NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Keesokan harinya, suasana di kampus terasa begitu berbeda. Matahari bersinar terang, namun bagi Sasha dan gengnya, hari ini terasa begitu mencekam dan gelap. Sejak pagi mereka sudah merasa gelisah, firasat buruk terus menghantui mereka setelah kejadian di kafe kemarin. Mereka tahu mereka sudah bertindak terlalu jauh, tapi mereka berharap Dinda tidak akan berani melapor atau melakukan apa-apa karena selama ini Dinda terlihat lemah dan penakut di mata mereka.

Namun, dugaan mereka salah besar.

Tepat saat jam kuliah akan dimulai, di area parkir kampus yang biasanya ramai, perhatian semua mahasiswa tertuju pada sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam yang berhenti dengan gagah. Pintu mobil terbuka, dan turunlah sosok wanita yang sangat cantik, elegan, dan memancarkan aura kekuasaan yang luar biasa. Dia adalah Bu Liana, ibu kandung Dinda.

Dan di sebelahnya, turunlah Dinda.

Hari ini Dinda tampak sangat berbeda. Ia masih mengenakan seragam kampus yang sama, namun penampilannya terlihat jauh lebih berkelas, wajahnya berseri-seri, dan tatapan matanya tidak lagi lemah lembut seperti biasanya, melainkan penuh keyakinan dan keberanian. Ia berjalan dengan tegap di samping ibunya, dan tangan mereka saling menggenggam erat, menunjukkan ikatan kasih sayang yang begitu kuat.

Pemandangan itu sontak membuat seluruh mahasiswa yang melihat menjadi heboh dan ternganga.

"ASTAGA! ITU BUKANNYA DINDA YA?!"

"SIAPA WANITA DI SAMPINGNYA ITU? CANTIK BANGET AURANYA!"

"YA AMPUN! GAK SALAH LIHAT KAN?! DINDA JALAN BARENG BU LIANA?! PEMILIK GRUP PERUSAHAAN DEWANTARA ITU?!"

Tidak jauh dari situ, Angel dan Mira yang baru saja datang langsung mematung di tempat. Mulut mereka terbuka lebar, mata mereka membelalak tak percaya melihat apa yang terjadi di depan mata mereka sendiri.

Angel memegang lengan Mira kuat-kuat, suaranya bergetar karena kaget.

"Mi... Mira! Lo lihat itu gak?! Itu Dinda kan?! Sama siapa dia jalan?! Itu... itu kan Bu Liana yang sering muncul di koran dan TV?! Wanita tersukses dan terkaya di kota ini?!"

Mira masih melongo, mengangguk-angguk pelan.

"I... Iya Gel... Itu beneran mereka. Tapi... kok bisa?! Kenapa Bu Liana gandeng tangan Dinda seakrab itu?! Mereka kayak ibu dan anak banget sumpah!"

 "Gila gila gila! Berarti selama ini yang omongin di kampus itu bener ya?! Dinda itu beneran anak kandung keluarga Dewantara?! Dia bukan cuma anak angkat atau pembantu! Dia TUAN PUTRI YANG ASLI! Ya ampun... kita temenan sama putri raja tapi kita gak tau!"

Mereka berdua langsung berlari kecil menghampiri Dinda dengan wajah masih penuh keterkejutan.

 "Din... Dinda! Serius ini ibumu?! Ibunya yang asli?!"

Dinda tersenyum manis, wajahnya terlihat bahagia sekali.

"Iya guys... Ini Mama aku. Ma... ini Angel sama Mira, sahabat baik Dinda yang selalu jagain Dinda."

Liana pun tersenyum ramah dan menyalami mereka berdua dengan sangat sopan.

"Oh jadi ini teman-teman baik Dinda ya? Halo sayang, terima kasih banyak ya sudah selalu menemani dan menjaga Dinda selama ini. Mama sangat berterima kasih."

Mira dan Angel langsung salah tingkah dan tersipu malu. "I-iya Tante... Sama-sama Tante..."

Mereka semakin takjub. Ternyata benar adanya! Dinda adalah putri kandung dari keluarga paling berpengaruh itu! Dan sekarang Dinda datang bersama ibunya untuk menuntut keadilan!

Sementara itu di sudut koridor...

Sasha dan gengnya yang melihat pemandangan itu dari jauh langsung merasa lutut mereka lemas dan jantung mereka seakan berhenti berdetak. Wajah Sasha pucat pasi, keringat dingin langsung membanjiri seluruh tubuhnya. Ia mundur selangkah, hampir jatuh jika tidak ditopang oleh teman-temannya.

"Sas... Sasha! Itu... itu wanita kemarin di kafe! Ibu dari Dinda! Kenapa dia bisa ada di sini?! Dia kelihatan galak banget!" ucap santai dengan nada pelan .

Sasha gemetar hebat, suaranya parau.

"Gak... gak mungkin... Kenapa dia bawa ibunya kesini?! Kita kan cuma mau iseng doang! Dia itu anak orang kaya beneran?! Gila... kita udah masuk masalah besar kali ini..."

Sasha merasa dunia seakan runtuh. Kemarin ia menghina Dinda sebagai anak miskin, anak pembantu, dan mempermalukannya. Tapi hari ini, kenyataan berkata sebaliknya. Dinda adalah putri dari raja bisnis, dan sekarang ibunya datang membawa kekuatan penuh untuk membela anaknya!

 Tidak lama kemudian, Liana dan Dinda berjalan menuju ruang Rektor.

Liana melangkah dengan penuh wibawa, diikuti oleh Dinda yang kini merasa sangat terlindungi. Mereka tidak peduli dengan bisik-bisik orang lain. Mereka datang dengan satu tujuan: menuntut keadilan dan membereskan masalah perundungan yang selama ini terjadi.

Sasha dan kelompoknya hanya bisa menatap ketakutan, mereka tahu hari ini adalah hari pembalasan, dan mereka tidak bisa lari kemana-mana .

 Sesampainya di depan ruang Rektor, suasana terasa hening dan penuh wibawa. Liana tidak menunjukkan rasa gugup sedikit pun. Dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Dinda, ia mengetuk pintu ruangan itu dengan santun namun tegas.

Tok... Tok... Tok...

"Masuk," terdengar suara berat dari dalam.

Pintu terbuka, dan Liana serta Dinda melangkah masuk dengan sikap yang sangat tenang dan anggun. Di balik meja kerja yang besar dan megah itu, duduklah Pak Rudi, Rektor kampus tersebut. Wajahnya yang teduh namun berwibawa langsung menoleh ke arah pintu.

Saat mata Pak Rudi menangkap sosok wanita yang masuk, wajahnya seketika berubah terkejut. Ia buru-buru berdiri dari kursinya, menyesuaikan kacamata, dan mulutnya sedikit terbuka karena tak percaya.

 "Ya Ampun... Bu Liana?! istri dari Tuan Leonardo? Eh... maksud saya, Nyonya Liana Dewantara? Benarkah ini Anda?"

Pak Rudi berjalan cepat mendekat, menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan penuh hormat. Ia tentu saja mengenal wajah ini dengan sangat baik. Wajah Liana dan suaminya, Leonardo, bukanlah wajah asing. Mereka sering muncul di televisi, koran, dan majalah bisnis sebagai figur sukses dan berpengaruh besar di negara ini.

Liana tersenyum sopan sambil menjabat tangan Pak Rudi.

"Selamat pagi Pak Rudi. Maaf jika kedatangan kami mendadak dan mengganggu kesibukan Bapak."

Pak Rudi masih terlihat kaget dan agak gugup.

"Aduh, sama sekali tidak mengganggu Nyonya. Justru ini suatu kehormatan besar. Silakan duduk, silakan duduk! Tapi... boleh saya tahu ada keperluan penting apa hingga Nyonya berkenan datang langsung ke sini?"

Pak Rudi lalu mempersilakan mereka duduk. Matanya kemudian beralih menatap sosok gadis cantik yang duduk di sebelah Liana. Ia menatap Dinda dengan tatapan penuh tanda tanya dan penasaran.

Ia melihat kemiripan yang sangat kuat antara gadis itu dengan Liana. Namun sebagai Rektor, ia memang tidak mengetahui secara detail masalah pribadi atau keributan yang terjadi di antara mahasiswinya. Ia hanya tahu bahwa Dinda adalah salah satu mahasiswi yang berprestasi namun pendiam.

Pak Rudi menatap Dinda lembut lalu kembali ke Liana.

"Dan ini... siapa cantik ini? Apakah dia..."

Liana tersenyum bangga, lalu mengusap punggung tangan Dinda dengan penuh kasih sayang.

"Iya Pak Rudi. Ini Dinda... Dinda Putri Dewantara. Dia anak kandung saya dan suami saya, Leonardo. Dia yang selama ini sedang menuntut ilmu di kampus Bapak."

JLEB!

Wajah Pak Rudi seketika berubah total. Dari yang tadinya bingung, kini menjadi kaget setengah mati. Ia menatap Dinda lekat-lekat, baru menyadari garis wajah yang begitu identik dengan keluarga terkaya itu.

"Ya Allah... Jadi ini Putri Anda?! Maafkan saya... Saya benar-benar tidak tahu! Saya minta maaf."

Pak Rudi langsung menjadi sangat sopan dan waspada. Ia sadar, kedatangan wanita sekuat Liana ke ruangannya pasti bukan untuk sekadar basa-basi. Pasti ada masalah besar yang terjadi.

Liana menghela napas pelan, lalu tatapannya berubah menjadi serius dan tajam.

"Begini Pak Rudi... Saya datang ke sini bukan untuk menuntut fasilitas atau hal lain. Tapi saya datang karena saya tidak terima. Anak saya, Dinda, selama ini menjadi korban perundungan atau bullying di kampus ini."

Wajah Pak Rudi langsung memucat.

"Hah? Apa benar begitu Nyonya? Siapa yang berani melakukan itu?!"

 "Mereka adalah sekelompok mahasiswi yang merasa berkuasa. Mereka menghina Dinda, memfitnahnya, hingga mempermalukannya di tempat umum. Dan yang paling parah, mereka bahkan mengancam keselamatan Dinda hanya karena rasa iri yang tidak berdasar."

Dinda yang duduk di sampingnya hanya menunduk sopan, membiarkan ibunya yang berbicara mewakili perasaannya. Hatinya merasa sangat lega dan aman, karena untuk pertama kalinya ia memiliki kekuatan yang besar di belakangnya untuk melindunginya.

Pak Rudi menampar pelan dahinya karena kesal dan marah.

"Alamak! Tidak bisa dibiarkan ini! Ini mencoreng nama baik kampus! Nyonya tenang saja, saya janji akan selidiki kasus ini secepat kilat! Siapa nama pelakunya? Saya akan panggil mereka sekarang juga!"

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!