NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:120.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

Hari ini adalah hari di mana Ghaizka membuka klinik herbal barunya untuk memulai hidup yang baru.

Papan nama "KLINIK HERBAL GHAIZKA" terpasang rapi di depan rumahnya.

Di seberang jalan dan di sekitar area tersebut, banyak orang yang melirik aneh.

Beberapa pedagang dan warga sekitar mulai berbisik-bisik, bahkan ada yang tertawa mengejek.

"Heh, lihat tuh... Ghaizka buka klinik herbal. Masih muda banget, cuma janda, mana bisa dia ngobati orang?" cemooh seorang wanita paruh baya dengan nada meremehkan.

"Iya nih... namanya juga klinik herbal, pasti cuma jual jamu doang. Mana ada orang mau berobat ke sini kalau masih bisa ke dokter atau rumah sakit besar," sahut temannya.

"Bener banget. Mending pulang aja sana, urus rumah tangga daripada sok-sokan buka klinik. Nanti kalau ada yang mati salah diagnosa gimana?" ejek yang lain.

Suara-suara ejekan tu terdengar jelas sampai ke telinga Ghaizka.

Tapi, Ghaizka tetap tenang dan datar. Ia tidak marah, tidak juga membela diri. Ia tidak perlu mendengar cemoohan mereka yang tidak tahu dengan ilmu pengobatannya.

"Tunggu saja... kalian akan tahu siapa saya sebenarnya," batinnya dingin.

Tiba-tiba, seorang pria gemuk dengan wajah kemerahan berjalan masuk dengan langkah berat. Ia terlihat sering mengeluh dan memegang pinggangnya.

"Saya lihat di sini bisa berobat ya? Saya sudah ke banyak dokter tapi sakit pinggang dan asam urat saya nggak sembuh-sembuh, saya mau coba herbal di sini. Tapi ingat ya, kalau nggak sembuh, saya yang pertama kali bakal nyuruh orang boikot tempat ini!" kata pria itu sedikit mengancam.

Ghaizka tidak menjawab. Ia hanya menatap wajah pria itu datar, ia melihat kening, mata, hingga bibir. Hanya butuh waktu sepuluh detik.

"Maaf Tuan, Anda tidak hanya sakit pinggang biasa," kata Ghaizka pelan namun tegas.

"Hah? Memangnya apa?" tantang pria itu.

"Ginjal Anda sedang bekerja terlalu keras. Warna wajah Tuan kemerahan dan urat di pelipis menonjol, itu tanda tekanan darah tinggi dan ada penumpukan racun di dalam tubuh. Selain itu, perut Tuan terlihat buncit dan kulit kering... hati Anda juga kurang sehat karena terlalu banyak makan gorengan dan alkohol bukan?" ucap Ghaizka runut.

Pria itu terbelalak kaget, matanya melotot tak percaya, sungguh banyak penyakit yang ia derita.

"Kau... kau bagaimana tahu?! Aku bahkan belum cerita apa-apa!" serunya panik. "Benar juga! Dokter bilang fungsi hatiku menurun dan darah tinggi!... hebat sekali!"

Orang-orang yang tadinya mencibir di luar pun langsung terdiam. Mulut mereka ternganga.

Belum selesai sampai di situ, seorang nenek-nenek yang berjalan tertatih-tatih datang. Mukanya pucat pasi.

"Duh Non, aku sering pusing dan pandangan gelap, tapi nenek mau berobat ke dokter, nanak tak punya uang, selama ini cuma beli di apotik saja, tapi sekarang duit nenek sudah habis. Jadi bisakah Nenek berobat di sini?" tanya nenek itu penuh harap.

"Tidak apa-apa, saya tidak mematokkan harga, dan bayar seiklasnya saja, masuklah ke sini Nenek, biar saya lihat penyakit Anda," kata Ghaizka.

Nenek itu pun berjalan mendekat.

"Nenek kurang darah, dan jantung Nenek agak lemah. Lihat kelopak matanya pucat dan bibirnya kehitaman. Nenek juga sering sesak napas kalau jalan cepat kan?" tanya Ghaizka.

"Iya betul! Anak ini sakti!" teriak nenek itu takjub.

Suasana seketika berubah.

Yang tadinya mencemooh, sekarang jadi kaget.

"Wah... beneran dong! Dia bisa lihat penyakit cuma dari wajah doang!"

"Gila ya... ilmu macam apa ini?"

"Jangan-jangan dia tabib sesungguhnya yang turunan leluhur!"

Kerumunan orang yang tadinya iseng dan mau menghina, kini berubah menjadi antrean panjang yang ingin diperiksa oleh Ghaizka.

Apa lagi bayar seiklasnya dan tidak di patok harga, buat mereka yang tak punya uang ke rumah sakit, mungkin mereka bisa sembuh di klinik ini.

Orang-orang berdatangan. Mereka penasaran dan takut ketinggalan antrean.

" Nona Ghaizka! Coba lihat saya dong! Perut saya sering kembung dan susah tidur!" teriak seorang ibu-ibu.

Ghaizka hanya menatap wajahnya sekilas.

"Wajah Ibu terlihat kekuningan dan sering menguap, itu tanda lemak darah dan gangguan pencernaan. Ibu juga sering merasa panas dalam dan emosian bukan?" tebak Ghaizka.

"Iya ampun! Betul sekali! Dokter saja butuh cek darah berhari-hari, ini cuma lihat mata langsung tahu!" seru ibu itu takjub setengah mati.

Satu per satu pasien datang, dan satu per satu mereka keluar dengan wajah ceria.

Ghaizka mampu menyebutkan penyakit mereka, riwayat sakit keluarga, bahkan kebiasaan buruk mereka sehari-hari hanya dengan mengamati raut wajah, warna kulit, dan bentuk mata.

"Lihat Tuan, hidungnya kemerahan dan bengkak... pasti diabetes dan sering buang air kecil malam," ucap Ghaizka tenang.

"Ya Tuhan... ini penyihir apa tabib sih? Kok bisa seakurat itu?!" gumam para penonton yang kini sudah tidak ada yang berani berkomentar jelek lagi.

Seorang pria yang tadi paling keras mencibir dan bilang Ghaizka cuma jual jamu, kini mendekat dengan wajah memerah karena malu. Ia membungkuk hormat dalam-dalam.

"Ma... maafkan kami ya Nona! Kami tidak tahu kalau Nona itu hebat sekali. Tadi kami salah sudah meremehkan Nona," katanya ketakutan.

Ghaizka hanya tersenyum tipis.

"Tidak apa-apa. Orang memang sering menilai dari luar. Sekarang kalian sudah tahu kan, bahwa pengobatan herbal juga bisa sehebat dan seakurat itu," jawabnya lembut.

1
Maria Lina
ok tpi lusa nya double"ya thor hehe😍😍
less22: iya😭😭😭😭
total 1 replies
reaaannaaa
baiknya ghaizka lebih tegas,usir ajar jika gk suka simple tho dari pada sikap plin plan bikin bingung perasaan orang
Maria Lina
wlwk rasain kalian berdua
less22: kwkwkwkw
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗄𝗎𝗇𝗒𝗂𝗍. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗎 𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖺𝗀𝗂?
Maria Lina
lgi ya thore
less22: rahasia ilahi🤣🤣
total 5 replies
Memyr 67
𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖼𝖾𝗈, 𝗃𝖺𝖽𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖺𝗅𝗓𝖾𝗈
Maria Lina
lgi thor kok 1 kn kurang hehe
less22: nanti ya, lagi beres-beres dulu
total 1 replies
Memyr 67
𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂, 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝗆𝗈𝗋 𝗀𝖾𝖽𝖾, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗌𝖾𝗇𝖻𝗎𝗁 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗁𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗃𝖺𝗆. 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖿𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌𝗂
Memyr 67
𝖺𝗁𝗁 𝖺𝗅𝗓𝖾𝗇. 𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖾𝗇𝖺𝗄?
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗉𝖾𝗌𝖺𝗇 𝗈𝗃𝖾𝗄 𝗈𝗇𝗅𝗂𝗇𝖾? 𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗁𝖾𝗇𝖿𝗈𝗇? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗁𝖾𝗇𝖿𝗈𝗇? 𝗌𝖾𝗄𝗈𝗇𝗒𝗈𝗇𝗀 𝗄𝗈𝗇𝗒𝗈𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗄𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗀𝖾𝗋 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗁𝖺𝗋𝗂𝗌, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗀𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖿𝖺𝗋𝗂𝗌, 𝗉𝗂𝗒𝖾 𝗄𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋?
Memyr 67
𝗈𝗐 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗅𝖺𝗇𝗃𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗂𝗍𝗎?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗎𝗅𝖺. 𝗀𝗎𝗅𝖺 𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖻𝖾𝗅𝗂. 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗅𝖺𝗇𝗃𝖺 𝗀𝗎𝗅𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗁, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗌𝗎𝗀𝗎𝗁𝗂𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗋𝗀𝖺? 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗇𝗂𝗅𝖺𝗂 𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗈𝖽𝖾𝗋𝗇? 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝗃𝗎𝗀𝖺. 𝖺𝗅𝗎𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗈𝗆𝗉𝖺𝗍 𝗅𝗈𝗆𝗉𝖺𝗍 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗌𝗂𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖺𝗄𝗎𝗉𝗎𝗇𝗄𝗍𝗎𝗋
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗄𝗎𝗇𝗈. 𝗄𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗒𝖺, 𝖽𝗂 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖺𝗌𝗅𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺?
Fahreziy
nexk
Maria Lina
lanjut thor
Memyr 67
𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂 𝖺𝗆𝖺𝗇
Osie
kalau alzeo sosok pria sejati bolehkah dijodohkan dgn ghaiźka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!