Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arga
Kecewa dan marah karena merasa di bohongi. Sudah Arga rasakan sejak kepergian sang daddy dan kakak nya
Dimana janji mereka dulu untuk menemui nya lagi. Sampai saat ini,sampai Arga dewasa mereka tidak menemui nya sama sekali.
Arga kecewa, apalagi dengan sang kakak yang sudah berjanji pada nya. Jika arga tau bahwa janji yang terucap hanya sebuah omong kosong,arga takkan berharap mereka menemui nya.
Hidup di penuhi harta serta kasih sayang dari seluruh keluarga nya tidak membuat arga bahagia. Ia merasa kurang karena tak ada sang daddy dan kakak nya. Hidup nya benar-benar hampa.
" Mommy...!" Ucap Arga
arga yang baru saja pulang dengan pakaian yang sudah tidak rapi seperti tadi pagi. Memakai kemeja pendek berwarna putih tulang dengan dua kancing yang sengaja di buka dan lengan pendek yang tergulung sedikit hingga membuat bertambah pendek.
arga langsung berjalan menuju mommy nya yang sedang menikmati camilan dengan membaca majalah di ruang makan.
Dengan langkah besar dan wajah yang sulit di artikan namun terlihat jelas bahwa ia menahan rasa marah.
" Mommy...!" ucap Arga
Membuat nyonya Mira tersentak kaget mendengar panggilan arga yang terdengar sangat tidak santai. Ia menaruh majalah di meja dan menatap kesal sang anak.
" Kenapa sayang nya mommy" jawab nyonya mira menaruh majalah di meja dan menatap kesal sang anak.
tatapan nya melembut ketika melihat Arga yang terlihat marah. Anak itu dalam mood yang tidak baik,jadi lebih baik tidak menambahi masalah.
arga mendudukkan diri dengan kasar di depan mommy nya. Dengan perasaan kesal arga mulai membuka percakapan.
" Sebenarnya di mana mereka...?!" tanya arga
Nyonya Mira menyatukan kening nya. Mereka? Siapa yang arga maksud. Ada apa dengan anak itu yang baru saja pulang dan marah-marah tidak jelas.
" Mereka?... Siapa yang kamu maksud hm...?" tanya nyonya mira benar-benar terlihat sabar menghadapi sikap anak nya itu.
" Ck,jelas saja daddy dan kakak ku!... Di mana mereka mom...!?" tanya arga menatap kesal mommy nya. Dalam hati ia terus menggerutu kesal.
Nyonya Mira menghela nafas panjang.
arga datang padanya dengan keadaan marah, dan kemudian bertanya seperti itu. Ada apa dengan anak nya?.
" Mommy juga tidak tau mereka di mana baby..." jawab nyonya mira
" Lalu kenapa mereka tidak pernah menemui ku...!" ucap Arga bertanya lagi dengan nada yang tidak mengenakkan.
" Sudah mommy bilang bahwa janji yang mereka katakan hanya omong kosong..." ucap nyonya mira
" Ck....aku tidak butuh jawaban mommy tentang itu...!" ucap Arga masih terlihat sangat kesal.
" Lalu mommy harus bagaimana sayang..." ucap nyonya mira berusaha tetap sabar.
" Dan kenapa kau pulang dengan keadaan marah dan langsung menanyakan mereka...?" ucap lagi nyonya mira
" Aku melihat teman-teman di jemput daddy mereka...!" ucap Arga selalu merasa marah melihat kelengkapan keluarga
marah melihat kelengkapan keluarga orang lain.
" Itu tidak terlalu penting untuk mu,kau punya segala nya... Sekarang bersihkan tubuh mu,kau terlihat begitu berantakan..." ucap nyonya mira
" Ck..." ucap Arga sembari menatap malas sang mommy
Dengan perasaan kesal, arga langsung menuju kamar nya. Selalu saja seperti itu jika ia membahas daddy dan kakak nya. Mommy nya selalu saja mengalihkan pembicaraan.
Nyonya Mira hanya bisa menghela nafas lelah menghadapi sikap arga yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
Atas kasih sayang yang keluarga nya berikan membuat arga menjadi anak yang manja. Hingga selalu berbuat seenaknya.
Kenakalan yang arga lakukan pun berkali-kali terjadi. Di mulai dari arga masih sekolah dulu pasti selalu bermasalah dengan teman nya.
arga selalu saja menggunakan kekuasaan dan uang yang di miliki untuk melakukan hal yang dia mau. Hampir semua orang tidak berani melawan Arga karna Arga merupakan anak dari pengusaha sukses di dunia.
#
Hana termenung di balkon dan mengingat kejadian tadi sore. Tangannya mengusap sebuah bingkai foto yang terdapat foto dua anak kecil laki laki dan perempuan saling bergandeng tangan dengan senyum lebar penuh kebahagiaan.
Salah satunya adalah Hana dan teman laki lakinya yaitu teman kecil nya dulu sekaligus cinta pertama nya dulu. Anak laki-laki yang ada di foto itu sangat berarti bagi Hana.
Hana mengingat dulu nya dia pernah terluka di bagian kepala nya hingga mengakibatkan kehilangan banyak darah. Tapi temannya itulah yang mendonorkan darah untuk Hana.
Pada saat itu Hana di titipkan oleh orang tua nya bersama teman nya karna orang tua nya akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
ayah nya berkata bahwa orang yang akan di jodohkan dengan nya adalah teman kecil nya itu. Hana senang dan juga sedih.
Karena bagaimanapun ia memiliki arka yang selalu menemani hari-hari nya. Namun di sisi lain, Hana sangat menantikan dan merindukan
kehadiran teman kecil nya. Rasa cinta pada cinta pertama nya sampai sekarang masih ada.
"Aku sangat menantikan mu sejak dulu,dan kita juga akan segera bertemu... Aku sedih karena di saat kau kembali,ada seseorang yang juga spesial di hati ku..." ucap hana
hana mengelus foto itu dengan senyuman sendu. Menatap wajah bahagia mereka dulu,masih dengan kepolosan yang ada. Mata bulat dan tajam yang selalu ia rindukan.
"Apa ini jalan takdir kita... Apakah jodoh ku adalah kamu,lalu bagaimana dengan arka..." ucap hana
"Aku mencintaimu... Dan aku juga mencintai kekasih ku..." ucap Hana lagi
#
Arka hanya bisa menatap foto kecil nya bersama sang adik. Ia mengelus foto itu sembari tersenyum sendu. Mata nya terlihat jelas bahwa gadis ini berupaya menahan segala kesedihan dan kerinduan nya.
" Maaf... Kakak mengingkari janji..." ucap arka
Sangat ingin menemui adik nya sadari dulu seperti janji yang diri nya katakan. Namun ia sudah terlalu nyaman hidup seperti ini,dan kembali ke mansion itu hanya membuat rasa nyaman itu hilang.
Arka berpikir dengan ia tidak menemui arga,kalau bisa untuk selama nya mungkin Arga akan melupakan nya.
arka lebih baik seperti itu di banding jika sudah bertemu dengan sang adik dan berkali-kali tinggal di mansion yang menurut nya adalah sebuah tempat keegoisan.
Menurut arka,di sana hanyalah tempat orang-orang egois. Yang hanya memikirkan diri sendiri. arka sudah nyaman jauh dari mereka.
daddy Kenzo menatap sedih punggung rapuh anak nya. Punggung yang mungkin menyimpan banyak beban yang tidak pernah anak nya sampaikan.
Dulu ia tidak pernah berpikir akan membawa salah satu anak nya. Daddy Kenzo akan membiarkan kedua anak nya bersama sang mantan istri. Karena dengan itu kehidupan mereka mungkin lebih baik.
Tapi tanpa di sangka,arka malah memilih bersama nya. Padahal Daddy Kenzo sendiri sangat tau bahwa
kedua saudara kembar itu tak bisa di pisahkan.
Tak bisa menampik semua, Daddy Kenzo begitu merindukan anak bungsu nya. Ia sangat ingin melihat bagaimana perkembangan si bungsu. Ingin
rasanya menemui,namun itu semua terasa sulit sekarang.
" Arga... Daddy dan kakak sangat merindukan mu..." ucap lirih Daddy Kenzo
Nyonya mira seketika merasa pusing setelah melihat hasil nilai anak nya
di bulan ini. Semakin hari tidak ada perubahan sama sekali.
Ia menatap arga yang sibuk menatap layar lebar di depan dengan stik game di tangannya,di sana menandakan bahwa si bungsu sedang memainkan play station.
" Baby..." ucap nyonya mira
" Hm..." jawab Arga hanya berdehem tanpa menatap ke arah sang mommy. Anak ini lupa semua jika sudah bermain game. Sesekali mengambil camilan dan menyuapkan ke mulutnya.
" arga..." ucap nyonya mira masih memanggil dengan nada lembut.
" Iya sebentar..." jawab Arga masih belum serius menanggapi. Masih fokus pada televisi yang menampilkan game yang di mainkan nya.
Nyonya mira melihat itu merasa geram dan berusaha menahan agar tidak meninggikan suara nya pada sang anak.
" Arga Mishima dengarkan mommy mu...!" ucap nyonya mira dengan ucapan penuh penekanan sang mommy, membuat arga menoleh dengan wajah kesal. arga juga melihat bahwa sang mommy juga sedang kesal.
" Ada apa mom..." jawab Arga. Anak itu bertanya dengan ekspresi polos nya.
" Kau terlihat begitu santai huh!...Lihat mommy mu yang merasa khawatir dengan nilai mu ini..." ucap nyonya mira memperlihatkan berkas nilai itu pada sang anak.
" Oh... Tidak ada yang perlu di khawatirkan mom..." jawab Arga hanya menatap berkas itu sekilas.
Nyonya mira memejamkan mata nya,anak nya ini memang selalu saja menguras emosi.
" arga serius lah dalam pendidikan... Mommy tidak menuntut mu banyak,tapi tolong serius untuk masa depan mu..." ucap nyonya mira
arga membanting kasar stik game nya ke sebelah nya. Ia menatap sang mommy kesal, terlihat jelas kedua alis anak itu yang menyatu.
" Aku serius... Aku sudah pintar,hanya saja aku terlalu malas mengerjakan tugas..." jawab Arga yang kesal
" Ck seperti nya uang yang ku berikan pada dosen-dosen itu kurang..." lanjut Arga dalam hati.
arga memang pintar dan memahami dengan cepat seluruh pembelajaran,tapi sangat jarang mengerjakan tugas dan lebih memilih untuk bermain atau melakukan hobi nya.
" Serius lah mulai sekarang...!" Ucap nyonya mira dengan tegas yang hanya di angguki malas oleh Arga
" arga... Mommy ingin mengatakan sesuatu..." ucap nyonya mira
Dengan malas arga kembali menatap sang mommy dan hanya menganggukkan kepala. Anak ini hanya perlu nasihat untuk kembali benar,dan lebih teratur.
" Bagaimana kalau kau mommy nikahkan kamu ..." ucap nyonya mira