Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Hmm Alya?" gumam ibu muda itu
"Ini temen sekolah gue kak" balas Natan
Alya pun melirik Natan dengan melihat ke arah ibu muda dengan bingung.
"Kakak gue, namanya kak Cantika" ujar natas seperti mengerti dengan kebingungan Alya
"Ah iya. Halo kak saya Alya teman sekolah Natan" balas Alya
"Ah, iya iya. Kamu Alya yang ada foto itu ya" ujar kak Cantika
"Ah... foto?" bingung Alya
"Foto yang waktu itu. Dasar pelupa" ucap Natan dengan raut wajah dinginnya
"Ah iya, maaf gue lupa. Santai aja kali" balas Alya kepada Natan.
"Jangan ribut. makasih ya Alya udah tolongin anak kakak, kalo gak ada kamu mungkin akan ada hal buruk sama Farhan" ujar kak Cantik berterima kasih
"Iya kak sama - sama. Gak perlu berterima kasih seperti itu" balas Alya
"Kamu yang nolong Farhan?" tanya Natan
"Hmmm tadi gak sengaja liat keluar dari salon terus mau ke jalan raya, jadi gue tolong takut keserempet" jawab Alya
"Euhhh si parlampeh ini ketahuan lagi modus nih, keliatan banget. so banget panggil aku kamu lagi, tapi gak papa lah daripada jomblo seumur hidup dia" gerutu dalam hati kak Cantika
"Oh. Makasih ya" ucap Natan
"Iya. Sama - sama" balas Alya
"Kita makan aja yu, ini tanda terima kasih dari kakak buat Alya. Karena udah tolong Farhan" ajak kak Cantika
"Tap-"
"Udah ayo, sekalian ketemu mamah. kan kamu udah mau" potong Natan
"Iya. Tapi maaf aku gak bisa kak, soalnya kakak ku lagi di operasi aku ke sini cuma mau cari makan aja. Kapan - kapan aja ya kak" balas Alya
"Ah begitu ya, sayang banget. Gini aja deh kita makan bareng di sini aja gimana, sebentar aja ko" balas kak Cantika
"Gini deh, aku beli makanan dulu buat keluarga ku yang lagi di rumah sakit. Nanti aku balik lagi. gimana?" solusi Alya
"Boleh - boleh. di temenin sama Natan aja, nanti Natan langsung ijin sama keluarga Alya takutnya mereka kawatir" balas kak cantika
"Gak papa-"
"Ayo. Mau cari makan apa, keburu malam ini" ajak Natan memotong ucapan Alya
"Iya Al sana. Kamu suruh - suruh aja dia" bisik kak Cantika
"Hahah iya kak. kalo begitu aku cari makan dulu ya kak" balas Alya
Kak Cantika hanya mengangguk.
Alya dan Natan pun pergi mencari makan
"Jalan aja, banyak restoran yang Deket di sini" ucap Alya
"Naik mobil. Aku tau restoran enak di sini ayo" ajak Natan sebari masuk ke mobil hitamnya.
Ck...
Dengan malas Alya masuk ke dalam mobil natan dan Natan pun langsung melajukan mobilnya ke restoran yang dia tuju.
"jangan yang jauh - jauh ya restoran nya, keburu kelaperan keluarga gue" ucap Alya
"Z banget sih" ucap Natan sebari mengendarai mobilnya.
Mobil Natan menjauh, kak Cantika melihat mobil Natan pergi dengan tersenyum.
"Cocok banget, cewenya gak ada takutnya, cowonya keras kepala. cowo kalo udah cinta keliatan banget, Natan - Natan!!" gumam kak cantika
Kak Cantika pun masuk ke dalam salon dengan Farhan yang sudah tidur dengan nyenyak di pelukannya.
30 Menit Kemudian
Natan dan alya baru keluar dari salah satu restoran Nusantara yang cukup ternama di sana.
"Udah cukup?" tanya Natan
"Udah. Mana rekening Lo, gue ganti tadi Lo kan yang beli" jawab Alya
"Gak usah. ayo" ajak Natan dengan wajah datar berjalan menuju mobilnya.
"Ck. kenapa sih dia" oceh Alya
Alya pun mengikuti Natan dari belakang, namun saat mereka ingin masuk ke dalam mobil.
Ada yang tiba - tiba memanggil Natan.
"Natan" panggil seorang wanita.
Natan dan Alya pun melihat ke sumber suara dan ternyata Marisa lah yang memanggil Natan.
Di sana juga ada Ajeng dan bunga yang menemani Marisa.
Dengan wajah yang datar Natan melihat ke arah mereka bertiga.
Marisa dan kedua temannya langsung menghampiri Natan dan alya.
Namun mereka seperti tidak melihat Alya mereka hanya tertuju kepada Natan.
"Natan kamu lagi apa di sini?" tanya marisa
"Apa dia gak liat kita barusan keluar dari mana pasti beli makan lah, masa berenang. Emang si kocak" gumam Alya dalam hati sembari mendelikan mata.
"Lo gak liat gue baru keluar dari mana? Dan Lo masih nanya" ketus Natan
"Heheh maaf. Oh iya Natan boleh gak kita ngobrol bentar di cafe, aku mau minta saran untuk project kemarin" alasan Marisa
"Sorry ya nih gue potong. Nat gue pergi duluan deh kalo gitu, nanti orangtua gue nunggu lama" ujar Alya
Alya menutup pintu mobil dan ingin membuka pintu belakang.
Namun saat Alya ingin membuka pintu belakang, pintu belakang terkunci.
"Nat buka, gue mau ngambil makanan nya" ucap Alya
"Masuk dan duduk di dalam mobil, tunggu sebentar. Aku ngomong sama mereka dulu ya" perintah Natan dengan suara yang berubah lebih lembut dan membuat Alya sedikit terkejut dengan suara nya yang berubah.
"Ck! Kalo lama gue cabut duluan ya" balas Alya sedikit melunak
"Lu siapa sih so banget. Terserah Natan lah mau lama mau engga" sinis bunga
"Lu siapa ikut campur. Temen bukan kenal engga" balas sinis Alya
"Al masuk, mau cepet kan" perintah Natan
"Ck..." Alya pun masuk ke dalam mobil namun sebelum masuk ke dalam mobil Alya melirik Bungan dari atas sampai ke bawah.
"Natan ayo. Di sini panas kita ngobrol di dalam cafe aja, maaf tadi bunga malah ribut sama dia" ujar so lembut Marisa
"Sorry ya sa. Ini bukan area dimana gue jadi ketua osis, dan kalo Lo mau ngebahas project ini Lo bisa bahas sama tim Lo bunga sama Ajeng kan tim Lo masa mereka gak becus project gini aja. Lo juga kan gak bodoh ris" sindir Natan secara halus
"Gue pergi dulu, dan jangan ganggu cewe gue lagi" lanjut Natan dengan suara tegas.
Ketiga orang terlihat terkejut dengan ucapan Natan yang memperingati mereka untuk tidak mengganggu Alya.
Dan cap cewe gue membuat mereka semakin tidak percaya dan membuat Marisa mengepalkan tangannya dengan erat.
Natan langsung masuk ke dalam mobil tanpa mengucapkan apapun lagi.
Marisa masih terdiam di tempat melihat mobil Natan yang sudah mulai bergerak dan pergi.
"Ris" panggil Ajeng
"Akhhhh.... Kenapa sih harus si Alya sih akhh" tiba - tiba Marisa merubah sikapnya setelah Natan pergi.
Marisa langsung pergi tanpa melihat ke arah kedua teman nya.
Di Dalam Mobil.
"Gak jadi?" tanya Alya
"Enggak" jawab Natan
"Kenapa?" tanya Alya lagi
"Ada kedua temannya. Dan itu juga bukan project aku jadi aku tidak terlalu memperdulikan nya, itu tugas mereka. Jadi mereka yang harus berusaha membuat project itu" jawab Natan dengan suara lembut
Alya hanya mengangguk mengerti dan mendengarkan jawaban dari Natan.
upnya 💪💪💪💪 jgn amoe kendor