tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"dengan gabungan dari Grand duke Vesper dan Marquis Solon, Team A berhasil memenangkan pertandingan"
"apa?
" ha?
"apa maksud nya?
" apa sudah berakhir?
"apa maksud pengumuman itu? tanya Damien.
" bukan kah masih tersisa beberapa musuh lagi? sambung Athena.
"seperti nya apa yang di katakan Marcelino tadi benar" ucap Arthur menghampiri Athena dan Damien.
"kau kembali kak?
" tuk" Arthur menyentil pelan Dahi Athena hingga memerah.
"apa maksud mu? tanya Damien menatap Arthur.
" seperti nya lawan kita tidak akur"
"mereka saling bunuh"
"apa?!!
" Astaga,,,, gumam Estevan, pemuda itu men ngacak-ngacak rambut nya frustasi.
jadi yang sedari tadi ia lawan hanya lah Clone?
"lalu? sekarang apa yang harus kita lakukan? tanya Arsene yang baru saja terbangun dari pingsan.
" apa maksud mu? kita hanya perlu kembali dan melanjutkan pertandingan terakhir besok" ucap Arthur.
"kita sungguh hanya tinggal kembali? tanya Athena mengikuti langkah kakak kakak nya.
" iya" balas Arthur.
"aku sungguh tidak percaya bahwa semuanya akan berakhir seperti ini " ucap Mikael dengan tatapan sendu, ia merasa bersalah karena tidak memiliki kontribusi besar seperti Vesper dan Estevan.
"tidak apa-apa Mika masih ada hari ketiga " ucap Kevin menyemangati.
"Bukankah hari ke-3 adalah pertarungan 1vs 1 dengan Vesper?
" benar"
~di sisi lain.
"apa?!!!!! Teriak Zelka terkejut.
" seperti nya dia hanya cangkang kosong " ucap Ryan mengetuk ngetuk tubuh seorang penyihir dengan lambang Wilfred di dada nya.
"bukan kah usaha kita sia sia?
" aku tidak bisa bilang sia sia, mungkin hanya mendekati?
"astaga,,, Zelka hanya bisa menarik nafas panjang mencoba untuk tetap bersabar.
"dengan gabungan dari Grand duke Vesper dan Marquis Solon, Team A berhasil memenangkan pertandingan"
"apa mereka sudah berhasil mengalahkan semua musuh? tanya Zelka pada Ryan.
" mungkin saja, melihat disini sudah tidak ada musuh yang tersisa" balas pemuda.
mereka berdua lalu kembali ke tempat Ashley dan Ian tadi dengan langkah tenang karena puluhan musuh itu sudah musnah.
" Kalian berdua sudah selesai? tanya Ashley saat melihat Zelka dan Ryan yang mulai mendekat.
"kami sudah selesai" balas Ryan.
"apa Sekarang kita akan kembali ke arena awal? tanya Ian.
" sepertinya memang harus kembali" balas Zelka.
" benar"
" jika Garda depan sudah menyelesaikan semuanya kita hanya perlu kembali dengan aman" lanjut Ryan, mereka berempat lalu melangkah perlahan dengan penuh luka meninggalkan bekas medan pertempuran.
"dengan gabungan dari Grand duke Vesper dan Marquis Solon, Team A berhasil memenangkan pertandingan"
"kau mendengar itu Zender?? tanya Elerik kegirangan.
" mereka sudah menyelesaikan semua nya tanpa harus kehilangan anggota " lanjut pemuda itu gembira.
zender diam, pemuda itu tidak tahu harus mengatakan apa di situasi ini, Ia hanya bisa merenung menatap langit biru lewat alat sihir.
"sekarang kita hanya perlu kembali ke arena dan lanjut ke ronde ketiga" ucap Elerik melepaskan alat sihir dari kepala nya.
"Oh ya apa ronde ketiga? tanya Elerik pada zender .
"pertarungan individu Vesper dan Solon" balas pemuda itu.
"Benarkah? siapa yang akan kita lawan? girang Elerik.
"apa maksudmu siapa yang akan kita lawan?
"tim pemenang akan bertarung satu sama lain untuk memenangkan kejuaraan "
"apa?!
kedua keluarga beristirahat sebelum akhirnya melanjutkan pertandingan terakhir festival ujung tongkat dan bilah pedang.
di pertandingan terakhir ini mereka akan saling bertarung untuk menentukan siapa yang akan pulang dengan membawa kehormatan.
dan pemenang dari pertandingan ke dua adalah Team A yang berisi keluarga Grand duke Vesper dan Marquis Solon, di hari ketiga esok mereka akan saling bertarung dan merebut gelar 6 tahun lalu.
"apa kau gugup? tanya Zelka berdiri di samping Zender yang sedang merenung di balkon.
" kenapa kau berpikir kalau aku gugup?
"bukan kah terlihat jelas di wajah mu?
" hei kalian berdua!!! teriak Arsene yang tiba tiba saja muncul dengan terbalik di hadapan Zelka Zender.
"Astaga,,,,,!
" hosh! hosh! hosh!
"kenapa?!!! tanya Zelka emosi karena di buat terkejut oleh pemuda itu.
" hehehe " Arsene hanya cengengesan.
"apa kalian ingin melihat hal yang menakjubkan? tanya nya dengan mata berbinar.
" hal menakjubkan? Zelka dan Zender saling pandang.
"apa?
" waahhh!! kedua nya di buat terkejut sekaligus terpana saat berdiri di hamparan bunga bercahaya.
"siapa yang menciptakan ini?? tanya Zelka menuntut jawaban pada Arsene.
" hahaha!
"kalian penasaran,,,,,,? goda pemuda itu memicing kan mata.
Zelka menganguk semangat.
Arsene menunjuk ke arah selatan dengan jari nya yang kemudian diikuti Zelka Zender.
di sana terlihat seorang gadis kecil berambut putih bercahaya sedang duduk diitari bunga bunga.
di samping gadis itu berdiri seorang pria dengan pedang dan juga buku di genggaman nya.
"apa yang mereka lakukan? tanya Zelka penasaran.
" kau melihat tayangan pertandingan tadi siang kan? balas Arsene.
Zelka menganguk.
"Athena sempat hilang kendali, ia melepaskan segel kekuatan nya dan hampir saja mengamuk"
"saat ini ayah sedang menyegel kembali kekuatan itu" ucap Arsene menatap ke arah dua orang di selatan sana.
Zelka mengut mangut.
"tapi aku penasaran apa penyebab terbuka nya segel Athena" ucap Zender memetik salah satu bunga bercahaya di samping nya.
Arsene melirik ke arah Zender.
"..........
"!!!,,
" apa kau serius dengan perkataan mu? tanya Zender menatap tajam Arsene.
"aku serius, Athena awal nya hanya terprovokasi ucapan mereka, namun seperti nya gadis itu mendengar hal lain.
" seperti ibu?
Zelka dan Zender diam, mereka berdua menatap sendu Athena yang saat ini tengah di segel kekuatan nya oleh Perez.
"aku merasa bersalah"
"apa yang kalian lakukan disini? tanya Damien tiba tiba menghampiri Arsene Zelka Zender bersama Arthur.
" kami sedang melihat Athena " balas pemuda itu.
"apa kalian juga datang untuk melihat nya? tanya Zelka pada Damien dan Arthur.
" kami datang karena ingin di obati juga" balas Damien memperhatikan Athena dan Perez.
"apa kalian mendapatkan luka fatal? tanya Zender.
" aku tidak, hanya saja seperti nya Aura milik Arthur terpecah " ucap Damien dengan tersenyum kecut.
"apa maksud mu auraku terpecah kak?!!
" bukan kah yang aura nya terpecah itu kau?!! tanya Arthur emosi, ia hanya mengantar Damein pada Perez sambil ingin meminta sedikit aura milik pria itu.
"hahaha" Damien tertawa menanggapi Arthur.
ketiga anak kecil itu hanya bisa menatap datar dua orang di hadapan mereka.
"sangat kekanak-kanakan"
"apa kau sudah bisa merasakan nya? tanya Perez pada Athena.
" iya ayah" balas gadis itu.
"seperti nya penyegelan ini sudah cukup" ucap pria itu menutup Buku nya dan mulai mengurangi aura yang ia masukkan ke dalam tubuh Athena.
"jika di masa depan kau di hadapkan dengan musuh yang kuat jangan terpancing provokasi nya"
"buka satu segel mu dan bunuh dia" ucap Perez tegas pada Athena.
"baik" gadis itu menganguk.
ia sudah menonaktifkan kekuatan nya namun mengapa rambut nya masih tetap berwarna putih pucat?
terlebih hamparan bunga bercahaya itu masih ada.
"pergilah, temui pendamping mu" ucap Perez pada Athena.
gadis itu menganguk.
ia lalu memecahkan sebuah benda bulat menyerupai diamond dan membuka ruang sihir.
"dia akan pergi ke mana? tanya Zelka penasaran karena seperti nya Athena tidak membuka ruang sihir yang biasa nya ia buka.
" dia akan menemui pendamping nya" balas Damien tersenyum.
"sekarang giliran mu kak!! ucap Arthur mendorong Damien.
" pergilah dan obati dirimu" dengan tatapan tajam ia mengusir kakak nya.
Damien hanya bisa menampilkan senyuman, ia bersyukur terlahir sebagai seorang dengan jiwa yang tenang dan sabar.