Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Proses Pemakaman
Selesai melakukan penyelidikan Mandailing menelpon pihak berwajib untuk bertindak lebih lanjut mengurus proses penyelidikan kasus yang dialami oleh Amir .
Selama ini berita kehilangan atau kematian Amir tidak jelas dan tidak di selidiki secara tuntas karena pihak keluarga sudah ikhlas dan menyuruh pihak berwajib untuk menghentikan pencariannya .
Pihak kepolisian datang ke rumah Samsuri . Kepala kepolisian melihat jasad yang sudah berwujud tengkorak merasa janggal .
“Apakah pihak keluarganya sudah di beri tahu ?’ tanya kepala kepolisian bernama Darma . Semua orang menjawab dengan menggelengkan kepala .
"Saya rasa pihak keluarganya tidak peduli dengan keadaan almarhum buktinya selama ini tidak ada orang suruhan atau keluarganya mencari keberadaan atau keadaan Amir ,“ kata Alif tanpa ragu .
“Lebih baik segera urus dan segera hubungi pihak keluarga agar cepat selesai lalu segera kuburkan jasad ini ," kata Samsuri memberi saran ,
Mandailing menghubungi pihak keluarga jasad Amir . "Selamat siang pak Gunawan ," sapa Mandailing .
Seorang di seberang sedang berada di kantor perusahaan menjawab panggilan telepon penasaran .“Mandailing ada apa ?" Jawab Gunawan dengan nada datar .
'Saya menemukan jasad anak anda di salah satu rumah warga di desa Makmur jaya dan jasad sudah menjadi tengkorak ," jawab Mandailing .
"Apa... jadi tengkorak . Bagaimana mungkin jasad berpuluh tahun menjadi tengkorak , bukannya hancur ?' kata Gunawan seolah tidak merasa sedih sedikitpun justru terkejut mendengar kondisi jasad anaknya sudah menjadi tengkorak bukan hancur ,
Mandailing merasa heran dengan jawaban Gunawan yang seperti tidak sedih atas yang terjadi pada anaknya . "Sepertinya Gunawan tidak menginginkan anaknya hidup ," gumamnya .
“Kapan bapak akan ke sini melihat kondisi anak bapak ?" tanya Mandailing dengan bersikap sopan . "Urus saja sendiri jasadnya , aku sibuk ," kata Gunawan kemudian menutup panggilan sepihak .
Mandailing terkejut mendengar perkataan Gunawan secara tidak langsung ia sudah membuang anaknya dan tidak mau meminta maaf atau sekedar melihatnya sebentar saja .
"Bagaimana kalau kita kuburkan saja jasad ini ?' kata Samsuri memberi ide . "Setuju sekali , daripada menunggu keluarganya datangnya lama ," sahut Pak Hasan .
"Baiklah, kalau begitu lakukan saja ," kata Mandailing . Semua pria segera melakukan pemandian terhadap jasad Amir lalu mengkafani dan melakukan shalat jenazah . Setelah itu mereka segera memakamkan jasad Amir di pemakaman desa Makmur Jaya .
Pihak kepolisian dan Mandailing segera pulang setelah selesai ikut memakamkan jenazah Amir . Pihak Kepolisian segera melanjutkan pencarian dalang dari kecelakaan yang dialami Amir dan calon istrinya yang terjadi beberapa tahun silam .
Hari ini kembali desa Makmur Jaya dihebohkan adanya temuan jasad di rumah Samsuri yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya . Banyak warga yang menduga kalau jasad Amir adalah percobaan pembunuhan, ada juga yang yang menyimpulkan kalau jasad Amir bunuh diri .
Desas desus meninggalnya Amir menjadi buah bibir dari desa ke desa bahkan sampai di kota . Hal itu membuat kisah lama kembali terulang . Sementara pihak keluarga Amir bungkam dan tidak mau ambil pusing .
“Bapak , apakah berita itu benar ?" tanya Rahayu istri Gunawan . Gunawan sedang membaca koran diam saja tanpa menjawab lalu melipat koran dan meninggalkan istrinya begitu saja .
Rahayu merasa bersalah dan ia sudah memaafkan Amir . Rahayu menyesal atas kejadian yang menimpa anaknya , ia setiap hari menangis mengingat kejadian demi kejadian di masa lalu .
Ahmad kakaknya Amir terkejut dengan berita yang tersiar di media ataupun sekitar tempat tinggalnya . “Berita tidak bermutu sama sekali heboh , kurang kerjaan saja ," kata Ahmad menggerutu kesal .
Hatinya diliputi rasa penasaran adanya berita yang tersiar tapi enggan mencari keberadaan adiknya . Istrinya baru saja pulang dari pertemuan dengan tema sosialitanya melihat suaminya heran lalu menghampiri dan duduk di sebelahnya .
"Ada apa ,Mas . Kok serius sekali ?" tanya Ria . "Lihat ini," Ahmad memberikan sebuah koran kepada istrinya . Ria istri Ahmad membaca koran dengan serius .
“Jika memang benar kita harus kesana dan mencari tahu kebenarannya, Mas ,“ kata Ria sambil terus membaca sampai selesai .
Ahmad seakan enggan pergi karena ia sudah tidak mau peduli lagi dengan masa lalu . Sekarang yang ia pikirkan adalah mempertahankan karir dan rumah tangganya yang hampir saja di ganggu oleh orang ketiga .
“Aku tidak mau pergi dan kamu juga tidak boleh pergi ke sana apalagi sendirian ," kata Ahmad berjalan menuju kamar . Ria melihat kepergian suaminya prihatin dengan keluarganya ,
Sejak ia menikah dengan Ahmad belum pernah melihat sosok Amir karena keluarga suaminya tidak pernah membahas tentang Amir adik dari suaminya tapi ketika ia mendengar kalau Amir kecelakaan dan di nyatakan meninggal baru ia tahu kalau suaminya mempunyai saudara laki-laki.
Kepergian Amir keluarga suaminya tidak ada respon sama sekali seolah bukan anaknya . Itu yang membuat Ria kurang suka tapi karena dia sudah menjadi istri harus menerima segala apa yang dimiliki pada diri Ahmad dan keluarganya ,
Seriring berjalannya waktu keluarga itu mendapat musibah bertubi-tubi mulai dari bisnis Gunawan yang di ambang kehancuran , istrinya menuntut haknya . Apalagi dalam waktu ini hubungan Ahmad dan istrinya sedang tidak baik-baik saja.
Semua yang terjadi pada keluarga Gunawan terselamatkan berkat kerjasama dengan orang asing yang ternyata masih ada hubungan darah . Dan sekarang perusahaannya kembali jaya .
Ria menemui suaminya di kamar . “Mas , ijinkan aku pergi ke desa itu . Aku sangat ingin tahu kebenarannya seperti apa , tolong sekali ini saja . Masa kamu sama adik kandung sendiri tega sekali tidak mau melihat makamnya ,“ kata Ria membujuk agar suaminya mengijinkannya pergi .
Setelah cukup lama berpikir akhirnya Ahmad menyetujui keinginan Istrinya . “ Baiklah , kalau kamu pergi aku juga pergi ," sahut Ahmad memandang wajah istrinya lekat .
"Kenapa kamu melihatku seperti itu ?“ Ria melihat ada yang aneh dengan suaminya menampar agak keras . Ahmad terkejut langsung memegang pipinya . “Kenapa menamparku apa salahku“? Ahmad menatap tajam kepada istrinya ,
“Bukannya menjawab malah menampar ," kata Ahmad lagi . “Sakit ya makanya kalau lihat orang cantik berkedip . Awas saja kalau kamu melihat perempuan lain di luar sana !“ ancam Ria melengos pergi
Ahmad dengan cepat menarik pinggang ramping istrinya dan mencium bibirnya dengan rakus . Ahmad tidak bisa diam ketika sudah berhadapan dengan istrinya karena istrinya terlalu sempurna dimatanya .
Siang itu terjadi kegiatan panas sepasang suami istri . Ria seorang wanita karier ia mempunyai usaha di bidang percetakan yang sukses dan terkenal dimanca negara .
“Mas , sudah aku capek . Ini sudah sore ayo kita mandi nanti malam kita di undang makan malam sama klienmu ," kata Ria mendorong tubuh suaminya yang berada diatasnya sambil mencium leher dan mengecup meninggalkan jejak merah .
“Sekali lagi , aku masih pengen ," tanpa menunggu persetujuan dari istri Ahmad melanjutkan aksinya dengan sangat bergairah .