NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

***

"Rintihanmu... aku menginginkannya lebih keras," desis Aditya, napasnya memburu di telinga Mayang. "Tunjukkan padaku bahwa kau menikmati peranmu sebagai rahimmku. Tunjukkan bahwa kau tunduk padaku lebih dari pria manapun."

Aditya mulai mendominasi tubuh Mayang dengan cara yang sangat terkendali namun kasar. Ia seolah ingin menanamkan eksistensinya sedalam mungkin ke dalam rahim Mayang. Mayang tidak punya pilihan selain mengikuti ritme itu. Ia harus memainkan peran sebagai dewi yang menyerah.

"Ahh... nghhh... ahhh! Tuan... Aditya..." desah Mayang, matanya menatap kosong ke arah langit-langit kamar yang mewah. Suara desahan dan gesekan kulit memenuhi ruangan yang kedap suara itu.

"Sebut namaku lagi! Katakan siapa pemilikmu!" perintah Aditya sembari menekan tubuh Mayang lebih dalam.

"Kau... ahhh... kau pemilikku... nghhh... ahhh! Lakukan apa yang kau mau... ahh!" Mayang merintih kencang saat rasa nyeri dan gairah yang dipaksakan itu memuncak. Di tengah desahannya, hatinya membeku. Setiap sentuhan Aditya ia catat sebagai hutang darah yang harus dibayar pria itu nanti.

Setelah badai itu mereda, Aditya tetap memeluknya, tangannya tak sedetik pun lepas dari perut Mayang. "Kau sangat indah saat menyerah, Mayang. Aku bisa merasakan detak jantung benihku merespons suaramu."

Minggu-minggu berlalu dalam rutinitas yang sama. Mayang dilarang turun dari tempat tidur kecuali untuk ke kamar mandi. Setiap pergerakannya diawasi oleh kamera CCTV yang tersembunyi di setiap sudut. Para pelayan hanya datang untuk mengantar makanan organik tanpa rasa dan membersihkan ruangan tanpa sepatah kata pun.

Satu-satunya hiburan Mayang adalah jendela besar yang menghadap ke lembah. Namun, lembah itu kini terasa seperti jurang yang memisahkannya dari kenyataan. Ia merindukan Aira. Ia merindukan tangisan bayi Rani.

Suatu hari, Aditya masuk membawa sebuah tablet. Ia memperlihatkan video singkat Aira yang sedang belajar berjalan di sebuah taman bunga.

"Lihat," ucap Aditya dingin. "Dia sehat. Dia bahagia. Dan dia akan tetap seperti itu selama kau tidak membuat kesalahan. Jika kau mencoba menghubungi dunia luar melalui pelayan, atau jika kau mencoba menyakiti janin di dalam perutmu ini... video berikutnya yang kau lihat tidak akan seindah ini."

Mayang menatap layar itu dengan mata berkaca-kaca. "Kau benar-benar iblis, Adit. Bagaimana bisa kau tumbuh menjadi monster seperti ini? Kita dulu bermain di bawah pohon beringin yang sama."

Aditya mematikan layar tabletnya. "Pohon beringin itu sudah lama mati, Mayang. Sama seperti kepolosan kita. Di dunia ini, kau hanya bisa menjadi predator atau mangsa. Aku memilih menjadi predator yang memiliki dewi tercantik sebagai tangkapannya."

Aditya kemudian berlutut di samping tempat tidur, meletakkan kepalanya di perut Mayang yang kini mulai sedikit membuncit di bulan keempat. "Sembilan bulan, Mayang. Hanya sembilan bulan. Setelah kau melahirkan putraku di ruangan ini, dengan tangan telanjangku yang akan menyambutnya... kau akan mendapatkan kebebasanmu. Tapi sampai saat itu tiba, kau adalah tawanan dari gairahku."

Mayang mengelus rambut Aditya dengan gerakan yang sangat lambat, hampir seperti belaian seorang ibu yang menenangkan anaknya, namun matanya menatap tajam ke arah lemari besi di sudut ruangan di mana Aditya menyimpan kunci akses digital untuk vila ini.

"Aku akan memberimu putramu, Adit," bisik Mayang, suaranya terdengar tulus namun mengandung racun. "Aku akan merintih sesukamu. Aku akan melahirkan sekuat tenaga di depan matamu. Tapi jangan salahkan aku jika saat dia lahir nanti, dia membawa seluruh dendam yang sudah kupendam selama bertahun-tahun."

Aditya tertawa pelan, merasa telah memenangkan jiwa Mayang sepenuhnya. Ia tidak tahu bahwa di dalam kepalanya, Mayang sedang menghitung detik demi detik, mempelajari setiap celah pengamanan, dan mempersiapkan mentalnya untuk persalinan paling dramatis yang pernah ada—sebuah momen di mana ia tidak hanya akan mengeluarkan nyawa, tapi juga akan menghabisi sang Auditor yang telah berani mengurung sang Nyonya M.

"Nghhh... ahhh..." Mayang kembali merintih pelan saat Aditya mulai kembali mencumbunya. Ia membiarkan pria itu merasa berkuasa, membiarkan tubuhnya kembali menjadi pusat pemujaan, sementara jiwanya sedang mengasah belati yang siap ditusukkan tepat di saat Aditya berada di puncak kebahagiaannya.

****

Bersambung

1
MARWAH HASAN
wehhh ini cerita menegangkan
Mak e Tongblung
Aira atau Laras nama anaknya
Uthie
Tertarik mampir 👍👍👍👍👍
Uthie
benar-benar jadi iblis 😌
Uthie
Waowww
Uthie
Gak mikir apa soal nantinya anak-anak tsb 😌
Uthie
hmmm
Uthie
mengejar dunia itu cuma ada kecapean yg tak berujung 😁
Uthie
Gila sihhh 😁
Uthie
menarik 👍😏
Uthie
Waowww
Uthie
Apakah akan selamanya??? 😏
Uthie
Hmmmm.... godaan dan ujian dunia😌
Uthie
coba mampir 👍👍
Heresnanaa_: hai kak, happy reading yaa🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!