NovelToon NovelToon
Apakah Itu Kamu?

Apakah Itu Kamu?

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cerai / Selingkuh / Janda / Romansa / Berondong
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan Livia Winarti Samego, seorang wanita 30 tahun yang harus menerima nasib bahwa ia diduakan oleh suaminya, Attar Pangestu dengan wanita lain yang tidak bukan adalah Sheila Nandhita, teman baiknya. Livia harus berjuang seorang diri dalam perpisahannya dengan Attar hingga takdir mempertemukannya dengan Ayub Sangaji, seorang mahasiswa jurusan pendidikan olahraga di sebuah kampus yang tampan dan menggoda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Hotel Dan Rumah Sakit

Lobi hotel berbintang itu terasa begitu dingin dan asing bagi Livia. Ia baru saja hendak melangkah keluar untuk mencari udara segar ketika sosok yang paling ingin ia hindari berdiri mematung di dekat pintu putar. Attar Pangestu, dengan kemeja yang kusut dan gurat kelelahan yang nyata di wajahnya, menatap Livia dengan binar lega yang bercampur dengan rasa bersalah yang amat dalam.

"Livia..." suara Attar serak, seolah ia telah menghabiskan semalam suntuk untuk berteriak.

Livia tidak bergeming. Ia mengeratkan pegangannya pada tas tangannya, merasakan debaran jantung yang bukan lagi karena cinta, melainkan karena kemarahan yang membeku. "Bagaimana kamu bisa menemukanku?"

"Aku menghubungi setiap hotel di area ini, Liv. Aku tidak bisa tidur. Aku hampir gila memikirkanmu," Attar melangkah mendekat, mencoba meraih tangan istrinya, namun Livia mundur selangkah dengan gerakan yang begitu tegas.

"Jangan sentuh aku, Attar. Jarak ini sudah cukup dekat untuk kita bicara," suara Livia sedingin es di kutub.

Attar menghela napas panjang, matanya memerah. "Liv, tolong... Pulanglah. Kita bicarakan ini di rumah. Aku tahu aku salah. Aku sangat bodoh, aku khilaf. Sheila... dia hanya masa lalu yang salah jalan. Aku ingin memperbaiki semuanya."

Livia tertawa sumbang, sebuah tawa yang menyayat hati. "Khilaf? Satu tahun hubungan gelap, Attar. Itu bukan khilaf, itu rencana. Itu pengkhianatan yang kamu bangun batu demi batu sementara aku sibuk membangun kepercayaan di rumah kita."

"Aku akan putus dengannya! Aku sudah memblokir nomornya! Aku berjanji, Livia!" seru Attar penuh keputusasaan.

"Terlambat, Tar," Livia menatap mata suaminya dengan tatapan paling datar yang pernah ia miliki. "Rumah itu bukan lagi rumah bagiku. Itu hanya bangunan kosong penuh kenangan pahit. Segera setelah aku tenang, pengacaraku akan mengirimkan dokumen perceraian. Aku tidak ingin lagi menjadi bagian dari hidupmu atau sandiwara kotormu bersama Sheila."

Wajah Attar pucat pasi. "Cerai? Liv, kamu tidak serius. Pikirkan keluarga kita, pikirkan orang tua kita—"

"Orang tua kita?" potong Livia. "Kamu yang seharusnya memikirkan mereka sebelum kamu memutuskan untuk meniduri sahabatku!"

****

Tepat saat ketegangan itu memuncak, ponsel di saku celana Attar bergetar hebat. Ia sempat mengabaikannya, namun panggilan itu masuk berulang kali. Dengan tangan gemetar, Attar mengangkatnya.

"Halo, Pa?"

Wajah Attar yang semula memohon kini berubah menjadi ekspresi horor yang luar biasa. Tubuhnya limbung sesaat, ia memegangi pilar marmer di dekatnya. "Apa? Mama... Rumah sakit? Medika? Iya, Pa, aku ke sana sekarang!"

Livia yang semula ingin pergi, terhenti. Instingnya sebagai menantu yang selama ini menyayangi Rahmi bangkit. "Ada apa dengan Mama?"

Attar menatap Livia dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Mama pingsan, Liv. Kondisinya kritis. Papa bilang... Sheila datang ke rumah dan menceritakan semuanya. Mama syok."

Jantung Livia serasa berhenti berdetak. Amarahnya pada Attar seketika bercampur dengan rasa khawatir yang luar biasa pada ibu mertuanya. Sheila benar-benar iblis. Wanita itu tidak puas hanya menghancurkan rumah tangganya, ia juga ingin menghancurkan kesehatan orang tua mereka.

"Pergilah, Attar! Tunggu apa lagi? Cepat ke sana!" Livia setengah berteriak.

Attar tidak membuang waktu. Ia berlari menuju mobilnya dengan panik yang tak terbendung, meninggalkan Livia yang berdiri mematung di lobi hotel. Dunianya yang hancur kini menyeret orang-orang yang ia cintai ke jurang yang sama.

****

Di koridor Rumah Sakit Medika yang berbau tajam cairan antiseptik, suasana begitu mencekam. Hilman duduk di kursi tunggu dengan kepala tertunduk, tangannya menangkup wajah. Di dalam ruang UGD, para dokter sedang berjuang menstabilkan detak jantung Rahmi yang melemah.

Namun, di sudut lorong yang agak gelap, berdiri sesosok wanita yang tampak sangat kontras dengan suasana duka di sana. Sheila Nandhita. Ia berdiri bersandar di dinding, mengenakan kacamata hitam yang ia sangkutkan di kepala. Bibirnya yang dipoles lipstik merah menyala membentuk sebuah lengkungan tawa yang mengerikan.

Ia tidak mendekat ke arah Hilman. Ia hanya mengamati dari jauh, seolah sedang menonton sebuah pertunjukan teater yang sangat ia nikmati. Bagi Sheila, melihat kekacauan ini adalah bentuk validasi atas kekuatannya. Ia merasa menang karena telah berhasil membongkar topeng "keluarga bahagia" milik Attar dan Livia.

"Kasihan sekali," gumam Sheila pelan, nyaris berbisik. "Hanya karena sebuah kebenaran, mereka semua runtuh seperti kartu domino."

Ia sama sekali tidak merasa berdosa atas pingsannya Rahmi. Di matanya, Rahmi hanyalah penghalang lain yang harus disingkirkan jika ia ingin memiliki Attar sepenuhnya. Ia melihat Attar yang baru saja datang dengan berlari kencang, menabrak pintu kaca rumah sakit dengan napas tersengal.

Sheila tertawa kecil melihat kepanikan kekasih gelapnya itu. "Lari yang kencang, Attar. Setelah ini, hanya aku yang akan tersisa untukmu. Istrimu akan pergi, ibumu akan membencimu, dan kamu... kamu hanya akan punya aku."

Dari kejauhan, Sheila melihat Hilman berdiri dan langsung menampar wajah Attar begitu putranya itu sampai di depan ruang UGD. Suara tamparan itu menggema di lorong sepi. Sheila menutup mulutnya dengan tangan, bukan karena kaget, tapi untuk menyembunyikan tawa kemenangannya.

Drama ini baru saja dimulai, dan Sheila sudah menyiapkan babak selanjutnya yang lebih gelap.

****

Livia, yang masih di hotel, tidak bisa tenang. Ia meraih ponselnya, hendak menghubungi Ayub, namun ia urungkan. Ia merasa tidak enak terus melibatkan pemuda itu dalam masalahnya yang kotor. Namun, bayangan wajah Rahmi yang selalu lembut padanya terus menghantui.

Livia menyadari satu hal: pengkhianatan Attar adalah satu masalah, namun nyawa mertuanya adalah hal lain. Ia mengambil kunci mobilnya. Dengan tangan yang masih gemetar, ia memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit. Bukan untuk Attar, tapi untuk wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

Saat ia berjalan menuju parkiran, ia tidak sadar bahwa Ayub sedang berdiri di seberang jalan, baru saja kembali dari kampusnya untuk membawakan makan malam. Ayub melihat Livia masuk ke mobil dengan terburu-buru dan wajah yang pucat.

"Mbak Livia mau ke mana?" gumam Ayub cemas. Tanpa pikir panjang, Ayub memutuskan untuk mengikuti mobil Livia dengan motornya. Ia merasa ada sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi.

****

Bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman Attar, namun rasa sesak di dadanya jauh lebih menyakitkan. Di lorong VVIP Rumah Sakit Medika, waktu seolah membeku. Ayahnya, Hilman, berdiri dengan tubuh gemetar hebat. Wajah pria tua yang biasanya bijaksana itu kini merah padam, napasnya menderu seperti banteng yang terluka.

"Katakan padaku, Attar! Katakan bahwa wanita iblis itu berbohong!" suara Hilman menggelegar, memantul di dinding-dinding porselen putih yang dingin.

Attar hanya bisa menunduk. Bahunya merosot, ia tampak seperti pria kecil yang kehilangan seluruh harga dirinya. "Pa... aku... aku minta maaf..."

BRAK!

Satu hantaman keras dari tangan Hilman mendarat di rahang Attar, membuat pria berusia 33 tahun itu tersungkur menabrak deretan kursi besi. Attar tidak melawan. Ia hanya memegangi pipinya yang mulai membiru, merasakan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!