Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.
Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .
Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.
Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.
Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.
Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....
Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
# Masih Flasback #
Akhirnya pernikahan itu terjadi , Zayna terpaksa menerima semua syarat dari Mahesa ,tentu saja ia mau lakukan itu demi ambisinya memiliki laki - laki yang menjadi impiannya .
" Aku tidak mau sampai pernikahan ini tersebar, jika itu terjadi maka pada saat itu pula pernikahan ini berakhir ". Ancam Mahesa ,ia tidak mau gadis di depannya ini bahagia karena sudah menghancurkan masa depannya.
Mahesa melangkah ke luar rumah Papa Zaka...ia ingin mendinginkan otaknya yang panas akibat ulah gadis tidak tau diri itu.
" Awas aja , jangan panggil aku Zayna kalau aku tidak bisa membuat kamu bertekuk lutut di kaki aku ". Zayna mengomel sendirian.
" Apa matanya buta , aku begitu sempurna, cantik , pintar, idola kampus ... dia tidak tau saja , banyak lelaki yang mengharapkan cintaku " inilah Zayna sesungguhnya , sombong dan angkuh.
" Seharusnya dia itu malah bangga karena aku menjatuhkan pilihan padanya....dasar tidak tau bersyukur ".
Papa Zaka tidak bisa berbuat apa - apa , ia sadar semua karena ambisi sang putri, dia tidak berani menyalahkan Mahesa , mau bagaimanapun laki - laki itu sudah mau menikahi putrinya meski dengan terpaksa.
Pernikahan ini memang di adakan di rumah Papa Zaka...dan benar- benar hanya dua keluarga itu saja , hanya di tambah ketua RT dan RW setempat untuk menjadi saksi.
Itu pun mereka di minta tutup mulut. Karena kesal , Zayna mengobrak abrik kamarnya...ia berteriak melepaskan sesak di hatinya.
" Penikahan macam apa ini...kalau seperti ini terus sama saja aku tidak bisa memilikinya...".
" Arrrrrgggghhhhhhh ".
Prang.....pranggg...
" Sayang , apa yang kamu lakukan ?".
" Paa....Kak Mahesa ...dia pergi ".
" Papa sudah memperingati kamu sejak awal , tapi kamu keras kepala nak ".
" Aku kira dengan menikah , Kak Mahesa mau menerimaku Pa ".
" Apa kurangnya aku Pa...kenapa Kak Mahesa tidak bisa melihat semua kelebihan dalam diriku ?".
" Bukan tidak bisa sayang , tapi karena tidak ada cinta di hati Mahesa buat kamu...cinta tidak bisa di paksakan sayang ". Zayna menangis di pelukan sang Papa , terbiasa di manja sejak kecil membuatnya ingin selalu menjadi nomor satu , apapun yang ia inginkan harus terkabul.
Papa Zaka melakukan semua itu untuk mengganti kasih sayang seorang ibu yang tidak bisa Zayna rasakan, ia pun sampai tidak menikah lagi , demi putrinya.
Ia takut , jika wanita yang di nikahinya tidak bisa menyayangi putrinya dengan tulus. Tapi kini ia menyesal dengan cara pengajaran pada putrinya , yang berakibat Zayna menjadi gadis yang sangat egois.
Mahesa ternyata pulang ke rumahnya. Mama Zila masih diam , baru hari ke empat setelah di rasa Mahesa mulai tenang, ia pun memberi wejangan pada putranya.
" Bian , Mama ingin bicara ".
" Bicara saja Ma , aku mendengarkannya ".
" Maafkan Mama dan Papa ya nak "." Mama tau kamu belum bisa menerima pernikahan ini ".
" Tapi cobalah untuk menerimanya, walau bagaimanapun kamu sudah berjanji di hadapan Tuhan..Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kamu mainkan Bian , jika memang Zayna jodoh kamu terimalah dengan ikhlas , jika suatu saat nanti pada akhirnya kalian berpisah, Mama juga tidak akan menyalahkan kamu , tapi pinta Mama berpisahlah dengan baik - baik ".
" Mama bukan mau mengusir kamu , tapi kalau hati dan pikiran kamu sudah tenang, pulang lah, kamu juga wajib memberi nafkah lahir dan batin pada istri kamu Bian ".
" Karena semua pada akhirnya kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu pada Yang Maaha Kuasa ".
Mahesa terdiam , semua ucapan Mama Zila mengena di hatinya.
" Bian akan pulang Ma , tapi tidak sekarang ...Bian masih boleh menginap di sini kan Ma ?".
Mama Zila tersenyum, " Tentu saja boleh , ini masih rumah kamu ".
Sesuai dengan janjinya pada Mama Zila , Mahesa akan mencoba menerima Zayna . Setelah seminggu menenangkan diri , ia pun berniat pulang ke rumah Papa Zaka.
Sampai di sana , suasana begitu sepi...Mahesa masuk dengan membuka pintu sendiri, ia masih risih dengan para pembantu di sana.
Ia berjalan terus, naik ke atas menuju kamar Zayna. Mendengar ada suara orang berbicara, Mahesa urung mengetuk pintu kamar Zayna.
Di dalam Zayna sedang bersama dengan Mila.
" Kalau Kak Mahesa enggak pulang ke sini lagi bagaimana Na ?". tanya Mila.
" Aku enggak perduli , yang penting aku sudah memilikinya , jadi wanita lain tidak bisa menikah dengannya tanpa se ijinku ".
" Sia - sia dong kamu sampai mengelabui Papa kamu dengan pura - pura bunuh diri pula ".
" Enggak ada yang sia - sia lah , aku yakin aku bisa menaklukan Kak Mahesa , kamu kan tau aku ini gadis tercantik dan terpopuler di kampus , yanh mengejar aku juga banyak , jadi cadangan aku banyak kalau Kak Mahesa masih saja tidak mau menerima ku ".
" Lalu bagaimana dengan Samudra, kamu juga akan mendekatinya?".
" Iya , karena aku masih penasaran dengannya , tapi aku merasa dia ada rasa padaku , cuma gengsi aja dia , mungkin juga dia sakit hati karena aku lebih memilih Kak Mahesa ".
" Tapi Na , aku rasa kamu terlalu serakah , jangan gunakan kecantikan kamu untuk menjerat semua laki - laki "
" Bukan salah aku kalau terlahir cantik , apa kamu iri padaku Mil ?".
Mila menggelengkan kepalanya, " Tidak untuk apa , semua ada rezekinya masing - masing, meski kamu di kejar banyak laki - laki , enggak mungkin kan kalau kamu akan mendapatkan mereka semuanya, seorang wanita hanya bisa mempunyai satu suami , kalau kamu lupa ".
" Enggak usah repot menasehatiku Mil, bilang aja kamu iri ".
" Kita kan teman Na , sebagai teman kan kita harus selalu mengingatkan , kamu juga boleh mengingatkan aku jika aku berbuat salah ".
" Jadi kamu pikir aku sedang berbuat salah begitu ?".
Mila menghembuskan nafasnya kasar, " Terserah apa katamu lah Na , percuma juga aku ngomong, kamu selalu merasa benar ".
" Ya iyalah , sudah Mil jangan bahas itu lagi , pusing aku , ayo kita jalan - jalan saja ke Mall , aku traktir deh ".
Mila hanya menurut , apa yang Zayna ucapkan seperti titah baginya .
Sebenarnya itu pertemanan toxid , tapi ada daya , Papa Zaka sudah banyak membantu keluarganya.
Mahesa langsung menuju kamar tamu , tangannya terkepal kuat , bagaimana bisa ia bisa menikahi gadis penuh ambisi itu , rencananya untuk memperbaiki pernikahannya sepertinya harus di pikirkan lagi.
" Maafkan Bian Ma , aku harus menyelesaikan pernikahan ini segera....".
Bersambung....
Tinggalkan jempolnya , Vote , comment nya ya...
😊👍🏻
jadi iparmu sekarang