NovelToon NovelToon
TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arrofy

Kalian pasti pernah kan, seenggaknya sekali seumur hidup, rebahan di kamar sambil menatap langit-langit terus ngehayal: "Coba aja tidur doang bisa dapet duit, pasti gue udah jadi orang terkaya di dunia." Nah, hayalan konyol yang sering kita impikan pas lagi capek-capeknya hidup itu, mendadak jadi kenyataan buat Abdul. Pemuda miskin korban PHK ini doanya dikabulkan secara ajaib. Sekali merem, saldo banknya bertambah 10 juta. Makin nyenyak dia ngorok, makin triliunan uang yang masuk ke rekeningnya secara legal! Tapi ternyata, dapet duit cuma modal tidur itu gak sesantai kedengarannya. Karena gak pernah keluar rumah tapi mendadak kaya raya, Abdul langsung dicurigai satu kampung pelihara babi ngepet, digerebek warga pas lagi enak tidur, dikejar-kejar orang pajak, sampai didatangi mantan pacar yang dulu ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, Ups!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 PANGGILAN DARI BANK SUKA

Malam itu, Abdul tidur dengan perasaan yang cukup tenang.

Kondisi bapaknya menunjukkan perkembangan.

Panti asuhan mulai memasuki tahap persiapan pembangunan.

Workshop konveksi berjalan lancar.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Abdul merasa segala sesuatu berjalan ke arah yang benar.

Namun seperti biasa, ketika tubuhnya terlelap, alam bawah sadarnya kembali membentuk sebuah mimpi yang sangat jelas.

 

Dalam mimpinya, Abdul berada di dalam sebuah gedung tinggi yang dipenuhi kaca.

Di depan matanya berjajar puluhan meja kerja modern lengkap dengan komputer dan layar monitor yang menyala terang.

Orang-orang berpakaian formal hilir mudik membawa dokumen.

Suasana ruangan terasa sibuk namun tertata rapi.

Di salah satu meja besar yang berada di tengah ruangan, Abdul melihat sebuah map berwarna biru tua.

Entah mengapa, ia merasa tertarik untuk mendekatinya.

Ketika dibuka, isi map tersebut ternyata bukan dokumen biasa.

Di dalamnya tersusun rapi beberapa lembar sertifikat deposito dengan nominal yang sangat besar.

Satu miliar.

Dua miliar.

Lima miliar.

Dan di halaman terakhir terdapat sebuah angka yang dicetak menggunakan tinta emas.

Rp250.000.000,00

Angka itu bersinar terang.

Begitu terang hingga memenuhi seluruh pandangannya.

Kemudian...

Semuanya berubah menjadi cahaya keemasan.

 

Di dunia nyata...

Jarum jam menunjukkan pukul 04.50 dini hari.

Ponsel Abdul yang terletak di atas meja kembali memancarkan cahaya emas redup.

Deretan tulisan sistem mulai muncul.

[Sistem Keberuntungan Kaum Rebahan Berhasil Memindai Gelombang Otak Subjek.]

[Mimpi Alami Berunsur Finansial Terdeteksi: Sertifikat Deposito Finansial.]

[Nominal Akumulasi Visual Dalam Mimpi: Rp250.000.000,00.]

[Melakukan Konversi Energi Astral Mimpi Menjadi Saldo Rekening Nyata...]

[Proses Konversi Berhasil...]

[Pengiriman Dana Sedang Berlangsung...]

Beberapa detik kemudian.

Bzzzt...

Bzzzt...

Notifikasi SMS masuk.

 

Subuh itu Abdul terbangun dengan mata yang masih setengah mengantuk.

Ia meraih ponsel.

Lalu membuka pesan yang baru masuk.

[Bank Suka: Transaksi Uang Masuk Otomatis Rp250.000.000,00.]

[Saldo Akhir Anda: Rp3.597.550.000,00.]

Abdul menghela napas panjang.

Nominal hari ini jauh lebih kecil dibanding miliaran rupiah kemarin.

Namun justru itu membuatnya merasa lebih tenang.

"Dua ratus lima puluh juta juga udah gede banget sebenarnya."

gumamnya sambil tertawa kecil.

Setelah salat subuh, Abdul membantu ibunya menyiapkan sarapan sebelum mengantar bapaknya kembali menjalani terapi.

Hari itu berlangsung seperti biasa.

Hingga menjelang pukul sebelas siang.

Ponsel Abdul tiba-tiba berdering.

Nomor yang muncul tidak dikenal.

Awalnya Abdul mengira itu pelanggan konveksi.

Namun setelah diangkat, suara di seberang membuatnya sedikit heran.

"Selamat siang. Apakah saya sedang berbicara dengan Bapak Abdul?"

"Iya, saya sendiri."

"Saya Rudi dari Bank Suka cabang kota."

Abdul mengernyit.

Bank Suka?

"Maaf Pak Abdul, apakah Bapak memiliki waktu sekitar lima belas menit untuk datang ke kantor cabang kami?"

"Untuk apa ya, Pak?"

"Tenang saja, bukan masalah serius."

"Kami hanya ingin melakukan verifikasi beberapa data rekening Bapak."

Abdul terdiam beberapa detik.

Entah kenapa.

Perasaannya langsung tidak enak.

 

Sore harinya Abdul memutuskan datang ke kantor cabang Bank Suka.

Gedung bank itu cukup besar dan modern.

Begitu memasuki ruang layanan prioritas, ia langsung disambut oleh seorang pria berkacamata yang tampak ramah.

Pria itu memperkenalkan diri sebagai Pak Rudi.

"Terima kasih sudah datang, Pak Abdul."

"Silakan duduk."

Abdul duduk dengan tenang.

Meski begitu, ia tetap waspada.

Pak Rudi membuka beberapa lembar dokumen.

Lalu tersenyum sopan.

"Pertama-tama saya ingin memastikan bahwa rekening atas nama Bapak Abdul memang aktif digunakan langsung oleh Bapak sendiri."

"Iya."

"Semua transaksi saya sendiri."

Pak Rudi mengangguk.

Kemudian ia kembali membuka laptopnya.

"Begini, Pak Abdul."

"Beberapa bulan terakhir sistem kami mendeteksi aktivitas rekening Bapak yang cukup... unik."

Abdul langsung merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

"Unik bagaimana?"

"Nominal pemasukan yang cukup besar."

Pak Rudi tertawa kecil.

"Jujur saja, rekening Bapak termasuk salah satu rekening dengan pertumbuhan saldo tercepat yang pernah kami lihat di cabang ini."

Abdul tersenyum canggung.

Dalam hati ia mulai memikirkan berbagai kemungkinan buruk.

Namun ternyata...

Yang terjadi tidak seperti yang ia bayangkan.

Pak Rudi justru menyodorkan sebuah brosur.

"Kami ingin menawarkan layanan nasabah prioritas."

"Hah?"

"Iya."

"Dengan saldo dan aktivitas rekening seperti milik Bapak, sebenarnya Bapak sudah memenuhi syarat."

Abdul berkedip beberapa kali.

Ia sempat mengira dirinya akan diinterogasi.

Ternyata hanya ditawari fasilitas prioritas bank.

Pak Rudi melanjutkan.

"Nanti Bapak mendapatkan pendamping khusus, layanan antrean cepat, dan beberapa fasilitas lainnya."

Abdul hampir tertawa lega.

Ternyata kekhawatirannya berlebihan.

Namun sebelum pertemuan berakhir, Pak Rudi kembali berbicara.

"Oh iya, Pak."

"Satu hal lagi."

"Kami memang belum menemukan masalah apa pun."

"Tapi pusat sempat meminta kami melakukan pengecekan rutin terhadap beberapa transaksi yang nilainya cukup besar."

Abdul kembali menegang.

"Jadi kalau suatu saat kami meminta konfirmasi tambahan, mohon kerja samanya ya Pak."

Abdul mengangguk pelan.

"Tentu."

Pertemuan itu berakhir dengan baik.

Namun saat berjalan keluar dari kantor bank, Abdul tidak bisa menghilangkan satu pikiran dari kepalanya.

Bank Suka mulai memperhatikan rekeningnya.

Memang belum ada masalah.

Namun jelas...

Ia tidak bisa lagi menganggap semua ini akan berjalan tanpa menimbulkan perhatian siapa pun.

 

Di waktu yang sama.

Jauh di kantor pusat Bank Suka.

Staf audit yang kemarin menemukan anomali kembali membuka laporan rekening Abdul.

Ia menatap layar komputernya dengan wajah bingung.

Hari ini muncul lagi.

Rp250.000.000,00.

Masuk tanpa sumber.

Masuk tanpa jejak.

Masuk tanpa pengirim.

Pria itu mengusap wajahnya.

Lalu berbisik pelan.

"Kalau ini bukan bug..."

"Lalu sebenarnya apa?"

Dan untuk pertama kalinya...

Sebuah investigasi internal kecil mulai dibentuk di dalam Bank Suka.

Sementara Abdul sendiri belum menyadari bahwa perhatian terhadap rekeningnya perlahan mulai meningkat.

1
Ahmadi 241215
udah tau nama nya rizki.masih nanya dasar tolol,di cari di kampus nama rizki.kan udah tau wajahnya.klo bikin cerita pakai otak,kalo gak punya otak,ke rumah sakit jiwa aja anjing
irawan muhdi
lanjut Thor
Farhat Syahada
mantapp up truss
BaekTae Byun
buset gw kira ini tentang sistem santai atau sesuai dengan judul ternyata ngga
Arrofy: ini baru awal perjalanan, ikutin terus perjalanan Abdul, akan banyak kejutan di bab2 selanjutnya😍
total 1 replies
Gege
bilang begene biar argo rumah sakit jalan terus.. kalo cepet sembuh rumah sakit kehilangan ATM berjalannya...🤣
Arrofy: hehehe🤣🤣🤣
total 1 replies
Pur Yono
bagus Dull sudah punya uang tetapp baik hati sama teman yang kesulitan👍
Pur Yono
cerdas kamu thor lanjut kembangkan kreatifitasmu
Pur Yono
upterus👍
Pur Yono
author pintar menyesuaikan cerita dengan situasi dan kondisi jaman sekarang upterus💪
Pur Yono
alur ceritanya santai mudah diikuti lanjut👍
Junior Ian
insprative novel 👍👍
Arrofy: terimakasih ya😍
total 1 replies
irawan muhdi
lanjut Thor
Arrofy: di tunggu ya/Chuckle/
total 1 replies
Gege
naaaah novel tema system yang ringan, enak dibaca modelan begene yang bikin hiburan lengkap... Yoo gass thor 10k kata tiap update..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!