NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Beberapa bulan telah dilewati dengan kesedihan, setiap hari, Maudi selalu mendapatkan siksaan, untung , mental Maudi sangat lah kuat, sehingga Maudi semakin sabar...

Suasana mansion Daneswara mendadak sibuk saat sebuah mobil mewah hitam berhenti di depan lobi. Tuan Harison Daneswara , sang konglomerat lama yang merupakan mertua Doni, datang untuk mengunjungi Eliza kembali, Tuan Harison tinggal di luar negeri,jadi ia tidak tahu masalah yang terjadi di kediaman Cucunya.

"Saka, Eliza, cepat kemari! Kakek datang!" seru Seina dengan suara riang yang dibuat-buat. Ia memastikan kedua anaknya tampil sempurna.

Namun, di balik kegembiraannya, Seina segera berlari ke paviliun. Ia menemukan Maudi yang sedang duduk tenang. "Maudi! Masuk ke dalam kamar gudang paviliun sekarang! Jangan keluar sampai Ibu bilang boleh. Ada tamu penting, dan Ibu tidak mau wajah burukmu merusak suasana!"

Maudi hanya mengangguk patuh dengan tatapan sendu. "Iya, Bu."

Seina mengunci pintu paviliun dari luar, merasa aman karena Maudi sudah dilenyapkan dari pandangan mata keluarga Daneswara.

Di rumah utama, Tuan Harison memeluk Eliza dengan hangat. Namun, sebagai pria tua yang bijaksana, ia merasa ada yang kurang. Eliza tumbuh menjadi anak yang sangat sombong dan hanya tertarik pada mainan mahal yang ia bawakan.

"Kek, lihat! Eliza mau boneka yang lebih besar lagi!" rengek Eliza tanpa rasa terima kasih.

Tuan Haris hanya tersenyum tipis.

"Iya sayang , Kakek nanti belikan yang lebih besar dari ini" sahut kakek Harison dengan tersenyum, namun Ia merasa hampa. Tak lama kemudian, ia merasa gerah dan memutuskan untuk berjalan-jalan di taman belakang yang luas, area yang jarang dipantau oleh Seina karena ia sedang sibuk menyiapkan jamuan makan malam untuk menjilat hati mertua barunya itu.

"kakek cari angin dulu ya, Eliza maen dengan kakak Saka dulu"ucap kakek Harison dengan lembut.

"iya kek, El ke sana dulu ya!" tunjuk Eliza pada kakaknya yang sedang main robotik.

Tuan Haris berjalan hingga ke perbatasan paviliun. Tiba-tiba, ia mendengar suara bisikan kecil dari balik semak-semak mawar yang tinggi.

"...energi potensial sama dengan massa dikali gravitasi dikali tinggi..."

Langkah Tuan Haris terhenti. Ia melihat seorang gadis kecil duduk di atas rumput dengan baju yang lusuh. Gadis itu tidak menyadari kehadiran sang kakek. Di depannya, tersebar beberapa buku Fisika tua yang sudah menguning, dan gadis itu sedang menuliskan rumus-rumus fisika dasar di atas tanah menggunakan ranting pohon.

Tuan Harison terpaku. Ia melihat bagaimana tangan mungil itu dengan lincah menyusun logika matematika yang bahkan sulit dipahami anak seusia Eliza. Ia kemudian mendekat perlahan.

"Siapa kamu, Nak?" tanya Tuan Haris lembut.

Gadis itu, Maudi, tersentak kaget. Ia segera menunduk dalam, mencoba menutupi wajahnya yang penuh bercak merah dan kusam dengan rambutnya yang berantakan. Ia ingat ancaman ibunya.

"Maaf, Tuan... Maudi harus masuk," bisik Maudi ketakutan.

"Jangan takut. Namamu Maudi?" Tuan Haris berlutut dengan susah payah agar bisa sejajar dengan gadis kecil itu. Saat Maudi sedikit mendongak, Tuan Haris sempat terkejut melihat kondisi wajahnya yang tampak rusak. Namun, anehnya, ia tidak merasa jijik.

Melihat mata Maudi yang jernih dan tajam, Tuan Haris justru merasakan kedamaian yang luar biasa. Perasaan nyaman yang sudah lama tidak ia rasakan sejak kematian Ambar.

"Kamu belajar ini sendiri?" tanya Tuan Haris sambil menunjuk rumus di tanah.

Maudi mengangguk ragu. "Iya, Tuan. Maudi baca dari buku-buku di gudang."

Tuan Haris menguji Maudi dengan sebuah pertanyaan logika sederhana, dan jawaban Maudi begitu cepat serta akurat. Tuan Haris terperangah. Anak ini jenius. Ia memiliki pola pikir yang sangat mirip dengan cara Ambar berpikir saat kecil.

"Kakek! Sedang apa di sini?" suara melengking Eliza memecah suasana.

Seina muncul di belakang Eliza dengan wajah pucat pasi saat melihat Tuan Haris sedang berbicara dengan Maudi. Jantungnya hampir copot.

"Oh, ini... ini anak salah satu pelayan lama yang saya kasihani, Tuan Haris. Dia memang agak terganggu mentalnya dan wajahnya berpenyakit, jadi saya suruh dia di sini saja agar tidak menulari yang lain," ucap Seina cepat, sambil menarik tangan Eliza menjauh.

Tuan Haris berdiri, menatap Seina dengan tatapan menyelidik yang dingin. "Terganggu mentalnya? Seina, anak ini baru saja menjelaskan hukum energi padaku dengan sangat fasih."

Seina tertawa kaku. "Ah, dia hanya meniru-niru apa yang dia dengar dari guru privat Eliza saja, Tuan. Dia suka bicara melantur."

Tuan Haris tidak membantah, namun ia menoleh sekali lagi ke arah Maudi sebelum pergi. Ia melihat Maudi kembali menunduk, namun punggung kecil itu tampak begitu tegar.

"Ada yang tidak beres di rumah ini"batin Tuan Haris. "Anak itu... matanya tidak berbohong. Ada kecerdasan luar biasa di sana, dan entah mengapa, hatiku merasa sangat dekat dengannya" , gumamnya pelan, lalu ponselnya berbunyi nyaring, ada kabar buruk dari istrinya...Tuan Haris segera pergi dari mansion putrinya itu.

Seina segera menyeret Maudi kembali ke paviliun setelah Tuan Haris menjauh, mencengkeram lengan Maudi dengan keras. "Sudah kubilang jangan menampakkan diri! Kau ingin menghancurkan semuanya, hah?!"

Maudi hanya diam, namun di dalam hatinya, pertemuan singkat dengan pria tua yang dipanggil Kakek itu memberikan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari Seina.

Seina mengambil sapu lidi yang ada di luar paviliun....

Crusss....

Crusss...

Crusss....

Seina memukul punggung Maudi dengan sapu lidi dengan begitu kencang,namun Maudi tidak menangis histeris, anak sekecil itu menikmati apa yang menimpa dirinya....

Air matanya keluar dengan deras namun tidak mengeluarkan suara apapun dari mulutnya.

Setelah puas memukul Maudi, Seina melempar asal sapu lidi nya " Itu hukuman untuk anak yang tidak tahu di untung seperti mu,"Seina pergi dengan langkah puas karena sudah menyiksa Maudi, itu caranya agar Maudi rusak mentalnya , sudah terlihat sekarang, Maudi tidak menangis histeris seperti putrinya saat tersandung.

Maudi menjatuhkan lututnya ke lantai paviliun yang dingin, punggungnya terasa sakit dan panas...., sabetan sapu lidi itu seperti menembus kulitnya yang sangat tipis itu...., Seina Maudi membuka bajunya, ia melihat ke arah cermin, bekas luka di tubuhnya belum hilang, kini di tambah lagi, di tambah lagi....

"Maudi sayang Ibu, tapi kenapa ibu selalu menyiksa Maudi, maafin Maudi yang memiliki wajah jelek Bu, Pasti Ibu sangat malu ya, punya anak seperti Maudi?" tanya Maudi pada cermin yang menampilkan tubuh kurus yang mengenaskan.

Maudi berjalan tertatih mengambil salep luka yang di berikan bik Sum tempo hari, saat Maudi terjatuh.

Semenjak Seina menikah dan tinggal di rumah utama, paviliun menjadi tidak terusus, Maudi tinggal sendiri, karena semuanya takut kena penyakit menular seperti yang di derita Maudi, Seina mengatakan kalau Maudi sudah di bawa periksa ke dokter spesialis namun penyakitnya tidak bisa di sembuhkan, kulitnya bersisik, wajahnya kusam dan banyak bekas luka.

1
suti markonah
lanjut maning thor~🙏
suti markonah
coba tokoh maudi masuk di tv..tokoh perempuan pembasmi ke jahatan
@Mita🥰
ya Alloh ikut tegang aku🫣🫣🫣
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 untung gak koit kamu nek🤭🤭🤭
@Mita🥰
semoga Eliza bisa legowo nanti
Lovita BM
nenek² STRESSS poll 🤣
Lovita BM
ini Monica jilid 2,
org ngeyel, penderita NPD fakta sudah ada tp menampar fakta nyata, gk bahaya ta 🤣
Sri Supriatin
semangat Thor ditunggu lanjutannya 👍😍😍
Aisyah Rafassya
Rasyaaaa buktikan sm nenek mertuamu bahwa pilihanmu tidaklah salah, buatlah dia sadar dari sifat buruknya. dan Maudi, baikny beri spot jantung sedikit deh buat nenekmu yg unik ituu, apakah dia mendapat setitik ilham dr sisa² Seina, jika yaa..maka hancurkan juga dia seperti Hans tempo hari 😏
suti markonah
aku malah pengen nini gerandong itu di culi sm dito, trs yg nyelamatin maudi..biar melek dan terplongo plongo lihat aksi agen sektor7
suti markonah
opo perlu bantuan ku nyulik gerandong thorr?..mengko tak sekape di gubuk derita
suti markonah: 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂gemes aku thor
total 2 replies
suti markonah
syukurlah eliza sadar diri dan tidak jahat seperti gerandong..
suti markonah
semoga saja eliza berlapang dada saat rasya menyematkan cicin di jari maudi..biarlah nini gerandong saja yg jahat
@Mita🥰
nenek Salamah kayak Monica 🤭🤭🤭
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
kejutan dari rasya untuk maudi, dan kejatuhan bagi nini gerandong dan eliza yg bakal gigit jari melihat rasya malah melamar cucu buruk rupa
@Mita🥰
Maudy tidak ada nanti
suti markonah
ada ya nenek seperti itu..cucu kandung di benci..cucu tiri di sayangi
Aisyah Virendra
🤔🤔🤔
Toko Perhiasan... beli berlian limited untuk Maudi yaa, dan jangan lupa Rasya pasangkan kejari Maudi dihadapan Eliza dan juga semua orang 🫠 biarin Eliza semakin menampakan wajah dan sifat aslinya yg trnyta 11 12 sm Ibunya Seina 😏
Aisyah Virendra
Pelan-pelan 🥰 Maudi dan Rasya akan sama² saling menyadari perasaan masing² 🤝 Eliza dan Nenek Salamah yaaahh lihat aja nantii apa yg akan dilakukan Rasya untuk menyakiti dan mempermalukan Eliza dihadapan kolega ditempat perjamuan 🫠 Maudi akan menjadi satu²nya Cinta milik seorang Tuan Higienis 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!