Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.
namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.
shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.
kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.
terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.
𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 04
Kenan terus menangis karena lapar, dari tadi minta di buatin susu tapi tidak di gubris oleh mona kekasih gibran. Ternyata gibran sebelum ke rumah hutan menjemput pacar nya dan membawa nya untuk ikut... Orang tua mona sudah jadi zombie.
Satu lagi bernama tiara, gadis 12 tahun yang gibran temukan di jalan karena kasihan gibran pun membawa nya.
"Kak mona udah ya pijit nya, aku mau buatkan kenan susu" kata tiara.
"Biarin aja dia menangis tiara, lanjut aja pijit gue. Badan gue pegal-pegal semua" ketus mona.
Kemana shila dan kenapa meninggalkan adiknya di rumah.. Shila dan gibran lagi memantau keadaan luar dari atas pohon tempat shila biasa membunuh para zombie.
"Lo harus secepatnya bawa pacar lo itu pergi dari sini gibran.. Gue tidak mau menampung orang sombong seperti dia itu" ucap shila.
Flashback off.
Ting tong!!
Gibran sampai di depan gerbang rumah shila, shila yang mendengar bunyi bel langsung melihat cctv dan melihat gibran melambaikan tangan lewat cctv.
Shila pun keluar dari rumah sambil menggendong adiknya.
Ceklek..
"Kalian siapa?? Dari mana tahu kalau ada rumah di sini" tanya shila.
"Gue gibran anak nya bunda Ningrum.. Bunda yang nyuruh gue kesini" kata gibran.
"Bisa gak ngomong nya di dalam saja, gue capek mau istirahat" ketus mona.
"Silahkan masuk" suruh shila.
"Hai kak, aku tiara" tiara memperkenalkan diri dan salim sama shila.
"Gue shila dan ini adik gue kenan" jawab shila.
Shila mempersilahkan mereka duduk dan menyiapkan makanan dan minuman. Shila bisa lihat dari muka mereka kalau ke tiga orang itu kelaparan.
Setelah makan shila menyuruh mereka istirahat diruang depan berhubung kamar cuma ada satu. Shila kasih bantal dan selimut juga.
Tengah malam, kenan tiba-tiba nangis dengan sangat kenceng nya. Tumben sekali malam ini dia menangis mungkin dia kangen dengan orang tuanya.
"Adek kenapa sih, udah ya kan ada kakak" shila menggendong adiknya.
Karena tangisan kenan mona terbangun.
"Bisa gak sih suruh adik lo itu diam, berisik sekali.. Kalau dia tidak bisa diam!! Lempar saja keluar biar di makan sama zombie" omel mona.
"Kamu gak boleh seperti itu sayang.namanya juga anak kecil" tegur gibran.
"Tapi aku tidak bisa tidur sayang".
Gibran mencoba menggendong kenan dan memenangkan nya. Alhamdulillah kenan langsung diam di gendong gibran.
Plak.
Shila menampar mona karena marah, dengan gampang nya gadis itu menyuruh shila membuang adiknya keluar.
" lo nampar gue" marah mona.
"Bila perlu gue bunuh lo,, enteng banget ucapan lo mau jadikan adik gue santapan para zombie".
" gue kasih lo solusi dari pada lo repot ngurus dia".
"Gue sama sekali tidak repot.. Lo harus tahu diri mona. Lo cuma numpang di sini" marah shila.
Dari awal pertemuan mereka tidak pernah akur. Mona ingin selalu berkuasa di rumah itu padahal dia cuma numpang.
Tiap hari dia selalu bikin keributan karena shila selalu melarang nya menyentuh barang-barang yang ada di sana.
Shila curiga mona punya niat jahat kepada dirinya dan yang lainya.. Dari kedatangan mereka malam itu.
Flashback off.
Shila mendengar tangisan adiknya, dia pun langsung ingin turun dari atas pohon.
"Gibran ayok kita turun, kenan menangis" ajak shila.
"Ayok shila" mereka pun turun.
Sampai dalam shila langsung menghampiri adiknya dan menggendong nya.
"Adek kenapa nangis".
"Maaf kak shila, kenan tadi minta di buatin susu, dia haus tapi kak mona melarang aku membuatkannya dan menyuruh aku lanjut memijit nya" adu tiara.
"Ayok kita buat susu" shila langsung membawa adiknya menuju dapur.
Gibran sudah tidak tahan dengan sikap kurang ajar pacar nya itu. Dia tidak tahu berterima kasih..
"Tiara berhenti pijit mona. Kamu bukan pembantu nya" suruh gibran.
"Ihh sayang aku masih pegel tahu" rengek mona.
"Kamu benar-benar tidak tahu malu mona. Bisa gak hargai shila. Dia sudah berbaik hati membiarkan kita tinggal di sini tapi kenapa sikapmu seperti ini sih" gibran memarahi mona..
"Kamu marahin aku karena shila. Kamu jahatnya gibran" mona keluar dari rumah.
Gibran tidak mengejarnya, dia memilih pergi ke belakang untuk menenangkan pikiran nya..
*********
Gibran keluar untuk mengajak mona makan siang tapi dia mendengar kan pembicaraan mona lewat hpnya dan menemukan fakta yang bikin gibran marah besar dan kecewa.
"Sabar dong mah, mona lagi cari waktu yang tempat untuk bikin mereka semua jadi santapan para zombie itu" kata mona.
"Kamu bawa kan obat tidur yang papa kasih itu" tanya sang mama.
"Ya mah aku bawa kok.. Kalian tenang aja, aku pasti kasih mereka obat tidur itu dan setelah tidur nyenyak mona akan bawa mereka keluar dari rumah ini satu persatu".
"Termasuk gibran juga".
"Ya lah.. Kan mona tidak pernah beneran cinta sama dia.. Mona cuma main-main saja".
"Jangan lama-lama ya sayang, di kota sudah tidak aman, bahan makanan untuk kami pun sudah menipis".
"Papa tenang aja, rumah ini sebentar lagi jadi milik kita dan kita akan hidup aman di sini" ujar mona.
Mona terus bicara sama kedua orang tuanya.. Ternyata orang tua mona tidak jadi zombie, itu semua cuma kebohongan yang mona dan keluarga telah rencana kan.
Orang tua mona mendengar kan pembicaraan Ningrum dengan gibran tadi sore sebelum Ningrum di bunuh karena mereka bertetanggaan.
Orang tua mona pun langsung bikin rencana dengan pura-pura jadi zombie supaya mona ikut gibran dan setelah di sana mona akan buat gibran dan pemilik rumah itu jadi santapan zombie dan mereka akan menyusul mona kesana.
"Sial ternyata gue di bohongin oleh mona. Orang tua tidak jadi zombie dan malah berniat menjadi kan kami santapan zombie supaya dia dan orang tuanya tinggal di sini" gibran tidak jadi menemui mona, malah masuk ke dalam rumah kembali.
Mona gibran?? Kok gak ikut masuk" tanya shila.
"Maafin gue shila".
"Untuk apa lo minta maaf".
" karena membawa mona ke sini.. Ternyata selama ini gue tertipu. Orang tuanya sebenarnya tidak jadi zombie " gibran menceritakan apa yang dia denger tadi.
"Jujur dari awal kalian datang gue udah curiga kok apa lagi orang tua gue berpesan supaya jangan percaya sama siapapun".
" apa kakak juga tidak percaya sama aku" kata tiara.
"Kakak percaya kok sama tiara dan kakak yakin tiara orang baik" shila tahu tiara anak yang tulus.
"Kalau gue" tunjuk gibran pada dirinya sendiri.
"Belum sepenuhnya sih karena lo belum cerita apapun sama gua" ucap shila.
Gibran cemberut dengan perkataannya shila itu. Padahal dia bukan orang jahat.
"Sekarang keputusan ada di tangan lo. Terserah lo mau apain mona, masak lo tega ngorbanin kami bertiga demi pacar lo itu tapi lo juga akan di jadikan santapan zombie juga ya".
"Lo tenang aja, gue tahu apa yang harus gue lakukan" ucap gibran. Mereka pun melanjutkan makan siang nya tanpa kehadiran mona.
"Tunggu pembalasan gue wanita jahat" batin gibran.