NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Cahaya di Ujung Dunia dan Ketakutan di Negeri Permata

​Februari 701 Masehi — Pusat Kontrol Energi, Islamabad

​Di dalam sebuah ruangan bundar yang didominasi oleh layar monitor hologram dan pendar cahaya biru, Yudi Rahmad berdiri menatap peta digital Asia. Titik-titik cahaya mulai menyala satu per satu di luar batas wilayah Dinasti Rahmad. Ini adalah fase baru dari visi Yudi: Diplomasi Energi. Ia menyadari bahwa untuk menjaga stabilitas dunia, ia tidak bisa membiarkan sekutunya tetap berada dalam kegelapan sementara Islamabad sudah bersinar seperti bintang.

​Melalui kabel-kabel superkonduktor bawah tanah dan transmisi nirkabel jarak jauh yang dikeluarkan dari Inventory Sistem, energi fusi dari Islamabad mulai mengalir ke jantung dua kekaisaran sekutu.

​Terang di Timur: Kebangkitan Zhou

​Di Luoyang, ibu kota Dinasti Zhou, malam yang biasanya hanya diterangi oleh lampion kertas dan obor kini berubah total. Ribuan lampu jalan otomatis yang dipasang oleh tim teknisi Rahmad menyala secara serentak. Maharani Wu Lin berdiri di balkon istananya, terpana melihat jalanan kota yang kini tampak seperti aliran emas di tengah kegelapan.

​Tidak hanya Luoyang, Chang’an, kota kuno yang menjadi simbol kemegahan Tiongkok, kini memiliki denyut nadi baru. Pabrik-pabrik tekstil dan bengkel logam mulai menggunakan motor listrik sederhana yang dikirim oleh Yudi. Kehidupan malam di Zhou menjadi lebih hidup; pasar-pasar tetap buka hingga larut malam tanpa rasa takut akan kegelapan. Rakyat Zhou bersorak, memuji "Pangeran dari Utara" yang telah membawa cahaya surga ke bumi mereka.

​Cahaya Suci di Barat: Abbasiyah Bersinar

​Di wilayah Barat, kemurahan hati Yudi menyentuh jantung dunia Islam. Di Baghdad, ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah, Istana Al-Khulud kini bermandikan cahaya lampu kristal elektrik yang tidak pernah padam. Perpustakaan Bayt al-Hikmah kini beroperasi 24 jam, memungkinkan para ilmuwan Arab mempelajari naskah-naskah kuno dan sains baru di bawah terang lampu yang stabil, tanpa takut akan jelaga lilin yang merusak kertas.

​Namun, yang paling mengharukan adalah saat listrik menyentuh dua kota suci, Mekkah dan Madinah. Di Mekkah, area sekitar Ka'bah kini diterangi oleh lampu sorot bertenaga tinggi, memudahkan para jamaah melakukan tawaf di malam hari dengan suhu yang lebih sejuk. Di Madinah, Masjid Nabawi bersinar terang, menciptakan suasana spiritual yang luar biasa megah.

​Kabar ini segera menyebar ke Aleppo dan Yerusalem. Di Aleppo, benteng-benteng tua kini memiliki menara pengawas yang dilengkapi lampu pencari. Di Yerusalem, Kubah Batu (Dome of the Rock) memancarkan cahaya keemasan yang bisa terlihat dari bermil-mil jauhnya di gurun Yudea. Khalifah Abbasiyah mengirimkan pesan rahasia kepada Yudi: "Engkau tidak hanya memberikan kami energi, engkau telah memberikan kami harapan baru bagi kejayaan umat."

​Kegelisahan di Selatan: Bayang-Bayang Ceylon

​Namun, di saat daratan utama Asia bersuka cita, sebuah pulau di ujung selatan India dilingkupi oleh awan kecemasan. Kerajaan Ceylon (Sri Lanka).

​Raja Agbo VI, penguasa Ceylon, berdiri di pelabuhan kuno Anuradhapura. Matanya menatap ke arah utara, ke arah selat yang memisahkan pulaunya dengan daratan India yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Yudi Rahmad. Dari intelijennya, ia mendengar kabar tentang "kereta besi yang meluncur secepat kilat" dan "burung-burung baja yang bisa menghanguskan kota dalam sekejap".

​Ketakutan menyelimuti istana Ceylon. Mereka merasa seperti seekor kancil di hadapan naga yang sedang tidur. Bagi Raja Agbo, kebijakan Yudi yang tidak menyerang warga sipil di India memang melegakan, namun kedaulatan kerajaannya tetap terancam.

​"Kumpulkan seluruh pandai besi! Lipat gandakan produksi tombak dan anak panah!" perintah Raja Agbo dengan suara parau. "Perkuat benteng-benteng pesisir. Jika Dinasti Rahmad memutuskan untuk melintasi laut, kita tidak boleh menyerah tanpa perlawanan!"

​Ceylon mulai meningkatkan pengeluaran militernya secara drastis. Mereka merekrut ribuan pemuda untuk menjadi prajurit, melatih gajah-gajah perang dalam jumlah besar, dan memperkuat armada kapal kayu mereka. Mereka tidak tahu bahwa di mata Yudi, gajah perang dan panah hanyalah artefak masa lalu yang tidak berarti di hadapan jet tempur. Ketakutan Ceylon adalah ironi; Yudi saat ini sedang fokus pada kehamilan istrinya, namun eksistensi kekuatan Rahmad saja sudah cukup untuk membuat sebuah kerajaan gemetar.

​Kehangatan di Islamabad: Janin yang Tumbuh

​Di tengah hiruk-pikuk politik dunia, Yudi tetap berada di sisi Yue Qing. Kehamilan Permaisuri kini memasuki bulan kedua. Yudi sering menghabiskan waktu di taman istana, menjelaskan kepada Yue Qing tentang titik-titik cahaya di peta Asia.

​"Lihat, Sayang," ucap Yudi sambil menunjuk ke arah Yerusalem dan Luoyang di peta hologram. "Cahaya itu adalah simbol kedamaian. Selama mereka memiliki energi dan kemakmuran, mereka tidak akan berpikir untuk berperang."

​Yue Qing tersenyum, tangannya mengusap perutnya yang mulai sedikit berubah. "Tapi bagaimana dengan Ceylon? Aku mendengar mereka sedang memobilisasi pasukan. Apakah kita akan berperang lagi?"

​Yudi terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan. "Aku tidak ingin ada darah yang tumpah saat anak kita tumbuh di dalam rahimmu. Jika mereka bijaksana, mereka akan memilih untuk bergabung dalam cahaya. Jika tidak... aku akan memastikan mereka tidak akan pernah bisa menyentuh perbatasan kita."

​Yudi mematikan hologram dan fokus sepenuhnya pada Yue Qing. Ia tahu bahwa meskipun dunia luar sedang bergejolak antara rasa takjub dan ketakutan, prioritas utamanya adalah memastikan bahwa pewaris takhta Dinasti Rahmad lahir di dunia yang sudah terang benderang.

​Statistik Kekaisaran Dinasti Rahmad & Global (Februari 701 M)

​Status Energi Global:

​Dinasti Rahmad: Elektrifikasi 100% (Energi Fusi).

​Dinasti Zhou: Elektrifikasi 15% (Fokus pada Luoyang & Chang'an).

​Abbasiyah: Elektrifikasi 10% (Fokus pada Kota Suci & Pusat Administrasi).

​Kekuatan Militer Ceylon (Dalam Upaya Peningkatan):

​Infanteri: 80.000 (Tombak & Pedang).

​Gajah Perang: 1.500 Ekor.

​Kapal Kayu: 300 Unit.

​Status: Siaga Tinggi (Defensif).

​Statistik Domestik Rahmad:

​Luas Wilayah: 5.200.000 km^2.

​Populasi: ± 82.800.000 Jiwa.

​Muslim: 32.000.000 Jiwa (Terus bertambah di wilayah India).

​Kondisi Permaisuri: Hamil 2 Bulan (Sehat/Stabil).

​Ekonomi: Surplus 400% akibat efisiensi listrik dan transportasi kereta cepat.

​Malam itu, saat jutaan orang di Baghdad dan Luoyang menatap lampu-lampu yang bersinar, di sebuah istana di Ceylon, seorang Raja terjaga dengan keringat dingin. Dunia telah berubah, dan mereka yang tidak sanggup mengejar cahaya, dipaksa gemetar di dalam kegelapan yang tersisa.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!