Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Di saat Arkan sedang mencari-cari orang tadi, mata nya malah melihat dua orang anak yang juga dia kenal dan dia melangkah kan kaki nya mendekat.
"Apa...!?"bentak anak perempuan itu sambil melotot kan mata nya.
"kakak jangan begitu, itu tidak baik nanti mama marah." kata anak laki-laki.
"Biarkan saja, itu salah mereka kita tidak boleh terlalu baik sama orang nanti malah bertingkah dan kasian mama nanti nya."kata anak perempuan itu yang di panggil kakak itu.
"kakak tidak baik begitu biar mama yang hukum." katanya pelan berbeda dengan sang kakak yang emosian.
"Tidak,,,menunggu mama nanti lama." ucap nya.
"Tapi itu urusan orang dewasa kakak...?" ucap nya dengan cara bicara nya yang masih cadel.Berbeda dengan sang kakak yang bicaranya sudah lancar.
"Biarkan saja,kalau mama lambat biar kakak yang urus.Apa kamu tidak kasian lihat mama..?,nanti mama bisa bangkrut."pungkas nya.
"Tapi kak ..."
"Diam...sebaik nya kita lanjutkan main saja,kamu masih kecil."
"kakak lupa kita hanya beda beberapa detik kalau Fadil masih kecil,kakak juga masih kecil." ucap nya.Yah....ke dua anak itu adalah Fara sama Fadil.
"oh iya kakak lupa."ucapnya cekikan.
Tanpa mereka sadari ternyata Arkan mendengar semua perdebatan mereka tanpa ingin menegur atau menyapa nya.
Sementara orang yang Arkan lihat tadi sedang berada di dalam ruangan nya dan sedang berbicara dengan seseorang.
"Apa kamu yakin tidak ingin Abang bantu.?" tanya laki-laki yang sedang berbicara dengan seorang perempuan.
"tidak, biarkan aku yang menyelesaikan nya.." ucap nya sambil melihat berkas yang ada di hadapan nya.
"kenapa.?"
"biar itu menjadi urusan Khanza bang.."
"Tapi sampai kapan.?"
"sampai waktu yang menentukan nya."
"jangan keras kepala khanza,kalau kamu hanya bicara dan menunggu waktu itu akan....!"
"Terus Khanza harus mencari laki-laki itu dan memohon pada nya dan memberitahu kan pada nya kalau dia memiliki sepasang anak kembar dan memintanya bertanggung jawab!,itu yang Abang mau..?" ucap nya yang memotong perkataan Abang nya.
"Tapi sampai kapan Khanza?,anak-anak harus tahu kalau mereka masih punya ayah."
"kalaupun mereka tau mereka masih punya ayah dan mereka ingin bertemu dengan ayah mereka apa Abang yakin kalau laki-laki itu mau bertemu dengan anak-anak.?"
"ingat bang laki-laki itu pergi meninggalkan ku beberapa menit setelah menikah dan sampai saat ini laki-laki itu tidak ada kabar nya.."
"Lagian kita tidak tau,bisa saja laki-laki itu sudah meninggal." lanjut nya lagi.
"Dia masih hidup Khanza..."
"Dari mana Abang tau kalau laki-laki itu masih hidup?,apa Abang pernah melihat nya dan itu tidak mungkin.!"
"kalau Abang bilang Abang pernah melihat nya apa kamu percaya.?"
"Tidak.!"
"kenapa.?"
"karena itu tidak mungkin."
"kenapa tidak mungkin, kamu tau kan tidak ada yang tidak mungkin kalau sudah takdir nya.
"sebaik nya Abang keluar,karna aku masih banyak pekerjaan.!"
"jangan egois kamu Khanza,pikir Kan anak-anak mu."
"justru aku memikirkan mereka,aku tidak ingin mereka kecewa dan merasa di buang oleh ayah kandung nya!,Abang pikir,,,apa aku tidak memikirkan mereka.?"
"Enam tahun bang enam tahun apa selama enam tahun itu Abang pikir aku tidak memikirkan mereka..?!" lanjut nya sambil mengangkat jari nya.
"Sakit bang....,sakit, di saat mereka sakit mereka memanggil ayah nya,mereka menginginkan ayah nya berada di samping mereka tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa jangan kan mereka aku saja tidak tau di mana ayah nya." ucap nya lirih dan meneteskan air mata nya.
"Abang bilang aku egois..,aku tidak egois bang...aku hanya menjaga kewarasan ku demi anak-anak ku."lanjut nya lagi dengan suara memilukan hingga laki-laki itu beranjak dari tempat nya dan memeluk Khanza yang di balas oleh Khanza.
"Apa yang harus Khanza lakukan bang.?" ibanya di pelukan sang Abang.
"Khanza juga tidak ingin hidup seperti ini."adu nya yang sudah menangis di pelukan sang Abang.
"Tenang Khanza Abang akan membantu mu dan membawa laki-laki itu."ucap nya mengepalkan tangan nya sambil menenangkan khanza dan mengelus pelan rambut Khanza yang di tutupi hijab.
Hingga suara cempreng seseorang mengagetkan mereka berdua.
"mama...."panggil nya.
"jangan teriak -teriak fara..."tegur Khanza karena orang yang masuk dan merusak suasana itu adalah Fara.
"kenapa om satria peluk mama dan buat mama nangis.."ucap Fadil kembaran fara.
"Jangan peluk mama Fadil." lanjut nya dengan tatapan tajam, Fadil tidak suka ada yang peluk mama nya selain mereka berdua walaupun itu paman nya.
"kenapa?,inikan adik om wajar kan kalau om memeluk nya." ucap nya dengan tatapan menggoda satria sengaja membuat Fadil marah.
Sementara fara hanya melihat saja dan membiarkan sang adik yang mengurus om nakal nya ini.
"Tidak boleh!,yang boleh peluk mama hanya kak Fara sama Fadil." katanya dengan suara cadel nya sehingga satria yang mendengar begitu gemes dan kembali memeluk Khanza sehingga satria kembali mendapat kan tatapan tajam dari sang ponakan.
Yah....satria adalah Abang nya Khanza saat khanza menikah satria sedang bekerja di luar kota sehingga tidak bisa menghadiri.
Satria begitu marah mendengar cerita dari orang tua nya tentang Khanza adik satu-satunya yang di perlakukan seperti itu oleh seorang lelaki dan setelah melihat foto laki-laki itu dia bersumpah dia akan mencari laki-laki itu dan membawa nya ke hadapan sang adik untuk minta maaf,tapi sebelum nya dia akan membuat laki-laki itu merasakan seperti apa yang di rasakan oleh Khanza dan anak-anak nya.
setelah menemukan laki-laki itu satria pun berinisiatif untuk melamar pekerjaan di perusahaan di mana laki-laki itu juga bekerja dan setelah diterima, satria mulai membalas dendam dan mengatur rencana licik nyaa.
jangan lupa like dan komen....
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...