NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Suara kapur Pak Danu yang berderit di papan tulis terasa seperti sembilu yang menggores harga diriku. Di depan sana, ia sedang menjelaskan tentang pengkhianatan dalam sejarah, sementara di bangkuku, aku sedang meratapi pengkhianatan yang lebih nyata.

Mataku tertuju pada buku paket, tapi pikiranku tidak ada di sana. Aku teringat bagaimana teman-teman satu gengku—orang-orang yang tertawa bersamaku setiap hari—ternyata punya "grup rahasia" sendiri untuk menutupi hubungan Guntur dan Fita. Mereka semua tahu. Mereka semua melihatku seperti orang bodoh yang menjaga kesetiaan pada seseorang yang sudah lama pindah ke hati lain.

Kenapa gue harus menghindar? tanyaku pada diri sendiri.

Rasanya sesak harus berpura-pura tidak tahu saat berpapasan dengan mereka di koridor. Aku lelah memasang topeng "Afisa yang penurut". Aku ingin lari, tapi sekolah ini terasa semakin sempit. Setiap sudutnya punya memori tentang Guntur, dan setiap bisikan di kelas terasa seperti sedang membicarakanku.

Lalu ada Alan.

Cowok itu benar-benar tidak terduga. Di saat semua orang mengasihaniku atau menertawakanku, dia justru datang dengan tantangan. Latihan debat di kafe depan sekolah sore ini adalah satu-satunya pelarian yang masuk akal. Bersama Alan, aku bukan lagi pengagum Guntur. Aku adalah Afisa yang punya suara, yang punya argumen, dan yang—kata Alan—punya tatapan sedingin es.

Aku melirik jam dinding. Masih ada dua jam lagi sebelum bel pulang berbunyi. Di dalam laci, tiket dari Radit seolah berteriak memintaku datang ke lapangan bola, sementara aroma roti dari Bintang terus mengingatkanku pada ketulusan yang baru saja kusakiti.

Gue nggak bisa terus-terusan jadi pengecut, batinku sambil mengepalkan tangan di bawah meja.

Hari ini, aku tidak akan pergi ke lapangan untuk menonton Guntur. Aku akan pergi ke kafe itu. Aku akan bertemu Alan. Aku akan belajar cara memenangkan argumen, agar suatu saat nanti, ketika aku berdiri di depan Guntur dan Fita, aku tidak lagi kehabisan kata-kata.

"Afisa! Halaman 145, apa kesimpulan dari Perjanjian Renville?" suara Pak Danu menggelegar, memutus rantai lamunanku.

Aku menarik napas panjang, menegakkan punggung, dan menatap Pak Danu tanpa ragu. "Perjanjian itu adalah bukti bahwa diplomasi sering kali hanya menjadi cara untuk mengulur waktu sebelum pengkhianatan yang lebih besar terjadi, Pak."

Satu kelas terdiam. Pak Danu menaikkan kacamata, tampak terkejut dengan jawaban yang sedikit "melenceng" tapi sangat tajam itu. Di sampingku, Anjani mengerutkan kening.

Ya, aku sudah selesai menjadi penonton dalam hidupku sendiri.

Kringgg!

Bel istirahat berdentang nyaring, memutus keheningan canggung yang kutinggalkan setelah menjawab pertanyaan Pak Danu. Aku segera memasukkan buku-bukuku, tidak memedulikan tatapan heran teman-teman sekelas.

Aku berjalan menuju kantin dengan langkah lebar. Perutku lapar, tapi hatiku lebih haus akan ruang untuk bernapas. Begitu sampai di ambang pintu kantin, mataku langsung menangkap pemandangan yang biasa kulihat: Guntur, Fita, dan anggota geng lainnya sudah berkumpul di meja tengah yang selalu menjadi singgasana mereka.

"Fis! Afisa! Sini!"

Suara Kaila melengking di antara keriuhan kantin. Ia melambaikan tangan dengan antusias, memberi kode agar aku menempati kursi kosong di sebelahnya—tepat di seberang Guntur dan Fita yang sedang berbagi satu mangkuk bakso.

Aku berhenti sejenak. Aku melihat mereka semua—teman-teman yang selama ini kupikir adalah garda terdepanku, namun ternyata adalah penonton yang paling menikmati drama kehancuranku. Kaila, sepupuku sendiri, tampak tersenyum lebar seolah-olah tidak ada rahasia besar yang sedang ia sembunyikan di balik senyumnya itu

Aku menarik napas dalam, lalu membuang muka. Aku melangkah melewati meja mereka tanpa menoleh sedikit pun, seolah-olah kursi kosong di sana hanyalah udara kosong.

"Fis? Lo nggak dengar?" Suara Kaila terdengar bingung, menyusul di belakangku.

Aku terus berjalan menuju pojok kantin yang paling sepi, sebuah bangku kayu tua di bawah pohon kersen yang jarang ditempati karena jauh dari pusat perhatian. Aku duduk di sana, membelakangi mereka semua. Aku bisa merasakan keheningan sesaat di meja tengah itu. Mereka pasti sedang saling lirik, mungkin bertanya-tanya mengapa si afisa yang ceria ini tiba-tiba kehilangan indra pendengarannya.

Dari sudut mataku, aku melihat Kaila hendak berdiri untuk menghampiriku, tapi Guntur menahan lengannya dan menggeleng pelan. Baguslah. Setidaknya dia masih punya sisa harga diri untuk tidak memaksaku masuk ke lingkaran sandiwara mereka.

Aku mengeluarkan roti pemberian Bintang dari tas. Aroma manisnya menguar, sedikit menenangkan sarafku yang tegang. Di tempat sepi ini, aku bukan lagi Afisa yang harus tersenyum pahit melihat kemesraan Guntur dan Fita. Di sini, aku hanya seorang gadis yang sedang mempersiapkan diri untuk babak baru hidupnya.

"Gue bukan lagi bagian dari kalian," bisikku pelan sebelum menggigit roti itu.

Tiba-tiba, sebuah bayangan menutupi meja kayu di depanku. Aku mendongak, mengira itu Kaila yang nekat mendekat, namun ternyata itu adalah sosok lain yang membawa segelas es teh manis.

1
Rea
melankolis
byyyycaaaa: lanjut baca di ekuilibrium yuk kisah bintang dan afisa
total 1 replies
Shirin Al Athrus
yaahhh, pdhl gue harap mreka akhirnya balikkan. guntur dan afisa. bnyk kok perjuangan yg harus dilakukan guntur agar dia sukses dan dptkan afisa lagiii huaaa sedihh gue KLO kek gini ceritanya
byyyycaaaa: yaaa gimana sama bintang di cintai bahagianya di usahakan tiap hari di pepet 🤭 gimana nggak luluh si Afisanya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
ais kk gtu seru itu liat Afisa sukses mereka pasti nangis pojokan. atau pas bintang nikah aja sama Afisa trus D undang😂😂😂😂😂😂😂
byyyycaaaa: mampir yuk di cerita bintang dan juga afisa ekuilibrium:Antara janji dan jarak🙏
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada cerita khusus untuk Bintang dan juga afisa ya kak,untuk teman-teman afisa mereka tidak ada yang menyesal ,afisa sudah lama meng cut off teman-temannya,🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
coba lah bikin mereka nyesel dulu tor. mau liat Afisa nikah sama bintang
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa dan bintang bahagia gk ada rintangan
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
buat teman Afisa yang dulu nyesal.
Aidil Kenzie Zie
yah balik lagi kasihan Bintang sama temen kamu Fis
byyyycaaaa
mau balikan sama bintang ,tapi takut kecintaan si Afisa 😭
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
jadian ya bintang smaa disayang jangan ada orang ketiga
Aidil Kenzie Zie
bukannya pas liburan di belakang rumah udah di hapus kik masih ada Fis
byyyycaaaa: fotonya guntur lumayan banyak di ponsel afisa 🌚
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada PoV nya Guntur kak biar lebih jelas yaaaa
Aidil Kenzie Zie
emangnya nggak ada cewek lain buat pelarian harus Fita lagi.
kalau Guntur jujur sama keadaannya Afis pasti ngerti tapi dia malah jadi pecundang
Aidil Kenzie Zie
apa si Radit ya mata-mata itu
Aidil Kenzie Zie
mungkin karena belum benar benar selesai 🤔
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!