NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:433.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan tiba-tiba

Alea berlari sekuat tenaga, kakinya bergerak secepat yang ia mampu meski rasanya sudah terbakar oleh kelelahan. Jalanan kecil di hadapannya sunyi senyap, tidak ada satu pun orang yang lewat yang bisa ia minta tolong, atau setidaknya yang bisa menghalangi langkah pria di belakangnya. Hanya ada gema langkah kaki mereka yang beradu, dan suara napasnya sendiri yang terdengar memburu di telinga.

"Berhenti! Alea! Berhenti sekarang juga!" seru Damon. Suaranya terdengar tidak terlalu jauh, membuat jantung gadis itu berdegup semakin kencang.

"Nggak mau! Aku nggak mau!" teriaknya balik tanpa menoleh, matanya fokus menatap jalanan lurus di depan. Ia memacu langkahnya lebih cepat lagi, tapi stamina seorang gadis yang biasa dimanja jelas tidak bisa menandingi langkah panjang dan kekuatan Damon yang terlatih.

Jarak di antara mereka semakin menyempit. Alea bisa merasakan aura pria itu yang semakin dekat, membuat bulu kuduknya meremang ketakutan. Ia tahu, jika tertangkap, habis sudah dirinya.

"Satu... dua..." Damon mulai mempercepat larinya.

"Ya ampun! Cepet banget sih kakinya! Apa dia pakai roda di sepatunya?!" gumam Alea panik.

Baru saja ia hendak berbelok ke sisi lain lorong, tiba-tiba sebuah tangan kuat dan hangat melingkar cepat di pinggangnya. Alea menjerit kaget saat tubuhnya ditarik paksa hingga berhenti mendadak. Gaya gravitasinya membuatnya hampir terhuyung, tapi ia sudah terperangkap dalam cengkeraman yang kokoh.

"LEPAS! LEPAS! PENCULIK!" Alea meronta sekuat tenaga, tangannya memukul-mukul lengan Damon, kakinya menendang-nendang udara dengan dramatis. Ia bergerak liar seperti anak kucing yang baru saja tertangkap basah mencuri ikan.

"Aku nggak mau dimakan sama om-om serigala!"

Damon sama sekali tidak tergoyahkan. Dengan satu gerakan luwes dan penuh dominasi, ia mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah. Alea langsung bergelantung di tubuhnya, kakinya melilit pinggang Damon dan tangannya otomatis memeluk leher pria itu demi menjaga keseimbangan, posisi seperti anak koala yang sedang digendong induknya.

"Kau berani bilang aku serigala?" gumam Damon pelan, suaranya terdengar berat tepat di telinga Alea.

Tanpa memberi kesempatan gadis itu untuk bernapas, Damon melangkah beberapa langkah hingga punggung Alea terbentur lembut namun menekan ke dinding bata dingin di sisi lorong.

Bugh.

Damon menopang tubuhnya dengan satu tangan di punggung gadis itu dan tangan lainnya menahan pinggang ramping itu, menekannya sedikit ke dinding sehingga Alea benar-benar terjepit di antara dada bidangnya dan tembok. Tidak ada jalan keluar. Ruang gerak mereka hilang seketika, menyisakan jarak yang sangat tipis di antara wajah keduanya.

Alea langsung terdiam.

Rontaannya berhenti total. Tangannya yang semula memukul-mukul bahu Damon kini terhenti di udara, kaku. Kakinya yang masih melilit pinggang pria itu ikut melemah.

Hening.

Hanya suara napas mereka yang saling bersahutan di lorong sempit itu. Alea mendongak, menatap manik mata gelap Damon yang kini menatapnya intens dari jarak yang sangat dekat. Jarak yang membuatnya bisa mencium wangi parfum mahal bercampur aroma maskulin yang khas dari tubuh pria itu. Wajah tampan itu kini hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.

Dada Damon naik turun pelan, menandakan ia juga baru saja habis berlari, tapi ia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan Alea yang napasnya masih memburu tak beraturan. Tatapan mata pria itu tajam, dalam, dan sulit diterka. Ada amarah di sana, tapi juga ada sesuatu yang lain... sesuatu yang membuat jantung Alea berdebar aneh, bukan karena takut lagi, tapi karena ... Entahlah, dia juga bingung kenapa selalu seperti ini kalau berada sedekat ini dengan si om.

"Om... Turunin aku," gumamnya dengan suara rengekan pelan.

"Agar kau bisa kabur lagi? Tidak, terimakasih."

Alea mencebik.

"Turunin aku, kalau gak aku teriak ini." ancamnya kemudian. Sayangnya Damon tidak terancam.

"Teriak saja. Aku tidak peduli." pria itu makin menekan tubuh Alea ke dinding. Tubuh mereka makin menempel.

"Cih, nyebelin." Alea membuang muka.

"Siapa yang lebih menyebalkan, kau atau aku?"

Alea menatap Damon lagi.

"Jelas om-lah."

"Kau mencuri, menurutmu itu terpuji?" nada suara Damon kembali serius. Tatapannya tajam. Alea terdiam sebentar, lalu menyengir lebar.

"Ya enggak. Tapi itu ada dalam satu daftar yang pengen aku buat di kota ini, harap makhlum lah om. Habis ini gak lagi, udah tobat. Aku janji!"

"Janji? Mulutmu memang manis sekali, tapi sejarah membuktikan kata-katamu seringkali tak bisa dipegang," sahut Damon dingin.

Ia tidak mengurangi tekanan tubuhnya sedikitpun. Justru tangannya yang menahan pinggang Alea bergerak naik, menyentuh dagu gadis itu dan memutarnya kembali agar wajah mereka kembali berhadapan. Tatapan mata hitam pekat itu menembus tepat ke dalam manik mata Alea.

"Kau pikir masalah di kantor polisi tadi itu main-main? Kau tahu siapa ayahmu, Alea. Apa aku perlu menelepon dan memberitahu ayahmu apa saja yang kau lakukan di sini?"

"Jangan!" seru Alea cepat, matanya membelalak panik. Kedua tangannya refleks mencengkeram kerah kemeja Damon, wajahnya berubah pucat pasi.

"Jangan telepon Daddy!"

Melihat reaksi gadis itu yang takut, sudut bibir Damon sedikit terangkat membentuk senyum miring yang menang. Ia berhasil menemukan titik lemah Alea.

"Jadi kau juga tahu takut?" tanya Damon pelan, nada suaranya masih dingin dan mendominasi. Ia mencondongkan wajahnya lebih dekat lagi, membuat jarak di antara mereka nyaris tak tersisa.

"Kau berani melakukan apa saja seenaknya, tapi kau takut dimarahi ayahmu, kan?"

Alea terdiam. Tapi dalam hati rasanya dia ingin memukul-mukul pria ini. Beraninya ngancem.

"Katakan, apa yang akan kau lakukan agar aku tidak melapor pada ayahmu?" gumam Damon di telinga Alea.

Otak gadis itu berpikir keras. Lalu ia teringat ciuman tadi pagi.

Si om kayaknya doyan ciuman. Tadi pagi berani nyium gue sampe segitunya. Bibir gue sampe bengkak. Kalo gitu, nanti gue cariin cewek cantik buat dia. Kalo sekarang... Kasih tanda jadi dulu biar dia gak lapor ke daddy.

Alea mengangguk kuat. Ia menatap Damon lagi. Senyumnya membuat Damon curiga. Sebelum ia bicara, Alea sudah menyerang bibirnya. Damon kaget sekali. Bahkan ciuman itu bukan hanya sekadar menempel. Caranya mirip dengan yang tadi pagi dia lakukan, tapi ini versi Alea.

Damon terdiam, membiarkan mulut gadis itu bergerak-gerak liar di bibirnya.

1
Atik Marwati
🧐🧐🧐🧐 lagi pada ngapain sih
Ita rahmawati
Damian kamu punya dua kesalahan,,nyuruh Damon jaga alea SM kasih restu buat Damon deketin Ale krna dg bgtu Damon jd makin berani dn percaya diri 🤣🤣🤣
Fortu
🤣🤣🤣🤣🤣 pengawal bayangan semuanya cemburu
Lilik Juhariah
wkkw pasti akan terbayang bayang om Damon terus kamu Ale
Lilik Juhariah
waaah ilmunya Daddy Damian. di wariskan ke om Damon
Lilik Juhariah
ahirnya es balok nya om Damon mencair gegara ketemu Alea
Maharani Rani
🤣🤣🤣lanjutttt
Milla
ALEA 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Milla
🫣🫣😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
om damon ada mainan baru ini🤣ini🤣
Milla
Aleaaa kamu tu yaaa bikin babang damon emesh tau g sihh🤗🌹
Nesya
om damon madus 🤣🤣🤣🤣
Nesya
eh alea bra mu kau lupakan 🤣🤣🤣🤣
Nesya
buseeeetttt 🤣🤣🤣🤣🤣
Nesya
kapok alea makaknya jangan bangungkan serigala yg lagi tidur 🤣🤣🤣🤣
Milla
🤣🤣🤣🤣🫣 alea kamu kok lucu binggiitt sihh itu yang buat si om2 susah buat ngelupain kamu yaa bar bar bangeett 🤗🤗🤗
Syavira Vira
lanjut
Santi Nuryanti
dasarrrr om daooonnnnn🤣🤣🤣🤣
......bunga
❤️
Bunda SalVa
yang ada Damon lagi duduk manis nunggu kamu kembali barangmu yang kau tinggal Lea 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!