NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Syerly duduk lama diatas sofa. Tiba-tiba tersenyum kecil, senyum yang tak pernah benar-benar mencapai matanya, seolah ia sedang menertawakan dirinya sendiri karena sempat berharap terlalu jauh.

Ia akhirnya bangkit. Langkahnya pelan dan berat saat kembali menuju kamar.

Tapi baru beberapa langkah, ia mendengar suara pintu terbuka.

Syerly berhenti. Ia berbalik cepat.

Didepan pintu masuk, ia melihat Felix yang kembali dengan belanjaan yang penuh ditangannya.

Dengan senyum yang tidak dapat disembunyikan Syerly berjalan mendekat kearah Felix.

Tapi sebelum ia berada beberapa langkah, Syerly kembali tenang. Mencoba menyembunyikan kegembiraannya.

"Aku kira kamu sudah pergi." Katanya pelan.

Ia menatap barang-barang yang dibawa oleh Felix.

"Apa yang kau bawa, mengapa banyak sekali?"

Syerly mengambil salah satu kantong ditangan Felix dengan santai. Ia melihat banyak sekali bahan-bahan makanan yang dibeli oleh Felix.

Felix melangkah kearah dapur.

"Apa kau benar-benar tinggal disini?" Tanyanya dengan suara rendah.

Ia menoleh sekilas.

"Aku tidak melihat satupun makanan didalam lemari es milikmu kecuali sekotak jus kosong."

Syerly mendongak menatap ragu punggung Felix yang berjalan ke dapur. Tidak tahu, apakah ia mendengar sindiran Felix atau tidak.

Syerly berjalan mengikuti Felix kearah dapur, tapi masih menatap isi kantong ditangannya dengan dahi yang berkerut.

"Mengapa kau membeli banyak sekali makanan segar?" Tanyanya.

"Aku tidak bisa memasak."

Syerly meletakkan kantong itu diatas meja dapur.

Felix yang sedang menuangkan susu kedalam gelas mendongak.

"Aku akan memasaknya untukmu."

Lalu ia menyerahkan gelas itu kepada Syerly.

"Minum." Katanya lembut.

"Setelah ini kau pergi mandi! Aku akan memasak untukmu."

Syerly memgambil gelas itu dengan senyum kecil, namun ada perasaan hangat yang diam-diam mengalir didalam hatinya.

"Aku tidak mau." Katanya pelan.

Ia menatap Felix dengan main-main.

"Aku ingin melihat bagaimana chef Felix memasak.

Felix mengangkat alisnya dan tersenyum tipis, ia perlahan berjalan mendekat kearah Syerly, menutup jarak mereka.

"Bagaimana kau ingin melihatku." Bisiknya dengan suara rendah. Lengannya melingkari pinggang Syerly.

"Apa kau ingin melihatku memasak dengan setengah telanjang?"

Nafasnya berhembus pelan ditelinga Syerly, menggelitiknya lembut.

"Sebenarnya..."

Mata Felix menatap sekeliling ruangan itu.

"Aku bisa membuat suasana di dapur ini berbeda." Katanya dengan senyum tipis.

"Apa kau ingin mencoba?"

Syerly tertawa pelan, menoleh kearah Felix.

"Siapa takut." Katanya sambil mengecup bibir Felix.

Felix tidak membiarkan bibir lembut itu kabur dengan begitu mudah.

Felix menahan kepala Syerly, dan mencium bibir gadis itu. Gairah mereka berdua sama-sama tersulut. Seperti api yang cepat menjalar, panasnya memenuhi dapur itu. Desahan pelan menyusup di antara napas yang saling bertaut.

Mereka berciuman, saling meraih dan memeluk, tenggelam dalam kehangatan yang tak ingin dilepaskan. Seolah berpisah sedetik saja sudah cukup membuat hati mereka gelisah.

Bahkan didalam kamar mandi, Felix tidak melepaskan Syerly.

"Cukup, Fel..." suara Syerly sudah bergetar lemah.

Tapi Felix masih menghujaninya dengan ciuman dan belaian pada tubuhnya.

"Sekali lagi ya!" Bisiknya lirih.

Dibawah pancuran air, mereka kembali lagi mengeluarkan erangan lembut.

Beberapa waktu berlalu, dan suara-suara itu baru bisa berhenti.

Mereka keluar dari kamar mandi bersama-sama.

Tangan Felix masih memeluk pingang Syerly, ia melirik kasur didepannya.

"Bagaimana kalau kita pindah diatas kasur?" Bisiknya.

Merasakan hewan buas milik Felix yang akan kembali lapar itu, Syerly hanya meliriknya tajam.

"Bukankah tadi, kau bilang ingin memasak?"

"Bisakah aku menundanya?" Tatapan Felix memelas.

Tapi Syerly tidak akan terpikat dengan wajah sedih itu lagi.

"Aku sudah sangat kelaparan." Kata Syerly.

Kemudian senyum tipis Felix muncul.

"Kalau begitu, aku akan memberimu makan."

Tanpa peringatan Felix menarik Syerly dan menciumnya.

Syerly dengan cepat menahan bibir Felix itu yang hanya tinggal beberapa senti.

"Aku benar-benar lapar..." katanya sedikit tajam.

Felix mendesah pelan.

"Baiklah... aku akan memasak untukmu." Katanya.

"Tapi beri aku ciuman dulu!"

Melihat Felix yang tidak menyerah itu, Syerly tersenyum kecil.

"Baiklah." Katanya lirih.

Tiba-tiba saja Felix menjerit kesakitan sambil memegangi dadanya. Ia tidak menyangka Syerly akan mencubitnya begitu keras.

Tawa Syerly pecah.

Felix melihat tawa Syerly begitu lepas, tidak dapat menahan senyumannya juga.

"Kau sangat kejam." Keluh Felix berpura-pura sedih.

"Kau pantas mendapatkannya." Kata Syerly masih menahan senyumannya.

Lalu dengan nada tegas, ia menambahkan.

"Cepat pergi memasak!"

Felix menatapnya sendu dan terlalu dramatis.

"Aku hanya meminta ciuman motivasi." Katanya lirih.

Felix menundukkan kepalanya sedikit.

"Tapi kau malah bersikap kejam padaku."

Syerly menghelai nafas pelan. Akhirnya ia menyerah.

Sebuah kecupan ringan mendarat di pipi Felix.

Itu sudah cukup membuat laki-laki itu kembali tersenyum dan menghentikan rengekan-rengekan Felix yang seperti anak kecil.

---

Syerly duduk didepan meja dengan mata cerah menatap semua hidangan didepannya.

"Aku tidak tahu kau sangat pandai memasak." Katanya dengan senyum kecil.

"Semuanya tampak enak. Tapi apakah rasanya juga enak?"

Syerly mendongak menatap Felix yang berdiri didepan dapur, lengan kemejanya tergulung, wajah tampannya terlihat tenang. Felix melirik Syerly dengan senyum lembut.

Ia menyajikan hidangan satu persatu diatas meja.

"Tentu saja." Jawab Felix dengan percaya diri.

Felix mendekat wajahnya kearah Syerly dan berbisik.

"Tapi rasaku lebih enak."

Wajah Felix yang begitu dekat didepannya membuat jantung Syerly berdegup kencang.

Godaan-godaan ringan diantara mereka membuat suasana di meja makan menjadi tampak hangat dan damai.

Setelah makan, Felix harus pergi ke kampus.

Syerly yang ditinggal sendirian di dalam rumah tersenyum lembut. Pandangannya jatuh pada banyak makanan ringan yang ditinggalkan Felix di atas meja yang tersusun rapi, seolah-olah Felix takut Syerly akan kelaparan.

Ada kehangatan kecil yang mengalir di dadanya. Syerly meraih beberapa camilan itu dengan santai, lalu melangkah menuju studio pribadinya sambil tertawa pelan.

Duduk didepan meja, Syerly menggunakan headphone besar yang menutupi telinganya.

Ia memejamkan mata, menyimak setiap nada. Melodi yang ia susun perlahan mengalir lembut.

Sesekali tangannya menekan keyboard komputernya, memutar ulang pekerjaannya dan memastikannya terdengar dengan tepat.

Wajahnya tampak fokus, namun sesekali terselip senyum kecil ketika aransemen itu mulai terasa pas di telinganya.

Dan saat akhirnya ia menyelesaikan tugas dari ayahnya itu, Syerly menarik nafas lega.

Syerly keluar dari studio menyadari jika hari sudah petang. Ia terlalu fokus mengerjakan pekerjaan sampai tidak melihat waktu.

Tiba-tiba ia mencium aroma masakan datang dari dapur.

Syerly mengikuti aroma itu.

Berdiri membelakanginya, punggung Felix tampak tegap. Gerakannya tenang saat mengaduk masakannya diatas wajan.

Syerly melangkah lebih dekat lalu memeluk Felix dari belakang, pipinya menempel ringan di punggung laki-laki itu.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Syerly melirik hidangan yang sedang dimasak oleh Felix.

"Baunya sangat lezat."

Felix menoleh sebentar lalu menatap lengan yang melingkari pinggangnya, lalu ia tersenyum.

"Jangan dekat-dekat! Nanti tanganmu terbakar." Katanya pelan.

"Aku tidak mau." Jawab Syerly dengan nada yang sedikit keras kepala.

Tangannya diam-diam masuk kedalam kemeja Felix dan mulai menyentuhnya perlahan.

"Syer..." panggil Felix dengan suara rendah.

"Apa kau benar-benar ingin membakar dapurmu?"

Syerly tertawa pelan, lalu mendekat ke telinganya.

"Apa kau bisa melakukannya?"

Felix menelan ludah, jakunnya bergerak pelan.

"Aku bisa." Jawab Felix jujur.

Felix melirik kearah kompor.

"Tapi aku tidak bisa. Aku harus memasak untukmu."

Syerly tersenyum kecil di belakangnya, jelas menikmati reaksi Felix.

Tangan Syerly terus menggoda tubuh Felix, membelainya tidak terkendali.

Dengan nafas yang berat, dan menahan hasrat yang mulai berkobar. Felix segera meraih tangan Syerly menghentikan gerakannya yang akan membuat pertahanannya runtuh.

Dengan tarikan nafas panjang, Felix mencoba menenangkan dirinya.

"Jangan nakal!" Katanya tajam, meski api hasrat belum benar-benar dapat ia padamkan sepenuhnya.

Beberapa detik kemudian, nadanya berubah lembut.

"Aku tidak ingin membuatmu kelaparan lagi."

Felix menuntun Syerly untuk duduk di meja makan dan menyeret kursi untuknya.

"Duduk disini dengan patuh."

Lalu ia segera menyelesaikan masakannya yang terganggu itu.

Syerly tersenyum kecil ia duduk diam tapi matanya tidak lepas dari laki-laki didepannya dengan tatapan hangat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!