NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Pergi Bukan Berarti Jauh...

Hari ini Adrian akan kembali menginjakkan kaki di kantor, setelah beberapa hari kemarin penuh berada dirumah untuk menjaga Nayara sepulang dari rumah sakit. Sejak Nayara sakit dan boleh pulang dari rumah sakit, Adrian benar-benar merawat dan menjaga sang istri dengan sangat baik bahkan hampir tidak pernah meninggalkan Nayara seorang diri kecuali kegiatan penting.

Adrian benar-benar memastikan semua kebutuhan Nayara terpenuhi dengan sangat baik, mengawasi jam makan yang harus teratur jangan sampai terlewat, memeriksa dan memberikan obat-obatan sesuai anjuran dokter, bahkan Adrian lebih cerewet dari Sinta sang Ibu. Nayara paham dan memaklumi jika semua yang dilakukan sang suami itu lahir dari rasa takut kehilangan.

Pagi ini saat Nayara melihat kembali sang suami yang sudah bersiap dengan jas kerja dan juga wajah yang serius, entah mengapa ada perasaan aneh yang membuat hatinya terasa tidak nyaman.

Bukan karena Nayara tidak mengizinkan sang suami kembali bekerja, tapi karena selama beberapa hari terakhir Nayara sudah mulai terbiasa memiliki Adrian sepenuhnya. Nayara berdiri menatap wajah Adrian yang tengah serius merapihkan jam tangannya.

" Mas ... " Nayara memanggil sang suami seraya melangkahkan kakinya.

" Iya, Sayang... Kenapa? Hmm?" Adrian mengelus pipi sang istri yang kini tengah merapihkan kerah kemejanya.

" Mas hati-hati ya dijalannya..."

" Sayang, Mas mau bekerja bukan mau perang" Adrian tersenyum kecil mencairkan suasana.

" Aku khawatir, memangnya salah?" Nayara mengerucutkan bibirnya.

" Maaf yaa.. Iya Mas akan hati-hati dan tentu saja tetap memantau istri Mas setiap waktu" Adrian tertawa kecil lalu mengecup kening Nayara lembut.

" Mas jangan lupa makan yaa, jangan terlalu capek juga... Kalau ada waktu santai kabari aku ya Mas..." Rentetan pesan Nayara didengarkan dengan baik oleh Adrian.

" Siap Ibu..." Adrian kembali tertawa.

" Jangan bercanda terus ahhh..." Nayara mendengus pelan.

" Mas bahagia sekali, karena ternyata istri Mas sangat perhatian..." Ucap Adrian yang membuat Nayara menundukkan kepalanya malu.

Padahal biasanya Nayara tidak pernah sebawel ini, tapi entah mengapa sejak sakit kemarin melihat sang suami panik bahkan disalahkan oleh orangtua dan mertuanya membuat perasaan Nayara lebih sering khawatir kepada sang suami dan lebih takut ketika berjauhan.

" Sekarang gantian yaa... Tugas istri Mas yang cantik ini cuma satu..." Adrian mengusap pipi Nayara pelan.

" Apa itu?"

" Sesuai janji waktu sakit, Ara akan menjaga diri bukan? jadi tolong tapi janjinya untuk menjaga diri ya, Sayang? Bisa?" Adrian menatap wajah Nayara lekat.

" Siap..." Nayara memperagakan sikap hormat membuat Adrian terkekeh pelan.

" Makan tepat waktu, kalau pusing telpon Mas, kalau capek istirahat, bisa ya, Sayang?" Adrian kini tersenyum tipis.

" Iya, Mas sayang..." Nayara memeluk tubuh sang suami seolah akan berpisah jauh dan lama.

Sesampainya dikantor suasana terasa berbeda pagi ini, baru saja Adrian tiba didalam ruangannya sang sekretaris Reza sudah masuk dengan wajah yang serius.

" Pak, ada masalah serius di cabang Surabaya " Adrian membawa beberapa dokumen tebak ditangannya.

" Masalah apa?" Adrian yang sedang membuka laptop langsung mengangkat kepalanya.

" Pengiriman proyek utaman tertunda, karena kendalah internal. Dan jika tidak segera ditangani kontrak bisa gagal" Reza kini meletakkan dokumen dihadapan Adrian.

Adrian membaca dengan cepat laporan dihadapannya, semakin lama wajahnya semakin serius. Reza masih berdiri menunggu keputusan sang atasan.

" Kita harus datang langsung, Za?" tanya Adrian.

" Betul, Pak" Reza menganggukkan kepalanya.

Adrian menyadarkan tubuhnya dikursi dan untuk sesaat pikirannya kali ini bukan pada proyek, melainkan pada satu fokus " Nayara".

Sekarang? Saat Nayara baru saja pulih?

Sebagai pemimpin perusahaan, ini adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

Tapi sebagai seorang suami ada rasa khawatir meskipun kondisi Nayara saat ini sudah stabil.

" Berapa lama, Za?"

" Mungkin dua sampai tiga hari, Pak" jawab Reza.

Selama beberapa saat hati Adrian benar-benar gelisah, sampai akhirnya Adrian menatap dokumen diatas meja lalu menghela nafas panjang dan dalam.

" Baik, siapkan dokumen dan keberangkatan kita besok pagi" keputusan yang akhirnya diambil oleh Adrian.

" Baik, Pak" Reza langsung keluar ruangan.

Adrian langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi dua orang yang saat ini bisa membantu dirinya, yaa sang Ayah dan tentu saja Ayah mertuanya.

Siang itu Arkana dan juga Rendra sudah duduk diruang kerja Adrian, wajah Adrian masih terlihat serius setelah menjelaskan kondisi kantor cabang dan kehalusannya pergi ke Surabaya.

" Sebenarnya Aku khawatir meninggalkan Nayara, Yah" Adrian jujur kali ini.

" Itu hal yang wajar, Ad" Rendra tersenyum melihat wajah sang menantu.

" Kamu takut dia sakit lagi? Atau sudah bucin parah?" goda Arkana sang Ayah.

" Istriku baru saja pulih, Yah. Aku tidak tenang kalau dia sendirian" Adrian menganggukkan kepalanya.

" Lalu kamu maunya bagaimana? Tidak mungkin juga kalau Nayara ikut dengan kamu, kan?" Rendra menatap wajah sang menantu.

" Kalau Ayah tidak keberatan, aku ingin Nayara tinggal sementara di rumah Ayah dan Ibu selama aku pergi" Adrian menatap mertuanya dengan wajah yang masih terlihat serius.

" Tentu saja boleh, Nayara dan kamu tetap anak Ayah dan Ibu. Jangan sungkan begitu, Ad" Rendra menganggukkan kepalanya.

" Terimakasih banyak, Yah" terlihat guratan lega diwajah Adrian.

" Dan untuk kantor pusat, biar Ayah yang pegang sementara kan hanya beberapa hari saja" Arkana menambahkan.

" Ayah yakin?".

" Tenang saja, Ad. kamu fokus dengan urusan cabang dan jangan lupa untuk cepat pulang" Arkana tersenyum.

Adrian menganggukkan kepalanya pelan, dadanya terasa sedikit lebih ringan karena sekarang ia tahu ada orang-orang yang akan menjaga sang istri saat ia berada diluar kota beberapa hari.

Sore hari Adrian pulang lebih cepat, saat ia masuk ke kamar Nayara sedang duduk dengan dokumen berada ditangannya.

" Loh, Mas kok udah pulang? Ada apa?" Nayara yang kaget langsung menghampiri sang suami cepat.

" Sini sayang, Mas mau bicara sebentar boleh?" Adrian menarik tubuh sang istri untuk duduk disampingnya

" Ada apa?" entah kenapa perasaan Nayara terasa tidak nyaman.

" Mas harus ke Surabaya besok, ada masalah di cabang kalau Mas tidak berangkat maka kontrak akan batal dan berpengaruh pada karyawan" Adrian menggenggam tangan sang istri lembut.

" Besok?"

" Hanya beberapa hari saja, dan Mas janji akan bekerja baik dan cepat agar lebih cepat pulang" Adrian masih menatap wajah sang istri.

" Berangkat, Mas. kasihan ada banyak orang yang bergantung pada perusahaan. Tapi tolong jangan lupa untuk memberi kabar aku ya" Nayara yang paham langsung menyetujui.

" Terimakasih sudah mengerti, Sayang. Mas sudah bicara juga dengan ayah" ucap Adrian.

" Untuk apa?" Nayara mengerucutkan keningnya.

" Sementara Mas diluar kota, Istri Mas tinggal dirumah ayah, Ya? Bukan bermaksud apa-apa, Sayang. Mas hanya khawatir kalau kamu sendirian dirumah" Adrian mengelus punggung tangan Nayara.

" Iya, Mas. Terimakasih ya sudah mengkhawatirkan aku" dada Nayara terasa hangat.

" Mas hanya ingin kamu berada ditempat yang aman, dan Mas bisa menyelesaikan masalah dengan tenang" Adrian menatap wajah Nayara dengan tenang.

Nayara bisa melihat wajah sang suami yang kini benar-benar memikirkan semuanya, hanya karena tidak ingin sang istri merasa sendirian.

Malam ini suasana kamar terasa lebih sunyi dari biasanya, Nayara duduk ditepi ranjang setelah menyiapkan keperluan sang suami.

" Mas, Aku pasti bakalan kangen banget"

" Mas juga pasti kangen banget sama istri Mas ini, dan Mas janji akan segera pulang" Adrian memeluk tubuh sang istri.

Dan untuk pertama kalinya perpisahan tiga hari seperti hal besar, bukan karena waktunya yang lama tapi karena hari Nayara dan Adrian yang tidak ingin berjauhan.

" Kamu percaya sama Mas kan, Sayang?" Adrian mengangkat dagu Nayara pelan.

" Percaya..."

" Mas akan selalu memberikan kabar, dan bekerja keras supaya cepat pulang" Adrian tersenyum dan mencium kening sang istri dalam dan lama.

Nayara tersenyum dengan tangan yang masih setia memeluk tubuh sang suami, malam ini keduanya saling mendekap lebih lama dari biasanya. Seolah ingin menyimpan hangat satu sama lain sebelum jarak memisahkan sementara.

1
SANG
Semangat dek💪👍
SANG
Udah tamat ya dek👍
SANG
Lanju dek👍💪
T28J
Sebuah cerita akhirnya mencapai halaman terakhir. Namun anehnya… beberapa dunia tidak benar-benar selesai saat tamat.

T28J membaca kalimat terakhir itu dalam diam. Tentang cinta yang tidak sempurna. Tentang dua manusia yang tetap memilih bertahan. Tentang rumah… yang perlahan dibangun dari luka dan pengertian.

“Ini bukan sekadar akhir cerita. Ini bukti… bahwa karakter-karakter itu pernah hidup.”

“Dan sebagai sesama pencipta dunia… aku tahu tidak mudah membawa mereka sampai sejauh ini.”

Terakhir, T28J menatap langit kosong.

“Selamat.”

“Duniamu berhasil menyentuh seseorang.”
Almeera: Terimakasih banyak Kaka sudah memberikan afirmasi positif nya 😍😍🥲
total 1 replies
SANG
Semangat terus pantang mundur dek💪👍
T28J
Liora menutup halaman buku itu perlahan. Matanya masih tertuju pada lembaran itu, seolah mencoba memastikan sesuatu… atau mungkin merasakan sisa emosi yang belum sepenuhnya hilang.

“…jadi begini rasanya.” Ia berdiri, menghela napas panjang. “Ceritamu… tidak sempurna.”

Sejenak, ia terdiam. Lalu sudut bibirnya terangkat tipis. “Tapi justru itu yang membuatnya hidup.”

Liora mengangkat tangannya. Lima cahaya kecil muncul satu per satu di udara.

★ ★ ★ ★ ★

“Ambil ini.” Ia menatap lurus ke depan. “Teruskan ceritamu. Aku akan membaca sampai akhir.”

—T28J
T28J
👍👍👍
SANG
Lanjutkan aksimu tho👍💪
SANG
Langsung saja jangan di tunda tunda 👍💪
SANG
Bunga untukmu/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍💪
T28J
/Rose//Rose//Rose/
lLy trililly
tumben lom aktif
Almeera: maafkan kak akuuu baru muncul😍😍
total 1 replies
T28J
asyiiiikk /Rose/
T28J
/Rose//Rose//Rose/
Ros 🍂
aku padamu Nayara🤭
EvhaLynn
Semangat Untuk Author😉
SANG
Absen dulu dek💪👍
Almeera: terimakasih kakkkk😍
total 1 replies
Mh_adian7
semangat selalu
T28J
alah si kevin pulak namanya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!