"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 Mengantar ibu kembali ke desa
Setelah mendapat ijin dan menyelesaikan kerja sehingga hari Sabtu dan Minggu aku bisa libur karena aku akan ikut mas Bayu mengantar ibu pulang tapi aku sebenarnya mempunyai misi rahasia yang hanya aku sendiri yang tahu
Kami berangkat sore setelah sholat ashar Maghrib kami berhenti di masjid untuk sholat kemudian mencari makan
" Dek kita berhenti makan di mana di depan ada warung prasmanan" kata mas Bayu
" Iya di situ saja enak kita tingal pilih yang kita mau" kata ku
kami pun makan disini semua menu ada kalau aku nasi sedikit dan aku ambil lauk yang banyak setalah selesai makan kami melanjutkan perjalanan aku sudah sudah beli oleh oleh untuk bude tadi yaitu otak otak bandeng juga bandeng presto sekalian untuk lauk kami besok jam delapan kami sampai di rumah dan bude sudah di depan rumah kami
" Kalian berangkat jam berapa tadi" tanya bude Asiah
" sore bude, kan Bayu masih kuliah pagi" kata mas Bayu bangga
" Alhamdulilah le kamu sekarang kuliah Nisa kerja jadi kalian bisa saling membantu" kata bude Aisah
" Nisa juga lanjut kuliah bude paska sarjana tapi dia sudah berpenghasilan jadi kami nggak bingung buat kebutuhan kami di kota" kata mas Bayu
" Hebat kamu nis kamu jadi orang sukses walaupun sering di hina sama nenek kamu dan keluarga ayah kamu" kata bude
" Siapa dulu Kan keponakan bude" jawabku dengan sombong
kami masuk membawa barang bawaan kami dan bude ikut masuk membantu kami membawa barang
" Banyak banget bawaan kalian memang mau lama kalian sini" tanya bude
" itu barang nya ibu bude ada daster buat bude" kata ku
Ibu memberikan daster untuk bude juga ada otak otak bandeng juga roti lapis selama ini bude yng membersihkan rumah selama ibu ikut kami ke kota ibu membuat teh panas di teko kecil kemudian menyuguhkan ke kami yang sedang Santai di ruang tamu ibu mengambil roti lapis buat teman minum kopi rupanya ada berita yang akan di sampaikan bude
" Kalian sudah dengar belum kalau Rama di tangkap polisi karena kasus korupsi" tanya bude
" Aku baru dengar bude gimana ceritanya" tanya mas Bayu kaget
" Menurut berita Rama punya istri simpanan dan uang korupsinya untuk membiayai simpanannya juga di sembunyikan di sana bahkan lebih banyak uang belanja untuk gundiknya" kata bude Aisah
" Jadi bude nunggu kedatangan kami sampai malam begini karena ada berita ini ya" tanya ku sambil terkekeh
" Iya dong bude lega dulu kakaknya menyakiti adek bude sekarang adek perempuanya merasakan juga" kata bude Asiah dengan semangat
" Hehehe bude lucu kan yang mengkhianati kakaknya Maya itu kan ayah Bayu" kata mas Bayu sambil terbahak bahak
" Biar sja kan bude membela adek bude" kata dia dengan semangat.
Aku yang sudah tahu ceritanya biasa saja sedangkan ibu dan mas Bayu semangat mendengar cerita bude Sampai pakde datang menjemput bude
" Buk kamu nggak pulang ghibah di sini betah amat " kata suaminya kami semua tertawa
" Sini pakde gabung biar tambah seru mbak Novi mana" tanya ku sambil mengambil gelas dan untuk pakde dan aku ambilkan teh hangat yang ada di teko
" Novi katanya besok pagi datang dia malas kalau perjalanan di malam hari tapi kalau Novi datang pasti minta uang nggak kayak kamu kalau datang ngasih uang" kata pakde
" Ya kan mbak Novi punya bapak yang tanggung jawab kalau Anisa minta sama siapa ibu uangnya cuma dikit minta sama ayah adalah hal yang mustahil" kata ku
" Nis kamu dengar belum kalau tante mu sekarang lagi berusaha membela diri jadi butuh uang banyak buat bayar pengacara dan buat yang lain lain katanya butuh uang banyak dia akan menjual sawah bagaian nya" kata paman
" Apa sudah di tawarkan kan pakde coba cari info biar Anisa yng beli sawah nya nanti pakde tingal hubungi Anisa" kata ku semangat
" Kalian ini bicara serius sekali memang kamu punya uang banyak" tanya bude
" Ada bude nanti pakde tak kasih bonus kalau bisa jadi makelar sawah nenek coba paman cari info" Jawa ku
" Alhamdulilah semoga benar benar kejadian nanti bude akan sukuran" kata bude dengan semangat
" Ayo bu pulang ini sudah malam kasihan mereka baru datang kita ajak ghibah saja" kata pakde
" Iya pak ayo pulang ibu juga sudah di beri oleh oleh bisa buat sarapan besok" kata bude
" Ini dasternya di bawa ya di belikan Anisa buat mbakyu" kata ibu sambil menyerahkan daster yang masih di dalam paper bag bude senang sekali dia menerima sambil tersenyum
Kami segara istirahat tapi sebelum tidur sholat isya dulu kemudian aku ke kamar ku sendiri aku lupa mau kasih uang buat bude biar besok pagi saja aku antar ke rumahnya. Subuh aku di bangunkan oleh ibu di suruh sholat dulu bagitu juga mas Bayu dia di suruh sholat subuh aku tertawa
" Mas Bayu di Korea jarang sholat ya kok di rumah di obrak sama ibu" tanyaku
" Kalau di Korea nggk usah di obrak sama ibu kalau di sini kangen ingin di obrak" jawab mas Bayu sambil terkekeh
" Nis antar ibu ke pasar ya barang ibu habis ibu bawa ke kota waktu itu jadi sekarang butuh belanja" kaya ibu
" Iya Nisa antar pakai mobil ajak bude sekalian bude mau nisa kasih uang kerena sudah membersihkan rumah kita selama sebulan ini" kata ku
" Kamu mau pamer ya bawa mobil ke pasar hati hati ketemu Bu Sarmi yang judes dan cerewet" kata mas Bayu
" Mana berani dia kan ada bude" kataku padahal mas Bayu nggk tahu kalau kami sudah ada perjanjian kata batinku biar saja mbak Bayu dan ibu nggak usah tahu masalahku aku selesaikan sendiri kata batinku dengn sombong padahal selesai juga kerena bantuan paman Hendra dan mbak Maura mereka bekingan ku nggak ada yang boleh tahu.
Aku mandi dulu pakai celana di bawah lutut pakai kaos lengan pendek pendek kemudian pakai sepatu sneaker
" kayak mau oleh raga kamu mau lari lari di pasar ngejar copet" kata mas Bayu sambil terkekeh
" Kan mas yang belikan baju ini masak lupa" jawabku
Bude datang bawa tas ke rumah karena tadi di jemput ibu biasa kakak beradik yang sangat besty mereka kompak pakai daster yang di beli di Surabaya kemarin
" Bude ada sedikit uang buat tambahan bude belanja maaf cuma sedikit" kata ku sambil memberi uang satu juta
" Ini banyak nis kalau ini bayaran bude nggak mau ah bude bersihkan rumah kalian ikhlas kok" kata beliau
" Bukan bude mana kuat Anisa bayar karyawan kayak bude itu karena Anisa ada rejeki berlebih jadi bude aku kasih sedikit bisa buat tambah belanja ayo berangkat" kataku
Mobil sudah di siapkan sama mas Bayu tadi sudah di panasi dan di bersihkan jadi aku tinggal mengendarai soal perawatan mobil itu urusan mas Bayu kan dia saudara laki laki jam segini dia sendiri sudah ngopi dan sekarang menyapu halaman dia memang anak ibu yang rajin sedangkan aku memang dari dulu bandel sampai ayah jengkel tapi ibu tetep sabar menghadapi kebandelanku karena ibu yakin dari kebandelanku itu aku bisa menghasilkan uang.
Bersambung...
gass lah semua mendukung
2 keluarga merestui
aku org pertama yg mendukung mu