NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

"Lain kali jangan pernah dekat-dekat dengan santri laki-laki lagi."

Keira langsung terdiam setelah mendengar perkataan Gus Zayn. Wajahnya memanas perlahan, sementara Gus Zayn kembali berjalan dengan tenang di sampingnya seolah baru saja mengatakan sesuatu yang biasa.

Padahal tidak.

Sangat tidak biasa bagi Keira.

“Saya kan cuma dikasih kitab...” gumam gadis itu pelan.

“Hmm.”

“Dan santrinya juga sopan.”

“Hmm.”

Keira langsung menoleh sebal. “Kenapa jawabnya ‘hmm’ terus?”

Akhirnya Gus Zayn menatapnya sebentar. “Lalu saya harus jawab apa?”

“Ya... nggak tahu.”

Pria itu menahan senyum kecil melihat wajah Keira yang mulai cemberut.

Mereka melewati halaman pondok yang mulai ramai oleh santri yang hendak mengaji pagi. Beberapa dari mereka langsung menundukkan kepala hormat saat berpapasan dengan Gus Zayn.

Namun diam-diam, ada beberapa santri putri yang melirik Keira dengan senyum kecil penuh rasa penasaran.

Keira makin mendekat berjalan di samping Gus Zayn.

Pria itu menyadarinya.

“Kamu kenapa?”

“Mereka lihat terus.”

“Biarkan.”

“Tapi malu...”

Gus Zayn menghela napas kecil lalu tanpa banyak bicara mengambil kitab hijau tadi dan menyerahkannya pada Keira.

“Nih.”

Keira menerimanya pelan. “Makasih...”

“Jaga baik-baik, zaujati..”

Keira menatap sampul kitab itu sebentar. Tulisan arab gundul di depannya terlihat asing baginya.

“Saya takut nggak bisa bacanya.”

“Kamu bisa.”

“Kalau saya lama pahamnya?”

“Saya ajari sampai bisa.”

Jawaban itu keluar lagi dengan begitu mudah dari bibir Gus Zayn.

Seolah membimbing Keira memang sesuatu yang sudah ia niatkan sejak awal.

Mereka akhirnya sampai di teras ndalem. Angin pagi bertiup lembut, menggoyangkan tirai tipis di dekat pintu.

Keira duduk pelan di kursi kayu sambil memeluk kitab kecil itu.

Sedangkan Gus Zayn berdiri di depannya beberapa detik, memperhatikan wajah gadis itu diam-diam.

“Kamu senang dapat kitab?”

Keira mengangguk kecil. “Senang.”

“Kenapa?”

“Karena...” Keira tersenyum malu kecil. “Belum pernah ada yang ngasih saya ini.”

Tatapan Gus Zayn perlahan melembut.

Pria itu lalu duduk di samping Keira dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

“Mulai hari ini,” ucapnya rendah, “kamu belajar kitab juga sama saya.”

Keira menggenggam kitab itu sedikit lebih erat.

“Setiap habis maghrib.” lanjut Gus Zayn. “Kita ngaji bersama.”

Keira spontan menoleh cepat. “Beneran?”

“Hmm.”

“Meskipun saya lemot?”

Terdengar tawa kecil dari Gus Zayn.

“Kamu tidak lemot.”

“Saya susah hafalnya, Gus.”

“Maka kita ulang lagi.”

“Kalau saya salah terus?”

“Saya betulkan.”

Jawaban-jawaban sederhana itu lagi yang membuat hati Keira terasa hangat tanpa alasan.

Pria itu kemudian membuka halaman pertama kitab tersebut perlahan.

“Sekarang coba baca ini.”

Keira langsung panik kecil. “Sekarang?”

“Pelan-pelan, Zaujati...”

Keira menatap tulisan arab di depannya dengan gugup luar biasa.

Sedangkan di sampingnya, Gus Zayn duduk dengan sabar menunggu.

Keira menatap tulisan arab di hadapannya cukup lama.

Alisnya sedikit berkerut, bibirnya bergerak pelan mencoba membaca huruf demi huruf yang terasa asing di matanya.

Sedangkan Gus Zayn duduk di sampingnya dengan tenang.

Tidak terburu-buru menyuruh.

Tidak juga memotong saat Keira masih bingung.

“Ini...” Keira menunjuk salah satu tulisan kecil dengan ragu. “Bacanya apa?”

Gus Zayn menunduk sedikit mendekat untuk melihat halaman kitab itu.

“Yang ini?” tanyanya pelan.

Keira mengangguk.

“Ba.”

“Oh...”

“Kalau yang ini?” jari pria itu bergeser pelan ke huruf berikutnya.

Keira menggigit bibir kecil sambil berpikir keras. “Ta?”

Gus Zayn tersenyum tipis. “Bagus.”

Mata Keira langsung sedikit membulat.

“Saya bener?”

“Iya.”

Entah kenapa, dipuji sesederhana itu saja sudah cukup membuat Keira senang setengah mati.

Gadis itu jadi sedikit lebih semangat.

“Kalau ini?”

“Tsa.”

“Ini?”

“Jim.”

Pelan-pelan Gus Zayn membimbingnya mengenal huruf satu per satu dengan sabar.

Sesekali Keira salah menyebut.

Dan setiap kali itu terjadi, Gus Zayn hanya membetulkan dengan suara lembut.

“Tidak apa-apa. Ulang lagi.”

Kalimat itu terus terdengar menenangkan di telinga Keira.

Sampai tanpa sadar, gadis itu mulai lebih berani mencoba sendiri.

Namun beberapa menit kemudian—

“Pusing...” keluhnya lirih sambil menutup kitab sebentar.

Gus Zayn terkekeh kecil di sampingnya.

“Baru sebentar.”

“Susah ternyata.”

“Belajar memang begitu.”

Keira cemberut kecil sambil menyandarkan dagunya di atas kitab. “Gus dulu langsung pintar ya?”

Pertanyaan itu membuat Gus Zayn diam beberapa detik.

Lalu pria itu tersenyum tipis.

“Dulu saya juga sering dimarahi Abah karena salah baca.”

Keira langsung menoleh cepat. “Serius?”

“Hmm.”

“Gus Zayn?”

“Iya.”

Keira mendadak tertawa kecil membayangkannya.

“Kenapa tertawa?”

“Lucu aja...” Keira masih menahan senyum. “Saya nggak bisa bayangin Gus dimarahin.”

Gus Zayn menghela napas kecil pura-pura pasrah. “Saya juga manusia, Zaujati...”

Tawa kecil Keira makin terdengar jelas.

Dan Gus Zayn diam-diam memperhatikannya beberapa detik lebih lama.

Sebab sejak tadi...

Ia sadar satu hal.

Keira mulai lebih nyaman di dekatnya.

Tidak lagi setegang kemarin.

Tidak lagi terlalu takut bicara.

Dan itu entah kenapa membuat hati Gus Zayn terasa hangat.

Tiba-tiba dari arah halaman terdengar suara beberapa santri putri memanggil.

“Ning Keira!”

Keira menoleh refleks.

Beberapa santri putri berdiri di bawah tangga sambil tersenyum malu-malu.

“Ada apa?” tanya Keira bingung.

“Sore nanti ikut ke taman belakang pondok yuk, Ning.”

“Iya, kita mau nyiram bunga sama bersihin kolam.”

Keira sedikit terkejut.

Ajakan sederhana itu terasa asing baginya.

Sudah lama sekali tidak ada yang mengajaknya ikut bersama seperti itu.

Gadis itu langsung menoleh ragu pada Gus Zayn.

Dan pria itu mengangguk kecil.

“Pergilah.”

Keira masih terlihat ragu. “Nggak apa-apa?”

“Kamu butuh teman juga.”

Jawaban itu terdengar begitu lembut.

Dan tanpa sadar, senyum kecil perlahan muncul di wajah Keira.

“Iya...” jawabnya pelan pada para santri putri itu.

Sedangkan Gus Zayn memandang senyum gadis itu diam-diam.

Lalu menunduk kembali pada kitab di tangannya sambil tersenyum tipis.

"Dia cantik sekali" Batin Gus Zayn..

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
makin di bikin penasaran sebenarnya apaa yg terjadi di keluarga mereka...
Cah Dangsambuh
tabir keluarga akan terbuka segera kalau kak othornya sering up😆🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
up lagi dong thor makin penasaran nih..
Julia and'Marian
aku belum update kah?? kok lupa ya
Cah Dangsambuh
kepintaran tetap di bawah adap mbakyu afifaaaah keyra biarpun belum bisa ngaji tapi tetap menjaga adab lhaaa yu afifah yang menurutmu putri kiyai pintar lulusan pondok hafidhoh dan sebagainya tapi adabnya ga di pake dan khatam qur'annya hanya sekedar apal ga di makna yo kalah toh
𝐈𝐬𝐭𝐲
keira yg di panggil zaujati kok aku yg meleleh ya😂
Julia and'Marian: hehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
allahu akbar alhamdulillah cuma mimpi,aku hampir ga mo baca liat judulnya(talak)karna aku dah cinta mati di cerita ini ga tanggung tanggung hati terlalu menjiwai tapi begitu ning nong ning gung menyusup kedalam rumah rangga gus zayn rasanya ga sanggup nerusin baca 🤣 🙏🙏padahal cuma cerita tapi seakan hadir nyata makasih kak othor dah ngaduk aduk rasa👍👍👍
Nadia Zalfa
lanjut kak....semngat ya keyra jangan pikiran macam"...semoga segera datang kebahagiaan mu 😍
keynara
ayo keira pergi aja daripada punya suami nggak percaya sama kamu lagian udah ditalak
palingan ntar gus Zayn nyesel
Julia and'Marian: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Della Nuri delima
thorrrrr plisss double uppp😭😭😭😭
Della Nuri delima
kok jahat banget sihhh😭
Della Nuri delima: semangat terus kakkk
total 2 replies
Cah Dangsambuh
dasar sontoloyo ning yang ga ngerti akidah ngga pernah mempelajari kitab uqudhulijayn yo cuma mbakyu afifah🙏🤣🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
tuh kan mosok seorang ning kok kelakuanya nggak banget pasti lagi bayinya ketuker sama anak kunti
Julia and'Marian: hahahaha
total 1 replies
Della Nuri delima
double up kenapa sih thorrrr😭😭🙏🏻
Julia and'Marian: kak, sinyal tempatku susah banget ini...😭
total 1 replies
Nadia Zalfa
kira" keluarganya keira gimana ya bisa nemuin Keira nggak yaa...jadi penasaran sama kehidupan Keira sebelum ketemu Gus Zain
Julia and'Marian: ini konfliknya nanti ya kak,
total 1 replies
Cah Dangsambuh
brak pintu terbuka aku yang panik kirain ning nong ning gung mantan tunangan ga taunya adik somplak🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
aku juga ikut nangis zizah ,terlalu haru,emang abangmu cintanya ugal ugalan cinta luar biasa👍👍👍👍
Cah Dangsambuh
kok bapaknya yang ngotot kecewa boleh tapi kalo gus udah memolih keyra mosok harus tetep suruh nikahin anaknya hanya demi nama baiknya walah ga mikirin hati anaknya ya
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
keynara
lanjut thor🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!