NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.
Tapi plot twist-nya—
Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!
Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?
✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu
Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

Pagi hari berikutnya, Arlo bangun lebih awal dari biasanya. Ia segera berdiri dan bersiap pergi ke kampus, namun langkahnya mendadak terhenti.

Baru saat itu ia teringat...

Hari ini ia tidak memiliki jadwal mengajar.

Tubuh Arlo yang semula sigap langsung kehilangan semangat. Bahunya sedikit turun. Hari ini berarti… ia tidak bisa bertemu Zoya.

Ia berjalan menuju kamar mandi dengan langkah pelan. Namun baru beberapa langkah, pikirannya tiba-tiba teringat pada soal yang ia kirimkan kepada Zoya semalam.

Arlo langsung berbalik mengambil ponselnya di atas meja samping tempat tidur.

Dengan cepat ia membuka ruang obrolan mereka lalu mengetik:

> Bagaimana tugasmu? Apakah ada tempatmu kesulitan?

Jarinya nyaris menekan tombol kirim.

Namun saat melihat jam di layar...baru pukul setengah tujuh pagi, alis Arlo langsung berkerut.

Terlalu pagi.

Ia menatap pesan itu beberapa detik sebelum akhirnya menghapus semuanya perlahan. Dengan kesal, Arlo melempar ponselnya ke atas kasur. Ia mengusap rambutnya ke belakang dengan frustrasi.

Belakangan ini dirinya benar-benar aneh.

Gelisah.

Ragu-ragu.

Dan selalu memikirkan Zoya tanpa alasan yang jelas.

Sementara itu, di apartemen lain, orang yang memenuhi pikirannya justru masih tertidur pulas.

Zoya sama sekali tidak tahu bahwa ada seseorang yang memikirkannya hampir sepanjang malam.

Ia baru bangun secara alami sekitar pukul delapan lewat. Rambutnya masih sedikit berantakan ketika ia meraih ponselnya dengan malas.

Sebuah pesan langsung menarik perhatiannya.

Pengirimnya: Arlo.

Mata Zoya langsung membesar.

“Pagi sekali…?”

Ia membuka pesan itu dengan cepat.

Isi pesannya adalah pertanyaan apakah ia mengalami kesulitan mengerjakan soal yang diberikan kemarin. Di akhir pesan, Arlo juga mengatakan bahwa hari ini ia memiliki waktu luang dan bisa menjelaskan soal tersebut jika diperlukan.

Zoya membeku beberapa detik.

Lalu...

“ASTAGA!”

Ia langsung terduduk tegak di atas tempat tidur.

Baru sekarang ia teringat bahwa semalam ia sama sekali belum menyentuh soal itu!

Gara-gara percakapannya dengan Jaiden tentang pertunangan, suasana hatinya jadi kacau. Setelah pulang, ia bahkan tidak punya mood melakukan apa pun selain memaksa Necki bermain game bersamanya sampai larut malam.

Zoya buru-buru melihat waktu pesan dikirim.

Untungnya baru beberapa menit yang lalu.

Ia menghela napas lega.

“Syukurlah…”

Dengan panik, Zoya langsung berlari menuju kamar mandi. Ia mandi secepat kilat bahkan belum sempat sarapan. Setelah itu ia duduk di meja belajar sambil mengerjakan soal dengan ekspresi serius.

Sekitar satu jam kemudian, Zoya akhirnya menjatuhkan pulpen dengan napas lega.

Ia segera membalas pesan Arlo:

> Maaf Profesor Arlo, tadi saya sedang memasak jadi baru melihat pesan.

>Saya tidak ada kegiatan hari ini. Kapan Profesor ada waktu luang?

Pesannya hampir langsung dibalas.

Cepat sekali.

Zoya berkedip heran.

Arlo mengatakan bahwa ia bisa datang sekarang. Ia juga menyebutkan bahwa hari ini ia membeli ikan dan bertanya apakah Zoya bersedia memasaknya untuk makan siang nanti.

Melihat itu, sudut bibir Zoya langsung terangkat manis.

Ia segera membalas setuju.

Setelah itu, Zoya buru-buru berdandan. Saat hampir keluar kamar, ia tiba-tiba teringat sesuatu.

Masih ada Necki di apartemen ini.

Hari ini ia akan bersama Arlo. Tentu saja ia tidak ingin ada “orang ketiga” yang mengganggu suasana.

Tanpa ragu, Zoya langsung mengetuk pintu kamar Necki.

“Necki! Bangun!”

Dari dalam terdengar suara lemah penuh kantuk.

“Kenapa lagi…”

Zoya langsung berkata cepat:

“Bawa BenBen ke dokter hewan hari ini. Sudah waktunya vaksin dan vitaminnya.”

Necki yang baru bangun tidur menatap kosong ke arah pintu.

“…Hah?”

Namun sebelum ia sempat protes, Zoya sudah pergi lagi dengan langkah ringan dan suasana hati yang sangat baik.

Necki memandang pintu kamar yang tertutup sambil memeluk bantal dengan pasrah.

Necki merasa ia adalah asisten yang paling menyedihkan di dunia..

Tak lama setelah Necki pergi membawa BenBen, Arlo tiba di apartemen Zoya sambil membawa beberapa kantong plastik berisi bahan makanan. Karena tidak bisa masuk, ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Zoya bahwa dirinya sudah berada di bawah, memintanya turun untuk membawanya masuk.

Begitu melihat pesan itu, Zoya segera berlari kecil keluar untuk menjemputnya. Saat pintu lift terbuka, sosok Arlo langsung terlihat berdiri dengan kemeja abu-abu gelap dan celana hitam sederhana. Di kedua tangannya tergantung beberapa kantong belanja.

Rambut Arlo tampak sedikit lebih berantakan dibanding biasanya saat di kampus. Namun justru itu membuat kesan dingin dan kaku pada dirinya terlihat lebih lembut.

Begitu melihat Zoya muncul, tatapan Arlo yang semula datar perlahan melunak.

“Kamu sudah makan pagi?” tanyanya pelan sambil melangkah keluar dari lift.

Zoya mengangguk asal.

“Sudah.”

Padahal sebenarnya ia hanya sempat minum susu dan makan roti tadi pagi.

Tatapan Arlo turun ke wajah Zoya beberapa detik sebelum ia mengangguk kecil.

“Aku membawa ikan dan beberapa sayur.”

Zoya melirik kantong plastik yang menggembung itu, lalu melangkah mendekat sambil mengulurkan tangan.

“Biar saya bantu bawa sebagian.”

Melihat gerakan itu, Arlo hampir refleks menarik tangannya sedikit ke belakang.

“Tidak perlu,” katanya cepat.

Zoya berkedip pelan.

Arlo sendiri tampak sedikit kaku setelah mengatakan itu. Ia menunduk menatap kantong plastik di tangannya sebelum menambahkan dengan suara lebih pelan,

“Ini berat.”

Padahal jelas-jelas kantong itu terlihat tidak terlalu berat.

Zoya menatap Arlo beberapa saat sebelum sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Baiklah. Ayo masuk.”

Mereka berjalan menuju lift, setelah zoya menggunakan kartu aksesnya.

Begitu pintu apartemen terbuka, Zoya meminta Arlo menaruh bahan makanan di meja dapur sebelum ia menuju sofa tempat buku dan tugasnya berada.

Cahaya matahari masuk melalui jendela besar ruang tamu, menerangi meja kecil yang dipenuhi buku matematika, laptop, dan beberapa lembar kertas penuh coretan rumus.

Arlo duduk di sofa sambil memangku laptopnya, sementara Zoya duduk di karpet dekat meja dengan pensil berbentuk burung hantu di tangannya. Sesekali wanita itu mengernyit kecil sambil menatap rumus di buku catatannya.

“Bagian ini salah,” ujar Arlo tenang.

Ia mengambil pulpen lalu menuliskan langkah perhitungan baru di kertas kosong.

“Kalau memakai cara sebelumnya, hasil akhirnya tidak akan konsisten,” lanjutnya.

Zoya langsung mendekat untuk melihat tulisan itu lebih jelas. Bahunya nyaris menyentuh lengan Arlo, membuat pria itu berhenti bicara sepersekian detik.

Namun Zoya sama sekali tidak menyadarinya.

Wanita itu terlalu fokus membaca penjelasannya.

“Jadi titik minimumnya di sini?” tanyanya sambil menunjuk salah satu bagian.

Arlo menoleh.

Namun tatapannya justru lebih dulu jatuh pada wajah Zoya yang berada sangat dekat dengannya.

Rambut panjang wanita itu terurai lembut dengan aroma mawar yang samar, sementara pakaian santai berwarna hijau mint yang dikenakannya membuat kesan hangat dan nyaman. Baru kali ini Arlo melihat wajah Zoya dari jarak sedekat ini.

Dan baru kali ini juga ia benar-benar menyadari…

Bahwa betapa cantiknya gadis ini.

1
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!