Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lamaran
Zian kembali masuk ke dalam mobil. Pintu tertutup pelan, namun bunyinya terdengar tegas di telinganya sendiri.
Derry melirik sebentar ke arah spion, memastikan Raya sudah masuk rumah sebelum kembali menjalankan mobil.
“First impression aman,” katanya ringan. “Orang tuanya hangat.”
Zian mengangguk singkat. “Mereka baik.”
Mobil melaju meninggalkan rumah Raya, menyusuri jalanan yang mulai sepi. Lampu rumah-rumah menyala satu per satu, memberi kesan tenang yang menipu.
Zian bersandar, menatap keluar jendela. Ada sesuatu di dadanya bukan ragu, tapi kesadaran penuh bahwa besok pagi, langkahnya akan semakin nyata.
Semakin tidak bisa ditarik kembali.
…
Rumah orang tua Zian berdiri megah tapi hangat, bukan tipe yang terasa dingin meski luas. Lampu teras menyala terang, seolah menunggu sejak lama.
Begitu mobil berhenti, pintu depan sudah terbuka.
“Mamah,” sapa Zian begitu turun.
Wanita paruh baya itu tersenyum lebar, langsung mendekat. “Kamu kelihatan capek.”
“Sedikit,” jawab Zian jujur.
Papa Zian muncul dari balik pintu, berdiri tegak dengan aura tenang yang selalu membuat Zian merasa kembali menjadi anak laki-laki, bukan CEO.
“Kamu datang tepat waktu,” ujar sang papa. “Masuk. Kita bicara.”
Derry ikut turun, mengangguk sopan. “Om, Tante.”
“Kamu ikut makan malam, Derry,” kata mamah Zian tanpa basa-basi. “Besok kamu juga ikut.”
Derry tersenyum lebar. “Siap, Tante.”
…
Di ruang makan, suasana terasa berbeda. Tidak ada televisi menyala. Tidak ada pembicaraan ringan yang biasa mengisi malam. Hanya empat orang, satu meja, dan satu keputusan besar.
Mamah Zian menuangkan teh hangat. “Besok pagi kita ke rumah Raya. Lamaran kecil saja. Tidak perlu banyak orang.”
Papa Zian mengangguk. “Kita bicarakan baik-baik. Tidak terburu-buru, tapi jelas.”
Zian meletakkan cangkirnya. “Aku setuju dengan konsepnya.”
Mamah menatap putranya lama. “Mama ingin kamu jujur, Zian. Bukan ke kami ke dirimu sendiri.”
Zian mengangkat wajah berarti.
“Kamu yakin?” tanya mamah pelan. “Bukan karena merasa harus.”
Hening sejenak.
Derry menahan napas, memilih diam untuk pertama kalinya malam itu.
Zian menjawab tanpa tergesa. “Aku yakin untuk mencoba dengan sungguh-sungguh.”
Papa Zian menyilangkan tangan. “Mencoba atau berjanji?”
Zian menatap ayahnya lurus. “Berjanji untuk menjaga. Untuk tidak mengulang kesalahan lama.”
Mamah menghela napas kecil, lalu tersenyum. “Itu sudah cukup bagi Mama.”
Papa Zian mengangguk mantap. “Lamaran bukan akhir. Tapi awal tanggung jawab.”
“Aku paham,” jawab Zian.
Mamah lalu berkata lebih lembut, “Raya gadis yang baik. Tapi dia juga punya hati. Jangan buat dia menebak-nebak.”
Zian menunduk sedikit. “Aku tidak akan.”
Derry akhirnya buka suara, sambil tersenyum tipis. “Sebagai saksi hidup, saya bisa konfirmasi Bos saya ini mungkin kaku, tapi kalau sudah niat… dia all in.”
Papa Zian terkekeh kecil. “Itu yang kita harapkan.”
Mamah berdiri, menepuk bahu Zian pelan. “Istirahatlah. Besok hari panjang.”
Zian mengangguk. “Baik, Mah.”
Saat semua beranjak, Zian tertinggal sejenak di ruang makan. Ia menatap meja kosong, lalu menghembuskan napas panjang.
Besok pagi, ia akan berdiri di rumah Raya bukan sebagai tamu biasa.
Tapi sebagai pria yang datang membawa niat.
Dan jauh di dalam dirinya, Zian tahu jika masa lalu berani muncul lagi, ia tak hanya akan melawan untuk dirinya sendiri. Ia akan melawan demi wanita yang esok pagi akan dilamarnya.
***
Pagi itu, suasana di hotel terasa sedikit berbeda. Derry berjalan santai di lorong menuju ruang kerjanya, namun setiap langkahnya seolah menggema lebih keras dari biasanya. Para karyawan hotel yang baru saja selesai bertugas tampak berbisik-bisik satu sama lain, saling berbagi cerita.
“Dengar-dengar, Bos nggak ke kantor hari ini ya?” tanya salah satu staf dengan nada penuh rasa ingin tahu.
“Iya,” jawab rekan lainnya, dengan ekspresi penasaran. “Aku dengar dia sama si Raya lagi, mereka kelihatan sering berbarengan akhir-akhir ini.”
Derry hanya tersenyum kecil saat mendengar percakapan itu. Sejak beberapa waktu terakhir, gosip tentang Zian dan Raya mulai beredar di kalangan karyawan. Tidak ada yang benar-benar tahu pasti, namun yang jelas, kehadiran Raya yang semakin dekat dengan Zian membuat orang mulai bertanya-tanya.
“Ada apa sih, Derry?” seorang staf bertanya, menghampirinya dengan ekspresi penasaran. “Zian nggak ke kantor, dan si Raya nggak kelihatan juga. Ada hubungan apa di antara mereka?”
Derry menahan tawa, menatap mereka dengan sedikit geli. “Mungkin Bos lagi sibuk urusan pribadi,” jawabnya santai. “Tapi kalau kalian penasaran, tunggu saja kejutan dari Bos. Itu lebih seru.”
Para staf hanya bisa mengernyitkan dahi, berpandangan satu sama lain. Derry tahu betul bahwa gosip-gosip semacam itu hanya bisa membesar saat tak ada yang benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, untuk hari itu, perhatian mereka tampaknya teralihkan. Sebab di rumah Raya, persiapan acara lamaran sedang berlangsung.
....
Di kediaman Raya, suasana sangat berbeda. Rumah yang biasa tampak tenang kini dipenuhi dengan kesibukan. Bunga-bunga segar dipilih dan diletakkan dengan hati-hati, pelaminan sederhana namun elegan sudah siap, dan meja-meja sudah terisi dengan hidangan yang ditata rapi. Suara gelak tawa dan pembicaraan seru terdengar di dalam ruangan, meskipun acara ini hanya dihadiri oleh keluarga inti.
Raya berdiri di ruang tamunya, berpakaian sederhana namun anggun, wajahnya sedikit tegang meski berusaha menunjukkan senyum yang tulus. Mamah dan papahnya tengah menyapa tamu yang sudah mulai datang, sementara Raya merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
Di sudut ruangan, Derry berdiri dengan sikap santai, namun matanya sesekali melirik Zian yang baru saja tiba. Zian mengenakan setelan jas yang sangat rapi, tampak berbeda dari biasanya, namun aura ketenangan yang biasa ia miliki tak hilang begitu saja.
Saat Zian melangkah masuk ke ruang tamu, semua mata seolah terfokus padanya. Ia melangkah dengan tenang, namun jauh di dalam dirinya ada ketegangan yang hanya ia rasakan sendiri. Bagaimana jika ada yang salah? Bagaimana jika ia gagal lagi?
Raya, yang melihat kedatangannya, merasa sedikit lebih tenang. Ada sesuatu di dalam diri Zian yang membuatnya merasa yakin. Zian datang bukan hanya sebagai tamu. Ia datang dengan niat.
“Mama,” Zian berkata dengan suara dalam saat menghampiri keluarga Raya. “Terima kasih sudah menerima saya.”
Mamah Raya tersenyum hangat. “Kami senang, Zian. Terima kasih sudah datang. Raya juga pasti senang.”
Zian mengangguk, matanya bertemu dengan mata Raya sejenak, dan untuk sesaat, semuanya terasa lebih ringan.
Beberapa saat setelah itu, acara lamaran dimulai dengan suasana yang sangat intim. Hanya keluarga dan beberapa sahabat dekat yang hadir, termasuk Derry yang mendampingi Zian dengan penuh perhatian. Sesekali, Derry melirik Zian, melihat betapa pria itu tetap menjaga ketenangannya, meski di dalam hatinya, mungkin ada ribuan pertanyaan dan keraguan yang sedang bergulir.
Sambil duduk bersama orang tua masing-masing, Zian mengeluarkan cincin lamaran yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Mamah dan papah Raya tersenyum lebar saat Zian menyodorkan cincin itu.
“Raya, apakah kamu bersedia menerima Zian sebagai pasangan hidupmu?” tanya Mamah Raya, suaranya lembut namun penuh arti.
Raya menatap Zian, tak mampu menahan senyum. “Saya bersedia,” jawabnya dengan tegas, meskipun hati kecilnya berdebar.
Zian mengulurkan tangan, dan Raya pun menerima dengan perlahan, melangkah ke depan dengan senyuman yang lebih tulus. Ketika cincin itu melingkar di jari manis Raya, Zian merasa sebuah beban besar terangkat. Semua keraguannya tentang perjodohan ini, tentang dirinya, tentang masa lalu yang selalu menghantui, sedikit demi sedikit mulai hilang.
Derry, yang sejak tadi hanya menjadi pengamat, tersenyum lega. “Oke, oke,” gumamnya pelan, “sekarang kalian berdua bisa saling menjaga.”
Zian dan Raya saling bertatapan. Ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang lebih kuat dari sekadar perjodohan. Sesuatu yang mulai tumbuh meski tidak bisa langsung dijelaskan dengan kata-kata.
...
Di luar sana, di hotel tempat Zian biasanya berada, para karyawan masih bergosip tentang absennya Zian dan kehadiran Raya yang tampaknya semakin sering. Namun mereka tak tahu, bahwa di rumah Raya, seorang pria yang dahulu sangat menjaga jarak kini mulai membuka diri. Dan seorang wanita yang dulu merasa takut akan cinta, kini mulai belajar untuk memberi kesempatan.
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄