Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
"Apa kau mengenal lelaki yang bernama Cheng Bowen?" tanya ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning mengerutkan keningnya, dia sedang mengingatkan nama itu. saat tergambar lelaki tampan yang dulu dekat dengan mendiang Permaisuri Ai Ning pun dia melotot.
"Tunggu? jadi jie jie Ai memiliki masa lalu juga? oh jangan bilang ibu suri Ning ini mengetahui lelaki bertopeng?" gumam hati Permaisuri Ai Ning dia bertanya dengan lelaki masa lalu Ai. lelaki itu tak pernah membuka topeng nya, walau Ai meminta sang lelaki itu.
"Cheng Bowen?" tanya Permaisuri Ai Ning. dan ibu suri Ning pun mengangguk, ibu suri Ning juga menatap wajah Permaisuri Ai Ning.
"HM... hamba pernah berteman baik dengan nya, kenapa ibu suri. bisa mengenal dia?" ucap Permaisuri Ai Ning, ibu suri Ning mengangguk mendengar jawaban kejujuran dari menantu nya itu.
"Karena dia mengirim lamaran untuk mu, ibu bertanya kepada pengawalnya.... dan pengawal nya bilang ibu diminta bertanya langsung kepada mu" ucap Ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning pun mengangguk, dia pun terkejut kenapa lelaki itu tiba-tiba melamar nya. dulu lelaki itu kembali ke negara nya dan tak pernah memberikan kabar kepada Permaisuri Ai Ning asli, sekarang tiba-tiba dia melamar.
"Cih... dasar lelaki buaya" gumam hati Permaisuri Ai Ning.
"Ibu menerima nya?" tanya Permaisuri Ai Ning. ibu suri Ning pun menggelengkan kepalanya, dia tidak mungkin menerima tanpa bertanya dulu dengan Permaisuri Ai Ning.
"Tidak mungkin ibu main menerima saja Ai'er... kau ini suka berburuk sangka kepada ibu mu ini" ucap kesal ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning terkekeh geli, dia juga sudah menganggap ibu suri Ning sebagai Ibunya. jadi dia tak pernah sungkan lagi.
"Baiklah-baiklah.... maafkan putrimu ini ibu" ucap Permaisuri Ai Ning. ibu suri Ning mendengus mendengar jawaban canda seperti itu, lihat tidak ibunya tidak anaknya selalu saja menggoda dirinya itu.
"Kau dan ibumu itu sama-sama menyebalkan" jawab ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning tertawa kecil dan langsung memeluk tubuh paruh baya yang masih kuat itu, Permaisuri Ai Ning pun ingin menggoda kembali.
"Ibu kenapa ibu tak menikah lagi? agar ibu bisa ada yang menemani saat meminum teh kesukaan ibu" canda Permaisuri Ai Ning. ibu suri Ning memukul lengan lembut Permaisuri Ai Ning.
PLAK
"Tidak... ibu tidak ingin memiliki suami kembali, kau tahu bukan? ibu terlalu mencintai mendiang ayah mertua mu. walau pun dia tak bisa setia dengan satu wanita, tapi itu tuntutan para tetua kekaisaran. berhubung para tetua sudah mati jadi tidak ada yang namanya selir di kekaisaran ini, ibu muak dengan tingkah para selir" ucap ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning pun mengangguk, dia juga mana mau di madu. madu memang manis tapi kalau madu dalam hubungan itu menyakitkan.
"Laginya kau sudah tua... siapa yang mau dengan wanita tua seperti mu?" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam istana. Permaisuri Ai Ning dan ibu suri Ning melihat siapa yang bisa bicara dengan keras di istana nya itu.
"Kenapa kau menatap ku? iya-iya aku tahu kalau aku ini mempesona, jadi tak perlu menatap ku seperti itu juga" ucap Nyonya Go Yang. ibu suri Ning menatap malas kearah sahabat nya itu, sedangkan Permaisuri Ai Ning terkekeh. ibu nya itu memang memiliki mulut yang tajam, jadi dia sudah terbiasa.
"Ai'er.... lepaskan wanita tua itu, sini ibu sangat merindukan mu" ucap Nyonya Go Yang. sambil menggeser tubuh ibu suri Ning, ibu suri Ning yang di perlakukan seperti itu pun hanya bisa menatap kesal ke arah sahabatnya.
"Ya... itu dibagian kiri Ai'er kosong, kenapa kau menggeser ku? ibu negara Kekaisaran Ning tidak ada harga nya di mata Nyonya Go Yang....." ucap kesal ibu suri Ning. Nyonya Go Yang hanya melirik sekilas dan kembali memeluk putri, ibu suri Ning yang di acuhkan seperti itu pun langsung kesal.
GREB
"Kemari kau bocah tua...." teriak ibu suri Ning. Nyonya Go Yang yang di menghimpit lengan ibu suri Ning pun berteriak, semua para pelayan pun langsung lari masuk. Mereka takut tiga orang penting di kekaisaran ini kenapa, saat mereka masuk, mereka melongo dengan ibu suri Ning yang menghimpit Nyonya Go Yang.
"Kyyaaaaa..... apa yang kau lakukan Wanita tua? oh tidak rambut ku... Ai'er tolong jauhkan ibu mu ini dari wanita tua galak itu" teriak Nyonya Go Yang. Permaisuri Ai Ning meringis melihat tingkah laku kedua nenek anak-anaknya itu, dia melihat para pelayan dan prajurit yang berdiri kaku di depan mereka. Permaisuri Ai Ning tersenyum canggung pada mereka.
Mereka terkejut saat mendengar suara seorang lelaki. Mereka yang tadinya sedang saling himpit pun langsung membenarkan rambut dan pakaian, sedang Permaisuri Ai Ning menatap kearah lelaki tampan di hadapannya.
"Salam hormat Ibu suri Ning... salam bibi Go Yang... apa kabar Ai'er?
BERSAMBUNG.............