NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Di ajak

​Sinar matahari sore menembus celah gorden kamar Luis, memberikan garis-garis cahaya yang membagi ruangan itu menjadi dua bagian.

Luis sedang berbaring telentang di atas tempat tidur, menatap kipas angin yang berputar lambat di langit-langit. Sejak kejadian di mall kemarin, hidupnya terasa kembali membosankan.

​Saldo sistemnya masih menunjukkan angka Miliar, namun tidak ada target yang muncul di layar. Tidak ada notifikasi misi. dan ia belum menemukan target.

Tidak ada suara dentuman sistem yang menandakan adanya kejahatan yang perlu ia bersihkan. Baginya, ketenangan ini terasa hambar.

​Tiba-tiba, ponsel di atas meja nakas bergetar hebat. Nama Dimas muncul di layar.

​"Ya, Halo?" jawab Luis datar.

​"Luis! Kau di mana? Kami berada di dekat kawasan pergudangan lama. Rian bilang ada tempat baru yang seru untuk nongkrong. Cepat ke sini, jangan jadi orang ansos terus!" suara Dimas terdengar berisik di seberang telepon.

​"Aku sedang malas," jawab Luis singkat.

​"Ayo lah! Sekali saja. Aku dan Rian sudah di sini. Kami tidak akan memaafkanmu kalau kau menolak terus!" desak Dimas.

​Luis menghela napas panjang. Ia memang merasa sangat bosan. Mungkin pergi keluar bisa membantunya mencari target baru atau setidaknya menyegarkan pikiran. "Baiklah. Kirim lokasinya. Aku akan ke sana dalam tiga puluh menit."

​"Mantap! Kami tunggu ya!"

​Satu jam kemudian, Luis tiba di kawasan pergudangan di pinggiran kota. Tempat itu jauh dari pemukiman warga, terdiri dari gudang-gudang tua yang dindingnya penuh dengan coretan cat semprot. Dimas dan Rian sudah menunggu di depan sebuah gedung yang pintunya terbuka sedikit. Musik keras terdengar dari dalam.

​"Akhirnya kau datang juga!" seru Rian sambil menepuk bahu Luis.

​"Maaf aku terlambat," jawab Luis tenang.

​Mereka bertiga masuk ke dalam. Di sana, ternyata ada banyak anak muda yang berkumpul, minum-minum, dan tertawa. Namun, atmosfer di dalam gudang itu tidak terasa seperti pesta biasa. Ada aura ketegangan yang kental di sudut ruangan yang lebih gelap.

​Luis, dengan ketajaman instingnya, segera menyadari ada sesuatu yang salah. Ia berjalan mendekat ke arah sekelompok orang yang berdiri melingkar.

​Di tengah lingkaran itu, seorang pria muda yang berpakaian lusuh sedang berlutut di tanah. Ia tampak ketakutan, wajahnya lebam, dan pakaiannya kotor.

Di depannya, berdiri seorang pria bertubuh besar dengan kalung emas tebal yang menggantung di lehernya. Pria itu adalah pusat perhatian di ruangan tersebut.

​"Kau pikir kau bisa lari dariku, hah?" suara pria berkalung emas itu terdengar menggelegar di seluruh gudang.

​"Tolong, Pak Aris... aku hanya butuh waktu dua hari lagi. Aku janji akan melunasinya," pinta pria muda itu dengan suara gemetar.

​"Dua hari? Sudah berapa kali kau mengatakannya padaku? Kau tidak punya uang, jadi kau harus menderita. Itu hukum alam di sini," jawab Aris sambil menendang bahu pria muda itu hingga tersungkur.

​Orang-orang di sekitar mereka tertawa. Tidak ada yang menolong. Mereka justru menonton seolah itu adalah hiburan yang menarik.

​Luis berdiri tidak jauh dari mereka, menyilangkan tangan di dada. Matanya tidak lepas dari Aris. Setiap gerakan pria itu, setiap kata yang keluar dari mulutnya, Luis rekam dengan saksama.

​Tiba-tiba, layar transparan yang hanya bisa dilihat oleh Luis muncul di depannya.

​[Target Terdeteksi: Aris (Penjahat Level 7 - Rentenir Kejam, Perdagangan Manusia, dan Pemerasan)]

[Keterangan: Target telah melakukan tindak pidana berat selama bertahun-tahun. Tingkat bahaya: Tinggi.]

[Catatan Sistem: Eksekusi target akan memberikan imbalan besar.]

​Luis merasakan adrenalin mengalir di pembuluh darahnya. Senyum tipis muncul di balik wajah datarnya. "Akhirnya," batin Luis. Ia merasa seperti singa yang baru saja menemukan mangsa besar di tengah padang rumput.

​"Ada apa, Luis? Kau tampak serius sekali," bisik Dimas yang berdiri di sampingnya, tidak menyadari apa yang sedang terjadi di kepala Luis.

​"Aku hanya sedang mengamati sesuatu," jawab Luis tanpa menoleh.

​"Jangan ikut campur. Aku dengqr Aris itu orang berbahaya. Dia punya banyak anak buah di sini. Kita ke sini hanya untuk bersenang-senang, bukan cari masalah," ujar Rian memperingatkan, wajahnya tampak cemas.

​Luis tidak menanggapi. Ia terus menatap Aris yang kini sedang menyeret pria muda itu ke arah pintu belakang gudang.

​"Aku akan kembali sebentar lagi. Kalian tunggu saja di sini," ucap Luis.

​"Mau ke mana kau? Jangan cari masalah, Luis!" teriak Dimas, tapi Luis sudah melangkah menjauh, menyelinap di antara kerumunan orang yang masih sibuk dengan musik mereka.

​Luis mengikuti Aris dari jarak yang aman. Ia melihat bagaimana Aris memperlakukan pria muda itu dengan kasar, memukulnya setiap kali ia mencoba bangkit.

Luis tidak terburu-buru. Ia tidak akan menyerang sekarang. Ia butuh informasi lebih banyak. Ia perlu tahu di mana Aris menyimpan uangnya, siapa saja kroninya, dan kapan waktu yang paling tepat untuk menghancurkannya.

​Aris masuk ke dalam sebuah ruangan kecil di bagian belakang gudang yang tampak seperti kantor pribadi. Luis menempelkan telinganya ke dinding kayu gudang itu. Ia mendengar Aris berbicara di telepon.

​"Ya, kirimkan barangnya malam ini. Aku tidak peduli masalah teknis. Pastikan mereka sampai dengan selamat atau kau akan kubunuh," suara Aris terdengar dingin dan tanpa ampun.

​Luis menutup matanya sejenak, memproses informasi tersebut. Perdagangan manusia. Kejahatan ini jauh lebih keji daripada sekadar memeras orang. Aris bukan hanya penjahat biasa, dia adalah sampah masyarakat yang harus dibersihkan dari muka bumi.

​"Aku sudah mendapatkan target yang sempurna," gumam Luis dengan suara sangat pelan.

​Ia menjauh dari dinding dan kembali ke tempat Dimas dan Rian berada. Ia harus memastikan dirinya tidak terlihat mencurigakan malam ini. Ia perlu membuat rencana yang matang, bukan sekadar menyerang secara membabi buta. Aris memiliki banyak anak buah, dan dia pasti tidak bergerak sendirian.

​"Dari mana saja kau?" tanya Rian saat Luis kembali.

​"Aku hanya mencari udara segar. Tempat ini terlalu pengap," jawab Luis santai.

​"Ayo pulang. Aku sudah merasa tidak nyaman di sini," ajak Dimas.

​"Baiklah, ayo kita pulang," setuju Luis.

​Saat mereka melangkah keluar dari gudang menuju parkiran, Luis menoleh sekali lagi ke arah kantor Aris. Ia tahu bahwa ia akan segera kembali ke tempat ini. Tapi saat ia kembali nanti, dia tidak akan datang sebagai tamu pesta. Dia akan datang sebagai eksekutor yang akan memastikan Aris tidak pernah melihat matahari terbit lagi.

​"Kau akan segera membayarnya, Aris," bisik Luis dalam hati sebelum masuk ke mobil Dimas.

​Malam itu, di bawah cahaya lampu jalanan yang remang-remang, Luis memikirkan cara paling menyakitkan untuk menjatuhkan Aris. Bukan sekadar membunuhnya, tapi menghancurkan segala yang dia banggakan, mengambil hartanya, dan membuatnya menderita sebelum ajal menjemputnya.

​Dendam Aris pada pria muda tadi hanyalah awal. Luis sudah mulai menyusun bidak-bidak catur dalam pikirannya. Setiap langkah, setiap detail, akan diatur dengan sempurna. Tidak boleh ada celah. Dan yang paling penting, tidak boleh ada jejak yang tersisa.

​Predator itu telah menetapkan targetnya. Dan bagi Aris, waktu hidupnya sudah mulai habis sejak detik Luis menginjakkan kaki di gudang itu.

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!