Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 bentrok di tengah malam
Kartu nama !
Seorang yang bisa mendapatkan kartu nama dari para pejabat daerah atau militer , pasti memiliki pengaruh yang kuat dan berkuasa .
Tapi di depan mata mereka pemuda yang sebelumnya sangat meresahkan masyarakat desa Plarangan bisa mendapatkan kartu nama , dan hal itu membuat semua orang mulai menilai kembali kecakapan pemuda yang ada bersama mereka.
Yasir hanya tersenyum canggung , telapak tangannya hinggap diatas kepala dan menggaruknya yang tidak gatal .
" ya kami hanya dua kali bertemu , dan di awal kami berdua bertemu, dia memberikan kartu nama ini , "
" ya keberuntunganmu bagus jang , baiklah itu cukup untuk menangkap bajingan dokter sialan itu " kata pak Kasyim mengumpat.
" ayo ..!"
Enam orang tua muda berjalan beriringan, ketua polisi memegang senapan angin khusus untuk menembak burung dan lainnya membawa tongkat bambu yang cukup kuat .
Sampai di kediaman mewah mantri desa , keenam orang tua muda bersepakat untuk berpencar, Yasir mendapatkan bagian di pintu belakang, bilamana target meloloskan diri ,sedangkan yang lainnya berposisi di bagian pintu kanan dan kiri.
Akhirnya mereka baru menyadari kenapa banyak pintu di dalam satu rumah itu , guna untuk melarikan diri bila keadaan terdesak .
Kepala kampung datang ke pintu utama yang ada di halaman depan, bersama dengan seorang pria paruh baya yang membawa parang , dengan tegas mengetuk pintu rumah mantri desa .
Tok Tok Tok Tok...
Krakkk..
Seorang pria paruh baya muncul dari balik pintu , matanya menyipit saat melihat siapa yang datang .
" ada apa pak kepala kampung?" Tanya mantri desa dengan nada acuh tak acuh .
" bisakah saya masuk..!"
Mantri desa itu tampak terkejut , namun ditutupinya dengan sikapnya yang acuh tak acuh .
" jadwal pengobatan besok pagi , sekarang sudah malam , "
" apakah pak mantri menolak ?" Kepala kampung terlihat tidak puas dan matanya menatap ke depan , di mana suasana di dalam rumah terlihat remang remang dengan pencahayaan yang buruk .
" saya tidak menolak , hanya saja ini sudah malam !" Kata mantri desa bersikukuh.
Kepala kampung tanpa basa basi langsung memerintahkan Kasman untuk menahan dengan cepat .
" apa apaan ini , apa pak kepala kampung mau menangkapku " teriak mantri desa dengan marah .
" aku tidak menangkapmu , melainkan hanya menahan sementara waktu, aku akan periksa apa ada yang mencurigakan " kata kepala kampung dengan nada datar dan menekan .
Wajah mantri desa itu langsung pucat dan berusaha melepaskan diri dari tangkapan tangan kuat pria paruh baya yang memegang parang itu.
Merasa terdesak , pria paruh baya yang berprofesi sebagai dokter desa itu berteriak keras ke arah kanan .
" Sarno kalian keluar, lepaskan aku !" Teriaknya keras.
Dari arah tempat gelap muncul sepuluh orang berpakaian hitam, kedatangan mereka membuat kepala kampung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kanan.
" siapa kalian !"
" hehehe kepala kampung selamat malam , bagaimana kabar nyawamu, apakah sudah siap mati ?" Seringai kejam terlihat jelas di tengah tengah penerangan samar itu .
" kamu siapa ?" Kepala kampung langsung waspada , dengan sigap memegang erat tongkat bambu yang dia bawa .
" kepala kampung, aku adalah Sarno , kami dari bandit bukit Ciluhur, apakah sekarang kepala kampung takut ?" Mata tajam dan gelap pria berpakaian hitam itu sungguh membuat semua orang yang melihatnya ngeri .
" Ciluhur , bagaimana bisa kalian sampai ke sini , dan aku tidak menyangka bahwa mantri desa akan berhubungan gelap dengan para bandit !" Kepala kampung tidak gentar dan bersiap siaga ,melawan bilamana para bandit melakukan gerakan.
" hehehe haji Kasyim, kamu tidak menyangka kan bahwa aku berhubungan dengan kelompok gelap ini , tapi tenang saja setelah kamu berpulang ke alam bawah , aku akan menjaga anak dan istrimu yang cantik itu " kata mantri desa dengan wajah menjijikan.
Kepala kampung menoleh dan memukul wajah mantri desa hingga darah menetes di kedua lubang hidungnya.
" sialan kamu , Kasyim... semuanya bunuh dia !"
Sepuluh orang berpakaian hitam langsung datang menyerbu , dan yang tidak di duga oleh sepuluh orang bandit bukit Ciluhur itu dari arah kanan dan kiri muncul empat orang secara bersamaan dan membuat suasana menjadi kalang kabut.
Yasir sudah bersiap sejak awal, tangannya yang kekar memegang tongkat bambu dan secepat kilat mengarahkan tongkat bambu ke arah pergelangan tangan seorang bandit yang ada di dekatnya , hingga parang tajam yang di pegang oleh bandit tersebut terlepas.
Klang
Sarno yang juga sudah berkelahi dengan kepala kampung, tidak menyangka bahwa akan melihat sesuatu yang paling ia takuti selama ini , dalam pandangannya, ia melihat pemuda kekar dengan acuh tak acuh mengalahkan satu persatu para anggota bandit bukit Ciluhur.
" Yasir ...bajingan berhenti .!"
Yasir melirik ,namun tangannya tidak berhenti memukul, hingga tersisa lima orang dari sepuluh orang sebelumnya.
" ouh ada apa .. Sarno, pendekar parang hitam , ada apa ..!" Yasir mengambil pisau pendek yang ada di belakang punggungnya, bersiap untuk mengalahkan pria berwajah rusak itu .
" Yasir kita berasal dari dunia yang sama , sebaiknya kamu tidak ikut campur urusan kami semua "
" apakah kamu mengancamku pendekar parang hitam ?" Senyum tipis Yasir begitu menakutkan dan aura seorang pendekar mulai keluar.
0m
Pria berwajah rusak itu menelan ludah saat melihat betapa menakutkannya pria muda di depannya, ia tahu dengan reputasi pihak lain , di mana seorang pemuda yang memiliki keahlian silat yang tidak main main , bahkan ketuanya memberitahu untuk tidak menyinggung satu orang yang ada di kecamatan Tasikmadu.
" tidak , itu hanya bercanda !" Sarno mundur perlahan, namun di belakangnya ketua polisi desa menodongkan senjata senapan angin miliknya ke arah pria berwajah rusak itu.
Merasa terdesak , pria berwajah rusak itu mengamuk dan melakukan gerakan menyilang, menghindar dari moncong senapan yang ada di belakangnya, setelah itu mengayunkan parang hitamnya ke belakang.
Trang...
Senapan terlepas dan suara tembakan terdengar di tengah malam sunyi , membuat beberapa orang yang sebelumnya tidur terjaga dengan wajah ketakutan.
Segera lampu lampu yang ada di sekitar lapangan desa menyala dan sekelompok orang berpakaian tentara datang ke arah sumber suara.
Sarno yang sudah mengamuk menebaskan parang hitamnya kemana mana dan Yasir yang ada di dekatnya segera mundur namun karena senjatanya hanya pisau pendek, tebasan cepat itu mengenai pinggang kanan pemuda yang terlihat sedikit lengah .
Srakk...
Yasir menahan diri dan langsung dengan ganas membalas serangan parang pria berwajah rusak itu.
Sementara itu darah di pinggangnya terus menetes dan membasahi pakaian putihnya yang polos .
" sialan aku ceroboh, " gumamnya dalam hati , dengan keahlian silat yang mahir segera menundukan pria berwajah rusak yang sudah kelelahan itu .
Sampai beberapa waktu semuanya telah terkendali , Yasir yang terluka di pinggang kanannya sedikit kelelahan dan gemetar .
Walaupun begitu ia tidak lemah dan duduk dengan mata terjaga , rasa sakit sudah menyerang tubuhnya tapi ia tidak menunjukkan apa apa .
" semuanya berhenti ...!"