NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Jangan lupa Follow Instagram Author

@arvn_63

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Fatamorgana dan Tiga Pedang Patah

​Hutan Cermin Hitam tidak menyambut tamunya dengan auman binatang buas, melainkan dengan kesunyian yang mencekik.

​Begitu Shen Yuan melangkah melewati pusaran gerbang, dunia di sekitarnya kehilangan warna. Langit tertutup kanopi daun berwarna kelabu pekat yang tidak membiarkan setitik pun cahaya matahari lolos. Batang-batang pohon pinus raksasa di sini tidak memiliki kulit kayu yang kasar, melainkan bertekstur licin dan mengkilap layaknya cermin obsidian.

​Kabut tipis merayap setinggi lutut, membawa hawa dingin yang perlahan menembus pori-pori kulit.

​Shen Yuan berjalan dengan ritme yang lambat dan konstan. Matanya yang gelap menyapu sekeliling. Di setiap batang pohon hitam yang ia lewati, pantulan dirinya terlihat terdistorsi. Terkadang pantulan itu terlihat seperti pelayan tua yang ringkih, terkadang terlihat seperti mayat tanpa kepala yang bersimbah darah.

​Itulah ilusi Hutan Cermin Hitam. Pohon-pohon ini menyerap Qi dari udara dan memantulkan ketakutan terdalam dari siapa pun yang menatapnya. Jika mental seorang kultivator goyah, ilusi itu akan meracuni pikiran mereka hingga mereka mengoyak leher mereka sendiri.

​Namun, saat pantulan aneh itu mencoba merayap masuk ke dalam pikiran Shen Yuan, Benih Hitam di perutnya hanya berputar pelan.

​Ssshhh...

​Energi ilusi yang berupa Yin (energi negatif) itu langsung dihisap dan ditelan mentah-mentah oleh Benih Hitam, diubah menjadi setitik debu energi yang tidak berarti. Pikiran Shen Yuan tetap sejernih kristal es. Pantulan di pohon baginya tidak lebih dari sekadar lukisan jelek anak kecil.

​"Tiga ratus elit masuk ke dalam hutan ini," gumam Shen Yuan, berjongkok untuk memeriksa jejak kaki di atas tanah berlumut. "Tapi di radius lima mil ini, hanya ada kesunyian. Gerbang teleportasi memencarkan kami secara acak. Logis."

​Tujuannya adalah mengumpulkan sepuluh Inti Iblis tingkat menengah. Namun, Shen Yuan tidak terburu-buru mencari binatang buas. Berburu binatang membutuhkan waktu berhari-hari untuk melacak jejaknya. Ada cara yang jauh lebih efisien untuk mengumpulkan inti iblis di hari pertama: membiarkan orang lain memburunya, lalu merampasnya dari mereka.

​Ia memilih sebuah area terbuka yang dikelilingi oleh lima pohon raksasa. Ia duduk bersila di atas batu berlumut, menurunkan topi bambunya, dan menutup matanya. Napasnya dibuat sedikit tidak teratur, pundaknya sesekali bergetar, berpura-pura sedang berjuang mati-matian menahan halusinasi dari hutan cermin ini.

​Umpan telah ditebar. Ia hanya perlu menunggu ikan yang lapar.

​Dua jam berlalu. Hutan tetap hening, namun telinga Shen Yuan yang telah mencapai Lapisan Ketujuh menangkap perubahan ritme angin di atas kanopi pohon.

​Srak... Srak... Wush...

​Bukan binatang buas. Itu adalah suara gesekan kain sutra yang bergesekan dengan dahan. Tiga orang. Mereka bergerak dalam formasi segitiga yang sangat rapi, menutup seluruh sudut pelarian dari area terbuka tempat Shen Yuan duduk.

​Fluktuasi Qi mereka tidak ditutupi dengan baik. Tiga kultivator di Puncak Lapisan Keenam.

​Keluarga Lin benar-benar menghabiskan uang yang banyak kali ini, batin Shen Yuan, senyum tipis yang mematikan terbentuk di balik bayangan topinya. Mereka tidak lagi mengirim pembunuh jalanan Lapisan Ketujuh yang mencolok, melainkan elit sekte luar yang terorganisir.

​"Lihatlah tikus kecil ini," sebuah suara terdengar dari atas dahan pohon di sebelah kanan.

​Tiga sosok melompat turun secara bersamaan, mendarat tanpa suara di atas lumut tebal. Mereka mengenakan seragam sekte yang telah dimodifikasi agar lebih ketat, wajah mereka tidak ditutupi. Di Hutan Cermin Hitam, membunuh sesama murid tidak dilarang, jadi untuk apa memakai topeng?

​Pemuda yang berbicara tadi memiliki bekas luka melintang di bibirnya. Ia memegang sepasang belati pendek yang memancarkan pendar racun kehijauan.

​"Baru dua jam masuk, dia sudah terkena ilusi cermin," tawa pemuda berbelati itu bergema pelan. "Tuan Muda Lin Feng terlalu membesarkan masalah. Menyuruh tiga elit Lapisan Keenam untuk memburu seorang pelayan yang kebetulan memiliki lengan kuat. Ini seperti memakai meriam untuk membunuh nyamuk."

​Pria di tengah, yang tampaknya adalah pemimpin kelompok, mencabut pedang panjangnya. Bilah pedang itu memancarkan hawa dingin yang menggigit. "Jangan banyak bicara, Han. Kau lihat sendiri lengan kanannya di perban? Tangannya sudah cacat sejak menahan tebasan Tuan Muda. Tugas kita bukan untuk mengaguminya, tapi memotong keempat anggota tubuhnya, lalu membawa badannya yang masih hidup ke hadapan Tuan Muda Lin."

​"Aku yang akan mengambil lengan kirinya!" sahut pria ketiga yang bertubuh gempal, mengayunkan sebuah kapak pertempuran bersumbu pendek.

​Shen Yuan perlahan membuka matanya. Ia tidak bangkit dari posisi duduk bersilanya. Ia hanya mengangkat wajahnya, menatap ketiga elit Puncak Lapisan Keenam itu dengan tatapan yang sangat kosong, seolah ia sedang melihat tiga potong daging mati yang sedang berbicara.

​"Kalian terlalu berisik," ucap Shen Yuan datar. "Hutan ini sedang tidur, dan kalian merusak ketenangannya."

​Ketiga elit itu tertegun sesaat. Bukankah pelayan ini seharusnya sedang berhalusinasi ketakutan? Suaranya terlalu tenang, terlalu jernih.

​"Dia menggertak!" teriak pemimpin kelompok itu. "Serang bersamaan! Jangan beri dia kesempatan menggunakan kekuatan fisiknya!"

​Ketiganya melesat secara serentak. Ini bukan pertarungan amatir; formasi mereka mengunci Shen Yuan dengan sempurna. Kapak dari kiri untuk menghancurkan pertahanan bawah, sepasang belati beracun dari kanan mengincar mata, dan pedang panjang dari tengah menusuk lurus ke arah jantung.

​Bagi penonton, Shen Yuan yang masih duduk bersila sudah tamat. Menghindari serangan tiga arah dari elit Lapisan Keenam adalah hal yang mustahil tanpa menggunakan teknik gerak tingkat tinggi.

​Namun, siapa bilang Shen Yuan berniat menghindar?

​Ia tidak menarik energinya keluar. Ia tidak memadatkan Qi-nya menjadi Tinju Runtuh Gunung. Ia hanya membiarkan Qi emas pucat menyusup dan menyatu dengan sumsum tulang di lengan kirinya yang bebas.

​Tepat ketika pedang panjang sang pemimpin berjarak satu inci dari dada Shen Yuan, dan kapak serta belati nyaris menyentuh kulitnya... Shen Yuan mengangkat tangan kirinya dengan gerakan menyapu yang sangat kasual, seolah sedang mengusir lalat.

​TRRAAANGGG!

​Suara logam yang beradu dengan logam menggema di seluruh area terbuka itu, memekakkan telinga. Bunga api memercik dengan terang.

​Mata sang pemimpin membelalak hingga urat-urat merahnya terlihat. Pedang panjang tingkat menengah miliknya... pedang yang telah dilapisi Qi Puncak Lapisan Keenam... baru saja ditebas secara kasar oleh punggung tangan kiri Shen Yuan.

​Bukan hanya ditebas. Pedang itu membentur kulit lengan Shen Yuan, dan alih-alih merobek daging, pedang itu terpental seolah menghantam balok baja spiritual yang tak bisa dihancurkan. Getaran benturannya begitu keras hingga membuat telapak tangan sang pemimpin robek dan berdarah.

​"M-Mustahil!" jerit sang pemimpin. "Kulitmu—!"

​Tubuh Shen Yuan yang telah ditempa oleh Sumsum Darah Bumi tidak lagi mengikuti hukum anatomi manusia fana. Tulang emas pucatnya telah memberikan kekerasan fisik yang menentang akal sehat. Pedang biasa tidak akan pernah bisa menggoresnya.

​Tanpa mengubah ekspresinya, tangan kiri Shen Yuan yang baru saja menangkis pedang itu melesat ke depan, meluncur bagaikan ular berbisa, dan langsung mencengkeram wajah sang pemimpin.

​"Satu," hitung Shen Yuan dengan suara sedingin es.

​Ia mengerahkan tenaga murni dari otot lengannya dan meremukkan wajah pria itu ke tanah tepat di sela-sela posisi duduknya.

​BUMM! KRAAAK!

​Lantai batu di bawah mereka hancur. Kepala sang pemimpin melesak ke dalam tanah berbatu bersamaan dengan jeritan yang terputus seketika. Darah dan serpihan otak muncrat, mengotori lumut hijau menjadi merah pekat.

​Pria berkapak dan pria berbelati yang baru saja menyelesaikan tebasan mereka ke arah Shen Yuan membeku di tempat. Kapak dan belati mereka memang mengenai bahu dan pinggang Shen Yuan, namun senjata-senjata itu hanya merobek kain jubah sutranya, dan berhenti sepenuhnya saat menyentuh kulit yang sekeras karang.

​"M-Monster..." pria berkapak itu bergumam pucat. Senjatanya terpental dari bahu Shen Yuan.

​Shen Yuan perlahan bangkit berdiri dari posisi bersilanya. Bayangan pepohonan hitam jatuh menutupi separuh wajahnya, membuatnya terlihat seperti malaikat maut yang baru bangkit dari altar pengorbanan.

​Langkah Penghancur Bayangan.

​Shen Yuan tidak menggunakan versi ledakan yang berisik. Dengan Qi cair Lapisan Ketujuh, gerakannya benar-benar senyap. Ia menghilang layaknya asap ditiup angin, dan sedetik kemudian muncul tepat di belakang pria berbelati ganda.

​"Tariannya terlalu lambat," bisik Shen Yuan di telinga pria itu.

​Kedua tangan Shen Yuan—termasuk tangan kanannya yang dibalut perban namun sama sekali tidak cacat—meraih kedua bahu pria berbelati itu dari belakang. Dengan satu sentakan ke arah berlawanan yang tidak memerlukan teknik bela diri apa pun, melainkan murni kebrutalan fisik...

​SRRRAAAKKK!

​Kedua lengan pria itu dicabut paksa dari mangkuk bahunya. Darah menyembur layaknya air mancur dari kedua sisinya. Jeritan kesakitan yang melampaui batas kewarasan manusia memecah kesunyian Hutan Cermin Hitam.

​Pria berkapak yang tersisa mundur dengan lutut gemetar. Ia membuang senjatanya, cairan hangat membasahi celananya. Ia tidak sedang berhadapan dengan murid sekte. Ia sedang berhadapan dengan entitas dari neraka yang kebetulan mengenakan seragam putih.

​"J-Jangan... kumohon... keluarga Lin memaksaku—"

​Shen Yuan melepaskan potongan lengan berdarah itu ke tanah. Ia menatap pria terakhir yang menangis ketakutan tersebut. Rasa kasihan tidak pernah ada dalam kamus kultivasi Shen Yuan. Belas kasihan kepada musuh adalah kekejaman terhadap diri sendiri di masa depan.

​Shen Yuan melesat ke depan. Satu pukulan lurus bersarang di dada pria berkapak itu. Tidak menggunakan Tinju Runtuh Gunung, hanya dorongan fisik yang menghancurkan tulang rusuk dan menghentikan detak jantungnya dalam sekejap.

​Hanya butuh tiga puluh detik. Tiga elit Puncak Lapisan Keenam tewas dengan tubuh hancur.

​Shen Yuan berdiri di tengah genangan darah, jubah putihnya kini dihiasi bercak-bercak merah yang mencolok. Ia merentangkan tangannya perlahan. Bau darah segar ini adalah katalisator murni.

​Kitab Penelan Surga: Telan.

​Pusaran energi emas gelap meledak dari tubuhnya. Ketiga mayat itu dengan cepat mengering, esensi Qi, darah, dan vitalitas mereka ditarik paksa menjadi kabut energi yang masuk ke dalam Dantian Shen Yuan. Mayat-mayat itu menyusut, layu, dan akhirnya hancur menjadi debu putih yang tertiup angin hutan, menghilangkan seluruh jejak pembantaian brutal tersebut.

​Lautan Qi cair di perut Shen Yuan beriak pelan menerima tambahan energi. Namun, riaknya sangat kecil. Esensi dari tiga kultivator Lapisan Keenam ternyata hanya mengisi kurang dari sepersepuluh dari total kapasitas Dantian Lapisan Ketujuhnya.

​"Semakin tinggi gunungnya, semakin banyak bebatuan yang dibutuhkan untuk membangunnya," desah Shen Yuan, mengevaluasi kebutuhan kultivasinya. "Membunuh Lapisan Keenam tidak lagi efisien. Aku butuh Lapisan Ketujuh, Lapisan Kedelapan, atau... Inti Iblis mutasi di hutan ini."

​Ia memungut tiga kantong penyimpanan (storage pouch) yang jatuh dari mayat-mayat tersebut sebelum mereka menjadi debu. Setelah membukanya, ia menemukan puluhan pil penyembuh, tali panjat, dan total seratus batu roh tingkat rendah. Tiga elit ini benar-benar dipersiapkan dengan baik oleh Lin Feng, dan kini semuanya berpindah tangan.

​Shen Yuan mengikat kantong-kantong itu ke pinggangnya. Matanya yang gelap menatap menembus kedalaman kabut hutan yang seolah memanggilnya.

​"Satu kelompok utusan telah dimakan," gumam Shen Yuan, melangkah santai menuju kegelapan. "Sekarang saatnya mencari si pemberi perintah. Aku berjanji, Tuan Muda Lin, kematianmu tidak akan sesingkat anjing-anjing peliharaanmu."

​Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Wiharso Saja
ceritanya bagus dan runut.... yg penting lg jgn sampai hiatus
Optimus prime
ga usah pakai kata mandor ...daiken...lebih enak nya pakai kata suhu...wakil sekte...senior...kn jdi enak baca nya thor
@arv_65: terlanjur udah nulis babnya banyak🙏
total 1 replies
Joshua Zirje
Author jangan sampai hilang lagi😁
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue: oke bang, semangat💪
total 3 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!