NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percaya atau tidak

Mirra pun langsung meminum obat yang di berikan oleh petugas UKS tadi kepadannya.

" Udah mendingan belom? Kalo udah gue anter ke kelas lo." Tanya Zian begitu Mirra selesai meminum obat pereda nyerinya.

"Gue masih pusing, udah lo balik aja ke kelas lo kak, gue nanti bisa ke kelas sendiri."

"Yaudah kalo gitu, gue tinggal..." Zian dengan segera meninggalkan UKS dan Mirra, dia kembali membaringkan tubuhnya lalu setelah itu Mirra mulai memejamkan kedua matanya untuk istirahat sejenak di UKS.

14.00.

Bel pulang sekolah sudah di bunyikan, Mirra pun terbangun, dia masih sedikit merasa pusing namun sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelum dirinya minum obat.

Mirra turun dari ranjang UKS dengan perlahan, krieeeettt....di bukanya pintu UKS, lalu dia berjalan dengan perlahan menuju kelasnya, dan saat di lorong, kebetulan sekali Mirra berpapasan dengan Ajun.

"Mirr, lo baru aja dari UKS?" Tanya Ajun yang melihat Mirra keluar dari UKS.

Mirra mengangguk perlahan, lalu dia kembali berjalan melewati Ajun,sehingga Ajun merasa cukup canggung karena Mirra tampak cuek saat ini. Ajun pun mengejar Mirra dan kembali menghentikan langkah Mirra.

"Mirr? Lo sakit?" Tanya Ajun lagi yang ingin memastikan jika sikap cuek Mirra karena dia saat ini sedang sakit saja.

"Gue cuma sedikit pusing, udah ya kak, gue mau ke kelas, pengen cepet-cepet balik."

Ajun merasa cukup lega lalu kemudian dia mengangguk perlahan." Yaudah, nanti di rumah istirahat yang banyak sama jangan lupa minum obat biar bisa vit lagi ya Mirr."

"Iya kak, thanks..."

Mirra pun kembali berjalan, dan saat dia sudah mulai masuk ke dalam kelasnya, Angkasa yang melihat Mirra masuk pun langsung menghampri Mirra, begitu juga dengan Raya dan juga Jeje yang memang mengkhawatirkan Mirra, namun, tadi saat Mirra masih di UKS, Angkasa memang sengaja mencegah mereka untuk melihat Mirra di UKS karena Zian berada di UKS bersama dengan Mirra.

"Mirr, gimana? Lo nggak apa-apa kan? Hidung lo?" Tanya Angkasa beruntun.

"Gue udah nggak apa-apa kok Sa, emang lo tau kalo gue abis kena bola basket?" Jawab Mirra lalu dia bertanya karena Mirra tidak tau jika Angkasa lah orang pertama yang menolongnya.

"Tadi gue liat lo, tapi Zian udah bawa lo ke UKS." Jawab Angkasa berbohong.

"Mirr, gue sama Jeje khawatir banget, kita mau liat lo tadi di UKS, tapi Angkasa bilang nggak usah soalnya udah ada kak Zian yang nemenin lo." Jelas Raya sambil memeluk bahu Mirra.

"Iya nggak apa-apa Ray, emang tadi gue di temenin sama kak Zian." Mirra pun mulai melepaskan pelukan Raya dari bahunya.

"Terus, sekarang lo mau pulang bareng siapa? Bareng bang Zian?" Tanya Jeje kemudian.

"Gue nggak tau, kalo dia nungguin gue ya gue balik bareng kak Zian." Jawab Mirra sambil sedikit melirik ke arah Angkasa yang mulai kembali ke kursinya untuk mengambil tasnya.

"Gue balik duluan ya.." Pamit Angkasa begitu dia sudah mengambil tasnya tanpa menatap ke arah Mirra.

Angkasa kembali teringat jika dirinya harus bersikap cuek pada Mirra dan seolah-olah tidak peduli dengan Mirra.

"Kok nggak bareng sih Sa?" Tanya Raya.

" Nggak apa-apa Ray..." Sahut Mirra yang merasa mungkin Angkasa menjauhinya karena Angkasa tau soal perasaan Mirra yang sebenarnya kepada Angkasa.

"Yaudah deh, yuk Mirr.." Lanjut Raya.

Dan mereka pun mulai berjalan setelah Angkasa meninggalkan kelas, Mirra sebenarnya berharap kalau Zian tidak menunggunya, namun harapannya itu pupus saat dia melihat Zian sudah berada di depan kelasnya sambil melambaikan tangannya ke arah Mirra.

"Tuh cowok lo Mirr, lo masih utang penjelasan sama gue lho Mirr." Bisik Raya yang masih penasaran dengan alasan Mirra jadian dengan Zian.

"Iya Ray, ntar gue pasti bakal cerita ke lo, tapi nggak sekarang ya..." Jawab Mirra sehingga Raya hanya mengangguk.

"Lo serius mau balik bareng bang Zian Mirr? Dia beneran serius apa nggak sama lo sih Mirr? Gue masih bingung." Tanya Jeje dengan wajahnya yang sudah terlihat sangat masam.

"Udah ya Je, Ray, gue duluan, dan gue males bahas soal hubungan gue sama kak Zian, capek ngebatin gue." Jawab Mirra seraya menepuk pelan bahu Jeje lalu dia pun mulai berjalan menghampiri Zian.

Dibelakang Zian juga saat ini ada Satria dan juga Ajun yang memang baru saja keluar dari kelas mereka, Mirra hanya menatap ke arah Satria dan Ajun sekilas lalu dia kembali melihat ke arah Zian.

"Ayo pulang..." Ucap Mirra.

"Ayo sayang..." Zian langsung menggandeng telapak tangan Mirra, dan saat mereka berjalan, Zian sedikit berbisik." Inget ya, harus keliatan mesra, dan jangan pake lo gue, ngerti kan?" Bisiknya sehingga Mirra hanya mengangguk perlahan.

"Sebenernya Mirra tau nggak sih kalo dia cuma dimanfaatin Zian?" Tanya Ajun pada Satria yang saat ini mereka berdua sedang berjalan cukup menjaga jarak dari Zian dan Mirra di belakang.

"Gue juga bingung, kalo Mirra tau dia cuma dimanfaatin Zian, apa dia masih mau pacaran sama Zian? Nggak mungkin kan? Tapi beneran ini aneh banget, padahal mereka sebelumnya nggak akrab, dan ngeliat mereka mesra kayak gitu gue jadi makin bingung, masa Mirra suka sama Zian?" Jawab Satria yang juga merasa cukup heran.

"Nggak-nggak...Mirra nggak mungkin suka sama Zian tiba-tiba Sat, lo tau kan gimana Zian sering marah-marah sama Mirra, jadi nggak mungkin banget, dan pasti ada sesuatu, pasti ada yang kita nggak tau dari hubungan aneh di antara mereka."

"Yaudahlah Jun, gue males mikirinnya, intinya, kalo sampe Zian bikin Mirra nangis atau nyakitin Mirra, gue nggak bakal tinggal diem."

"Bukan cuma lo aja, gue juga nggak bakalan tinggal diem, dan sekarang gue punya rencana."

"Rencana? Rencana apaan?"

"Gue mau bujuk Sandra balik ke sini, biar Zian bisa balikan lagi sama Sandra." Ucap Ajun dengan senyuman yang mengembang.

"Lo gila ya? Sandra suka nya sama Angkasa Jun, dan kalo lo suruh Sandra balik ke Indo, yang ada dia ngejar Angkasa bukan Zian."

"Tapi tetep aja, Zian kan belum bisa move on."

"Jangan Jun, gue nggak setuju, lo nggak usah cari perkara deh."

"Terserah gue, asalkan Zian bisa putus sama Mirra, gue nggak peduli sama pendapat lo, gue duluan...bye Sat." Jawab Ajun lalu berlari meninggalkan Satria.

Satria hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyetujui rencana Ajun itu, dan Satria berharap semoga saja rencana Ajun itu tidak berhasil.

"Semoga aja tuh anak berubah pikiran..." Guman Satria.

*****

Mobil Zian. 

Mirra dan Zian sudah berada di dalam mobil Zian, dan Zian pun langsung memberikan ponselnya pada Mirra.

"Masukin nomor lo, masa gue nggak punya nomor pacar gue sendiri." Ucapnya.

Mirra pun langsung meraih ponsel Zian dan mulai mengetikkan nomor ponselnya pada ponsel Zian." Ni, udah..." Mirra mengembalikan ponsel Zian.

"Lo harus jawab kapanpun gue nelfon lo, kalo nggak, foto lo bakal terpampang di mading sekolah." Ucap Zian sambil menyalakan mesin mobilnya.

"Lo kira gue dua puluh empat jam cuma mantengin hp? Lo nggak usah aneh-aneh deh kak, udah mending gue nurutin lo buat jadi pacar lo, lo jangan maksa-maksa gue deh."

" Oh, berarti lo mau foto itu kesebar?" Ancam Zian.

"Bisa nggak sih lo nggak usah ngancem gue terus pake cara itu? Muak gue denger nya, dan sebenernya lo punya masalah apa sama Angkasa sampe lo ngelibatin gue kayak gini?" Mirra sudah cukup geram, dam dia sangat ingin tau permasalahan antara Zian dan Angkasa yang membuatnya harus terjebak dalam hubungan konyol ini.

"Dia suka sama lo, emang lo nggak nyadar?"

"Nggak usah bikin gue emosi, lo sendiri kemaren denger kan kalo dia nggak suka sama gue. "

"Itu cuma di mulut doang, beda sama yang ada di hatinya."

Mirra pun langsung terdiam, dia antara percaya dan tidak percaya mendengar apa yang baru saja Zian katakan, dan Zian, dia langsung tersenyum menyeringai saat mendapati Mirra yang sudah terdiam begitu dia mengetahui jika Angkasa menyukainya.

" Kenapa lo diem? Seneng ya lo, karena cinta lo berbalas?" Tanya Zian.

"Berisik lo kak, gue cuma lagi pusing aja, kalo emang Angkasa suka sama gue kenapa emang? Sampe lo harus ngancem-ngancem gue kayak gini. " Jawab Mirra berbohong, lalu dia kembali mempertanyakan niat Zian.

"Ya karena gue bakal ngerebut siapapun orang yang dia suka, termasuk lo." Jawab Zian masih dengan senyuman yang menyeringai.

" Lo aneh banget sih, lo iri sama Angkasa? Lo kan bisa cari cewek lain selain gue, yang lebih dari gue banyak."

"Tapi cuma lo yang Angkasa suka, dan asal lo tau ya, dia pernah ngerebut cewek gue, jadi gue mau dia ngerasain apa yang gue rasain."

Mirra kembali terdiam, dia masih tidak percaya jika Angkasa bisa berbuat seperti yang Zian katakan barusan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!