NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas yang Dilanggar

Dentuman musik memenuhi ruangan club ekslusif milik keluarga Virello, lampu remang berwarna merah gelap memantul di dinding kaca, menciptakan suasana mewah sekaligus mencekam.

Alya duduk diam di sofa sudut VIP, jemarinya mencengkram ujung gaun hitam yang terasa terlalu terbuka untuknya.

Malam itu, Arkan memaksanya ikut menghadiri pesta bisnis mafia, sesuatu yang jelas tidak Alya inginkan.

"Aku bisa tinggal di mansion saja," ucap Alya pelan.

Namun Arkan bahkan tidak menoleh, "Kamu istriku, mereka harus melihat dan mengenal siapa istriku."

Kini pria itu berdiri beberapa meter darinya, berbicara dengan para tamu penting, sambil sesekali menyesap whiskey.

Tatapannya tajam, penuh kendali, seolah seluruh ruangan berada di bawah kekuasaannya.

Dan memang begitu kenyataannya, semua orang takut pada Arkan Virello, termasuk Alya.

"Alya?"

Suara familiar membuat Alya menoleh cepat, Raka berdiri di dekat sofa dengan jas hitam sederhana. Tatapan pria itu penuh kekhawatiran.

"Kamu nggak apa-apa, kan?"

Alya memaksakan senyum kecil, "Aku baik-baik saja."

"Kamu bohong, Alya."

Belum sempat Alya menjawab, suara berat memotong pembicaraan mereka.

"Apa ada masalah?"

Arkan muncul begitu saja, wajahnya datar tetapi matanya gelap saat menatap Raka.

Raka berdiri tegak, "Aku cuma memastikan, bahwa Alya baik-baik saja."

"Aku tidak butuh orang lain untuk menjaga istriku sendiri," ucap Arkan tenang, tapi mengerikan.

Raka mengepalkan tangan, "Menjaga? Atau mengurungnya?"

Mata Alya melebar, "Raka, jangan..."

"Pergi dari sini, sebelum aku lupa, kalau kamu temannya Alya," potong Arkan dingin.

Beberapa pengawal mulai mendekat, Raka menatap Alya sekali lagi, sebelum akhirnya pergi dengan rahang mengeras.

Setelah pria itu menghilang, Arkan langsung menggenggam pergelangan tangan Alya kuat.

"A-Arkan... sakit."

Arkan menatapnya tajam, "Kenapa kamu bicara dengannya?"

"Aku hanya..."

"Aku sudah bilang, jangan terlalu dekat dengan pria lain."

Alya menahan napas, emosi yang selama ini ia pendam mulai memenuhi dadanya.

"Kenapa aku tidak boleh dekat dengan temanku sendiri? Aku tahu aku istrimu, tapi aku juga tahu batasan, Arkan!"

Arkan tertawa kecil, "Kadang aku berpikir, bahwa kamu lupa siapa suamimu."

"Aku tidak pernah melupakan itu," balas Alya lirih. "Justru itulah masalahnya."

Tatapan Arkan berubah tajam, untuk beberapa detik, mereka hanya saling menatap di tengah keramaian pesta yang terasa menjauh.

Lalu Arkan menarik Alya keluar dari ruangan VIP.

"Arkan! Lepaskan aku! Kamu mau membawa aku ke mana?!"

Pria itu tidak peduli dengan teriakan Alya, langkahnya cepat menyusuri koridor belakang club, hingga mereka tiba di sebuah ruangan privat yang sunyi.

BRAK!

Pintu ditutup dengan keras, hingga membuat Alya terkejut.

"Kenapa kamu selalu marah saat aku bicara dengan orang lain? Sekali pun orang lain itu temanku sendiri," ucap Alya dengan suara gemetar. "Dan kenapa kamu selalu saja mengatur hidupku?"

Arkan perlahan mendekat, "Karena kamu milikku, dan aku berhak mengatur hidupmu. Termasuk melarangmu untuk bicara dengan pria lain."

"Aku bukan bonekamu, yang bisa kamu atur sesuka hati."

"Tapi aku tidak pernah bilang kalau kamu bonekaku."

"Lalu apa?!" ucap Alya dengan meninggikan suaranya. "Seorang istri yang harus diam? Yang harus menurut? Atau seorang istri yang tidak boleh mempunyai kehidupannya sendiri?"

Rahang Arkan mengeras, "Aku melakukan ini semua, hanya untuk melindungimu, Alya."

"Dengan cara menghancurkan aku secara perlahan, begitu?" jawab Alya dengan tersenyum pahit.

Tatapan Arkan berubah gelap, ada kemarahan, tapi juga ada sesuatu yang lebih rumit.

Pria itu tiba-tiba menarik tubuh Alya agar mendekat, hingga jarak mereka nyaris tidak ada.

"Apa kamu tahu, berapa banyak orang yang ingin memanfaatkan kelemahanku?"

"Tapi aku bukan kelemahanmu, Arkan."

"Kamu salah, Alya. Bagiku, sekarang kamu satu-satunya kelemahanku."

Deg.

Jantung Alya berdegup dengan kencang, untuk pertama kalinya, Arkan mengatakannya secara langsung.

Namun bukannya merasa hangat, Alya justru merasa takut padanya. Karena cara Arkan mencintai terasa seperti sangkar emas. Indah, tapi mengurung.

"Aku capek," bisik Alya. "Aku capek jika harus terus hidup dalam sebuah ketakutan."

Jemari Arkan perlahan menyentuh pipi Alya yang mulai basah oleh air mata. "Alya."

Namun Alya menepis tangan itu, gerakan kecil itu cukup membuat emosi Arkan pecah.

Pria itu menahan kedua pergelangan tangan Alya di dinding, "Jangan berusaha untuk menjauh dariku."

Suara Arkan rendah dan berat. Tatapan matanya dipenuhi obsesi yang semakin sulit disembunyikan.

Alya menatap pria di depannya dengan napas gemetar.

"A-apa kamu sadar?" ucapnya. "Kamu mulai menakutkan, Arkan."

Kalimat itu menghantam Arkan lebih keras dari sebuah peluru, cengkramannya perlahan melemah. Untuk sesaat, topeng dingin Arkan runtuh. Pria itu terlihat begitu terluka.

"Aku tidak tahu bagaimana caranya mencintai dengan benar," ucap Arkan pelan.

Alya membeku, kejujuran itu terasa asing saat keluar dari mulut Arkan Virello.

"Aku dibesarkan di dunia yang mengajarkanku, kalau semua yang penting harus dikendalikan. Kalau tidak, maka semuanya akan direbut begitu saja."

Tatapan mereka bertemu, dan kali ini Alya melihat sisi rapuh di balik monster yang semua orang takuti.

Namun rasa takut itu belum hilang, karena Alya sadar, semakin Arkan mencintainya, maka pria itu akan semakin lebih berbahaya.

Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari luar.

"Boss, Damar sudah datang."

Raut wajah Arkan langsung berubah dingin, topeng itu kembali terpasang sempurna.

Arkan melepaskan Alya sebelum berbalik menuju pintu. Namun sebelum pergi, pria itu berhenti sejenak.

"Mulai malam ini," katanya pelan. "Kamu tidak boleh keluar mansion sendirian."

Mata Alya langsung membelalak, "Arkan, kenapa..."

"Itu bukan permintaan, Alya. Tapi ini perintah."

Setelah berkata seperti itu, Arkan pergi begitu, meninggalkan Alya sendirian dalam ruangan sunyi dengan dada yang terasa semakin sesak.

Di detik itulah, Alya sadar, ada batas yang baru saja dilanggar malam ini.

Bukan hanya tentang aturan, tapi tentang hati, rasa takut, dan obsesi Arkan yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.

1
Vie
akhirnya nongol juga kak othtor...... 👍👍
Vie
iiiihhhh.... jadi ikutan tegang.....
Vie
lanjut kak 👍👍👍😊😊😊
Vie
iiihhhh...... aku penasaran banget dengan misteri cerita ini, da rahasia apa sebenarnya antara alya dan arkan.... 🤔🤔🤔🤔 lanjut thor makin seru dan tegang juga... 👍👍👍👍
Vie
sku beneran gak ngerti jalan pikiran si alya.. dia udah tau kemarin ada penyerangan yang menargetkan dirinya, bahkan dia sendiripun ketakutan setengah mati dan setelah semua itu masih menanyakan hal yang berulang2, kenapa semua terjadi, padahal walaupun di tidak mau atau bahkan tidak mengakui peenikahan merek, tapi tetap saja mereka sudah terikat pernikahan, dan itu akan menjadi kelemahan buat Arkan. lama2 aku dongkol juga sam si alya deh... 😡😡😡
Vie
lanjut kak .. 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru.... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!