NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Membelah Langit, Badai Menuju Ibukota

​Sinar matahari pagi perlahan menghangatkan udara di Puncak Gunung Mata Air Naga. Arya Mahendra melangkah keluar dari ruang kultivasi bawah tanah. Setiap helaan napasnya kini memancarkan ritme yang selaras dengan alam semesta, menandakan fondasinya di Ranah Kondensasi Qi Lapis Ketiga telah kokoh sempurna.

​Di ruang tamu vila, Su Mengxue dan Master Qin Mufeng sudah berdiri menunggu dengan sikap hormat yang ekstrem. Mereka tidak berani duduk, meskipun pelayan telah menyajikan teh terbaik.

​"Tuan Lin," Su Mengxue membungkuk begitu melihat Arya. "Kami telah mengamankan seluruh aset Keluarga Kusuma. Tidak ada satu pun yang berani menentang setelah mendengar nasib Tetua Baja."

​Arya mengangguk pelan. Ia mengeluarkan sebuah plakat giok kecil seukuran telapak tangan, yang telah diukir dengan rune formasi menggunakan Qi keemasannya. Ia melemparkan plakat itu ke arah Su Mengxue.

​"Ini adalah Kunci Sekunder dari Formasi Sembilan Naga," ucap Arya datar. "Hari ini, aku akan pergi ke Ibukota. Selama aku pergi, kalian berdua bertanggung jawab penuh atas keamanan adikku, Maya. Jika ada lalat fana yang mencoba menerobos masuk, hancurkan plakat itu, dan formasi akan membantai siapa pun dalam radius satu kilometer."

​Su Mengxue menangkap plakat giok itu dengan tangan gemetar penuh haru. Dipercayai untuk memegang kunci rumah pelindung sang monster adalah bukti bahwa Paviliun Baicao kini resmi berada di bawah naungan Arya.

​"Tuan Lin, jangan khawatir! Meski kami harus menukarnya dengan nyawa, tidak akan ada satu helai rambut pun dari Nona Maya yang terluka!" janji Master Qin dengan suara bergetar mantap.

​"Siapkan jet pribadi," perintah Arya, matanya memandang menembus jendela menuju arah utara. "Sudah saatnya aku mencabut rumput liar di Ibukota hingga ke akar-akarnya."

​Sementara itu, di sebuah kediaman megah di pusat Ibukota yang dijaga ketat oleh ratusan pengawal bersenjata.

​Di dalam kamar utama, seorang pria tua kurus kering terbaring di atas ranjang es berukir naga. Kulitnya pucat kebiruan, memancarkan hawa dingin yang membuat udara di kamar itu membeku. Ia adalah Patriark Keluarga Shen, salah satu dari lima pilar kekuatan Ibukota, yang kini sekarat akibat Racun Es Abadi.

​Pintu kamar didobrak terbuka. Shen Yueru berlari masuk dengan wajah penuh air mata, mengabaikan para dokter spesialis yang sedang berjaga.

​"Kakek!" Yueru langsung berlutut di samping ranjang, mengeluarkan botol giok kecil pemberian Arya. Tanpa membuang waktu, ia membuka mulut kakeknya dan meneteskan Elixir Kehidupan itu ke dalamnya.

​Para dokter bedah dan ahli medis langsung memprotes keras. "Nona Besar! Apa yang Anda lakukan?! Jangan sembarangan memberi obat yang tidak jelas asal-usulnya!"

​Namun, sebelum mereka bisa menghentikannya, sebuah keajaiban mutlak terjadi.

​WUSSS!

​Hawa dingin di dalam ruangan seketika menghilang bagaikan salju yang disiram lautan lahar. Warna kulit Patriark Shen yang kebiruan berubah menjadi merah sehat dalam hitungan detik. Napasnya yang tadinya tersengal-sengal kini kembali kuat dan teratur.

​BUM!

​Sebuah gelombang tenaga dalam yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Patriark Shen, membuat para dokter terpelanting ke belakang. Pria tua itu membuka matanya, duduk tegap, dan menatap kedua tangannya dengan ketidakpercayaan yang luar biasa.

​"Racun Es di meridianku... lenyap tak bersisa? Dan kekuatanku... aku telah menembus Puncak Grandmaster?!" Patriark Shen berteriak kegirangan, suaranya mengguncang seluruh kediaman.

​Shen Yueru menangis lega, menceritakan semua yang terjadi di provinsi selatan. Mulai dari pemuda misterius bermarga Lin, kehancuran utusan Sekte Darah Hitam, hingga... kematian Tuan Muda Jin dan pesan mengerikan untuk Tetua Emas.

​Mendengar kematian cucu Tetua Emas, tawa Patriark Shen seketika terhenti. Wajahnya berubah menjadi sangat serius.

​"Dia membunuh cucu monster tua itu, dan berani menantangnya secara terbuka?" Patriark Shen mondar-mandir di kamarnya. Keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.

​Di Ibukota, Aliansi Bela Diri adalah langit. Menentang mereka berarti bunuh diri. Namun, pemuda bermarga Lin ini memiliki kekuatan yang berada di luar nalar manusia fana.

​Setelah hening yang panjang, Patriark Shen menggebrak meja kayunya hingga hancur berkeping-keping. Matanya menyiratkan tekad seorang penjudi yang mempertaruhkan nyawanya.

​"Kumpulkan seluruh pasukan elit Keluarga Shen! Siapkan penyambutan terbesar di bandara!" perintah Patriark Shen tegas. "Ibukota akan segera diguncang badai darah, dan Keluarga Shen akan mempertaruhkan segalanya untuk berdiri di belakang Tuan Lin!"

​Dua jam kemudian, Bandara Internasional Ibukota.

​Jet pribadi milik Baicao Group mendarat dengan mulus. Namun, suasana di landasan pacu sangat jauh dari kata normal. Bukannya petugas bandara, landasan itu justru dikepung oleh ratusan pria berotot yang mengenakan seragam Aliansi Bela Diri Ibukota. Senjata mereka berkilat tertimpa sinar matahari siang.

​Di garis depan, seorang pria paruh baya dengan bekas luka melintang di wajahnya berdiri sambil memegang sebilah golok besar. Ia adalah salah satu Komandan Divisi Aliansi Bela Diri.

​Pintu jet pribadi perlahan terbuka.

​Arya melangkah keluar, berdiri di puncak tangga pesawat. Angin meniup jaket usangnya. Ia memandang ke bawah, menatap ratusan ahli bela diri elit fana itu dengan sorot mata yang biasa ia gunakan untuk menatap tumpukan dedaunan kering.

​"Apakah anjing tua bermarga Jin itu yang mengirim kalian untuk menyambut kematian?" Suara Arya bergema, menembus deru mesin pesawat dan langsung menghujam jantung setiap orang di landasan pacu.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!