NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bab 26

"Arina, aku datang." Ujar Rania pada sahabatnya. Tak di sangka Rania datang dengan kue bolu di tangannya. Membuat wajah dingin Arina agak cerah meski masih dingin seperti biasa.

Arina lalu mengajak Rania untuk menonton TV bersamanya. Kegiatan di hari minggu yang tidak pernah di lewatkan. Rania dengan semangat pergi ke dapur, dan memotong bolu menjadi beberapa bagian.

Arina melihat Rania kembali ke kamarnya dengan bolu yang sudah di potong. Dia senang bisa makan bolu buatan ibu Rania. Ibu Kepala Panti, dan Rania memang ahlinya dalam memasak. Arina segera membaca bismillah, dan mencomot satu bolu yang di taruh Rania ke meja kecil di depan mereka. Mereka lalu makan bolu sambil menonton TV.

∆∆∆

Antonio Sean melihat jendela yang hangat itu, dia mengingat mimpinya, mimpi di mana dia melihat Arina menghampirinya di penjara. Dia bahagia bisa bermimpi bertemu gadis yang di cintainya.

Meski begitu dia berpikir kembali dengan bagaimana Arina masuk ke dalam mimpinya.

"Apa aku segitu merindukannya, hingga aku melihat dia di mimpi?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

Satu-satunya teman satu sel Antonio Sean sudah bebas, kini tinggal dirinya yang masih mendekam di penjara. Tak lama dia berpikir, ada seorang yang mengunjunginya.

"Antonio Sean, kau dapat tamu." Ujar sipir penjara padanya.

Antonio Sean segara berdiri, dan mendapati yang mengunjunginya, adalah Tion. Untuk apa Tion mengunjunginya, meski mendapatkan kunjungan itu menyenangkan, tapi ini berbeda, kunjungan dari orang yang menangkapmu.

"Aku ingin tahu kenapa pak Andi Pratama, alias Tion Andrews...." Dia sengaja menggantung ucapannya.

"Kau tahu siapa aku, jadi tidak perlu berkenalan." Ujar Tion pada Antonio Sean yang memainkan jarinya di meja. Suara gemerutuk menghiasi pertemuan mereka.

"Aku hanya tidak terbiasa mendapatkan kunjungan dari orang yang menjebloskan aku ke penjara." Balas Antonio Sean.

Tion memahami maksud perkataan Antonio Sean. Segera dia melihat jam tangannya. Dia memastika tidak telat dalam kencannya dengan Alexa.

"Aku sudah berhenti setelah menangkap kau, aku sudah tidak di defisi anti kriminal." Balas Tion santai.

"Aku tidak peduli dengan itu, itu bukan urusanku. Jadi apa maksud kedatanganmu?" Tanyanya kurang ramah.

"Apa kau yang diam-diam melindungi adikku? Orang-orang mu kutemukan melindungi adikku, ayahku mungkin tidak tahu soal ini. Tapi ini mrngherankan." Ucap Tion. Dia menghentikan gemerutuk bunyi jari-jari tangan Antonio Sean segera.

"Ya, aku menyukai adikmu." Antonio Sean terus terang saja. Dia tidak ingin berbasa basi. Meski dia yakin Tion Andrews tidak begitu suka hal itu.

"Kau..." Ketika Tion hendak menyanggah, dia segera di hentikan sipir.

"Waktu habis." Ujar Sipir pada Tion, dan Antonio Sean.

"Lihatlah, ketidak bebasan ini." Ujar Antonio Sean pada Tion. Setelahnya keduanya berpisah dengan tembok, dan pintu.

Tion keluar dari rutan dengan wajah lesu, dia tak mendapatkan apa-apa dari percakapan dengan Antonio Sean. Apa benar orang itu tulus mencintai Arina? Kabarnya orang tersebut sudah tobat, berubah, dan tidak lagi menyuruh anak buahnya melakukan kejahatan. Antonio Sean juga sangat disiplin di dalam penjara.

Tion masih ragu dengan perubahan Antonio Sean yang tiba-tiba. Dia juga tidak mungkin mempercayakan adiknya pada mantan penjahat seperti Antonio Sean. Tion kebingungan juga, dengan kata-kata Antonio Sean yang mengatakan jika dirinya menyukai Arina Andrews. Apa perasaan itu tulus?

Tion akan pergi menemui Arina, dan sepertinya adiknya itu ada di rumah, mengingat hari minggu biasanya Arina hanya nonton tv di rumahnya. Arina memang ada di rumah, dan sedang nonton TV, sama seperti perkiraan Tion. Tak lama berselang Tion sampai di halaman megah rumah Arina. Dia memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang besar.

"Tok...Tok...Tok.." Suara pintu di ketuk dari luar. Tion memang punya kebiasaan mengetuk pintu rumah Arina sebelum masuk.

"Tuan Muda Tion, silahkan masuk. Nona ada di kamarnya. Silahkan tunggu di ruang tamu, biar saya panggilkan." Ujar Alisha pada Tion.

"Tidak perlu Alisha, aku akan naik ke atas, biar aku menemui Arina." Ujar Tion pada Alisha.

Alisha hanya menganggukkan kepalanya saja, tidak biasanya Tion menggebu inginbertemu dengan adiknya. Tion kembali mengetuk pintu, kali ini pintu kamar Arina yang dia ketuk.

"Ada apa kak?" Tanya Rania yang membukan pintu. Dia terkejut dengan kedatangan Tion yang tidak biasanya. Jika biasanya, Tion hanya akan menunggu di ruang tamu.

"Aku ingin bicara berdua dengan Arina." Ujar Tion serius.

Rania menganggukkan kepalanya, dia menggaruk-garuk tidak gatal. Dia lalu pergi ke luar, dan melihat Alisha yang sedang menonton tv bersama para pelayan lain. Rania lun memutuskan bergabung sambil menunggu Arina, dan Tion berbincang.

Tion duduk di samping adiknya, mengamati setiap gerak-gerik Arina dengan lurus. Arina yang merasa di amati pun menoleh ke arah sumbernya.

"Ada apa kak Tion?" Tanya Arina masih dengan wajah datarnya.

"Apa kau ingat mimpi semalam?" Tanya Tion serius.

"Apa maksudnya saat kau masuk ke dalam mimpiku? Ada apa memangnya?" Tanya Arina pada Tion.

Tion menggelengkan kepalanya.

"Bukan?" Arina kebingungan sekarang, dia tidak ingat mimpi mana lagi saat di mana Tion ada di mimpinya.

"Kau masuk ke dalam mimpi Antonio Sean kan?" Selidik Tion.

Arina menganggukkan kepalanya.

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Arina pada Tion.

"Dia penjahat Arina, dia penyeludup nark*ba, jauhi dia meski di dalam mimpi." Ujar Tion pada Arina. "Aku menemuinya hari ini, dan masuk ke alam bawah sadarnya, kau memasuki mimpinya, makanya aku tahu." Lanjutnya.

Arina sekarang mengerti, Tion sedang mengkhawatirkan kondisi dirinya. Arina melihat mata Tion, kini Tion merasa gugup, karena dia merasa Arina mencari kelemahannya. Bukan Arina jika tidak bisa menyelidiki di bagian lain.

"Kenapa aku harus menjauh darinya? Apa dia berbahaya kak?" Arina kini memutuskan mengakhiri akhsinya tadi, dia memutuskan untuk bertanya langsung pada Tion.

"Ya, dia berbahaya. Aku tak mau kau terlibat dengan orang itu." Ujar Tion.

Kini raut wajah Tion tampak khawatir, dia seperti tidak mau kehilangan Arina lagi. Arina tidak tahu saja jika Tion juga sama seperti dirinya, terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya Tion gagal untuk menyelamatkan Arina. Di kehidupan kali ini dia tidak mau hal yang sama terulang kembali.

Tion lalu melihat ke arah Arina. Di lihatnya satu persatu jari-jari kecil Arina.

"Aku tak mau kamu adikku, terlibat dengan orang beriman bahaya itu." Ujar Tion lagi.

Kali ini Arina cukup heran, orang yang bisa dia kalahkan dengan satu pukulan, se_-bahaya itukah Antonio Sean? Tapi Antonio Sean sudah melihat Arina di mimpinya.

"Kak, saat aku masuk ke dalam mimpi Antonio Sean, dia melihat ku. Benar-benar melihat ku." Ujar Arina.

Kini Tion terkejut, dia tidak oernah di lihat di mimpi orang lain sebelumnya. Kecuali Arina, sebab mereka sama-sama dreams walker.

"Dia Indigo, sepertinya." Ujar Arina lagi.

Tion kini sadar, jika dia juga tidak bisa mencari tahu dari mimpi Antonio Sean maupun Arina. Kedua orang ini sama-sama bisa melihat dia saat masuk ke dalam mimpi mereka.

"Jangan ulangi lagi masuk ke mimpi Antonio Sean, apa lagi dia bisa melihat mu, dia berbahaya." Hanya itu yang bisa Tion katakan. Dia berunting setidaknya hanya masuk ke dalam alam bawah sadar Antonio Sean, tidak lebih. Tapi dia harus lebih dekat dengan Antonio Sean dalam hal jarak jika ingin masuk lagi ke dalam alam bawah sadarnya.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!