Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Terpengaruh
Sementara itu, Lu Yanzhi yang memang sudah waktunya memberikan gambar tentang bendungan itu pada paman Kaisarnya, pergi menghadap ke istana.
Ketika di kediaman jenderal, sedang di selenggarakan pesta pernikahan antara jenderal Lu Yansheng dengan Shen Meiren.
Shen Meiren mengirim surat pada ayahnya. Membuat ayahnya datang ke kediaman jenderal, supaya jenderal Lu Yansheng menikahinya. Kehamilannya akan semakin membesar, akan sangat memalukan kalau sampai perut yang besar itu menjadi bahan gunjingan. Hamil tapi belum menikah. Meskipun berita jenderal membawa wanita yang sudah hamil pulang dari perbatasan sudah bukan rahasia lagi.
Acara itu kebanyakan di hadiri oleh para prajurit yang merupakan anak buah jenderal Lu Yansheng. Tak ada pejabat yang datang, meski undangan sudah di sebar. Tak ada perdana menteri atau jendral lain, bahkan jendral tingkat satu dari keluarga Wu, juga tidak datang. Padahal dulunya Wu Tiancheng adalah rekan yang sangat dekat dengan Lu Yansheng. Tapi, keluarga Wu tentu saja ingat. Siapa yang telah banyak membantu mereka selama ini.
Rumor kepergian Nyonya Mei Huarin, karena janji yang telah diingkari oleh Jenderal Lu Yansheng juga sudah menyebar ke seluruh negari. Itulah yang membuat semua pedagang besar, pejabat tinggi, perdana menteri, dan semua jenderal yang pernah merasakan bantuan pangan dan tempat tinggal serta perlindungan untuk keluarganya ketika mereka berperang, sama sekali tidak datang ke pesta pernikahan itu.
Nyonya tua Wang yang melihat hanya para prajurit yang datang tak lebih membawa hasil panen dan barang-barang tidak berharga, sementara dari tadi makan mereka banyak sekali. Arak saja sudah tambah sampai beberapa kendi.
"Kalian ini sudah pastikan belum sih? kalau undangan itu sampai ke para pejabat? kenapa mereka semua tidak datang?" tanya nyonya tua Wang.
"Sudah nyonya, saya sendiri yang mengantarkan sampai pada kepala pelayan di rumah masing-masing pejabat!" kelas kepala pelayan.
"Kenapa tidak ada yang datang? Lu Chengyan juga tidak datang, Lu Yanzhi malah pergi ke istana. Apa maksudnya anak-anak itu tidak datang ke pernikahan ayah mereka?" tanya Nyonya tua Wang.
"Nona muda pertama memang di panggil oleh yang mulia Kaisar, nyonya tua. Sedangkan Tuan muda pertama, dia sepertinya pergi ke kuil bersama ayah mertuanya. Mereka semua mengadakan upacara doa, supaya istri tuan muda pertama melahirkan dengan lancar!"
Duk
Tongkat tua itu kembali memukul tanah. Wajah kesal dan marah nyonya tua tidak bisa lagi disembunyikan.
"Kalau begini, biaya yang keluar untuk pernikahan mana bisa kembali!" keluhnya.
Dan di tengah ruangan utama. Jenderal Lu sendiri sedang menjamu ayah mertuanya, dan semua orang yang datang dari kerajaan Yuzhuan. Kediaman jenderal benar-benar hampir penuh sesak.
"Suamiku, aku lelah. Aku akan istirahat dulu. Kamu mengobrol saja dengan ayah ya!"
Shen Meiren yang sudah sangat lelah segera meninggalkan ruangan itu, bahkan sebelum jenderal Lu mengiyakan. Padahal dia sendiri juga sangat lelah.
Jenderal Lu Yansheng terduduk di kursinya. Dia melihat para tamu yang datang benar-benar sangat banyak. Dia harus mengurus semuanya ini sendiri. Dia pasti akan sangat lelah.
Lu Yansheng menghela nafas panjang. Dulu, di kediaman Jinxi. Semua yang mengatur adalah Mei Huarin. Dia benar-benar hanya tinggal duduk diam, dan semuanya akan diurus oleh Mei Huarin.
Mei Huarin sungguh tidak akan pernah mengecewakan, mempermalukan, atau membuat jenderal Lu merasa lelah.
Helaan nafas panjang dari jenderal Lu terdengar beberapa kali. Dia benar-benar lelah.
"Menantu, lalu para tamu dari kerajaan Yuzhuan ini, akan tidur dimana malam ini?" tanya perdana menteri Shen.
Jenderal Lu terdiam sejenak. Dia sama sekali belum mempersiapkan semua itu.
"Sebentar perdana menteri, aku akan minta Du Guanzhi menyiapkan tempat...!"
"Aku dengar kediaman Jinxi punya lebih cari 50 kamar kan? kenapa tidak disana saja? bukannya yang tinggal disana hanya tinggal anak bungsumu saja? mana mungkin dia akan menolak perintahmu!"
Lu Yansheng terdiam. Dia sedikit bingung menjawab apa yang dikatakan ayah mertuanya itu.
"Perdana menteri, kaisar sudah mengatakan padaku, sudah memberikan titah, kalau memang aku dan seluruh anggota keluarga Lu, kecuali Lu Yanzhi...!"
"Wanita itu sudah pergi, menantu. Apalagi yang bisa menghalangi mu menguasai kediaman Jinxi itu? pikirkan ini, kamu tinggal perintahkan putrimu, katakan kalau dia merasa kesepian dan tidak bisa mengurus rumah tangga di kediaman Jinxi. Lalu minta kamu sebagai ayahnya dan nyonya tua sebagai neneknya untuk membantunya. Masa iya kamu sebagai ayah tidak bisa mengatur putrimu sendiri?" perdana menteri Shen sungguh terkesan meremehkan Lu Yansheng.
Melihat Lu Yansheng masih diam. Perdana menteri Shen menepuk bahu Lu Yansheng.
"Menantu, kamu ini jendral pelindung negara. Setidaknya belasan tahun itu harusnya di pandang oleh Kaisar kan. Bujuk saja putrimu, lagipula suatu saat nanti dia akan menikah. Setelah menikah, dia akan ikut suaminya! kediaman itu akan kosong. Tidak mungkin Kaisar mengambilnya kembali. Kalau kamu sudah bisa masuk kesana, dan tinggal di sana. Tidak mungkin Kaisar akan mengambilnya lagi darimu!"
Lu Yansheng diam dan berpikir. Kalian dipikir-pikir lagi. Ucapan perdana menteri Shen itu benar juga. Lu Yanzhi akan menikah, dia akan ikut suaminya. Dia memang hanya tinggal masuk saja ke kediaman itu. Maka nanti setelah Lu Yanzhi menikah. Kediaman Jinxi akan jadi miliknya.
"Jangan banyak berpikir menantu. Minta Du Guanzhi cari tahu, apa putrimu sudah kembali. Lalu bicara padanya! bujuk saja, memelas saja tidak masalah, yang penting masuk dulu ke kediaman Jinxi. Setelah itu kamu bisa tegas padanya, bagaimana pun dia hanya anak perempuan yang masih harus bergantung pada ayahnya sebagai kepala keluarga!"
Ucapan perdana menteri sungguh mempengaruhi Lu Yansheng. Lu Yansheng segera memerintahkan kepala Du Guanzhi ingin melihat apa Lu Yanzhi sudah kembali atau belum.
Melihat Lu Yansheng yang tidak membantah lagi, dan sudah memerintahkan Du Guanzhi untuk pergi ke kediaman Jinxi. Perdana menteri Shen tersenyum puas.
'Memang pria yang mudah dipengaruhi. Shen Meiren benar, asal aku yang bicara. Dia akan mendengarkan! jenderal tingkat dua, ha ha ha... yang aku lihat hanya pria bodoh yang tidak punya pendirian!' batin perdana menteri Shen.
***
Bersambung...
kan gara2 nenek, ayahnya, sm selirnya yg bikin ibunya mei prgi, jgn smpai kediamannya jg hrta mei jatuh ditangan org serakah💪
Tak akan datang kebaikan, selama niat mu datang saja tak ada baik²nya..
Nikmati lah hidup baru mu, dengan wanita pilhan mu jendral, nyonya tua.. 😏
Karena Yan'er akan sama seperti ibunya..
Tak akan tunduk dengan orang² yg melukai hati & perasaan nya..
Kini Mei Huarin telah pergi, jadi buang saja mimpi mu untuk kembali menjadi kaya..
Karena apa pun yg kau lakukan percuma saja, akan sia².. 😏
Tapi doyan nya cari masalah..
Sudah tau dengan Mei Huarin masa tua mu lebih bahagia..
Tapi lu sendiri yg cari masalah..
Kau kira dengan status mu yg hanya mertua, lu kira bisa mengatur semuanya.. ?
Ohh.. Tentu tidak, berarti kau tak mengenal karakter menantu mu, Nyonya Tua..
Karena ketika kalian cari masalah, maka hukuman buat kalian justru makin parah..
🤭