NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Apa-apa

Fransisca menghela napas. Hanya dapat menatap kepergian Rendi dan Arkan. Lagipula apa yang dapat terjadi? Tapi...jika Rendi macam-macam dan memukul Arkan sedikit saja. Maka sudah pasti tendangannya akan melayang ke arah kepala Rendi.

Kantong emas berjalannya tersayang atau nama lainnya yang mulia suami tidak boleh terluka sama sekali.

"Rendi! Ingat! Jaga suamiku dia baik, berhati lembut, anteng, kamu beri makan apapun dia akan makan. Dia juga mudah ketakutan dan menangis." Fransisca memperingatkan.

"Aku mengerti! Hanya menjaga anak kecil bertubuh pria dewasa. Apa yang perlu ditakutkan." Gumam Rendi menutup pintu mobil.

"Zedna! Kamu sudah membawa minyak kayu putih, dan payung kan? Jangan lupa mainan kesukaan Arkan. Siapa tau Arkan bosan. Arkan, juga tidak boleh main jauh-jauh dari kak butler dan kak Rendi mengerti?" Lagi-lagi mode seorang ibu cerewetnya keluar.

"Arkan mengerti! Arkan sayang kak Fransisca. Nanti Arkan bawakan oleh-oleh." Ucap Arkan dari dalam mobil terdengar polos.

"Sudah! Cerewet sekali! Tidak akan terjadi apapun pada anakmu, maksudku suamimu." Tegas Rendi kala mobil melaju pada akhirnya meninggal Fransisca seorang diri, kesepian. Sementara sudah pasti Rendi akan diajari banyak permainan oleh Arkan Zoya.

Tapi.

Mungkin satu hal yang harus dipersiapkannya nantinya. Sesuatu yang cukup kompleks, yaitu kedatangan Mira ke perusahaan.

Menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Sudah pasti Mira akan dimasukkan ke dalam departemen desain. Departemen desain akan dengan mudah dikuasi olehnya. Mengingat sudah pasti penuh dengan penjilat.

Tapi, jika mereka mengetahui kemampuan Mira yang sebenarnya, apa akan sama.

"Baik... saatnya menyebarkan berita besar. Lulusan universitas Harvard, istri sah tuan muda Doni besok akan memasuki perusahaan sebagai ace (andalan) divisi desain." Ucap Fransisca penuh semangat mengingat ini sudah hampir memasuki jam kerja. Dirinya akan membantai tikus hingga darahnya terciprat kemana-mana.

***

Dirinya memang benar-benar tersisihkan di bagian keuangan. Karena itu semuanya akan terasa lebih santai. Wanita yang mengirimkan e-mail pada teman lamanya... Gilbert.

'Sudah mendapatkan informasi tentang universitas Harvard?'

Wanita yang mengirimkan pesan melalui e-mail. Gilbert yang memang berprofesi sebagai White hacker membalasnya dengan cepat.

'Sudah, tidak ada alumni yang namanya sama denganmu. Atau bernama sama seperti sepupumu. Tapi jika benar data tentang Mira yang kamu kirimkan. Ada, seorang wanita pendamping di kasino, memiliki nama dan foto serupa.'

Antara kesal, marah dan sedih. Seluruh perasaan Fransisca campur aduk saat ini. Bagaimana tidak, alasan ayahnya tidak bersedia membayar biaya operasi ibunya, hanya karena ingin membelikan rumah dan biaya kuliah bagi Mira yang melanjutkan pendidikan di Harvard university, setelah berusaha mengambil kursi Fransisca.

Tapi apa? Ternyata bukan kuliah, namun bersenang-senang sebagai wanita pendamping di Kasino.

Mengepalkan tangan, menghela napas berusaha keras memendam emosi. Walaupun kepala ini mendidih bagaikan air panas, walaupun dada ini bergemuruh bagaikan petir. Tapi segalanya harus tenang seperti predator dalam air. Mengintai mangsa barulah mencabik-cabik dagingnya hingga habis tidak bersisa.

Kembali Fransisca membalas e-mail dari Gilbert. Sahabat lamanya yang paling baik.

'Tolong kirimkan foto atau bukti apapun. Bahwa Mira bukan lulusan universitas Harvard. Tidak! Kirimkan bukti profesi lamanya sebagai pendamping penjudi di kasino.'

Fransisca menghela napas, menyandarkan punggungnya di kursi. Ada banyak hal yang ada dalam pikirannya saat ini. Sialnya, bukan memikirkan rencana untuk menghadapi Mira. Tapi memikirkan bagaimana kematian ibunya.

"Wanita sial!" Gumamnya tertawa dalam tangisan.

Seperti biasanya, orang-orang di ruangan ini memilih tidak peduli dengan keadaan Fransisca saat ini. Menghapus air matanya sendiri berusaha untuk tetap tenang. Setelah membaca pesan terakhir dari Gilbert.

'Ok!'

Dirinya mulai memandang ke arah sekitarnya. Untuk membuat seekor burung mati, jangan menembakkannya saat terbang rendah. Tembak lah burung itu saat terbang tinggi.

Karena itu, dirinya peralatan bangkit. Melangkah mendekati Jeki.

"Ada apa?" Tanya pria yang menatap tajam tidak peduli padanya. Berharap orang ini segera pergi dari perusahaan. Hingga dirinya tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi mengambil dana.

"Begini...saya memiliki saudara sepupu bernama Mira. Dia begitu cantik, lulusan universitas Harvard. Katanya lulusan terbaik. Terlebih dia adalah istri sah dari Doni. Artinya menantu kakak ipar. Apa pak Jeki tidak menyambut kedatangannya besok?" Tanya Fransisca, membuat Jeki membulatkan matanya.

Begitu juga dengan para karyawan yang berada di ruangan ini. Semuanya saling menoleh. Kasak-kusuk mulai terdengar.

"Aku pernah dengar gosip, kalau memang pernikahan Fransisca batal. Karena pak Doni lebih memilih sepupu Fransisca bernama Mira. Karena itu Fransisca menikah dengan Arkan Zoya yang cacat mental."

"Pantas saja pak Doni memilih Mira kalau begitu. Lulusan terbaik universitas Harvard, gila! Dan sekarang akan bekerja di kantor kita."

"Aku akan memberikan hadiah penyambutan yang besar untuk calon nyonya bos."

"Benar! Tidak seperti Fransisca yang tidak berguna. Dengan adanya Mira perusahaan ini akan maju."

Itulah kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh orang-orang membuat Fransisca mengangkat sebelah alisnya. Orang-orang ini benar-benar tidak tahu malu, dan gila jabatan.

Dirinya adalah nyonya bos! Perusahaan ini milik suaminya! Tapi hanya karena Arkan Zoya cacat mental dan terlihat tidak akan memiliki keturunan mereka berani menyebut Mira nyonya bos. Sedangkan nyonya bos sesungguhnya malah diperlakukan tidak hormat.

Ingin rasanya Fransisca mengumpat. Tapi tidak, dirinya sementara ini harus stay cool, menjadi anak baik yang menjadi relatif bodoh karena cinta barunya pada Rendi yang katanya super ganteng, tapi dompet seperti slip gaji setelah potong cash bon.

"Kamu dapat kabar ini darimana?" Tanya Jeki menghentikan aktivitasnya.

"Langsung dari kakak ipar (Johan). Sebelum ini Mira mengidap kanker darah stadium akhir. Tapi tenang saja, dia sudah sembuh, sudah akan dapat membantu di perusahaan. Sepupuku itu memang anak kebanggaan, bahkan ayah kandungku sampai ingin memiliki anak perempuan sepertinya." Fransisca menghela napas, tiba-tiba saja dari wanita judes pemberontak menjadi wanita supel dan kalem. Inilah kekuatan dari ular berbisa, wanita beracun.

"Kalau begitu aku akan mempersiapkan hadiah penyambutan." Ucap Jeki, berpikir untuk memberikan hadiah berupa barang-barang mahal. Jika baik pada nyonya bos masa depan dapat dipastikan kariernya akan hancur. Eh.. maksudnya kariernya akan naik.

Itulah tujuan semua orang di ruangan ini. Sedangkan tujuan Fransisca adalah membuat saudara sepupunya terbang tinggi seperti burung kenari yang ingin menggapai matahari. Tapi pada akhirnya terkena tembakan dari pemburu.

Melangkah kembali menuju mejanya. Kala suara kasak-kusuk semua orang kembali terdengar.

"Kamu belikan hadiah penyambutan kedatangan apa?"

"Aku... tentu saja tas edisi terbatas."

"Jam tangan juga bagus. Cari yang merek rolex."

Semakin banyak mereka memberi, semakin mereka dirugikan pada akhirnya. Yang tertinggal hanya rasa benci pada Mira. Bagaimana menggertakkan poin untuk mengurung semua pergerakan lawan.

"Mampus!" Batin Fransisca penuh senyuman. Tapi Arkan yang dirawat oleh Rendi apa tidak apa-apa?

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!