"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Malam semakin larut ,hingga pagi pun menyambut.
Kicauan burung nampak tersadar bersenandung ria pagi itu,membuat suasana pagi begitu damai dan menyejukkan hati.
Ugh"!! Clara mulai menggerakkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal pegal ,namun saat mata terbuka dengan nyawanya yang sudah mulai masuk penuh pada tubuhnya.kembali mata Clara menangkap Sebuah tangan kekar sudah mendarat menutupi susunya yang tak berbalut apapun.
"Apa dia memang punya hobi memegang susu". Gumam Clara lirih sambil mencoba mengangkat tangan Devan dari dadanya.
Bukanya beranjak Devan malah meremas benda bulat tersebut.
Plak"!!
Eemmm'"!! Sahut Devan sambil mengerjapkan matanya.
"Ada apa ,baby"!?
"Tanganmu ,sayang"! Sahut Clara sambil melirik kearah tangan Devan yang masih berada di atas susunya.
"Ooooh"!!
Aaaaha"!! Desah Clara saat Devan kembali meremas remas benda kenyal tersebut.
"Cla,sepertinya aku ingin lagi"!. Bisik Devan yang sudah nampak menegang pagi itu.
"Apaa"!! Pekik Clara ,namun belum juga melanjutkan ucapanya Kembali mulutnya didekap oleh bibir seksi Devan .
Devan kembali melumat bibir kenyal tersebut dengan lembut dan penuh nafsu.
Satu tangan Devan kini telah meraih tangan Clara dan mengarahkannya ke bawah sana untuk memegang anak kondanya yang sudah berdiri menegang.
Mata Clara pun terbelalak sempurna saat tanganya berhasil mendekap anak konda milik suaminya yang besar dan panjang itu,dengan bibir yang masih di sosor oleh Devan.
"Besar sekali"! Gumam Clara dalam hati namun tanganya masih terus memegang benda tersebut dengan erat.
Kembali tangan depan mengulur kebawah memberi kode sudah tangan Clara mengurut anak kondanya naik turun.
Perlahan Clara mulai mengikuti arahan Devan ,semakin lama semakin gemas dibuatnya,bermain anak konda di bawah sana.
Aaaaaha,, enak , Sayang"! Kata Devan lirih sambil menciumi ceruk leher Clara.
Kini satu tangan Devan mendarat tepat pada apem tembem milik Clara yang begitu mengenggemaskan.diraba Ampe tersebut naik turun sesekali menekan dan memutarnya,membuat desahan merdu keluar begitu saja dari mulut Clara.
Aaaha,,'!
Ugh..!
"Enak sayang,ugh,"! Tanya Devan di iringi dengan desahan Pasan yang keluar dari mulut laki laki tampan 30 tahun tersebut.
"Eemmmm,aaaaaha"!! Clara hanya mengangguk sambil mendesah.
Merasa tidak tahan Devan pun kembali mengungkung tubuh Clara dan mengarahkan anak kondanya pada lubang apem tembem milik Clara.
Masih sangat susah,kembali Devan harus memaksanya masuk ,karena lubang masih sangat sempit.
Aaaarg "!! Pekik Clara kembali rasa perih menyerang di bawah sana.
"Apa masih sakit ,sayang,!? Tanya Devan dan Clara lansung mengangguk sambil meringis merasakan perih.namun lain hal nya dengan Devan yang malah terasa enak dibawah sana ,lagi lagi anak kondanya terasa terjepit dan sangat hangat rasa apem milik sang istri.
"Tahan sayang"! Kata Devan sambil kembali memberikan rangsangan kepada Clara dengan meremas kedua susu Clara dengan lembut hingga kembali Clara menggeliatkan tubuhnya saat susunya sudah diremas remas oleh devandra.
Devan yang melihat Clara mulai merasakan nikmat,langsung saja memaju mundurkan bokongnya perlahan, seketika rasa nikmat kembali keduanya rasakan .
Aaaahaa"!!.
"Aaaaha "!
'enak,sayang,ugh"! Racau Clara semaki nenjadi.
Membuat Devan semakin bersemangat memompa apem Clara dengan menambahkan ritme kecepatannya.
Uugh,,
Aaaha..
Ahaaah..
Aku sudah tidak tahan sayang,mau keluar ". Pekik Clara .
"Kita keluarkan bersama "! Sahut Devan sambil mempercepat gerakan nya.
aaaaahaahh"!!.
Keduanya kembali mencapai puncaknya bersamaan ,Devan kembali membiarkan lava putih miliknya keluar didalam apem milik Clara.
"Apa kamu menyukainya"?
Blush"!!
Pipi Clara pun nampak memerah saat mendapat pertanyaan seperti itu dari sang suami.perlahan Clara pun mengangguk membuat Devan gemas dan kembali mencium bibir Clara singkat.
Devan mencabut kembali anak kondanya dari lubang sempit di bawah sana,seketika lava putih meluber keluar dari lubang apem milik sang istri.
"Ternyata produksi ku sangat banyak". Gumam Devan dalam hati sambil menatap susu putih produksi nya itu .
"Apa kamu capek,sayang'.
Emmmm"! Sahut Clara .
"Mau kemana". Tanya Devan saat melihat clara beranjak dari tidurnya.
"Kebelet kencing"! Sahut Clara .
Aaaaarg"!! Pekik Clara saat apem nya semakin perih ketika dipakai berjalan .
"Why,baby"!? Tanya Devan sambil mendekat kearah Clara yang sudah berdiri.
"Perih"! Sahut Clara sambil meringis.
Tanpa banyak bicara devan lansung saja mengangkat tubuh Clara dan membawanya ke kamar mandi .
Clara yang sudah tidak tahan ingin membuat air kecil pun segera duduk di atas closet dan mengeluarkan nya.
"Aaaaaarh"! Kembali Clara berteriak sambil memegang dinding wastafel saat perih kembali dia rasakan di area bawah sana.
"Apa sangat sakit"! Tanya Devan yang sudah nampak panik,tanpa perduli jika anak kondanya masih bergelantungan di bawah sana.
Clara kembali mengangguk mengambil shower kecil yang berada di dekat closet dan perlahan mengalirkan air tersebut ke area bawah sana.
Setelahnya Clara mengambil tissue dan mengelap nya perlahan sambil menahan perih.
"Buka kakimu,sayang"kata devan yang sudah berjongkok di hadapan Clara.
"Mau ngapain"!?tanya clara malah merapat kan kedua kakinya.
"Aku ingin lihat ,siap tahu Luka biar aku kasih hansaplas jika ada yang luka'.
Bugh'"!!
"Jangan macam macam ya,mana ada anuku di hansaplas"! Pekik Clara sambil memukul dada bidang Devan.
Devan hanya terkekeh namun perlahan membuka kaki Clara .Clara hanya menurut saja dan juga sekalian ingin tahu kenapa bisa se perih itu.
Glek"!!
Terlihat Devan menelan ludahnya kasar saat matanya melihat kembali apem sang istri yang berwarna merah muda tersebut .
Nampak memerah dan sedikit bengkak serta ada sobekan di bawah sana.
Aaaaaha"!! Teriak Clara saat tangan Devan malah meraba dan membiak apem tersebut.
Jakun Devan terlihat naik turun,ingin rasanya menyerobot kacang mente di hadapnya itu.
"Sudah"! Sergah Clara saat melihat gelagat aneh dari raut wajah sang suami.
"Tapi sayang"!! Sahut Devan yang masih belum puas menatap kenikamat nya itu.
"Biar aku mengompres nya saja siapa tahu bengkaknya mereda". Kata Clara sambil merapatkan kembali kedua kakinya .
"Kalau begitu biar aku bantu".
"Tidak"! Pekik Clara.
"Why, bukankah itu ulah ular ku ini,jadi aku harus bertanggung jawab juga bukan." Jawab Devan sambil melirik anak kondanya yang sudah kembali mengeras itu.
"No, no"! Clara kembali berdiri dengan mata yang melirik anak konda milik sang suami yang sudah berdiri itu.
''jangan bilang kamu menginginkan nya lagi".
"Kalau kamu mengizinkan,maka aku akan dengan senang hati memberikan anak kondaku kepadamu".
Bugh'"!!
"Mesum,, anuku masih sangat sakit, devandra". Pekik Clara dengan bibir yang sudah mengerucut.
Devan hanya terkekeh mendengar umpatan dari Clara ,ditarik nya kembali tangan Clara dan diarahkan ke anak kondanya.
"Urut saja pakai tanganmu sayang, aku tidak kan memasukannya". Clara hanya menurut sambil mengigit bibir bawahnya dengan tangan yang masih naik turun memegang benda keramat yang besar dan panjang tersebut.