NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:709
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Gadis Galak

Feng Yan terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat bodoh bisa tertidur sangat pulas setelah kejadian tadi malam.

"Ah, perutku sudah mulai cerewet minta di isi". Feng Yang mengusap perutnya yang sudah keroncongan. Kemudian membuka jendela kamar dan terkejut ternyata matahari sudah cukup tinggi.

"Sepertinya ini pertama kalinya aku kesiangan, sebaiknya aku meminta pelayan mencarikanku pakaian ganti. Baju ini terlalu mencolok, atau aku bisa menggunakan jubah di luar pakaian ini."

Entah kenapa semenjak melihat isi cincin penyimpanan Feng Yan terlihat sangat bahagia, ia seperti tidak peduli dengan kondisinya yang sedang luntang-lantung dan sendirian.

Mendengar suara bel beberapa kali dari kamar utama seorang pelayan segera lari tergopoh-gopoh.

Tok tok tok

"Permisi tuan muda".

Pelayan itu mendengar suara gesekan sesuatu dari balik pintu. Suara Feng Yan menggeser meja yang ia gunakan sebagai penghalang.

Pelayan itu langsung memberi hormat dan mengucapkan salam pada tamu mudanya.

Tak lama bercakap-cakap Feng Yan memberi beberapa keping emas pada pelayan itu karena bersedia memenuhi permintaannya.

Pelayan itu terlihat sangat bahagia melihat keping emas yang ia genggam. Tentu saja beberapa dari emas itu akan jadi miliknya.

"Terima kasih tuan muda, sebentar lagi pelayan lain akan mengantar

Makanan ke kamar. Saya akan segera kembali setelah membeli barang-barang yang tuan butuhkan serta beberapa informasi yang mungkin berguna."

Pelayan itu segera pergi dari hadapan Feng Yan, saat hendak menutup pintu kamar ia dikejutkan oleh tindakan seorang wanita muda yang tiba-tiba sudah di depan kamar. Satu kaki wanita itu menahan pintu untuk tertutup.

Wanita itu mendorong pintu cukup keras dan memaksa masuk ke ke dalam kamar.

Melihat gelagat wanita ini yang sedang marah, Feng Yan langsung bersikap waspada.

"Ada keperluan apa nona denganku? Kurasa aku tidak pernah membuat masalah dengan nona kecuali hanya menatap kalian saat sedang makan malam" Feng Yan mengingatkan wanita itu yang ternyata adalah gadis muda yang makan bersama dua orang pria tadi

Malam.

"Rubah bau, aku memang tidak menyadari kejadian tadi malam. Tapi aku sudah dengar kalau kau menyebabkan masalah besar untuk kami, jangan menyangkal lagi". Gadis ini sangat marah hingga ia mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat tipis namun juga sangat kuat.

Memajukan dua telapak tangan Feng Yan mencoba menenangkan gadis ini." Kenapa nona berpikir aku menyebabkan masalah untuk nona, aku tidak pernah mencoba menyakiti nona.".

"Kau!! Fluktuasi energi itu sudah jelas berasal dari kamarmu, dengan licik kau membuat seolah-olah itu berasal dari kamar temanku." Ia kembali mengacungkan pedang ke wajah Feng Yan.

"Nona, Rubah kecil ini sudah membuat masalah untuk kita, sebaiknya kita urus dia lain kali saja." Teman si

Gadis yang terlihat paling tua sudah berada dalam kamar dan menurunkan pedang gadis itu dengan tangannya.

Sebelumnya saat Feng Yan melihat pria itu masuk ia benar-benar dilanda kecemasan. Walau tidak bisa merasakan kekuatan pria itu, ia tahu bahwa pria di depannya pasti sangat kuat.

Walau berada pada tahap akhir pemurnian tubuh, bagaimanapun juga ia masih di dasar tahap kultivasi. Jangankan dua lawan satu, melawan satu orang saja dia tidak mungkin menang.

"Bocah, kuharap ini terakhir kalinya kita bertemu. Jika ada kesempatan lain aku tidak akan segan lagi" ucap pria itu dengan nada dingin. Ia kemudian mengajak gadis yang masih marah itu pergi dari dalam kamar.

Feng Yan segera menutup pintu kamar dan bernapas lega sambil bersandar di daun pintu.

"Kukira aku akan mati, sepertinya

Aku memang sudah menimbulkan masalah besar buat mereka".

"Kuharap mereka baik-baik saja, bagiku mereka terlihat bukan seperti orang jahat. Lain kali aku harus meminta maaf pada tiga orang itu."

Setelah pelayan tadi mendapatkan semua pesananku, harus segera pergi dari kota yang jelas sudah kurang aman."

Sementara berita tentang bocah jenius yang berubah menjadi penyakitan dengan inti spiritual pecah lima mulai menyebar di dalam kota. Berita ini tentu saja menjadi perhatian semua orang, karena belum ada inti pecah lima sebelumnya.

Matahari sudah terbenam saat dua orang berjalan mengendap-endap dari satu gedung ke gedung lainnya. Salah satunya terlihat menggunakan jubah dan masker yang menutupi wajah.

Cukup jauh mereka berjalan

Menghindari sorotan cahaya lampu kota dan keramaian hingga akhirnya berhenti di belakang sebuah rumah yang tidak terlalu besar.

66 Tuan muda, ini rumah yang tadi saya bicarakan." Salah satu dari pria itu membuka pintu belakang dan mempersilahkan lawan bicaranya masuk.

"Rumah ini milik saudaraku yang sudah meninggal, anak dan istrinya kembali ke kediaman keluarga. Jadi tuan muda bisa tinggal dan menginap untuk beberapa malam selama tuan muda perlukan."

"Saudara Li tenang saja, aku tidak akan lama tinggal disini. Mungkin esok sebelum pagi aku sudah pergi dari sini" ucap orang yang ternyata adalah Feng Yan.

Ia bersama pelayan penginapan yang tadi ia minta untuk mencarikan beberapa pakaian dan jubah serta

Makanan kering untuk beberapa hari. Namun pelayan itu tidak berhasil menemukan peta kerajaan Xia.

"Tuan muda kalau memang bertujuan ke kota Batu Besi, berarti tuan muda harus melewati kota Awan Salju terlebih dahulu. Baru setelah itu terus bergerak cukup jauh ke selatan, mungkin tuan muda bisa mendapatkan peta di kota Awan Salju."

Feng Yan hanya mengangguk tanda mengerti.

"Saudara Li, aku Feng Yan mengucapkan terima kasih. Ini keping emas sesuai perjanjian kita sebelumnya."

Menerima keping emas dalam jumlah banyak dari Feng Yan pelayan yang bernama Li itu sangat senang.

"Dengan begini aku bisa menikahi adik Rong" batinnya dengan raut wajah bahagia.

"Tuan muda terima kasih banyak, saya tidak tahu masalah yang tuan

Hadapi. Saya mendoakan anda sampai di tujuan dengan selamat."

Feng Yan kembali mengangguk dan tersenyum, setelahnya pelayan itu pamit dari sana.

"Rumah ini cukup bagus juga, kalau saja aku tidak di kejar orang-orang tetua Dong, mungkin aku bisa tinggal disini dengan tenang. Syukurlah aku tidak bertemu seorang pun dari klan Huang dikota ini, jarak dari sini ke kota Bukit Berbaris tidak terlalu jauh."

"Kuharap mereka mengejar ke kota yang ada di sebelah timur kota Bukit Berbaris."

Tiba-tiba saja Feng Yan dikejutkan oleh suara pertarungan yang tidak jauh dari sana, Letupan demi letupan terdengar dari pertarungan itu.

Tak lama berselang terdengar beberapa jerit kesakitan, kemudian suasana kembali hening. Namun ketenangan itu tak berlangsung lama,

Suasana kembali mencekam saat terdengar banyak suara langkah kaki terburu-buru.

Tampaknya penjaga kota sudah bertindak, untuk jaga-jaga sebaiknya aku tidak tidur malam ini. Aku bersyukur pelayan Li bersedia membantu walau harus membayar cukup mahal."

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!