"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
"Cla,siapa yang sudah mengobrol denganmu barusan". Tanya Devan saat sudah duduk dihadapan sang istri.
"Om damar," jawab Clara singkat .
"Lain waktu jauhi dia ,jika dia mencoba mendekati mu,langsung bilang kepadaku" .
"Kenapa memangnya,apa ada yang salah".tanya Clara yang sedikit bingung dengan tingkah sang suami.
"Menurut lah ,cla"! Pekik Devan lirih namun dengan nada yang penuh penekanan.
Clara hanya mengangguk meskipun di dalam hatinya bertanya tanya ada hubungan apa suaminya dengah laki laki yang mengaku sebagai damar itu.
Beberapa saat berlalu ,Devan mulai merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhnya .
"Ada apa"!? Tanya Clara yang melihat gelagat aneh dari sang suami.
"Entahlah,seperti gerah sekali rasanya". Gumam Devan lirih sambil beranjak dari duduknya.
"Mau kemana"!?.
"Ke kamar mandi".
"Biar aku antar". Kata Clara sambil ikut beranjak dari duduknya,.
"Tidak perlu cla,kamu duduk saja,apa iya kamu mau ikut aku ke kamar mandi". Jawab Devan sambil terkekeh kecil,mendengar itu Clara pun mengurungkan niatnya,meskipun tersirat kekhawatiran pada benak Clara.
"Emmmm"!! Sahut Clara sambil mendudukan bokongnya kembali pada kursi nya semula.
Devan pun berjalan dengan sedikit gontai menuju toilet ,dan i ikuti oleh regina dengan jarak aman.
"Nona ,Dimana tuan muda". Tanya Jo yang baru saja mendekat ke arah meja Clara.
"Ke toilet"!. Jawab Clara.
Jo hanya mengangguk.
"Om Jo, ".
''iya ,nona". Sahut Jo sambil menatap ke arah nona mudanya yang sedikit gelisah.
"Bisakah om Jo menyusul suamiku,aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengannya". Jelas Clara, mengungkap rasa khawatirnya kepada asisten Suaminya itu.
"Benarkah,"! Sahut Jo bergegas berjalan menuju toilet terdekat dari tempat acara.
Namun sesampainya Jo di dalam toilet,tidak ada satu orang pun di sana ,Jo pun berniat melangkah untuk menuju ke toilet lain ,mungkin saja boss nya tidak berada di toilet tersebut .
Namun saat akan melangkah lebih jauh lagi,matanya menangkap sosok bos nya yang sedang berjalan sempoyongan disebuah lorong hotel dengan seorang wanita di sampingnya,.
Jo pun membulatkan mata sempurna dan mencoba mendekat,dan benar saja itu benar benar boss nya, dengan wanita lain.
Jo yang merasa ada keganjalan pun segera mengendap endap ,mendekat dan memukul wanita tersebut dari belakang hingga pingsan.
"Jo,tolong aku". Kata Devan dengan suara paronya..
Jo segera menghubungi anak buahnya untuk mengurus perempuan yang tak lain adalah regina,untuk mengamankan nya.
Sedangkan Jo membantu Devan untuk berjalan menuju mobil.
"Jo,panas sekali rasanya,aku sudah tidak tahan, Jo seperti nya aku ingin mencium mu". Racau Devan dengan bibir yang sudah moncong ke arah wajah Jo .
,"sadarlah boss,saya bukan nona muda,jangan biarkan pusaka kita bertabrakan jika anda memaksa saya". Sahut Jo sambil menyingkirkan wajah boss nya dari wajahnya yang sudah berjarak bergitu dekat.
Beberapa saat berlalu Jo sudah memasukan Devan kedalam mobil sambil mengikat tanganya.
"Maaf boss,saya akan memanggil nona Clara sebentar"!. Kata Jo bergegas mengunci mobil tersebut dari luar dan kembali ke tempat pesta dimana Clara masih menunggu di dalam.
"Nona,sepertinya kita harus pulang sekarang,tuan boss dalam masalah". Kata Jo yang sudah berada di hadapan Clara.
"Apa maksud anda om Jo"!. Tanya Clara yang mendadak bingung.
"Dimana suami ku ,om"!? Kembali Clara Melontarkan pertanyaan kepada asisten Suaminya itu.
"Ada di mobil nona, ayo cepat nona ini sangat gawat"!. Sahut jo.dan akhirnya Clara pun beranjak dari duduknya Lalu berjalan beriringan bersama Jo menuju parkiran.
"Om Jo ".! Panggil Clara saat melihat wajah Devan yang mulai memerah menahan sesuatu.
"Maaf, nona,sepertinya ada yang menjebak tuan boss dengan memasukan obat perangsang kedalam minuman nya,dan saat ini hanya anda yang bisa menolongnya ". Jelas Jo yang masih berdiri di luar mobil bersama Clara.
''maksudnya,apa yang harus aku lakukan ,om Jo".
"Anda harus begituan dengan tuan boss,nona".
"Apaa"!! Pekik Clara dengan mata yang sudah membulat sempurna .
"Tidak ada cara lain nona,bukankah anda istrinya,apa anda mau tuan boss melakukan begituan dengan wanita lain". Sahut Jo.
Glek"!!
Clara hanya bisa menelan ludahnya kasar.
"Tapi om". Sahut Clara yang merasa masih takut Untuk hal itu .
"Saya mohon,nona"!.Kata Jo sambil mengantup kan kedua tanganya.
"Sebaiknya kita kembali ke mansion sekarang nona".
Clara hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil,namun Clara memilih duduk di depan dari pada disamping suaminya, apalagi keadaan Devan yang sudah kepanasan,takutnya devan akan menyerang Clara di hadapan Jonathan tersebut.
"Cepat om,Jo"!. Pekik Clara sambil sesekali menatap kebelakang kearah Devan yang sudah memejamkan matanya dan merasa sangat tersiksa.
20 menit berlalu mobil hitam tersebut pun sampai di mansion mewah milik Devandra.
Dengan sepat Jo dan Clara turun dari mobil dan membantu Devan untuk keluar dari mobil dan berjalan masuk ke mansion.
"Apa yang terjadi tuan,nona"! .tanya bik Lastri yang sudah membuka pintu utama lebar lebar.
Tak ada jawaban dari Clara maupun Jo,mereka langsung saja naik ke lantai atas menuju kamar,.
Bruk ..
Devan pun terduduk di atas ranjang.
Jo segera melangkah kan kakinya keluar dari kamar.
"Om Jo"!! Panggil Clara lagi.
"Nona, saya mohon, jangan biarkan tuan boss tersiksa lebih lama lagi."jelas Jo sebelum menutup pintu kamar utama tersebut.
Clara mendekat ke arah pintu dan mulai menguncinya.
"Tuan Jo,apa yang terjadi kepada tuan muda". Tanya bik Lastri yang masih kepo.
"Sst, sebaiknya kita turun biar Nona Clara yang bekerja malam ini". Bisik Jo sambil menyatukan kedua jarinya ,memberikan kode kepada bik Lastri.
Bikk Lastri yang faham pun hanya tertunduk dan tersenyum simpul.
Sedangkan di dalam kamar.
Deg. Deg. Deg.
Jantung Clara semakin tidak karuan saat ini,clara berjalan mendekat kearah ranjang.
"Mungkin ini sudah waktunya cla kamu melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri". Gumam Clara lirih dengan tubuh yang sudah nampak bergetar.
"Sa-sayang",! Panggil Clara lirih sambil duduk disebelah Devan,dan mengikat dasi yang masih mengikat tangan Devan.
"Clara,tolong aku"!. Kata Devan dengan tatapan sayu menatap ke arah Clara penuh pesona..