinya hari ini cocok sekali."
Agra mengangkat kepala sebentar.
"Hm? Terima kasih,Lalu kembali bekerja.
Vanessa menghela napas dalam hati.
Sudah berbulan-bulan ia mencoba menarik perhatian atasannya,Tetapi hasilnya selalu sama.
Dinding profesional bernama Agra terlalu sulit ditembus.
Suatu siang, sahabat lama Agra datang ke kantor.
Rendi,Pria yang sudah berteman dengannya sejak masa kuliah,Tanpa perlu membuat janji, ia langsung masuk ke ruang CEO.
"Bos besar!"
Agra mengangkat kepala.
"Jarang-jarang muncul,Kalau nggak datang, nanti lupa wajah teman sendiri."
Mereka tertawa.
Saat sedang mengobrol, Vanessa masuk membawa berkas.
"Pak. Dokumen untuk rapat sore."
Rendi spontan menoleh,matanya membesar sedikit,Setelah Vanessa keluar, ia menyenggol lengan Agra.
"Wah."😅
"Apa?"tatap Arga.
"Sekretarismu cantik."
Agra hanya tersenyum tipis.
"Cantik memang."ujar agra
Rendi tertawa.
"Kalau aku lihat cara dia memandangmu,sepertinya bukan cuma sekretaris biasa."
Agra menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Aku tahu."
"Dia jelas suka sama kamu."jawab Rendy.
Agra mengangguk santai.
"Aku punya Alea, dia istriku😃
Kalimat itu keluar sederhana,Rendi langsung diam.
hari berlalu,vanessa belum menyerah,ia Masih mencari celah,Suatu malam setelah sebagian besar karyawan pulang, dia sengaja menunggu di kantor.
Lampu lantai eksekutif sudah mulai redup.
Hanya ruang CEO yang masih menyala.
Vanessa mengetuk pintu.
"Masuk."
Ia melangkah perlahan.
"Bapak belum pulang?"ujar Vanessa.
"Sebentar lagi."
Vanessa berdiri beberapa detik.
Lalu berkata pelan.
"Pak, Bapak terlalu banyak bekerja."
Agra tersenyum tipis.
"Memang,oh ia Ada yang ingin saya sampaikan."
Jantung Vanessa berdebar, apakah agra mulai berubah pikiran 😁.
"Saya menghargai kerja kerasmu,Tapi saya juga ingin memastikan hubungan kerja kita tetap profesional."
Senyum itu perlahan memudar.
"Saya tahu kamu orang baik."
Vanessa mulai memahami arah pembicaraan itu.
"Saya sudah menikah,Karena itu saya tidak ingin ada harapan yang salah."
Vanessa menunduk.
"Saya minta maaf kalau selama ini membuat Bapak tidak nyaman."
tak lama Agra pulang ke rumah,di Rumah megah yang kini terasa semakin hangat,Begitu membuka pintu,ia melihat Alea duduk santai di teras.
"Kamu pulang."🙂senyum alea menyambut.
"Aku selalu pulang."
Agra mendekat,lalu mencium kening istrinya.
"Capek?Ada masalah?"alea memperhatikan wajahnya, agra tersenyum menggeleng
"kita makan yuk aku lapar, ujar agra.
Di atas meja terdapat sebuah kotak kecil berwarna putih.
"Hadiah?"tanya agra.
Dengan bingung Agra mengambil kotak itu,Saat membukanya, ia menemukan hasil tespek positif milik istrinya.
Alea mengangguk perlahan.
"Aku hamil."
Agra menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Aku bakal jadi ayah?"
bisiknya.
"Iya."
Agra langsung menarik Alea ke dalam pelukannya.
Begitu penuh cinta.
"Terima kasih.. kamu memberi aku keluarga."
Kalimat itu membuat mereka berdiri lama dalam pelukan satu sama lain,sejak itu Agra berubah menjadi suami paling protektif sedunia,ia berlutut di depan Alea.
"Halo, Nak.
Alea langsung menahan senyum.
"Ayahmu ganteng ya."
Alea tertawa.
"Aku harus kenalan."
Lalu Agra mencium perut Alea dengan penuh kasih sayang.
_________________________________________________
Dua hari kemudian, mereka memutuskan mengunjungi rumah Daddy,Mereka sengaja belum memberi tahu siapa pun,Kabar ini terlalu istimewa untuk disampaikan lewat telepon.
Sesampainya di rumah keluarga, suasana langsung ramai,Mama berlari menyambut mereka.
"Alea!"
Beliau langsung memeluk menantunya.
"Kamu makin cantik."
Alea tertawa.
"Karena bahagia, Ma."
Daddy yang sedang membaca koran pun langsung berdiri.
"Anak kesayangan Daddy datang."
Agra memeluk ayahnya.
Rumah besar itu kembali dipenuhi tawa,Mereka makan siang bersama,Bercerita tentang banyak hal,Namun sejak tadi Agra dan Alea saling melirik.
Keduanya sama-sama menahan senyum.
Sampai akhirnya Daddy menyadarinya.
"Kalian kenapa?"
Agra tertawa.
"Ada sesuatu?"
Agra menggenggam tangan Alea.
Kemudian berdiri.
Wajahnya tampak lebih bahagia daripada hari pernikahannya.
"Daddy... Mama..."
Ia menatap kedua orang tuanya.
"Sebentar lagi kalian akan dipanggil Kakek dan Nenek."
Beberapa detik yang terasa sangat panjang,Mama langsung menutup mulutnya Mata beliau membesar,Daddy berdiri dari kursinya.
"Apa?"
Alea tersenyum sambil mengangguk.
"Iya, Daddy."
Air mata Mama langsung jatuh.
Beliau berjalan cepat menuju Alea lalu memeluknya erat.
"daddy bangga sama kamu."
Agra langsung memeluk ayahnya sekali lagi.
Dan untuk sesaat, mata keduanya sama-sama basah.
Siang itu berubah menjadi salah satu hari paling membahagiakan dalam keluarga mereka.
Mama sibuk memegang tangan Alea.
Daddy sibuk membahas calon cucunya.
Bahkan mereka mulai memperdebatkan nama bayi,padahal usia kandungan Alea masih sangat muda.❤️
Tujuh bulan berlalu sejak kabar kehamilan Alea memenuhi rumah mereka dengan kebahagiaan.
Perut Alea kini sudah terlihat membesar,Wajahnya semakin berseri. Ada ketenangan dan kebahagiaan yang berbeda dalam dirinya.
Setiap kali Agra melihat istrinya, ia selalu merasa jatuh cinta lagi.
Pagi itu rumah Daddy,Halaman rumah dihias dengan bunga-bunga putih,tempat acara tujuh bulanan akan dilaksanakan,Daddy sudah sibuk sejak subuh.
"Bunganya kurang di sana!Tambahin meja dessert!,Itu kursinya lurusin!"
Semua orang sampai tertawa melihat tingkah Daddy.
"DaDy..." tegur Mama sambil geleng-geleng kepala,kamu kok lebih heboh dari calon orang tuanya." ujar mama.
"Ini cucu pertama Daddy,Tak ada yang bisa membantah".tawa daddy"
Di kamar utama, Alea sedang bersiap,Gaun panjang berwarna soft pink membungkus tubuhnya dengan anggun.
Agra yang sejak tadi membantu memakaikan perhiasan kecil di tangan istrinya terus tersenyum,Acara tujuh bulanan berlangsung sangat meriah,Keluarga besar hadir,Rekan bisnis Daddy,Sahabat-sahabat Agra,Teman-teman Alea.
Suasana penuh tawa dan doa.
Di tengah keramaian itu hadir Rendy,Sahabat sekaligus partner bisnis Agra,Usianya sudah kepala tiga,Mapan,Tampan,Sukses,Tetapi masih sendiri,Karena itu Agra sering mengejeknya.
"Bujang lapuk."
Begitulah panggilan kesayangannya.
Rendy selalu kesal setiap mendengarnya.
Namun sebenarnya Agra tidak sepenuhnya salah,Rendy memang sulit jatuh cinta,Bukan karena sombong,Ia hanya takut,Terlalu banyak yang pernah ia lihat,Wanita datang karena status,Karena jabatan,Karena rekening,Karena kemewahan,Bukan karena dirinya.
Dan itulah yang membuatnya berhati-hati,Saat sedang mengambil minuman di area taman, tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan seorang wanita.
Wanita itu mengenakan kebaya modern berwarna biru muda,Rambut panjangnya tergerai sederhana,Tidak berlebihan,Tidak mencolok.
entah mengapa sulit diabaikan,Rendy memandang beberapa detik,Lalu wanita itu tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya,Refleks Rendy membantu mengambilkannya.
"Ini."
katanya.
Wanita itu tersenyum.
"Terima kasih."
Dan untuk alasan yang bahkan tidak bisa dijelaskan, jantung Rendy sedikit berdebar.
Namanya Kiara, yang ternyata saudara sepupu agra.
Mereka berkenalan karena Mama mengenalkan keduanya.
"Rendy, ini Kiara."
"Kiara, ini Rendy."
Mereka berjabat tangan.
suasana menjadi canggung,Sampai akhirnya Kiara tertawa.
"Kita seperti sedang dijodohkan."
Rendy ikut tertawa.
"Kelihatannya begitu."
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia menikmati percakapan dengan seorang wanita.
Kiara bercerita tentang hobinya membaca novel, traveling, dan pekerjaannya sebagai arsitek interior.
Rendy mendengarkan, ia menyukai cara Kiara berbicara,Santai,Apa adanya,Tidak dibuat-buat.
Ketika acara hampir selesai, Rendy memberanikan diri.
"Kalau boleh..."
Kiara menatapnya.
"Boleh apa?"tanya Kiara.
"Boleh minta nomor telepon?"
Kiara tersenyum kecil.
"Boleh."
Sejak hari itu mereka mulai sering berkomunikasi.
Awalnya hanya pesan singkat,Lalu telepon,Kemudian bertemu untuk minum kopi.
Bulan demi bulan berlalu,Mereka semakin dekat, mulai mengenal sisi asli Rendy,Pria yang terlihat dingin ternyata sangat perhatian,Pria yang tampak serius ternyata sering melontarkan humor receh.
Sedangkan Rendy mulai mengenal kiara lebih dalam.
Wanita itu mandiri,Pekerja keras,Suatu malam mereka makan malam sederhana di sebuah restoran kecil.
Setelah selesai makan, hujan turun deras.
Mereka terjebak di teras restoran,Kiara tertawa.
"Kita nggak bisa pulang."
"Iya." tawa rendy
Rendy memandang hujan,Lalu berkata pelan.
"Aku takut jatuh cinta."
Kiara terdiam,itu pertama kalinya Rendy membuka isi hatinya.
"Aku terlalu sering melihat hubungan yang tidak tulus."
Kiara mendengarkan,Tanpa memotong.
"Aku selalu bertanya-tanya..."
lanjut Rendy.
"Kalau suatu hari ada yang mencintaiku, dia mencintai aku atau semua yang aku punya."
Kiara memandangnya lama.
Kemudian tersenyum lembut.
"memangnya aku tahu berapa isi rekeningmu."
Rendy tertawa.
"kok kamu mau sampai sekarang bertemu denganku😃.ujar Rendy.
"Aku suka orangnya."
Kalimat itu menghantam hati Rendy lebih kuat daripada apa pun.
Sejak malam itu, sesuatu berubah,Rendy mulai menunggu pesan Kiara,Mulai mencari alasan untuk bertemu,Mulai merindukannya.
Perasaan yang selama ini ia hindari akhirnya datang juga.
Tanpa izin,Tanpa peringatan,semakin hari,semakin dalam,kala itu Rendy mengajak Kiara ke taman kota,kiara duduk di sampingnya.
"Ada apa?"
tanyanya.
Rendy tampak gugup,Bahkan lebih gugup daripada saat presentasi miliaran rupiah di depan investor,kiara sampai tertawa.
"Kamu kenapa?"
Rendy menghela napas panjang
"Aku nggak pandai soal hubungan"
Vanessa tersenyum.
"Kelihatan."
Rendy ikut tertawa,lalu gugup lagi.
"Aku boleh gak mencintai kamu?"
Dengan suara yang sedikit bergetar.
"Kiara"?
ia tertawa mengangguk.
"Iya."
Jawaban itu membuat Rendy tersenyum lebar.