menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 : penyerahan seserahan dan wujud baru para penjaga
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Semua persiapan yang telah dilakukan dengan penuh kesungguhan dan cinta selama ini kini sudah tersusun rapi dan siap untuk dibawa. Di halaman luas Istana Kerajaan Cahaya, terlihat barisan panjang pasukan dan pembawa barang yang sudah bersiap. Mereka mengenakan pakaian seragam yang indah dan rapi, dan di belakang mereka terhampar tumpukan barang-barang seserahan yang terbungkus kain berwarna emas dan perak, terlihat megah dan berharga.
Di barisan paling depan, berdirilah Raja Xavier. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak kayu yang terbuat dari bahan yang langka dan kuat. Seluruh permukaannya diukir dengan tangan, membentuk pola-pola yang indah: ada bunga-bunga yang tumbuh subur, gambar matahari dan bulan, serta dua sosok yang berdiri berdampingan—melambangkan dirinya dan Elara. Ukiran itu dibuat dengan sangat teliti dan halus, menunjukkan bahwa kotak ini bukanlah barang biasa, melainkan sesuatu yang dibuat dengan penuh perhatian. Di dalamnya tersimpan hadiah khusus yang ia siapkan sendiri, sebuah kalung yang dirancang dan dibuatnya sendiri untuk orang yang dicintainya.
Setelah semuanya dipastikan siap dan lengkap, barisan itu pun berangkat. Mereka menaiki kuda-kuda berwarna putih yang gagah dan indah, bergerak dengan teratur dan teratur menuju Kerajaan Obsidian Impire. Perjalanan kali ini terasa begitu berarti, karena apa yang mereka bawa bukan hanya barang-barang berharga, tapi juga kesungguhan, penghormatan, dan cinta yang tulus dari seluruh rakyat Kerajaan Cahaya.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di perbatasan wilayah kerajaan Elara. Dan begitu melangkah masuk, pandangan mereka langsung terpesona melihat perubahan yang ada di sana.
Kerajaan yang dulunya identik dengan suasana gelap dan suram itu kini berubah sepenuhnya. Di mana-mana tumbuh bunga-bunga dengan berbagai warna yang cerah dan indah—merah, kuning, biru, ungu, dan merah muda—bercampur dengan bunga-bunga yang asli dari daerah itu yang memancarkan cahaya lembut. Jalan-jalan dibersihkan dan ditata dengan rapi, pohon-pohon berdaun perak berdiri tegak di sepanjang jalan, dan udara di sana terasa segar serta beraroma harum. Semuanya terlihat teratur, indah, dan penuh dengan kehidupan, seolah alam dan seluruh penghuni di sana juga sedang bersiap menyambut momen istimewa ini.
Di kejauhan, di tengah jalan yang menuju ke istana, terlihat sosok yang sudah mereka kenal. Elara sedang berjalan santai sendirian, mengenakan pakaian yang anggun dan cantik, wajahnya dipenuhi senyum yang lembut dan menunggu. Begitu ia melihat barisan rombongan yang datang, langkahnya dipercepat, dan saat Xavier turun dari kudanya dan mendekatinya, tanpa ragu sedikit pun Elara langsung memeluknya erat-erat.
Sikapnya yang terbuka dan penuh kasih sayang ini membuat Xavier terharu. Ia membalas pelukan itu dengan lembut, merasakan kehangatan dan kenyamanan yang hanya bisa ia rasakan saat bersama wanita ini.
"Kau sudah datang..." bisik Elara dengan suara yang lembut dan bahagia. "Aku sudah menunggumu sejak pagi tadi."
"Aku juga sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu," jawab Xavier dengan nada yang sama lembutnya. "Dan aku membawa semua yang telah aku janjikan padamu."
Elara melepaskan pelukannya perlahan, lalu menatap wajah Xavier dengan pandangan yang penuh cinta. "Terima kasih, Xavier. Terima kasih atas segala hal yang telah dan akan kau lakukan untukku dan untuk kita."
Setelah itu, Elara mempersilakan mereka semua untuk masuk ke dalam istana. Mereka berjalan bersama menuju ruangan utama, tempat acara penyerahan seserahan akan dilaksanakan. Dan saat mereka melangkah masuk ke dalam ruangan yang luas dan megah itu, pemandangan yang terlihat di sana membuat semua orang dari rombongan Xavier tertegun takjub dan terpesona.
Di sana, berdiri berbaris rapi tepat di belakang tempat Elara akan berdiri, lima sosok yang tinggi dan gagah. Mereka bukan lagi terlihat dalam wujud hewan atau makhluk seperti yang biasa mereka kenal, melainkan telah berubah menjadi wujud manusia sepenuhnya. Namun dari ciri-ciri dan keberadaan mereka, semua orang bisa mengenali siapa mereka sebenarnya—mereka adalah lima penjaga setia Elara yang selama ribuan tahun selalu melindungi dan menemaninya.
Yang pertama di barisan paling kiri adalah Aetheris, penjaga gerbang utama yang biasanya berwujud ular raksasa. Dalam wujud manusia, ia terlihat tinggi dan kekar, dengan kulit yang berkilau lembut seperti sisik, dan rambut panjang yang berwarna gelap mengkilap. Matanya tajam namun terlihat tenang, dan sikapnya memancarkan kekuatan dan kewibawaan yang luar biasa. Ia tetap membawa sifatnya yang teguh dan setia, yang terlihat jelas dari tatapan dan sikapnya.
Di sebelahnya berdiri Lunaris, penjaga sungai dan danau yang berwujud ikan pari perempuan. Kini ia tampak sebagai wanita yang sangat cantik dan anggun, dengan wajah yang lembut dan mata yang berbinar seperti air yang jernih. Rambutnya panjang dan berwarna keperakan, terlihat seperti air yang mengalir, dan gerak-geriknya tetap lembut dan indah, sama seperti saat ia bergerak di dalam air. Kehadirannya terasa menenangkan dan penuh keramahan.
Selanjutnya adalah Ourobort, penjaga gerbang kedua yang biasanya berwujud elang besar. Dalam wujud manusia, ia terlihat gagah dan lincah, dengan postur tubuh yang tegap dan kuat. Matanya tajam dan waspada, seolah bisa melihat segala sesuatu dari jarak yang jauh, dan rambutnya berwarna cokelat kemerahan yang terlihat seperti bulu sayapnya yang dulu. Ia memancarkan rasa waspada dan kesiapan yang selalu ia miliki.
Di sebelahnya lagi ada Gargoyle, naga kecil kesayangan dan pelindung pribadi Elara. Kini ia terlihat sebagai sosok pemuda yang tampan dan gagah, dengan mata yang cerah dan sikap yang penuh perhatian serta kasih sayang. Di bahu dan punggungnya masih terlihat sisa-sisa sisik dan bentuk sayap yang tersembunyi, sebagai tanda dari wujud aslinya. Tatapannya selalu tertuju pada Elara, menunjukkan kesetiaan dan rasa sayang yang tidak pernah berubah.
Dan yang terakhir, berdiri paling kanan dan paling tinggi dari semuanya adalah Sentinel, naga perkasa penjaga menara dan kekuatan inti kerajaan. Dalam wujud manusia, ia terlihat sangat besar dan kuat, memancarkan kekuatan yang luar biasa yang bisa dirasakan oleh siapa saja yang ada di dekatnya. Kulitnya berkilau seperti kristal ungu yang indah, dan tatapan matanya dalam dan penuh kebijaksanaan, sama seperti sifatnya yang tenang dan selalu melindungi.
Kelima orang itu berdiri dengan sikap yang tegak dan hormat, dan saat Elara beserta Xavier dan rombongannya masuk ke dalam ruangan, mereka semua membungkukkan badan serempak sebagai tanda penghormatan yang dalam.
"Selamat datang, Raja Xavier dan para tamu terhormat," ucap mereka serentak, suara mereka terdengar jelas dan bergema di seluruh ruangan. "Kami siap melayani dan melindungi Tuanku dan juga kamu semua, kapan pun dan di mana pun."
Elara menoleh ke arah Xavier dan melihat ekspresi terkejut dan kagum di wajahnya. Ia pun menjelaskan dengan senyum yang bangga.
"Mereka telah memilih untuk berubah menjadi wujud manusia, Xavier. Sebagai tanda bahwa mereka juga telah menerima perubahan yang terjadi di sini, dan sebagai tanda persatuan antara kerajaanku dan kerajaanku. Mereka ingin ikut serta dalam momen-momen penting ini, dan bisa lebih dekat dan berinteraksi dengan semua orang, bukan hanya sebagai makhluk pelindung saja, tapi juga sebagai bagian dari keluarga dan rakyat kita."
Xavier mengangguk dengan kagum dan senyum yang lebar. "Itu adalah hal yang luar biasa dan indah. Mereka benar-benar luar biasa, sama seperti tuannya sendiri."
Setelah itu, acara penyerahan seserahan pun dimulai. Satu per satu barang yang dibawa dikeluarkan dan diperlihatkan: hasil bumi terbaik, kerajinan tangan yang indah, benda-benda bersejarah, permata-permata langka, dan segala hal yang telah disiapkan dengan penuh perhatian. Semuanya diterima dengan rasa hormat dan rasa terima kasih yang tulus dari Elara dan seluruh orang yang ada di sana.
Dan di akhir penyerahan, Xavier mengeluarkan kotak kayu yang selalu ia pegang sejak tadi. Ia membukanya perlahan, dan di dalamnya terlihat sebuah kalung yang sangat indah dan istimewa. Rantainya terbuat dari logam yang berkilau keemasan, dan di bagian tengahnya terpasang sebuah batu yang bersinar dengan cahaya yang lembut dan hangat. Batu itu diambil dari sumber cahaya tertinggi di Kerajaan Cahaya, dan di sekelilingnya dihiasi dengan ukiran kecil yang berbentuk seperti bintang dan bulan, menyatukan lambang dari kedua dunia mereka.
"Ini untukmu, Elara," ucap Xavier dengan suara yang lembut dan penuh perasaan. "Aku membuatnya sendiri, dari bahan-bahan terbaik dan dengan sepenuh hatiku. Ia akan selalu bersinar, sama seperti cahaya yang akan selalu ada di hatiku untukmu. Ia juga memiliki kekuatan agar kau bisa merasa nyaman dan aman saat berada di kerajaanku, sama seperti kalung yang kau berikan padaku melindungiku saat berada di sini. Ia adalah tanda bahwa kita saling melindungi, saling menjaga, dan saling melengkapi satu sama lain, selamanya."
Elara menatap kalung itu dengan mata yang berbinar dan berkaca-kaca karena haru. Ia merasakan betapa besar usaha dan perasaan yang dicurahkan dalam pembuatan benda ini. Tanpa berkata apa-apa, ia mengulurkan lehernya, membiarkan Xavier memasangkan kalung itu di lehernya. Saat kalung itu menyentuh kulitnya, ia merasakan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuhnya, membuatnya merasa semakin dekat dan terhubung dengan orang yang dicintainya.
"Terima kasih, Xavier..." bisiknya dengan suara yang terisak bahagia. "Ini adalah hadiah yang paling indah dan berharga yang pernah aku terima. Aku akan menyimpannya dan memakainya seumur hidupku."
Di sekeliling mereka, semua orang yang hadir menyaksikan momen ini dengan perasaan yang terharu dan bahagia. Kelima penjaga yang berdiri di belakang Elara pun tersenyum, melihat betapa bahagianya tuan mereka, dan merasa senang karena mereka tahu bahwa masa depan Elara akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan cinta yang layak ia dapatkan.
Acara penyerahan seserahan itu berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. Semua hal yang terjadi hari ini menjadi bukti bahwa segala kesulitan dan perbedaan tidak bisa memisahkan dua orang yang saling mencintai, dan bahwa persatuan yang terjalin di antara mereka akan membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi kedua kerajaan dan semua orang yang tinggal di dalamnya.
Dan kini, semua persiapan telah selesai sepenuhnya. Hari pernikahan yang dinanti-nantikan itu semakin dekat, dan keduanya sudah siap untuk menjalani babak baru dalam hidup mereka bersama, dengan cinta, pengertian, dan dukungan yang selalu ada di antara mereka.
Bersambung...