NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Sedikit Penjelasan

Wanqing yang terpaku di anak tangga paling awal itu menatap kepergian Jenderal Lu Jingyuan dan beberapa ajudannya. "Kenapa dia sangat kaku dan dingin?" Gumamnya.

Ibu Mei menghampiri Wanqing, jari jemari lentiknya memeluk lengan Wanqing dan berkata "Sudahlah Wan-Wan, ayo kita makan dulu." Ibu Mei membimbing Wanqing yang masih linglung menuju meja makan.

Keberadaan Jenderal Lu lainnya atau Tuan Lu, ayah kandung Jenderal Lu Jingyuan membuat Wanqing sedikit kikuk dan kaku. Ibu Mei dengan sabar menuangkan secangkir air hangat dan menyendokkan nasi ke piring Wanqing. "Su Wanqing.." Tuan Lu menatapnya tajam.

"I-iya.."

Tuan Lu melepaskan kacamatanya. "Sudah sekian lama rasanya Aku tidak melihat paras cantik istri pertama Tuan Su." Raut wajah Tuan Lu melembut, ia meraih cangkir teh yang telah dituangkan isi tehnya oleh sang istri. "Terima kasih sayangku, makanlah." Tuan Lu menarikkan kursi di sampingnya khusus untuk sang istri.

"Tu-Tuan Lu kenal dengan Ibuku?" Tanya Wanqing sedikit terbata-bata, dalam pikirannya, Tuan Lu akan bersikap sangat tegas dan galak seperti Sang Ayah.

"Tenanglah Wan-Wan.. Tuan Lu adalah seorang pria yang tegas dan baik, beliau tidak akan memarahimu." Ujar Ibu Mei sembari mengupaskan udang untuk suaminya.

Wanqing tersenyum canggung. "Wanqing.. Ibumu dan Aku dulunya adalah sahabat di akademi." Wanqing yang terkejut langsung tersedak ketika baru saja menyuapkan satu suap nasi ke mulut mungilnya.

"Sahabat di Akademi? Apa- apakah ibuku seorang yang terlibat dalam militer juga?" Wanqing menatap penasaran pria tua di hadapannya. "Hahaha Wanqing! Bagaimana bisa Kau tidak tahu? Jangan bercanda.." Tuan Lu menyuapkan nasi dan udang yang telah dikupaskan Ibu Mei.

Wanqing masih terdiam menatap Tuan Lu dengan seksama. Nafsu makannya langsung berkurang drastis setelah mengetahui fakta yang bahkan dirinya selama ini tidak tahu. Ekspresi Tuan Lu langsung berubah serius, "Apakah Su Gongqi tidak pernah mengatakannya?!" Nada Tuan Lu seketika naik. Wanqing menggeleng pelan.

"Tu-Tuan Lu mohon tenang, Wanqing yakin Ayah punya alasannya sendiri di balik ini semua." Wanqing berusaha menenangkan Tuan Lu yang terlihat marah.

"Bagaimana bisa.." Lengan Tuan Lu segera dipeluk erat oleh Ibu Mei. "Sayang... Tenangkan dirimu, lanjutkan pembicaraannya saja." Ujar Ibu Mei.

Tuan Lu menghela napas kasar. "Wanqing.. Ibumu adalah seorang dokter sekaligus peneliti bagian khusus di militer. Wanita yang terkenal sangat pintar dan ceria, koneksi serta keahliannya dalam banyak hal membuat dia sangatlah dikenal dan banyak sekali yang mengaguminya, termasuk.. Aku dulu." Tuan Lu menggenggam erat lengan Ibu Mei yang perlahan dibalas senyuman oleh Ibu Mei.

"Bagaimana Ibu bisa bertemu dengan Ayah? Bukannya Ayah hanya seorang pengusaha biasa?" Tanya Wanqing.

Tuan Lu seolah mengingat masa-masa dulu sambil terus mengelus lengan sang istri. "Itulah yang membuatku bingung Wanqing.. Bukan hanya satu atau dua pangkat tinggi militer yang menyukainya, tapi entah kenapa ia malah terpikat oleh si pengusaha Su. Entah apa yang membuatnya jadi begitu menyukai pria itu, seingatku Ibumu dulu tidak pernah kekurangan uang ataupun mengambisikan kekayaan."

Wanqing menatap piringnya dengan murung, tidak ada perasaan lapar atau ketertarikannya pada makanan itu lagi. "Bagaimana kondisi Ibumu?" Tanya Tuan Lu perlahan.

Wanqing menggeleng, "Aku tidak pernah bertemu Ibu semenjak Aku berusia 6 tahun. Ibu benar-benar menghilang, Aku tidak paham apa yang sebenarnya terjadi tapi Ayah selalu bilang bahwa Ibu pergi untuk kebaikanku dan sekarang kondisinya sedang sakit parah. Hanya ayah yang tau keberadaannya dan kondisinya, bahkan Aku tidak pernah dibiarkan berkunjung menemui Ibu."

Tuan Lu mengepalkan kedua tangannya. "Cufan!" Seorang pria muda yang Wanqing kenali sebagai seorang Ajudan yang menolong dirinya ketika tersiram air panas itu datang menghampiri Tuan Lu.

"Iya Tuan?"

"Selidiki kemana perginya Nyonya Su pertama." Ujar Tuan Lu. Pria bernama Cufan yang ternyata Ajudan dari Tuan Lu itu mengangguk, sebelum berbalik pergi, tatapannya menatap Wanqing dalam, ada sesuatu dari matanya yang membuat Wanqing bertanya-tanya.

"Sudahlah, ayo makan dulu.." Ujar Ibu Mei lagi. Wanqing dan yang lainnya mulai kembali menikmati makanan malam itu.

Di sela-sela makannya, Tuan Lu lagi-lagi berkata, "Jangan hiraukan sifat dingin Jingyuan, dia hanya butuh sedikit perhatian dan kesabaran. Memang sih banyak sekali wanita yang sudah dicoba untuk dijodohkan dengannya namun tidak pernah berhasil, ya.. Semua itu karena semata-mata sifat dinginnya yang selalu menolak wanita-wanita itu setelah.." Tuan Lu menatap Ibu Mei.

"Wanqing... Ada hal yang harus kau ketahui terkait apa yang sedang dialami oleh Lu Jingyuan dan masa lalunya." Ujar Ibu Mei.

Wanqing meneguk teh hangatnya dan menatap serius kedua orang tua itu. "Jingyuan.. Sejak 10 tahun telah dikirim ke Akademi militer di luar negeri. Saat usianya menginjak 12 tahun, pertama kalinya ia dikirim mengikuti misi kejam yang membuat dirinya mengalami banyak sekali trauma. Saat itu, Aku masih tidak menyadari dan menganggap bahwa Jingyuan adalah pria yang tangguh." Ujar Tuan Lu lagi.

"Tapi tanpa Aku sadari, lamanya dirinya di Akademi militer luar negeri itu membuatnya hancur. Semakin sering dia dikirim ke Medan perang atau misi private, semakin hancur juga mentalnya. Tepat saat usianya menginjak 25 tahun, ia dipaksa kembali ke sini untuk memimpin tentara revolusi melawan beberapa panglima perang yang memberontak. Saat itu, lagi-lagi Aku masih menyangka bahwa dia adalah anak yang hebat dan membanggakan, pria yang tangguh dan tak terkalahkan. Namun.."

Tuan Lu menatap Ibu Mei, tatapannya berharap agar Ibu Mei melanjutkan perkataannya. "Tanpa kami sadari, Jingyuan menjadi semakin dingin, semakin jauh, dan semakin aneh. Puncaknya saat Kami menyadari bahwa perubahan emosinya yang diam lama-lama meledak-ledak, bahkan sampai melemparkan banyak sekali barang. Kami mencoba mengobatinya, membawanya kesana kemari, namun hanya membuatnya semakin diam dan dingin." Ibu Mei menatap penuh harap pada Wanqing.

"Banyak tabib dan dokter-dokter modern yang menyarankan untuk melakukan terapi intensif di rumah, yaitu dengan mengajaknya banyak berbicara dan mendekatkan diri supaya dia mengerti apa itu empati, kasih sayang, dan memiliki emosi yang normal. Namun.. Banyak sekali cara kami lakukan untuk mendekatinya, tapi sama saja, hasilnya nihil." Tuan Lu kali ini menatap intens Wanqing.

"Akhirnya kami terpaksa mencoba cara ini, menikahkannya secara paksa dengan wanita wanita lembut yang kami tahu dan kenali dari keluarga-keluarga ternama. Namun semuanya gagal. Pilihan terakhir dan harapan terakhir kami hanya ada di dirimu Wanqing."

Wanqing menatap bingung Ibu Mei dan Tuan Lu. "Kenapa Aku?"

"Kami yakin dengan reputasi kedua orang tuamu akan mendidik anak yang baik, pintar, dan lembut. Nyatanya Kau lebih dari itu Wanqing. Bahkan di malam pertamamu bersama Jingyuan, Kau bisa menyentuhnya untuk mengompres tubuhnya, selama ini, bahkan Ibu Mei sendiri tidak bisa menyentuhnya satu centi pun." Ujar Tuan Lu dengan yakin.

Wanqing sedikit tersipu. "Selain itu.." Ibu Mei tiba-tiba bertukar pandangan dengan Tuan Lu.

"Jenderal Lu Jingyuan pernah punya mantan tunangan yang sampai detik ini sepertinya masih tersimpan kesan dalam hatinya, meskipun dirinya ditinggal pergi oleh mantan tunangannya itu di usianya yang menginjak 25, beberapa tahun lalu."

*BERSAMBUNG*

Haloow! Like, Komen, Subscribe, dan Vote ceritaku ya, terima kasih!!!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!