NovelToon NovelToon
Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: AbdulRizqi60

Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

72 jam dineraka

Di malam yang sunyi, nafas Samudra terdengar seperti gesekan daun kering—sebentar dan rapuh. Wajahnya adalah kanvas pucat yang dilukis oleh bayang-bayang kematian, dengan simpul-simpul energi gelap yang mengikat nadi-nadinya.

Datuk Ringgih tampak sangat fokus.. aura ketenangan memancar darinya. Ia tidak menggunakan alat tajam, melainkan kedua telapak tangannya yang menadah, menangkap sisa-sisa cahaya malam. Dengan suara lembut namun tegas, ia mulai merapalkan mantra atau ayat-ayat penyembuh, menciptakan getaran yang mengusir keheningan.

Kedua telapak tangan didekatkan ke mulut, ditiupkan napas kehidupan, lalu diusapkan perlahan ke dada dan area yang terasa sakit.

Sihir tersebut bekerja seperti air yang mengalir ke dalam tubuh. Energi sihir itu mulai mengurai simpul-simpul hitam yang menahan kehidupan. Rasanya seperti kehangatan yang menjalar, memaksa kegelapan keluar dari pori-pori kulit sebagai asap tipis yang kasat mata.

Mantra yang diucapkan bekerja seperti benang emas yang menjahit kembali jiwa dan raga yang hampir terpisah. Nadi yang tadi lemah, mulai berdetak lebih kuat, seirama dengan detak jantung penyembuh.

Saat energi penyembuhan mencapai puncaknya, tubuh Samudra terangkat sedikit, diselimuti cahaya putih kebiruan. Rasa sakit yang mematikan diubah menjadi kehangatan, seolah-olah seluruh tubuh diselimuti kain sutra yang hangat.

Napas yang tersengal menjadi teratur dan dalam. Pucat pasi di wajah berubah menjadi rona kehidupan. Mata yang tadi hampir tertutup, terbuka dengan tatapan jernih. Sihir penyembuhan Tirta Amerta telah memenangkan pertempuran melawan maut, mengembalikan jiwa yang hampir pergi kembali ke dunia.

Penyembuhan ini bukan sekadar hilangnya rasa sakit, namun juga mengorbankan nyawa penggunanya.

Setelah menyelesaikan ritual sihir Tirta Amerta tubuh Datuk Ringgih tumbang kebelakang, matanya perlahan menutup dengan wajah yang tenang seolah sudah tidak ada beban yang ia pikul.

Samudra bangkit dan berdiri tegap, luka-luka lebam ditubuhnya menghilang begitu pula luka sobekan kini menutup sempurna hanya menyisakan darah-darah kering.

"Kakek, aku tidak akan pernah melupakan jasamu. Aku berjanji suatu saat nanti akan aku berikan keadilan untukmu." Batin Samudra menatap dalam wajah Datuk Ringgih.

Sementara itu Mahesapati tampak mengesot menjauh penuh ketakutan..

"Si tua bangsat itu, benar benar bodoh!" Ucap Mahesapati dalam hatinya.

Ting!

Mahesapati melebarkan matanya, suasana disekitarnya kini bukan hutan namun langit dan seluruh lingkungannya berubah menjadi merah darah dengan awan tebal yang gelap.

Mahesapati melihat objek lainnya tampak dalam warna grayscale terbalik (hitam-putih yang kontras), memberikan kesan dunia yang tidak alami dan dingin.

Tidak hanya itu Mahesapati dalam keadaan terikat dikayu salib, tidak mampu bergerak sedikitpun.

Sementara didepannya Samudra berdiri dengan senyuman gilanya, "hixixixi... sudah tidak ada iblis dalam dirimu, sihir ilusi kini kembali berpengaruh. Rasakanlah rasa sakit itu, terimalah balas dendam dari 100 gadis yang kau renggut kesuciannya."

Sosok Samudra menghilang digantikan dengan dua wanita cantik yang tak lain adalah Lasmi dan Sari dengan tangan memegang parang.

Mereka berdua mendekati Mahesapati..

"Ja.. ja.. jangan...!!!!"

"Ini karena kau merenggut nyawaku!"

Crok!

Aarrrgghhh...!!!!

Lasmi menusukan parang keperut Mahesapati.

"Ini untuk kesucian yang kau renggut!"

Crok!

Sari juga menusukan parang keperut Mahesapati..

"Aaarrrgghh...!!!" Mahesapati hanya bisa berteriak kesakitan seberapa keras ia meronta ikatan tersebut terlalu kuat.

"I... ini hanya ilusi.." batin Mahesapati.

"Selama 72 jam kedepan, seratus gadis yang kau renggut kesuciannya akan menusukmu dengan parang secara terus menerus tanpa jeda...." suara Samudra tiba-tiba terdengar entah dari mana.

Bersamaan dengan itu muncul 98 lagi yang berdiri dibelakang Lasmi dan Sari.

Crok! Crok!

Dua gadis menusuk Mahesapati kemudian kembali menghilang digantikan dua gadis lainnya.

"Ak.. aku harus tenang, ini hanya ilusi..."

"Sebaiknya jangan bersikap optimis dan berpikir ini hanya ilusi... rasa sakit ini nyata." Ucapan Samudra kembali terdengar.

Mahesapati benar-benar merasa sangat tersiksa, kejadian tersebut berlangsung selama 72 jam tanpa henti, walau ia merasa sakit namun ia tidak bisa pingsan.

Didunia Nyata Samudra menatap tubuh Mahesapati yang awalnya kaku akhirnya lemas setelah merasakan sihir ilusi selama 72 jam. Ya! 72 jam yang dirasakan Mahesapati didunia ilusi hanya setara 3 menit didunia nyata.

Benar-benar metode penyiksaan yang sangat mengerikan.

"Sihir ilusi penyiksaan Atma Sunyata... sihir penyiksaan ini sangat tepat untuk menyiksa orang sepertimu. Dimana sihir ini memanipulasi otakmu untuk berpikir negatif. Sihir ini menipu otakmu untuk memerintahkan tubuhmu merasakan rasa sakit bagaikan ditusuk benda tajam selama 72 jam terus-menerus.. bagaimana rasanya?"

Mahesapati tidak bisa berkata-kata tubuhnya tampak sangat lemas dan dibanjiri keringat, efek sihir ilusi Atma Sunyata benar-benar merasuk kepikirannya dan membuatnya sangat tersiksa.

Samudra mendekati Mahesapati sambil membawa patahan pedang kubikiribocho.

"Selamat tinggal!" Ucap Samudra.

Praall...!!!

Samudra menebas leher Mahesapati tanpa keraguan, membuat kepala dan tubuh Mahesapati terpisah sekaligus merenggut nyawa Mahesapati.

Darah dari Mahesapati tampak membasahi bilah pedang kubikiribocho, tampak bilah pedang yang patah tersebut langsung beregenerasi dan menjadi pedang utuh.

"Ucapan Guru Bara Tunggal ternyata benar, pedang ini apabila patah dan terkena darah bilahnya akan beregenerasi dengan sendirinya." Batin Samudra.

Samudra menancapkan pedangnya ditanah dan menatap bulan purnama diatas, ia meresapi kemenangannya yang terasa pahit.

Setelah beberapa saat meresapi kemenangannya Samudra langsung mengubur Datuk Ringgih dan Mahesapati berjejeran.

Ia juga menancapkan batu yang permukaanya diukir nama, sebagai penanda bahwa itu makam.

Kemudian Samudra terbang keberbagai arah untuk membakar sisa daging Rajekwesi karena khawatir dagingnya akan dimanfaatkan lagi oleh seseorang.

***

Fajar menyingsing lembut, menyibak tirai malam penuh darah dengan semburat jingga keemasan yang hangat. Embun bening bergelayut manja di ujung dedaunan, memantulkan cahaya pertama, sementara kicau burung bersahut-sahutan menyapa hari. Udara dingin yang sejuk membawa kedamaian, membawa aroma tanah basah dan harapan baru yang tulus.

Samudra terbangun dari tidurnya, ia tidur didalam goa yang sebelum ini digunakan Datuk Ringgih untuk melaksanakan ritual pembangkitan Rajekwesi.

Saat ini Samudra tidak mengenakan topeng Panji Asmorobangunnya karena Samudra akan mandi.

Ia menuju kesungai dan mandi disana dengan batu kali yang digosokan kekulit putihnya.

Namun ketika Samudra sedang mandi dari kejauhan ia melihat kerumunan gadis gadis desa yang sedang menuju kesungai.

Samudra melebarkan matanya, ia buru buru mengambil pakaiannya dan terbang melesat secepat kilat memasuki hutan.

"Hufff... untung aku cepat menyadari mereka."

Samudra segera memakai pakaiannya dan kembali mengenakan topeng Asmoro Bangunnya ia khawtir kalau diantara gadis-gadis itu ada yang mengenali dirinya sebagai Pangeran Kerajaaan.

Cukup lama Samudra memakai pakaiannya hingga ketika ia keluar dari pepohonan ia melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat. Ya! gadis-gadis itu tampak sedang mandi disungai.

Mata Samudra melotot.. ia buru-buru memalingkan wajahnya dan berniat pergi, namun sialnya ada seorang gadis yang melihatnya.

"Ada pengintip!!!"

"Waduh.."

1
anggita
nama ilmu yg keren. mantra api jiwa👏
anggita
ikut dukung ng👍like, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
anggita
novel laga lokal👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!