NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Kapal terbang raksasa milik Sekte Pedang Langit itu meluncur membelah ombak hitam. Semakin jauh mereka berlayar meninggalkan pesisir Kota Pelabuhan Ujung Darah, cahaya matahari semakin meredup, digantikan oleh kabut hitam pekat yang menggantung rendah layaknya tirai duka.

Suhu udara anjlok drastis. Permukaan air laut di sekitar lambung kapal tidak lagi memantulkan cahaya, melainkan terlihat seperti genangan tinta kental yang menyerap segala bentuk kehidupan.

Di atas geladak buritan, Zhao Xuan berdiri tenang dengan tangan di dalam saku jubah tempurnya. Matanya yang gelap menatap lurus menembus kabut. Di sebelahnya, Long Chen berdiri tegap, memanggul pilar hitamnya dengan ekspresi waspada namun penuh semangat.

"Kabut ini terasa berbeda, Zhao Xuan," gumam Long Chen, suaranya berat dan serius. Ia tidak lagi memancarkan kebuasan yang tak terkendali, melainkan ketenangan seorang prajurit veteran yang berdiri di samping sahabat sekaligus rajanya. "Ini bukan sekadar uap air beracun. Ada hukum ruang yang melengkung di setiap lapisannya."

Zhao Xuan mengangguk pelan. "Firasat fisikmu semakin tajam, Long Chen. Tempat ini menolak hukum alam dari Benua Tianyun."

Tiba-tiba, dari kedalaman laut yang segelap tinta itu, terdengar sebuah senandung.

Huuu... aaaa... huuu...

Nyanyian itu luar biasa merdu, terdengar seperti paduan suara jutaan bidadari yang berbisik langsung ke dalam Lautan Kesadaran. Nadanya begitu melenakan, membawa ilusi tentang kedamaian abadi dan istirahat dari segala penderitaan dunia kultivasi.

Namun, di balik melodi surgawi itu, tersembunyi racun jiwa yang luar biasa mematikan.

"A-Apa ini... suaranya sangat indah..." gumam salah satu murid Sekte Pedang Langit yang sedang bertugas menjaga formasi layar. Pedangnya terlepas dari genggaman. Matanya berubah kosong, lalu tubuhnya ambruk ke lantai geladak, tertidur dengan senyum damai yang mengerikan.

Bruk! Bruk! Bruk!

Hanya dalam hitungan tiga tarikan napas, ratusan murid fana di atas kapal raksasa itu berjatuhan layaknya daun layu. Mereka semua tertidur lelap dalam ilusi absolut, napas mereka semakin melemah saat energi kehidupan mereka perlahan tersedot oleh nyanyian tersebut.

Long Chen mengerutkan kening, mengibaskan kepalanya kasar. "Cih, ilusi penidur jiwa? Suara ini hanya membuat telingaku gatal!" Long Chen mengalirkan Qi naga ke Lautan Kesadarannya, menghancurkan frekuensi nyanyian itu sebelum sempat menembus mentalnya.

Zhao Xuan bahkan tidak perlu bergerak. Niat Ketiadaan di sekeliling tubuhnya secara otomatis melahap gelombang suara itu hingga tak bersisa.

Namun, di sudut geladak, Su Qingxue jatuh berlutut. Gadis itu memegangi kepalanya sambil mengerang kesakitan. Kultivasi Core Formation Puncak-nya tidak cukup kuat untuk menahan ilusi tingkat tinggi tersebut.

"Buka matamu, Su Qingxue!" titah Zhao Xuan dengan nada dingin yang dilapisi sedikit Tirani Asura, langsung menghantam Lautan Kesadaran gadis itu untuk membangunkannya. "Gunakan konstitusimu. Buktikan padaku bahwa kau berguna di kapal ini."

Su Qingxue tersentak bangun. Menggigit bibirnya hingga berdarah untuk mempertahankan kesadaran, ia memanggil seluruh kekuatan silsilah darahnya.

"Konstitusi Teratai Kematian: Mata Penembus!"

Dua kelopak teratai layu berwarna abu-abu muncul di kedalaman pupil Su Qingxue. Seketika, pandangan gadis itu menembus kabut hitam dan melesat jauh ke dasar lautan.

Saat ia melihat apa yang tersembunyi di bawah kapal mereka, wajah Su Qingxue berubah sepucat mayat. Tubuhnya bergetar hebat.

"T-Tuan Zhao! Long Chen!" seru Su Qingxue dengan suara bergetar, menunjuk ke arah air laut yang bergolak. "I-Ini bukan dasar laut! Lautan Kematian ini... ini adalah sebuah portal dimensi raksasa!"

Zhao Xuan menyipitkan matanya. "Jelaskan."

"Kabut hitam dan air laut ini hanyalah kamuflase formasi ruang!" jelas Su Qingxue dengan napas memburu, matanya masih memancarkan cahaya abu-abu. "Di bawah kita, terdapat sebuah robekan dunia yang sangat luas. Ini adalah Dunia Siluman Kuno! Tempat itu... tempat itu bukan sekadar sarang monster liar. Mereka memiliki peradaban!"

Su Qingxue menceritakan apa yang dilihat oleh Mata Teratai Kematiannya. Di balik portal lautan ini, terbentang benua bawah tanah yang tak berujung. Ada struktur negara kultivasi yang sangat masif, lengkap dengan kota-kota kuno, kabupaten yang dipenuhi kabut kabut, hingga provinsi raksasa yang dikuasai oleh berbagai faksi.

"Mereka bukan siluman biasa," lanjut gadis itu, keringat dingin membasahi dahinya. "Dunia mereka dipimpin oleh hierarki yang sangat ketat. Ada prajurit siluman, Jenderal Siluman yang memimpin jutaan pasukan, Panglima Siluman yang setara dengan leluhur tertinggi kita, dan di puncak rantai makanan mereka... berdiri para Kaisar Siluman!"

Mendengar penjelasan itu, Long Chen bersiul pelan, matanya berkilat oleh Niat Bertarung yang mulai tersulut. "Sebuah dunia utuh di bawah lautan fana? Pantas saja energi di tempat ini sangat kacau. Sepertinya kita baru saja menemukan medan perang yang sangat luas, Zhao Xuan."

Zhao Xuan tidak menjawab, namun senyum tiran perlahan terbentuk di bibirnya. Sebuah dunia tersembunyi yang memiliki negara, Jenderal, dan Kaisar. Ini berarti Tujuh Penghancur Surga yang menyusup ke tempat ini juga harus berhadapan dengan penguasa lokal, atau... mereka telah bekerja sama.

"Lalu, dari mana sumber nyanyian murahan ini berasal?" tanya Zhao Xuan datar.

Su Qingxue menatap tajam ke arah pusaran air yang mulai terbentuk di depan haluan kapal. "Itu bukan monster liar, Tuan! Nyanyian ini berasal dari formasi perang ilusi milik pasukan patroli siluman! Kapal kita telah melewati batas perbatasan dimensi mereka. Salah satu Jenderal Siluman perbatasan telah menyadari kehadiran kita dan mengirim pasukan Kuno untuk menidurkan kita, berniat menarik kapal ini ke dalam pusaran ruang mereka untuk dijadikan mangsa!"

BLUBUB... BLUBUB...

Permukaan air di depan kapal mulai bergejolak ganas. Dari dalam pusaran hitam itu, puluhan tentakel raksasa yang dilapisi sisik sekeras baja dan memancarkan Qi ranah Soul Transformation Awal melesat keluar, melilit lambung kapal Sekte Pedang Langit dengan brutal!

Kayu besi seribu tahun berderit keras, nyaris patah di bawah tekanan tentakel-tentakel tersebut. Di bawah pusaran air, siluet-siluet prajurit siluman dengan mata merah menyala mulai terlihat mengambang, bernyanyi dengan nada yang semakin mematikan.

"Mereka mencoba menyeret kapal ini jatuh ke dalam portal!" jerit Su Qingxue panik, memegangi tiang kapal agar tidak terjatuh akibat guncangan dahsyat.

Zhao Xuan menatap tentakel raksasa yang melilit kapalnya. Alih-alih marah, sang Asura justru terkekeh pelan. Kebosanannya akhirnya sedikit terobati.

"Mereka ingin menyeret kita ke dunia mereka?" gumam Zhao Xuan, melangkah perlahan ke ujung geladak haluan. Ia mengangkat tangan kanannya, memanggil dua bilah Belati Kembar Jiwa yang langsung memancarkan cahaya perak spasial yang menyilaukan.

"Kita memang bermaksud turun ke sana," ucap Zhao Xuan dingin, matanya berubah menjadi hitam legam sepenuhnya. "Tapi seorang tiran tidak pernah masuk melalui pintu yang dibukakan oleh musuh. Kita akan mendobrak masuk dengan cara kita sendiri."

Zhao Xuan menoleh ke arah sahabat raksasanya. "Long Chen! Hancurkan tentakel cacing-cacing itu! Kita akan memaksa pusaran portal ini terbuka lebih lebar!"

"HAHAHAHA! SEKARANG KITA BERBICARA!" raung Long Chen.

Raksasa perunggu itu melesat ke udara, menggenggam pilar hitamnya dengan kedua tangan. Aura naga dan kekuatan fisik murninya meledak tanpa disembunyikan lagi.

"Mati kalian, cacing laut!"

Long Chen menghantamkan pilarnya langsung ke arah tentakel raksasa yang melilit kapal.

KABOOOOOOOM!

Darah hijau pekat menyembur ke udara. Tentakel sekeras baja itu hancur berkeping-keping di bawah kekuatan fisik murni Long Chen, diiringi jeritan kesakitan dari monster di bawah laut yang nyanyian ilusinya seketika terputus!

Di saat yang bersamaan, Zhao Xuan melesat ke ujung haluan. Zhao Xuan menyilangkan kedua belatinya, mengunci koordinat dimensi yang berada tepat di tengah pusaran air tersebut.

"Buka."

SRAAAAAAAAASH!

Dua sayatan ketiadaan berbentuk silang melesat dari belati Zhao Xuan, membelah lautan hitam dan memotong formasi ilusi pasukan siluman itu layaknya membelah kain tipis.

Robekan dimensi yang luar biasa masif terbuka di dasar pusaran, memperlihatkan langit abu-abu kemerahan dari Dunia Siluman Kuno di bawahnya!

Kapal raksasa yang telah terbebas dari tentakel itu kini menukik tajam, meluncur bebas ke dalam robekan dimensi yang diciptakan oleh Zhao Xuan.

1
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
sikatttty dan hsncurrrrksnnn sudahhhh
saniscara patriawuha.
gasss pollll pokokeee manggg...
saniscara patriawuha.
serappppp kabehhhhh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!