Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Dengan kesal Alya duduk di samping Natan.
"Ada apa sih tan?" tanya pelas Alya, terlihat dari wajah Alya dia sudah kesal
"Duduk di sini. nanti gue jelasin setelah ini" jawab Natan sembari membaca lebaran kertas yang ada di tangannya.
"Kenapa gak nanti aja panggilnya pas udah beres, gue ke kelas lagi aja lah ya. Bosen gue kalo kelamaan" balas kesal Alya
Natan tidak membalas ucapan Alya, dia malah melanjutkan diskusi dengan anggota osis lainya.
10 Menit
20 Menit
Waktu yang terasa sangat lama, Alya terus menguap karena menunggu Natan meeting dengan anggota osis untuk acara ulang tahun sekolah.
"Oke. Hari ini cukup sampai di sini, 2 hari lagi gue mau liat semua laporan yang Lo semua kerjain. Jadi gak ada kata Lo lupa karena udah gue bilang dari hari ini oke" perintah Natan
"Baik" serentak semua Anggota osis
Natan berdiri, namun dia terhenti karena melihat Alya yang masih duduk.
"Alya ayo" ajak Natan
"Udah beres? Gue udah boleh balikkan ke kelas?" tanya Alya
"Gak. Ayo ikut" jawab Natan singkat
Alya dengan malas mengikuti Natan keluar dari ruang osis.
"Perasaan baru sekarang gue liat Natan mau Deket sama cewe" ujar Novi anggota osis
"Iya. Liat aja tempat duduk di samping dia itu harusnya kan si Melisa, tapi karena dia gak mau ada yang duduk di sana apalagi cewe jadi minta di kosongin. Tapi aneh tadi si Alya di suruh duduk di sana, terus dia kaya santai aja ya" balas salsa
"Heh! Jangan ngegosip dia itu cuma ada urusan aja, dan Melisa kenapa gak duduk di sana karena dia itu cocoknya duduk sana Natan di pelaminan" ujar bunga yang lewat di hadapan salsa dan Novi
Dari belakang bunga ada Melisa dan Ajeng yang terlihat angkuh, jika Natan mau berpacaran dengan Melisa di pastikan dia akan menjadi so paling berkuasa di sekolah ini secara sekolah ini punya Natan.
Di depan Natan Melisa selalu menjadi wanita cerdas, baik, lembut, pendiam tapi saat Natan tidak ada sombong, kasar dan so paling berkuasa keluar dari dalam dirinya.
Ketiga orang itu melewati mereka dengan tatapan tajam karena saat mereka bergosip Melisa, ketiga orang itu mendengarnya.
Mereka melangkah menjauh.
"Baru juga jadi wakil Natan udah belagu kaya gitu. apalagi kalo udah jadi pacar, di anggap babu kali semua orang di sekolah ini" ujar salsa
"Udah lah. Jangan di pikirin lagi, bisa - bisa kita di omelin sama mereka lagi" balas Novi
Mereka pun langsung pergi ke kelas mereka masing - masing.
Di Ruangan Ketua Osis
Cklek
Terlihat lah ruangan yang sangat elegan namun sederhana membuat Alya sedikit terkejut karena rapih bersih wangi lagi.
"Kenapa berdiri di situ? Masuk" ajak Natan
"Ah.. Iya" kaget Alya
Alya masuk ke dalam ruangan Natan terus duduk di sofa yang ada di sana.
Natan pun duduk di samping Alya, membuat Alya terkejut.
"Kenapa Lo duduk di sini? Di situ aja, tuh kosong" ujar Alya sembari menunjuk single sofa yang ada di ujung.
"Kalo aku maunya duduk di sini, gimana dong?" tanya Natan sembari menatap Alya dengan lekat.
"Ck! Terserah Lo lah. Nah sekarang Lo ngomong deh, Lo mau ngomong apa sama gue?" kesal Alya sudah memuncak.
"Aku mau minta tolong" ujar Natan
"Minta tolong? Buat?" tanya Alya bingung
"Kemarin pas kita ketemu, Heri gak sengaja foto kita berdua" jawab Natan
"Terus?" masih bingung Alya
"Kemarin ibu liat foto kita, dan ibu kayanya suka sama kamu. Boleh gak, kamu nemuin ibu?" balas Natan dengan sungguh sungguh
"Boleh - boleh aja sih, tapi gak papa emang?" tanya Alya
"Ya gak papa. Kalo gak boleh ngapain aku minta tolong sama kamu" balas Natan.
"Iya juga sih. Kapan?" tanya Alya
"Hari ini" jawab Natan
"Wah sorry kalo hari ini gue gak bisa" balas Alya
"Kenapa?" tanya singkat Natan
"Gue harus nganter kakak ke rumah sakit, mungkin kalo besok gue bisa" jawab Alya
"Yaudah gak papa. Besok aja, masakin ya" balas Natan
"Yaudah kalo gitu. Gue pergi ke kesal ya" ujar Alya
"Iya. minta nomor telepon" balas Natan
"Ah iya" ucap Alya
Natan memberikan ponsel nya kepada Alya, dan Alya langsung mencatat nomornya.
"Udah nih, gue ke kelas dulu ya. bye" ujar Alya yang langsung keluar dari dalam ruang Natan.
Natan hanya mengangguk dan melihat Alya keluar dari dalam ruanganya.
Dia hanya tersenyum melihat Alya keluar.
Di Kelas
"Si Alya lama benget di ruang osis" ujar Fuji
"Apa dia kena masalah ya" balas Yuri
"Gak lah. dari kemarin kan adem ayem gak mungkin tiba - tiba kan, toh di sekolah dia selalu sama kita" ucap Fuji
"Bener juga. Dia juga kan sekarang gak cari masalah lagi sama si migel. Terus apa dong?" bingung Yuri
Saat mereka berdua menerka nerka, Alya muncul dan berjalan masuk ke dalam kelas.
"Alya, Lo kenapa lama banget? lo dapet masalah lagi ya?" tanya Fuji
"Engga gila" jawab Alya
"Terus kenapa?" tanya Fuji
"Gu-"
Ucapan nya terhenti Alya memikirkan sesuatu
"Kalo gitu kasih tau mereka soal masalah si Natan, bisa - bisa gue di cengin seharian mending gak usah bilang deh" ucap Alya dalam hati
"Gak ada apa - apa. Gue juga aneh tiba - tiba di suruh ke ruang osis" bohong Alya
"Masa sih" tak percaya Fuji
"Beneran tanya aja sama si Heri kalo Lo gak percaya" balas Alya
Suara bell istirahat terdengar.
"Ke kantin yu, gue udah laper" ajak Alya
"Ck! ayo gue juga udah laper ini" balas Fuji
"Ayo" balas Yuri
Mereka bertiga pun langsung menuju kantin, saat mereka sedang menuju kantin terlihat gerombolan Agam, dan kawan - kawan nya tidak lupa dengan migel yang selalu menempel pada mereka.
"Itu si Migel sama si Agam" ujar Fuji
"Nempel banget. Gue yakin sih mereka udah jadian, cocok soalnya mereka berdua" ujar Alya
"Si paling udah move on" sindir Yuri
"Siaul Lo" kesal Alya
Mereka berjalan menuju kantin, mereka duduk di kantin lantai 1 di tempat favorit mereka Sekarang.
"Lo mau pesen makanan apa? gue pesenin sekarang, Lo berdua duduk di sini takutnya ada yang duduk di sini" ujar Fuji
"Gue mau ayam geprek, jukut tempe tahu sampelnya yang paling pedes dan banyak. minumnya air mineral aja" ucap Alya
"Kalo Lo?" tanya Fuji kepada Yuri
"Gue mie ayam aja. Pedesnya sedikit minumnya jus jeruk pake gula" jawab Yuri
"Oke kalo gitu. Gue pesenin dulu ya, jaga ni Temat takutnya ada yang nyolong" bercanda Fuji
"Mau nyolong gimana, ini kan meja satu set sama lantainya. orang gila mana yang mau ngangkat" balas Alya
Dengan tertawa Fuji langsung pergi memesankan pesanan mereka bertiga.
3 Menit Kemudian Fuji Sudah Kembali Ke Meja Mereka.
Bersamaan dengan gerombolan Agam, migel dan temannya datang dan duduk di samping meja Alya.
"Si paling kaya kenapa makan di sini? biasanya dia makan so eropa" bisik Yuri
"Uangnya abis kali" balas bisik Alya
Resa yang melihat Yuri dan Alya bisik - bisik langsung...
"Ngapain bisik - bisik iri ya liar Agam di bawain bekel sama migel, emang pasangan yang serasi ya" hajar resa mencoba membuat Alya cemburu.
semangat 💋💋💗💗💗
jgn coba2 dktin alya,apa lg ngusik hdpnya...alya udh ada pwangnya yg glak ky singa.....😁😁😁
semangat terus ya , kalo boleh request up bab nya sehari tiga kali.... soalnya kalo dua kali kurang🤭🤭🤭😄😄