NovelToon NovelToon
Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Hubungan yang berawal dari reuni kecil itu tumbuh begitu cepat, seolah waktu ingin mengejar ketertinggalan mereka selama di SMA. Arman adalah sosok kekasih yang penuh perhatian. Dia tahu kapan Kanaya sedang lelah hanya dari nada suaranya, dan dia selalu punya cara untuk membuat Kanaya merasa dihargai.

​Bagi Kanaya, Arman adalah pelabuhan yang aman. Begitu pula bagi Arman, ketulusan dan kemandirian Kanaya adalah hal yang tidak bisa ia temukan pada perempuan lain."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlakuan istimewa sang ketua kelompok

Setelah piring-piring bersih dan meja makan dirapikan, dua belas mahasiswa itu langsung bersiap-siap. Dengan memakai almamater kebanggaan yang senada, mereka berjalan beriringan membelah jalanan setapak di antara enam petak sawah menuju Kantor Kepala Desa Sukamukti.

​Sesampainya di sana, agenda pertama mereka adalah kerja bakti membersihkan ruangan yang akan dijadikan posko koordinasi harian di lingkungan kantor desa. Setelah area tersebut bersih dan rapi, Pak Subroto selaku Kepala Desa mengajak mereka berkumpul di ruang rapat untuk memaparkan program lanjutan dari kelompok KKN tahun-tahun sebelumnya.

​"Jadi begini, Adik-adik," ujar Pak Kades sembari menghampiri papan tulis yang sudah ditempeli beberapa berkas laporan KKN terdahulu. "Potensi terbesar di Desa Sukamukti ini adalah UMKM pembuatan gula aren. Di sini kita memproduksi dua jenis, yaitu gula aren bubuk (semut) dan gula aren cair."

​Mendengar penjelasan itu, Lisa dari Geografi langsung membuka buku catatannya, sementara Mely dari Ekonomi tampak langsung bersemangat begitu mendengar kata 'UMKM' dan 'promosi'. Kanaya sendiri menyimak dengan saksama, sesekali mencatat poin penting menggunakan tangan kirinya karena jari manis kanannya masih dibalut plester.

​"Nah, tugas kelompok KKN kalian tahun ini adalah melanjutkan penelitian mengenai proses produksinya, melakukan inovasi pada pengemasan, dan yang paling penting: membuat strategi promosi digital agar pasarnya bisa lebih luas setelah kalian selesai pengabdian di sini," lanjut Pak Kades menjelaskan target utama mereka.

​"Wah, ini menarik banget, Pak," sahut Wisnu selaku ketua dengan nada optimis. "Kebetulan di tim kami ada Mely dari Ekonomi yang bisa bantu analisis pasar dan promosi, lalu ada teman-teman lain yang siap turun langsung untuk meneliti proses pembuatannya dari hulu ke hilir."

​"Bagus kalau begitu. Besok saya akan minta perangkat desa untuk mengantar kalian langsung ke rumah-rumah warga yang menjadi sentra produksi gula aren ini," pungkas Pak Kades puas.

​Di tengah diskusi yang mulai serius itu, Arman yang duduk di barisan belakang diam-diam memperhatikan Kanaya. Ia melihat mantan kekasihnya itu sempat agak kesulitan saat hendak membalik halaman buku catatannya karena luka di jarinya. Arman refleks menggerakkan tangannya, ingin membantu, namun ia segera menahannya begitu melihat Wisnu yang duduk di samping Kanaya dengan sigap langsung menggeser buku itu agar Kanaya lebih mudah menulis.

​Arman kembali menarik napas pendek, mengalihkan pandangannya ke papan tulis. Fokusnya kini harus terbagi antara proyek besar gula aren desa ini dan kenyataan bahwa ia harus menekan perasaannya dalam-dalam selama sisa waktu KKN berjalan.

Begitu Pak Kades melangkah keluar dari ruangan untuk kembali ke ruang kerjanya, suasana formal langsung mencair. Wisnu segera berdiri dan menepuk tangannya dua kali untuk mengambil alih perhatian.

​"Oke, teman-teman, sebelum kita mulai memetakan data sosiogeografis pembuat gula aren dan menyusun strategi ekonominya, yuk kita beresin ruangan ini dulu. Sapu, kain pel, sama kemoceng sudah disediakan di pojok dekat pintu," komando Wisnu dengan cekatan.

​Semua anggota mulai bergerak mengambil alat kebersihan masing-masing. Kanaya juga ikut beranjak, berniat mengambil kemoceng untuk membersihkan meja-meja kayu yang berdebu. Namun, baru saja ia melangkah dua kali, Wisnu langsung menahan bahunya dengan lembut.

​"Eh, Nay, kamu duduk aja. Nggak usah ikut bersih-bersih," ujar Wisnu setengah berbisik, namun suaranya masih terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu.

​Kanaya menoleh, agak sungkan. "Nggak apa-apa, Kak Wisnu. Cuma bersihin debu meja pakai kemoceng kok, tangan kiri aku masih bisa."

​"Jangan dulu, nanti lukanya ketarik atau kemasukan debu malah infeksi. Biar bagian meja aku yang beresin. Kamu duduk di kursi sana aja, tolong jagain dan rapiin berkas-berkas laporan KKN tahun lalu ini," kata Wisnu lembut sambil menggeser tumpukan kertas ke hadapan Kanaya, memberikan senyuman penuh perhatian.

​Kanaya yang merasa tidak enak hati hanya bisa mengangguk pelan. "Ya sudah... makasih ya, Kak."

​Brak!

​Suara sapu yang diletakkan dengan agak kasar di sudut ruangan mengejutkan beberapa orang. Clarissa, mahasiswi dari jurusan hukum yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka, melangkah maju dengan wajah ketus dan melipat kedua tangannya di dada.

​"Duh, Nu, maaf banget nih ya. Tapi menurut gue lo agak pilih kasih deh sebagai ketua," ujar Clarissa dengan nada ketus yang kentara, membuat aktivitas bersih-bersih anggota lain langsung terhenti seketika.

​Suasana ruangan mendadak menjadi tegang. Lisa dan Mely yang sedang memegang sapu saling berpandangan, sementara Arman yang sedang mengelap kaca jendela langsung menghentikan gerakannya dan menoleh tajam ke arah Clarissa.

​"Maksud lo gimana, Clar?" tanya Wisnu heran, mencoba tetap tenang menghadapi protes itu.

​"Ya lo pikir aja sendiri. Kita di sini semuanya sama-sama capek baru datang kemarin, terus sekarang harus langsung kerja bakti. Kanaya cuma luka gores kecil di jari manis, bukan tangannya yang patah," cecar Clarissa ketus, matanya melirik sinis ke arah Kanaya. "Kenapa dia diistimewain banget sampai nggak boleh kerja? Kalau mau manja-manjaan, mending nggak usah ikut KKN dari awal!"

1
Himna Mohamad
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!