Di sebuah dunia di mana hanya yang kuat yang dihormati, Ling Chen adalah seorang yatim piatu tanpa latar belakang, tanpa keluarga, dan tanpa masa depan. Dianggap sampah oleh orang-orang di sekitarnya, ia hidup dalam bayang-bayang, berjuang untuk sekadar bertahan.
Namun, takdirnya berubah ketika sebuah jiwa kuno yang luar biasa kuat masuk ke dalam tubuhnya. Jiwa ini bukan sembarang entitas—ia adalah kesadaran dari seorang kultivator yang pernah mengguncang dunia, seorang raja di puncak kekuatan yang telah lama lenyap dari sejarah. Dengan pengetahuan luas dan pengalaman tanpa tanding, jiwa itu menjadi guru, pemandu, dan satu-satunya keluarga bagi Ling Chen.
Dibimbing oleh jiwa tersebut, Ling Chen melangkah ke jalan kultivasi dengan tekad baja. Ia menantang langit, mengalahkan musuh-musuh yang meremehkannya, dan membangun namanya dari nol. Setiap pertarungan membawanya semakin dekat ke puncak, setiap rintangan menjadi batu loncatan menuju kejayaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axellio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 UJIAN
Bab 22: Ujian dari Tetua Zhen
Hari itu, cuaca di Sekte Tianwu tampak tenang, namun udara di sekitar Ling Chen penuh dengan ketegangan. Setelah menang melawan Wang Tianhao, nama Ling Chen semakin dikenal di seluruh sekte. Murid-murid dari berbagai gunung mulai memperhatikannya dengan rasa hormat yang tak terucapkan. Namun, tidak semua orang senang dengan perubahannya. Beberapa tetua yang lebih konservatif memandangnya dengan rasa curiga, dan Tetua Zhen adalah salah satunya.
Tetua Zhen dikenal dengan kedisiplinannya yang sangat ketat dan pendekatan yang keras dalam melatih murid-muridnya. Ia sering menguji para murid yang menunjukkan potensi besar, namun juga memiliki standar yang sangat tinggi. Ling Chen kini menjadi target ujian berikutnya. Pagi itu, ketika kabar mengenai ujian yang diberikan oleh Tetua Zhen sampai ke telinga Ling Chen, ia merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemampuannya bukan hanya bergantung pada kekuatan fisik semata.
Sekte Tianwu memiliki sistem pelatihan yang berlapis. Selain jurus dan teknik bertarung, para murid juga diuji dalam hal pengendalian energi, penguasaan spiritual, dan teknik bela diri tingkat lanjut. Keberhasilan seorang murid dalam ujian ini akan menentukan peringkat dan kesempatan mereka untuk naik ke level yang lebih tinggi. Setiap ujian sangat menentukan, dan mereka yang gagal seringkali harus menghadapi konsekuensi yang berat.
Pada saat Ling Chen tiba di ruang latihan milik Tetua Zhen, ia disambut dengan pandangan tajam sang tetua. "Ling Chen, aku mendengar bahwa kau cukup kuat, tapi kekuatan saja tidak akan cukup di Sekte Tianwu. Jika kau ingin benar-benar layak dipandang, kau harus menguasai energi spiritual dengan sempurna. Aku akan menguji kemampuanmu," kata Tetua Zhen dengan suara dalam.
Ling Chen mengangguk, tidak merasa takut meski suasana semakin menegangkan. "Saya siap, Tetua Zhen."
Tetua Zhen tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya melambaikan tangannya, dan tiba-tiba sebuah formasi energi besar muncul di ruang latihan itu. Formasi ini, yang disebut Formasi Pengendalian Energi, adalah ujian untuk menguji sejauh mana seorang murid dapat mengendalikan energi spiritual mereka dalam kondisi yang penuh tekanan.
Formasi tersebut menyebar dengan cepat, menciptakan berbagai rintangan dan tantangan. Rintangan pertama adalah gelombang energi yang datang dengan kecepatan tinggi, mencoba menghantam tubuh Ling Chen dengan kekuatan luar biasa. Namun, bukan hanya kekuatan fisik yang diuji, melainkan juga kemampuan Ling Chen untuk mengendalikan energi di dalam dirinya. Dengan cepat, Ling Chen mengumpulkan energi spiritualnya dan mengarahkan fluks energi itu dengan gerakan tangan yang elegan, menciptakan perisai energi yang kuat di sekitarnya.
[Sistem: Ujian Pengendalian Energi Dimulai]
Tahap 1: Gelombang Energi Pertama
Musuh: Energi Gelombang (Level: Medium)
Waktu untuk bertahan: 3 menit
Kekuatan Energi yang Diperlukan: 30%
Ling Chen memusatkan perhatian pada energi yang berputar di dalam dirinya. Ia merasakan energi itu menyatu dengan setiap sel tubuhnya, dan dalam hitungan detik, perisai energi yang kuat terbentuk. Gelombang energi yang datang dengan kecepatan tinggi menghantam perisainya, menciptakan ledakan besar yang mengguncang seluruh ruang. Namun, Ling Chen tetap berdiri tegak, tidak tergoyahkan. Formasi tersebut akhirnya mundur, dan petunjuk ujian di layar sistem muncul.
[Sistem: Tahap 1 Selesai. Proses Pengendalian Energi Terpenuhi]
Tetua Zhen mengangguk pelan, meski ekspresinya tetap kaku. "Bagus. Tetapi ini baru permulaan."
Dengan gerakan tangan lainnya, Tetua Zhen meluncurkan ujian berikutnya. Kali ini, formasi berubah dan muncul dua siluet besar yang terbuat dari energi murni. Siluet itu berwujud binatang buas yang sangat kuat. Ini adalah ujian untuk menguji penguasaan energi dalam bentuk serangan langsung.
[Sistem: Tahap 2 Dimulai]
Musuh: Dua Siluet Energi (Level: Tinggi)
Waktu untuk bertahan: 5 menit
Kekuatan Energi yang Diperlukan: 60%
Siluet-siluet energi itu melompat dan menyerang dengan kecepatan luar biasa, menciptakan gelombang serangan yang bisa memecah batu besar. Ling Chen merasakan tekanan meningkat. Ia harus menggerakkan tubuhnya dengan sempurna untuk menghindari serangan-serangan mematikan itu. Dalam sekejap, ia menggunakan teknik Lingkaran Cahaya Roh, menciptakan perisai energi yang tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga memantulkan serangan balik. Dalam sekejap, dua siluet energi tersebut terlempar mundur oleh serangan yang dipantulkan, sementara Ling Chen tetap berada di tempat yang sama.
[Sistem: Tahap 2 Selesai. Penguasaan Energi Terpenuhi]
Tetua Zhen mengamati dengan serius. "Kamu sangat cepat, Ling Chen. Tapi ini belum selesai."
Ling Chen mengangguk, bersiap untuk tantangan berikutnya. Ketika formasi berubah lagi, kali ini tantangannya lebih berat. Rintangan ketiga adalah ujian untuk mengendalikan energi dalam situasi berbahaya. Sebuah lapisan energi muncul di sekeliling Ling Chen, menekan tubuhnya dengan berat yang luar biasa. Energi tersebut mengikatnya, mencoba menghalangi gerakannya. Tidak hanya tubuhnya yang tertekan, tetapi pikirannya juga terperangkap dalam tekanan yang sama. Ini adalah ujian pengendalian energi dalam kondisi ekstrem.
[Sistem: Tahap 3 Dimulai]
Musuh: Lapisan Energi Pembatas (Level: Tinggi)
Waktu untuk bertahan: 10 menit
Kekuatan Energi yang Diperlukan: 80%
Ling Chen merasakan energi yang mengikat tubuhnya, mencoba membuatnya kesulitan untuk bergerak. Namun, ia tidak panik. Dengan menggunakan Jiwa Pedang Merah Darah, Ling Chen memusatkan seluruh energinya pada satu titik, membentuk pusaran energi yang kuat di dalam dirinya. Dengan kekuatan yang terkumpul, ia akhirnya berhasil melepaskan diri dari lapisan energi itu, menciptakan ledakan energi yang mengguncang seluruh ruang latihan.
[Sistem: Tahap 3 Selesai. Pengendalian Energi Sempurna]
Tetua Zhen mengangguk puas, meskipun masih ada kerutan di dahinya. "Bagus. Kamu telah lulus ujian ini, Ling Chen. Pengendalian energi milikmu sudah sangat baik."
Ling Chen menarik napas dalam-dalam, merasa kelelahan setelah ujian yang begitu berat. Namun, ia tahu bahwa ini hanya langkah kecil menuju tujuannya. Tetua Zhen, meskipun tampak keras, akhirnya memberikan senyum tipis.
"Jangan berpuas diri. Masih banyak ujian yang akan datang. Namun, sekarang aku tahu bahwa kamu adalah murid yang sangat berbakat. Aku akan memberimu akses ke teknik-teknik lebih lanjut di sekte ini."
Ling Chen mengucapkan terima kasih dengan hormat dan keluar dari ruang latihan. Meskipun ujian ini sudah selesai, perjalanan untuk mencapai puncak kekuatan masih panjang. Namun, dengan setiap ujian yang berhasil dilalui, ia semakin mendekati tujuan akhirnya.
Bab 23: Perjalanan Ke Dalam Hening
Setelah ujian berat dari Tetua Zhen, Ling Chen merasa tubuhnya lelah. Walau berhasil melewati setiap tantangan, ia tahu bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari dan ditingkatkan. Namun, untuk sesaat, ia memutuskan untuk beristirahat. Mengingat Sekte Tianwu memiliki banyak tempat untuk mengisi kembali energi spiritual dan fisik, Ling Chen memilih untuk pergi ke Danau Hening, sebuah tempat yang terkenal akan ketenangan dan keindahannya.
Danau Hening terletak di pinggiran sekte, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas murid. Tempat ini, dengan air jernih yang berkilauan di bawah cahaya matahari, dikelilingi oleh pepohonan besar yang memberi keteduhan. Ling Chen tahu bahwa tempat ini bukan hanya indah, tetapi juga mampu membantu siapa pun yang merenung di sana untuk mendapatkan kedamaian pikiran dan ketenangan jiwa.
Saat tiba, Ling Chen mendudukkan dirinya di tepi danau. Ia memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan suara alam mengisi kesunyian dalam dirinya. Angin lembut berhembus, membawa aroma segar dari dedaunan dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar danau. Di sini, ia bisa merasa sedikit lebih dekat dengan dirinya sendiri, lebih tenang setelah serangkaian ujian dan pertarungan yang telah dilalui.
Setelah beberapa saat, Ling Chen merasakan ketenangan yang lama ia cari. Ia tahu bahwa meskipun kekuatan fisiknya tumbuh, ia masih membutuhkan ketenangan batin untuk benar-benar memahami potensi dirinya yang sesungguhnya. Ia sering merasa bahwa kekuatan yang datang dari pengalaman hidup masa lalu terkadang mengarahkannya pada jalan yang penuh gejolak. Namun, di sini, di Danau Hening, Ling Chen merasa bisa menemukan keseimbangan.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat. Ling Chen membuka matanya dan melihat sosok Xue Liuying, teman yang selalu tampil tenang dan misterius. Xue Liuying adalah salah satu dari sedikit orang yang Ling Chen percayai, dan mereka sering berbicara setelah latihan untuk saling berbagi pemikiran.
"Senang melihatmu di sini, Ling Chen," kata Xue Liuying dengan senyum tipis. "Aku mendengar bahwa ujianmu dengan Tetua Zhen berjalan lancar. Bagaimana perasaanmu?"
Ling Chen tersenyum kecil, sedikit terkekeh. "Aku masih merasa lelah, tetapi senang bisa menyelesaikan ujian itu. Namun, aku tahu perjalanan ini masih panjang. Aku rasa aku butuh waktu untuk merenung."
Xue Liuying duduk di sampingnya, memandang air danau yang tenang. "Kadang-kadang, ketenanganlah yang kita butuhkan lebih dari sekadar latihan keras. Kekuatan tidak hanya datang dari kemampuan fisik atau pengendalian energi, tetapi dari seberapa baik kita memahami diri kita sendiri."
Ling Chen mengangguk, merasa bahwa kata-kata Xue Liuying benar. "Aku kadang berpikir, apakah aku akan selalu merasa seperti ini—terus berjuang, terus berkembang. Namun, aku juga ingin tahu, apa yang akan terjadi setelah aku mencapai semua itu?"
Xue Liuying tersenyum lebih lebar, matanya yang cerah berkilauan. "Setiap orang memiliki tujuannya masing-masing. Apa yang terjadi setelah mencapai puncak bukanlah soal tujuan itu sendiri, tetapi proses yang kita jalani. Kamu akan menemukan jawabannya, tetapi jangan terlalu terburu-buru. Nikmati perjalanan ini, dan jangan ragu untuk bertanya pada diri sendiri apa yang benar-benar penting."
Ling Chen terdiam sejenak, memikirkan kata-kata itu. Terkadang, dalam keinginan untuk menjadi yang terkuat, ia lupa untuk menikmati momen kecil yang datang dalam hidup. Setelah beberapa menit hening, Ling Chen merasakan kedamaian dalam dirinya, sesuatu yang belum lama ia rasakan.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Liuying? Aku pikir kamu selalu sibuk dengan latihanmu," tanya Ling Chen sambil berbalik memandangnya.
Xue Liuying tersenyum kecil. "Aku hanya ingin menikmati ketenangan ini, sama seperti dirimu. Terkadang, kita semua butuh waktu untuk berhenti sejenak, bukan hanya untuk melatih diri, tetapi juga untuk memahami lebih dalam apa yang kita cari dalam hidup."
Ling Chen merasa tertarik dengan pemikirannya. Terkadang, hidup di Sekte Tianwu bisa begitu penuh tekanan, dengan setiap murid berlomba-lomba untuk menunjukkan kemampuan mereka. Tetapi di sini, di tepi Danau Hening, ia merasa bisa melihat sisi lain dari kehidupan seorang murid—sisi yang lebih tenang dan penuh pemahaman diri.
Beberapa jam berlalu, dan matahari mulai terbenam. Warna-warna lembut menyelimuti langit, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Xue Liuying berdiri dan mengangguk pada Ling Chen. "Aku rasa kita sudah cukup lama di sini. Tetapi ingatlah, Ling Chen, meskipun perjalananmu penuh ujian, selalu ada kesempatan untuk meresapi momen-momen kecil yang membentuk siapa kita."
Ling Chen mengangguk, merasa ada kebijaksanaan dalam kata-katanya. "Terima kasih, Liuying. Aku akan mengingatnya."
Sebelum berpisah, Xue Liuying mengarahkan pandangannya ke danau yang tenang. "Ada banyak hal yang masih akan terjadi di sekte ini. Ujian dan tantangan akan datang, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap berada di jalur yang benar. Seiring waktu, kamu akan mengerti."
Ling Chen merasa lebih ringan setelah percakapan itu. Dengan langkah yang lebih mantap, ia kembali ke dalam sekte, bertekad untuk menghadapi hari-hari yang akan datang dengan pikiran yang lebih jernih dan hati yang lebih tenang.
Sekte Tianwu, meskipun penuh dengan ambisi dan kompetisi, juga menyimpan banyak pelajaran untuk yang mau merenung. Ling Chen tahu bahwa perjalanan ini baru saja dimulai, dan dia siap menghadapinya, satu langkah dalam ketenangan pada suatu waktu.